Showing posts with label Seni Rupa tiga dimensi. Show all posts
Showing posts with label Seni Rupa tiga dimensi. Show all posts

Monday, October 11, 2021

SENI RUPATIGA DIMENSI

Karya seni rupa tiga dimensi merupakan karya seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi, atau karya yang memiliki volume dan menempati ruang. Contoh karya seni tiga dimensi diantaranya adalah : seni patung, seni kriya, seni keramik, seni arsitektur dan berbagai desain produk. Selain sebagai benda hias karya senirupa tiga dimensi juga dapat berupa benda pakai yang memiliki nilai praktis sekaligus juga nilai keindahan. 

A. Jenis Karya Seni Rupa 3 Dimensi berdasarkan Fungsinya

Jenis karya seni rupa tiga dimensi dapat dilihat dari fungsi karya seni tersebut. Dilihat dari fungsinya karya seni rupa tiga dimensi dibedakan menjadi karya yang memiliki fungsi pakai (seni rupa terapan atau applied art) dan karya seni rupa yang hanya memiliki fungsi ekspresi saja (seni rupa murni atau pure art). Perbedaan fungsi pada sebuah karya seni rupa ditentukan oleh tujuan pembuatannya. Karya seni rupa sebagai bendapakai yang memiliki fungsi praktis dibuat dengan  pertimbangan kegunaannya. Dengan demikian bentuk benda atau karya seni rupa tersebut akan semakin indah dilihat dan semakin nyaman digunakan. Karena fungsi terapan atau fungsi praktis (pakai) sebuah karya seni rupa adalah aspek utama yang harus diperhatikan, maka dalam pembuatan karya seni rupaini seorang perupa (desainer) akan mempertimbangkan aspek tersebut sebelum menambahkan unsur lainnya.

1. Karya Seni Rupa Tiga Dimensi Murni


Contoh karya Seni Rupa 3 Dimensi (seni murni) berupa Patung

Karya seni ini tidak memperhatikan unsur praktis atau unsur kegunaannya, akan tetapi hanya memperhatikan kreativitas dan ekspresi. Karya Seni Rupa murni sebagai keindahan karya manusia yang dibuat dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya saja. Contoh karya seni rupa tiga dimensi murni adalah patung, seni patung merupakan salah satu cabang seni rupa yang berwujud tiga dimensi dengan proses penciptaannya menggunakan teknik pahat, teknik modeling (dibentuk) atau teknik casting (cetak).


2. Karya Seni Rupa Tiga Dimensi Terapan

Karya seni ini dibuat untuk tujuan fungsional atau untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikis. Karya seni rupa sebagai benda pakai yang memiliki fungsi praktis dibuat dengan pertimbangan kegunaannya dan juga keindahanya. Dengan demikian bentuk benda atau karya seni rupa tersebut akan semakin indah dilihat dan semakin nyaman digunakan. Membuat karya seni rupa tiga dimensi terapan tidak sebebas membuat karya seni rupa murni karena di dalamnya harus mempertimbangkan persyaratan-persyaratan tertentu, seperti syarat keamanan (security), kenyamanan (comfortable), dan keluesan dalam penggunaan (flexibility). Misalnya, perabotan rumah tangga, seperti meja dan kursi, dan lemari.


 Contoh karya Seni Rupa 3 Dimensi (seni murni) berupa Patung

Baca juga:

B. Prinsip Seni Rupa


Sumber: Ilmiyati, Raphita. Modul Ajar Seni Rupa Tiga Dimensi. 2020


Media dan Teknik membuat karya seni rupa tiga dimensi


Berkarya seni rupa tigadimensi harus menggunakan teknik yang tepat dan menyesuaikan dengan bahan dan media yang telah dipilih sebelumnya. Teknik pembuatan karya seni rupa tiga dimensi diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Teknik pahat, teknik ini dilakukan dengan cara mengurangi atau membuang bagian-bagian tertentu untuk memunculkan suatu bentuk. Teknik ini dapat dilakukan pada bahan batu, kayu, dengan menerapkan bentuk-bentuk motif hias. Misalnya, membuat patung dan relief dengan bahan dasar kayu dan batu. Alat pahat terdiri dari 5 jenis sebagai berikut:

-Pahat kuku (penguku), pahat ini menjangkau sekitar 20 batang dengan berbagai ukuran, pahat ini digunakan untuk memahat bagian-bagian yang melengkung, bentuk bentuk seperti kuku.

-Pahat lurus (penjilat) menjangkau sekitar 10 batang dengan berbagai ukuran, pahat ini digunakan untuk memahat bagian yang lurus, bentuk lurus.

-Pahat col membuka 4 batang, digunakan untuk meratakan bagian dasar ukiran yang mencorok kedalam yang tidak dpat dicapai dengan pahat lurus, bentuk lebih melengkung dari pahat penguku.

2. Teknik butsir, yaitu membentuk benda dengan mengurangi dan menambah bahan. Misalnya, membuat patung dengan bahan dasar tanah liat (bahan lunak lainnya)

3. Teknik cor (cetak tuang), yaitu membuat karya seni dengan membuat alat kemudian bentuk adonan berupa semen, gips, dan sebagainya sehingga menghasilkan yang diinginkan. Ada dua cara dalam melakukan teknik cor, yang pertama adalah teknik tuang sekali pakai (a cire perdue), cara ini digunakan untuk membuat bentuk yang sulit dan rumit. Untuk teknik ini, beton hanya dipakai sekali karena untuk mengeluarkan hasil cor harus dilakukan dengan menghancurkan beton. Yang kedua adalah teknik tuang berulang (bivalve) teknik ini digunakan untuk membuat benda yang bentuknya sederhana dalam jumlah yang banyak. Cetakan terdiri dari dua sisi yang dapat disatukan dan dilepas kembali. Teknikini biasanya digunakan untuk membuat bahan yang cair, seperti tanah liat cair, lelehan tembaga dll.

4. Teknik terakhir, yaitu membuat karya seni dengan cara menggabungkan bahan satu dengan bahan lain untuk mendapatkan bentuk tertentu dengan cara dipanaskan, biasanya bahan yang digunakan adalah bahan logam. Misalnya, membuat patung kontemporer dengan bahan dasar logam.

5. Teknik cetak, yaitu membuat karya seni dengan cara membuat terlebih dahulu. Misalnya, membuat keramik dan patung dengan bahan dasar tanah liat dan semen.

6. Teknik membentuk, pengertian teknik membentuk disini yaitu membuat karya seni rupa dengan media tanah liat yang lazim disebut gerabah, tembikar atau keramik. Keramik merupakan karya dari tanah liat yang prosesnya melalui pembakaran sehingga menghasilkan barang yang baru dan jauh berbeda dari bahan mentahnya. Teknik yang umumnya digunakan pada proses keramik di antaranya:

-Teknik Coil (lilit pilin), merupakan teknik pembuatan keramik dengan cara membuat pilinan kecil seperti cacing.

-Teknik Slab (lempengan), yaitu pembuatan keramik dengan cara membuat lempengan dari tanah liat. Cara pembentukan dengan tangan langsung, lempengan atau pijat merupakan teknik pembentukan keramik tradisional yang bebas untuk membuat bentuk-bentuk yang diinginkan. Bentuknya tidak selalu simetris. Teknik ini sering dipakai oleh para seniman.

-Teknik putar, yaitu teknik pembuatan keramik dengan menggunakan alat putar. Teknik pembentukan dengan alat putar dapat menghasilkan banyak bentuk yang simetris (bulat, silindris) dan bervariasi. Cara pembentukan dengan teknik putar ini sering digunakan oleh para perajin di sentra-sentra keramik. Pengrajin kramik tradisional biasanya menggunakan alat putar tangan (hand wheel)


Baca juga:

Simbol Dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Sumber: Ilmiyati, Raphita. Modul Ajar Seni Rupa Tiga Dimensi. 2020