Showing posts with label pameran. Show all posts
Showing posts with label pameran. Show all posts

Tuesday, May 9, 2023

Publikasi Karya Seni Rupa

A. Definisi Publikasi Karya Seni Rupa

Publikasi karya seni rupa adalah kegiatan untuk menyajikan atau menampilkan karya seni rupa untuk di uji publik dan melihat dampak dari karya. Publikasi dalam konteks seni rupa biasanya dikenal dengan istilah pemeran. Dalam konteks kegiatan publikasi berupa rancangan konsep publikasi seni, pelaksanaan dan evaluasi publikasi seni rupa.

Secara khusus istilah pameran menurut Umberto Eko (Susanto, 2010: 289) mendefinisikan: “pameran selain pengumpulan barang dan koleksi-koleksi simbolis, juga merupakan instrumen Pendidikan, termasuk memperjelas hal-hal yang ilmiah”


B. Fungsi Publikasi Karya Seni Rupa

Kegiatan publikasi seni rupa memiliki fungsi, di antaranya:

1. Sebagai media pengantar ide dan pesan karya

2. Sebagai media penyebaran pengetahuan.

3. Sebagai media penggerak sosial dan kemanusiaan.

4. Sebagai media penjualan karya (komersial).

5. Sebagai media hiburan.


C. Jenis Publikasi Karya Seni Rupa

Publikasi karya seni rupa dapat dicantumkan dalam dua format:

c.1. Format luar jaringan (luring) yang menyajikan karya seni secara langsung kepada publik di tempat dan ruang pertemuan yang sudah dikondisikan. Contoh kegiatannya:

• Pameran karya di galeri/sekolah/kantor pemerintah/Balai warga

• Bazar karya di sekolah/alun-alun/pasar

 

Gambar 10.1. Pameran karya seni rupa yang secara langsung diselenggarakan di ruang galeri.

Sumber: Galeri Nasional Indonesia/Desy Novita (2016)

 

Gambar 10.2. Pameran dan bazar yang secara langsung diselenggarakan di sekolah.

Sumber: R2B Rembang/Musa (2018)


c.2. Format di dalam jaringan (daring) yang menyajikan karya seni melalui media internet. Contoh kegiatannya:

• Mempublikasikan karya di website atau media sosial

• Menjual karya di pasar atau toko online

 


Gambar 10.3. Mempublikasikan karya di media sosial Instagram.

Sumber: Pameran Serasi/Erudio Indonesia (2020)


 

Gambar 10.4. Mempublikasikan dan menjual karya di pasar.

Sumber: Paket Teman Duduk/Erudio Indonesia (2020)


D. Merancang persiapan publikasi karya seni rupa

Untuk mengomunikasikan hasil karya siswa, maka perlu diselenggarakan kegiatan publikasi karya seni rupa kepada publik. Agar proses tersebut berjalan lancar maka perlu direncanakan dan dilaksanakan kegiatan publikasi karya seni rupa tersebut dengan baik.

Beberapa contoh kegiatan perencanaan publikasi seni rupa, antara lain:

• Menetapkan tema publikasi yang akan dilakukan

• Membentuk susunan kepanitiaan dan pekerjaannya

• Menetapkan kegiatan tujuan publikasi

• Menentukan jenis karya seni yang akan dipublikasikan

• Menentukan tempat penyelenggaraan kegiatan

• Menentukan target audiens

• Mengalokasikan biaya yang diperlukan


e. Memilih media untuk melaksanakan publikasi karya seni rupa

Pada saat ini, media publikasi seni rupa dapat dilakukan secara memikat dan berani. Silahkan guru dan siswa berdiskusi untuk memilih media yang tepat dalam melaksanakan publikasi.



Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN


Monday, October 11, 2021

PAMERAN SENI RUPA


Pameran merupakan kegaiatn yang dilakukan untuk menyampaian ide atau gagasan melaui karya seni rupa. Penyelenggaraan pameran tidak hanya dapat dilakukan oleh para seniman besar, dapat dilkakukan di sekolah ataupun diluar sekolah. Kegiatan pameran diadakan untuk menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap seni yang berguna perbaikan karya seni yang telah ada. Melalui apresiasi khalayak umum, karya seni yang ditampilkan akan mendapat penilaian, penghargaan , tanggapan, respon atau kritikan sehingga dapat meningkatkan kualitas karya berikutnya. Mari pelajari materi terkait pameran berikut ini dengan seksama.

A. Tujuan, Manfaat, dan Fungsi Pameran Karya Seni Rupa

Pameran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan ide atau gagasan perupa kepada publik melalui media karya seninya. Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi komunikasi antara perupa yang diwakili oleh karya seninya dengan apresiator. Hal ini sejalan dengan definisi yang diberikan Galeri Nasional bahwa : “Pengertian pameran adalah suatu kegiatan penyajian karya seni rupa untuk dikomunikasikan hingga dapat diapresiasi oleh masyarakat luas”.

Pameran seni rupa dapat diartikan sebagai kegiatan seniman untuk memperlihatkan karya-karya seni rupa nya kepada masyarakat (public) yang dilaksanakan secara perorangan atau kelompok serta dikoordinasikan dalam bentuk kepanitiaan.

1. Tujuan Pameran Karya Seni Rupa

Penyelernggaraan pameran di sekolah memiliki beberapa tujuan, seperti tujuan sosial dan kemanusiaan , tujuan komersil dan tujuan yang berkaitan dengan pendidikan.


2. Manfaat Pameran Karya Seni Rupa

Secaraa khusus manfaat penyeleggaraan pameran bagi siswa, antara lain sebagai berikut:

a. Menumbukan dan menambah kemmpuan siswa dalam mengapresiasi karya orang lain

b. Menambahkan wawasan dan kemampuan dalam memberikan evauasi karya secara lebih objektif

c. Melatih kerja kelompok (bekerja sama dengan orang lain)

d. Mempertebal pengalaman sosial

e. Melatih siswa untuk bertanggung jawab dan bersikap mandiri 

f. Melatih siswa untuk membuat suatu perencanaan kerja serta melaksanakan apa yang telah direncanakan (membangkitkan motivasi dalam berkarya seni)

g. Sebagai sarana untuk penyegarasan bagi siswa dari kejenuhan belajar di kelas

Adapun fungsi pameran umum adalah sebagai alat komunikasi antara pencipta seni (seniman dan pengamat seni (apresiator) serta untuk membangkitkan apresiasi seni masyarakat.


3. Fungsi Pameran Karya Seni Rupa

Dalam konteks penyelenggaraan pameran seni rupa di sekolah , fungsi pameran karya seni rupa, antara lain sebagai berikut:

a. Meningkatkan apresiasi seni warga sekolah, khususnya siswa

b. Membangkitkan motivasi siswa dalam berkarya seni

c. Penyegaran dari kejeuhan belajar di kelas

d. Motivasi berkarya visual lewat karya seni

e. Belajar berorganisasi dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pameran.


B. Merencanakan Pameran


Sumber:

-Imiyati, Raphita. E MODUL SENI RUPA KELAS 12 IPA/IPS

-Budiman, Agus dkk. 2018. Seni BUdaya SMA/MA?SMK?MAK Kelas 12 Semester 2. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

-http://id.m.wikipedia.org


Merencanakan Pameran

 merencanakan sebuah pameran perlu dilakukan secara sistematis dan logis agar waktu pelaksanaannya berjalan lancar. Tanpa perencanaan yang baik sebuah pameran tidak dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Pada akhir bab ini kamu akan menyelenggarakan pameran seni rupa seniman atau lembaga kesenian profesional. 

Coba kembali tahapan umum dalam perencanaan penyelenggaran pameran seni rupa berikut ini. 

1. Menentukan Tujuan Langkah pertama yang harus diperhatikan dalam menyusun program adalah menetapkan tujuan pameran. berdiskusikan dengan guru dan teman-teman tujuan penyelenggaraan yang paling tepat untuk kegiatan pameran seniman atau lembaga kesenian profesional di sekolah. 

2. Menentukan Tema Pameran Setelah tujuan pameran dirumuskan adalah menentukan tema-tema pameran. menentukan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai. Dengan adanya tema dapat memperjelas misi yang akan dilaksanakan. Melalui tema ini Anda akan lebih mudah menentukan jenis karya yang akan dipamerkan. Sebagi contoh jika tujuan pameran untuk meningkatkan apresiasi terhadap karya seni rupa yang dihasilkan oleh seniman profesional di daerah tempat kamu tinggal, maka tema pameran dapat berupa ajakan untuk mencintai seni rupa daerah setempat. Dengan demikian karya yang dipilih adalah karya seniman profesional di daerah Anda yang dapat menumbuhkan apresiasi terhadap seni rupa di daerah setempat.

3. Menjaga Kepanitiaan Setelah rumusan tujuan dan tema yang kita tetapkan, langkah berikutnya adalah menyusun kepanitiaan pameran. Penyusunan struktur organisasi kepanitiaan yang dipamerkan disesuaikan dengan kebutuhan, situasi, dan kondisi sekolah. Oleh karena itu bertujuan untuk memamerkan karya seniman atau lembaga seni profesional, maka seksi yang mengurus karya yang akan dipamerkan harus bekerja lebih hati-hati. Kehati-hatian dalam merawat karya yang akan dipamerkan menunjukkan profesionalitas penyelenggaraannya. Untuk itu, perlu dibuat seksi dan atau subseksi yang khusus menerima karya, mencatat, mengategorikan, merawat hingga mengembalikannya. 


4. Menentukan Waktu dan Tempat Penentuan waktu pameran yang bersamaan dengan seni di sekolah biasanya dilakukan saat tidak ada kegiatan pembelajaran di kelas seperti akhir semester atau tahun-tahun berikutnya hingga saat pembagian laporan. Hal ini untuk kegiatan agar tidak mengganggu kegiatan dan dapat diikuti serta disaksikan oleh warga sekolah. Walaupun demikian jika memungkinkan, maka pameran tidak harus selalu diadakan pada kegiatan akhir semester. Kegiatan pameran dapat diselenggarakan pada waktu persekolahan tetapi pembukaannya dipilih pada akhir pekan atau hari libur akhir pekan sehingga tidak mengganggu jam belajar di sekolah. Menentukan tempat pameran yang disesuaikan dengan kondisi sekolah dan ukuran, jumlah serta karakteristik karya yang akan dipamerkan,

 

5. Agenda Kegiatan Penyusuan agenda kegiatan bertujuan untuk memberikan waktu pelaksanaan dan tahapan kegiatan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran. Agenda dapat disusun dalam sebuah tabel dengan komponen-komponen kegiatan dan waktu (biasanya dalam bulan, minggu, dan tanggal). Untuk lebih jelasnya, di bawah ini contoh agenda kegiatan.


6. Ikuti Proposal Kegiatan Penyusunan proposal kegiatan sangat bermanfaat dalam kegiatan persiapan pameran. Proposal dapat digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pameran. Selain itu, proposal ini juga dapat digunakan untuk mencari dana dari berbagai pihak (sponsor) untuk membantu membantu penyelenggaraan pameran. Secara umum sistematika isi proposal biasanya mencakup: latar belakang, tema, nama kegiatan, dasar penyelenggaraan, tujuan kegiatan, panitia, anggaran biaya, jadwal kegiatan, ketentuan sponsor, dan lain-lain.


C. Persiapan Pameran


Sumber:

-Imiyati, Raphita. E MODUL SENI RUPA  KELAS 12 IPA/IPS

-Budiman, Agus dkk. 2018. Seni BUdaya SMA/MA?SMK?MAK Kelas 12 Semester 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

-http://id.m.wikipedia.org

Persiapan Pameran

 Setelah menyusun perencanaan, maka kegiatan selanjutnya adalah mempersiapkan (pelaksanaan) pameran. Kegiatan utama dalam persiapan pameran ini mempersiapkan dan memilih karya serta menyiapkan perlengkapan pameran. 

1. Pastikan dan memilih Karya. Syarat utama terselenggaranya pameran adalah ketersediaan karya. Kamu dapat membuat karya seni rupa yang secara khusus diperuntukan bagi pameran yang direncanakan tersebut atau memilih dari karya tugas yang pernah kamu buat dalam pembelajaran seni rupa pada semester yang lalu. Untuk memperoleh karya yang akan dipamerkan, kamu dapat memperoleh juga meminjam karya seniman dan atau perupa profesional untuk dipamerkan di sekolah. Peminjaman ini dilakukan dengan menghubungi langsung senimannya atau menghubungi lembaga yang memiliki karya seni tersebut seperti museum dan galeri seni rupa. Teknik dan prosedur pemilihan karya yang akan dipamerkan telah disampaikan dalam pembelajaran di kelas X dan XI. Secara khusus jika akan memilih karya seniman atau lembaga kesenian profesional, maka kriteria karya yang akan dihadirkan harus ditentukan terlebih dahulu. Kriteria karya yang akan dipilih untuk dipamerkan disesuaikan dengan tujuan dan tema pameran. Dalam hal ini sebaiknya kamu meminta bantuan seorang kurator karya seni rupa untuk memilih dan menentukan karya serta seniman yang akan diundang berpameran. kasih informasi mengapa kamu membutuhkan tenaga kurator untuk memilih dan menentukan karya yang akan dipamerkan. Apakah sebenarnya tugas kurator itu. Diskusikanlah dengan teman dan guru di kelas, fungsi kurator dalam kegiatan pameran seni rupa. Dalam pemilihan sejarah dan karya seniman atau lembaga seni profesional yang akan dipamerkan harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati karena mungkin saja karya yang dipamerkan memiliki nilai dan nilai ekonomis yang cukup tinggi.

2. Perlengkapan Pameran Penyelenggaraan pameran memerlukan perlengkapan agar karya yang ditampilkan dapat diapresiasi dengan baik sehingga tujuan pameran sesuai dengan yang diharapkan. Perlengkapan yang umum disediakan dalam kegiatan pameran diantaranya adalah: ruang pamer, panil (penyekat ruangan dan untuk menyimpan karya 2 dimensi), setumpu (untuk menyimpan karya 3 dimensi), lampu sorot, sound system, poster, brosur, katalog, folder, meja, buku tamu, buku pesan dan kesan, tanaman hias dan lain-lain.




Sumber:

-Imiyati, Raphita. E MODUL SENI RUPA  KELAS 12 IPA/IPS

-Budiman, Agus dkk. 2018. Seni BUdaya SMA/MA?SMK?MAK Kelas 12 Semester 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

-http://id.m.wikipedia.org

Pelaksanaan Pameran


Pelaksanaan pelaksanaan pelaksanaan panitia secara bersama-sama, penataan ruang, pelaksanaan pameran, dan penyusunan laporan. Pelaksanaan pameran merupakan puncak dari implementasi rencana yang telah disusun pada tahap perencanaan pameran. Pelaksanaan kegiatan ini akan berjalan dengan lancar jika semua pihak khususnya panitia pameran melakukan kerja sama dan berkomitmen untuk mensukseskan pameran tersebut. Sebelum dilakukan penataan ruang pameran, panitia terlebih dahulu membuat rancangan denah ruang pameran. Hal ini berfungsi untuk mengatur arus pengunjung, komposisi penataan karya yang serasi, pengaturan jarak dan tingkat rendah pkamungan terhadap karya dua dimensi dan tiga dimensi dan sebagainya. Jika yang dipamerkan adalah karya restropeksi

(karya yang menunjukkan perjalanan kekaryaan seorang seniman) maka harus dipertimbangkan penyusunan pemajangan kerya berdasarkan urutan tahun pembuatannya atau periodesasi kekaryaannya. Sehubungan dengan penataan ruang, coba perhatikan kembali beberapa hal berikut ini yang pernah kamu pelajari di kelas X dan XI.

Penataan pintu alur pengunjung perlu disesuaikan dengan kondisi ruang seperti pengaturan lalu lintas pengunjung dalam ruang dengan satu pintu dan dua. (1) Pengaturan lalu lintas pengunjung jika pameran dilakukan di dalam ruang dengan satu pintu.


Penataan karya yang ditampilkan di atas dasar pertimbangan berdasarkan jenis, ukuran, warna, dan tinggi-rendah pemasangannya. 

Aspek yang tidak kalah pentingnya dalam penataan ruang pameran adalah pencahayaan. Penataan cahaya ruang pameran dikelompokan menjadi dua, yaitu pencahayaan secara khusus (pencahayaan terhadap karya dengan menggunakan lampu sorot) dan secara umum (pencahayaan ruang pameran untuk kepentingan pengunjung membaca katalog, folder, dan sebagainya). pencahayaan terhadap karya ini diusahakan tidak menyilaukan pengunjung terhadap karya yang dipamerkan. Pelaksanaan umumnya dimulai dengan pembukaan pembukaan yang ditkamui dengan kata sambutan dari penyelenggara penyelenggara, pembimbing, serta pembukaan pembukaan pembukaan oleh Kepala Sekolah atau yang mewakilinya. Jika kegiatan pameran seni rupa ini melibatkan seniman dan lembaga kesenian profesional, perwakilan seniman dan lembaga tersebut dapat juga dimintakan untuk memberikan sambutan. Tidak hanya kepala sekolah, tokoh masyarakat atau kepala daerah dapat pula dimintai sambutan sekaligus membuka kegiatan pameran. Pada saat pembukaan umumnya setiap pengunjung di bagian katalog pameran dan dipersilahkan untuk acara jamuan yang telah disediakan oleh panitia. Dalam pelaksanaan pameran tersebut, apalagi memamerkan karya seni dan seni profesional, penjagaan karya selama pameran harus diperhatikan. Pengunjung tidak diperbolehkan memegang karya yang dipamerkan tanpa seniman atau lembaga seni yang memamerkan pameran. Cairan keringat dan minyak dari tangan pengunjung dapat merusak karya. Penggunaan lampu kamera juga dibatasi karena tidak semua bahan yang digunakan dalam berkarya tahan terhadap cahaya yang berlebihan. Papan peringatan untuk tidak memegang dan memotret karya yang perlu dipasang disekitar karya tetapi jangan sampai mengganggu keindahan pengaturan yang dipamerkan. Tegurlah dengan sopan jika ada pengunjung yang ingin memegang atau memotret karya, beri tahu mengapa karya tersebut tidak boleh dipegang atau dipotret. Ruang pameran tidak boleh dibiarkan kosong tanpa petugas yang menjaga. Penjaga pameran, selain menjaga karya yang dipamerkan juga memberikan penjelasan singkat mengenai karya yang dipamerkan jika ada pengunjung yang bertanya. Jika karya yang dipamerkan akan disimpan, maka disimpan juga informasi harga, lukisan yang telaj laku terjual serta mencatat calon pembeli untuk disampaikan kepada panitia yang menjual dan mengirimkan karya setelah pameran berakhir. Karya yang terjual pada saat pameran diberi kamu pada folder untuk menkamukan bahwa karya tersebut sudah laku terjual.

3. Laporan Kegiatan Setelah kegiatan pameran berakhir, panitia harus menyusun laporan kegiatan secara tertulis.Laporan dibuat sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan. Laporan ini kemudian ditujukan kepada Kepala Sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap segala kegiatan di sekolah. Laporan juga diberikan kepada sponsor utama jika sponsor memintanya kepada seniman dan pihak seni profesional yang memamerkan benda. Sebagai penykamung dana utama kegiatan pameran, sponsor pihak umumnya ingin mengetahui bagaimana dana yang diberikannya digunakan baik dan bertanggung jawab oleh panitia.Laporan kegiatan pameran tidak hanya berisi hal-hal yang baik saja tetapi juga kekurangan dan kelemahan dalam penyelenggaraannya. Laporan juga berfungsi sebagai alat evaluasi sehingga kelemahan dan kekurangan dalam penyelenggaraan pameran dapat diperbaiki oleh panitia dalam kegiatan yang akan datang. Laporan dan proposal kegiatan yang baik dapat digunakan juga sebagai contoh oleh adik-adik kelas kamu dalam perencanaan, persiapan dan pelaksanaan dikemudian hari.

Baca juga Evaluasi Pameran


Sumber:

-Imiyati, Raphita. E MODUL SENI RUPA  KELAS 12 IPA/IPS

-Budiman, Agus dkk. 2018. Seni BUdaya SMA/MA?SMK?MAK Kelas 12 Semester 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

-http://id.m.wikipedia.org

Evaluasi Pameran


Kegiatan pameran mulai dari Persiapan Pameran,Pelaksanaan Pameran sampai pada kegiatan akhir pameran adalah Evaluasi Pameran. Mulai dari pembentukan, rapat perdana untuk membagi tugas masing-masing personil dalam kepanitiaan, dan juga sampai pada kegiatan pembuatan proposal guna untuk bekal dana untuk kegiatan (Persiapan Pameran), sampai pada gladi kotor, gladi bersih, pelaksanaan pameran, dan terakhir sampai pada evaluasi, semua harus dilalui satu persatu, tahap demi tahap, kegiatan pameran akan selesai juga.


Secara istilah, yang dimaksud dengan evaluasi adalah melihat, memperhatikan, kemudian mengoreksi kembali dari proses awal atau tahap1, pelaksanaan pameran atau tahap 2, sampai tahap 3 atau tahap akhir kegiatan pameran. Apakah ada kesulitan, atau keganjalan, hambatan-hambatan apa yang sekiranya perlu diatasi pada kegiatan berikutnya. Dari hasil evaluasi tersebut tentunya akan didapat sebuah keuntungan-keuntungan diantaranya :

1. Dengan diadakannya evaluasi kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih baik dan lebih lancar dari yang telah lalu. 

2. Prediksi dapat diketahui dengan akurasi sekitar 90 persen. Data yang lalu akan memberikan informasi mengenai jumlah anggaran yang akan dikeluarkan nantinya.

3. Evaluasi merupakan sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kegiatan sebuah pameran.

Demikian beberapa keuntungan yang diperoleh jika panitia mau mengadakan evaluasi. Untuk mengabadikan hasil evaluasi, perlu adanya laporan pertanggung jawaban yang biasa kita kenal dengan sebutan LPJ, laporan Pertanggung jawaban. 

Jika demikian tentunya dengan adanya LPJ maka tentu akan menghasilkan beberapa manfaat LPJ diantaranya sebagai berikut : 

1. Dapat dijadikan sebagai acuan untuk kegiatan berikutnya karena sebagai bahan perencanaan kegiatan berikutnya

2. Memberikan semangat para donatur karena uangnya benar-benar digunakan dalam kegiatan.

Kesimpulannya adalah bahwa kegiatan pameran merupakan kegiatan yang bermanfaat bagi siswa, dengan kegiatan yang sangat diperlukan untuk berorganisasi, siswa mengajukan pendapatnya, siswa menerapkan kegiatan, menghormati pendapat orang lain, dan siswa etika bermusyawarah. Intinya adalah kegiatan pameran adalah sarana melatih siswa untuk terus berlatih, jika nanti benar-benar terjun dalam masyarakat secara nyata, maka siswa tersebut tidak mengalami kesulitan dalam berorganisasi.


Latihan Soal


Sumber:

-Imiyati, Raphita. E MODUL SENI RUPA  KELAS 12 IPA/IPS

-Budiman, Agus dkk. 2018. Seni BUdaya SMA/MA?SMK?MAK Kelas 12 Semester 2. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

-http://id.m.wikipedia.org

Thursday, December 17, 2020

Konsep Apresiasi Seni Budaya

 Indonesia menyimpan kekayaan seni dan budaya yang tidak terhitung jumlahnya. Pada pembahasan-pembahasan sebelumnya, telah dijelaskan mengenai bentuk-bentuk seni yang ada di Indonesia, beserta tahapan perkembangannya dari masa ke masa. Banyaknya kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Indonesia tersebut mendorong munculnya reaksi, salah satunya apresiasi. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apresiasi memiliki dua pengertian, yaitu -kesadaran terhadap nilai seni dan budaya- serta -penilaian (penghargaan) terhadap sesuatut Dalam bahasa Inggris, apresiasi dikenal dengan istilah appreciate, yang bermakna "penilaian atau penghargaan untuk mengukur kualitas sesuatut-Jika diartikan secara luas, kegiatan apresiasi dapat dimaknai sebagai kegiatan mengamati, menanggapi, dan menghayati untuk menemukan kualitas dan nilai dari suatu bentuk. 

Apresiasi dapat ditunjukkan dalam berbagai bidang, termasuk dalam bidang seni dan budaya. Kegiatan apresiasi dalam bidang seni dan budaya dapat terwujud dalam tindakantindakan sederhana. Contohnya, seseorang yang terkagumkagum atau merasa bahagia ketika melihat suatu karya seni. Tanpa disadari, ia telah melakukan apresiasi terhadap karya seni tersebut. Apresiasi juga terlihat ketika seseorang mengamati suatu karya seni dan memutuskan bahwa karya seni tersebut memiliki beberapa kelemahan, misalnya bentuknya yang tidak menarik atau tidak merepresentasikan maksud dan pesan seniman yang ada di dalamnya.

Jika dimaknai lebih lanjut, apresiasi seni dan budaya dapat dimaknai sebagai upaya untuk memahami bentuk-bentuk dan hasil seni budaya secara menyeluruh, termasuk memahami nilainilai yang ada di dalamnya, seperti nilai estetika. Nilai estetika menjadi nilai yang paling sering muncul dalam apresiasi seni budaya. Penyebabnya adalah sifat seseorang yang cenderung peka terhadap sesuatu yang berkaitan dengan nilai-nilai estetika. Terlebih bentuk-bentuk dan hasil seni budaya banyak mengandung unsur-unsur estetis yang dapat membawa pengalaman keindahan bagi orang-orang yang memandangnya. 

Apabila seseorang mampu menangkap nilai estetis dari suatu karya sgni dan budaya, sangat mungkin ia dapat menangkap nilai Iain yang terkandung di dalam karya tersebut. Beberapa ahli, seperti Soedarso dan Rollo May, juga mencoba memberikan pandangan mereka mengenai pengertian apresiasi seni budaya. Menurut Soedarso (1990), apresiasi seni buda a bermakna mengerti dan menyadari sepenuhnya seluk-beluk suatu hasil seni, serta menjadi sensitif terhadap segi-segi estetisnya sehingga mampu menikmati dan menilai karya tersebut dengan semestinya. Sementara itu, menurut Rollo May, melakukan apresiast terhadap suatu bentuk kreasi seni merupakan suatu undakan kreatif. 

Dalam bidang seni budayat kegiatan apresiasi tidak hanya dilakukan oleh para penikmat seni, tetapi juga seniman yang menciptakan karya seni. Dengan kata Iain, apresiasi menjadi semacam jembatan penghubung antara penikmat seni dan seniman. Melalui apresiasi, penikmat seni dapat memperoleh pengalaman keindahan dan menilai suatu karya seni. Penilaian dari penikmat seni akan menjadi masukan bagi seniman untuk mengevaluasi dan mengembangkan karya-karyanya. Karya-karya seniman yang semakin berkembang dan mengalami kemajuan dari masa ke masa juga akan kembali membawa dampak positif bagi penikmat senil yaitu penikmat seni dapat menikmati lebih banyak karya seni yang berkualitas. 

Apresiasi yang ditunjukkan oleh setiap orang berbeda satu sama Iainnya. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari perbedaan tingkat ilmu pengetahuan; pemahaman; pengalaman; status sosial; hingga kondisi internal dalam diri seseorang, seperti kondisi fisik, psikis, dan mental. Contohnya, ketika menonton pertunjukan teater, seseorang yang terbiasa menonton pertunjukan teater akan memberikan apresiasi yang berbeda dibandingkan orang yang pertama kali menonton pertunjukan teater tersebut. Orang yang terbiasa tersebut dapat memberikan apresiasi yang tinggi karena telah memahami seluk-beluk teater. Sementara itu, orang yang baru pertama kali menonton pertunjukan teater dapat menunjukkan dua kemungkinan reaksi: merasa kagum atau merasa bosan dan tidak tertarik untuk menonton teater lagi di kemudian hari. Kondisi tersebut menunjukkan perbedaan apresiasi yang disebabkan oleh perbedaan pengalaman yang dimiliki setiap orang.

 

Sumber: dokumentasi penulis Gambar 6.1 Apresiasi yang diberikan seseorang terhadap suatu karya dapat berbeda antara satu sama lain.

Kegiatan apresiasi seni juga mendorong munculnya kegiatan lain, yaitu kegiatan meresensi dan kritik seni. Tanpa keberadaan apresiasi, seseorang akan sulit memberikan penilaian yang objektif dan akurat atas suatu karya seni. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kegiatan apresiasi memberikan dampak Yang cukup vital dalam kegiatan resensi dan kritik seni.



Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Sunday, December 13, 2020

Fungsi Seni Budaya Nusantara

 Pada awalnya, karya seni berfungsi sebagai sarana manusia untuk berhubungan atau berkomunikasi dengan alam dan pencipta. Wujud dan isi komunikasi tentu saja beraneka ragam, sesuai kepentingan masing-masing. Wujud komunikasi tersebut dapat berupa garis, warna, bunyi-bunyian, suara manusia, gerak, dan Iain sebagainya. Semua bentuk komunikasi diekspresikan sesuai dengan seni yang hidup di masyarakat setempat atau bidang yang disukai dan diminati. Secara umum, seni memiliki beberapa fungsi, yakni sebagai berikut. 

Sumber: www.pxhere.com Gambar 4.7 Panggung yang biasa digunakan untuk pertunjukan seni teater.

Sebelum pementasan, penata panggung akan bekerja sama dengan penata lampu untuk menentukan adegan mana saja yang harus disorot, sudut mana yang harus Iebih gelap, kapan waktu penggunaan lampu follow spot, ataupun kapan waktu yang tepat untuk melakukan permainan terang-redup. Penata panggung juga bekerja sama dengan bagian properti untuk menentukan peralatan yang akan digunakan di panggung. Penata panggung juga akan bekerja sama dengan penata suara untuk menentukan posisi mikrofon yang akan dipasang ataupun pemanfaatan efek bunyi. 

1. Sebagai Ungkapan Perasaan 

Seni dapat berfungsi sebagai media mengungkapkan perasaan atau kegelisahan, keinginan, dan Jain sebagainya. Ketika seseorang merasakan emosi yang cukup besar, seperti cinta atau kesedihan, ia dapat menuangkannya dalam berbagai bentuk seni, seperti lagu atau lukisan. Ada pula yang menuangkan dalam bentuk sastra, seperti puisi atau cerpen, yang kemudian dituangkan lagi menjadi bentuk seni, seperti musikalisasi puisi atau pertunjukan teater. Melalui seni, seseorang dapat mencurahkan pemikiran, perasaan, dan imajinasinya sesuka hati. Bentuk seni yang ia hasilkan pun dapat membawa pesan kepada para penikmat karyanya. Melalui karya tersebut, para penikmat karya akan turut merasakan perasaan dan pesan yang hendak disampaikan oleh seniman yang bersangkutan. 

2. Sebagai Pemersatu 

Berbagai cabang seni dan cabang ilmu dapat bersatu dalam sebuah karya yang diciptakan bersama-sama. Contohnya adalah seni pertunjukan yang menyatukan seni peran, seni gerak, seni musik, seni penataan, hingga sastra. Seni pertunjukan tidak dapat berdiri sendiri dan memerlukan bantuan dari berbagai pihak untuk mewujudkannya. Melalui contoh ini, terlihat bahwa seni berperan sebagai pemersatu. 

Sebagai pemersatu, seni juga dapat mendamaikan sekolah-sekolah yang siswanya sering berselisih atau tawuran. Contohnya, dengan membuat karya atau pentas bersama yang melibatkan sekolah-sekolah yang sering bertikai. Dalam proses latihan, sangat mungkin terjadi proses kesepahaman untuk menghentikan 'permvsuhan'. Contoh kegiatan seni yang dapat dilakukan bersama adalah membuat pentas menari massal, menabuh gamelan, pentas teater, pentas musik. Jika di dalam  bidang olahraga mungkin masih ada persaingan, kesenian mengajak orang-orang yang terlibat di dalamnya untuk saling bekerja sama, bukan bersaing, demi menghasilkan penampilan terbaik. 

Berkesenian tidak memandang ras, agama, suku bangsa, warna kulit, jenis kelamin, apalagi status sosial dan ekonomi. Dalam berkesenian, kedudukan semua orang sama. Jika menabuh gamelan, semua pemain duduk bersila dan duduk sama rendah. Jika melukis, semua pelukis sama-sama menggunakan kuas dan cat. Jika menari, para penari sama-sama bergerak. 

3. Sebagai Sarana Pemujaan, Ungkapan Permohonan, Ungkapan Syukur terhadap Semesta Alam dan Penciptanya, serta Kelengkapan Acara dan Upacara 

Pada masa lalu, semua tarian, nyanyian, bahkan Iakon merupakan sarana upacara. Saat ini, masih ada daerah yang melestarikannya. Tarian di Bali justru masih sangat kental digunakan dalam upacara keagamaan, seperti tari pendet dan tari kecak. Sementara itu, beberapa tarian di daerah Jawa dijadikan tarian khusus sebagai suguhan ketika keluarga raja menikah. Contohnya adalah Bedhaya Sangaskara, tarian yang dipertunjukkan untuk pernikahan putri raja di Kasultanan Yogyakarta. Sementara itu, tari Bedhaya Ketawang ditampilkan pada acara ulang tahun penobatan raja di kasunanan SUrakarta. 

Bentuk seni lainnya, seperti lagu kebangsaan, selalu dikumandangkan pada acara-acara resmi dan upacara. Ada pula himne, mars, dan tarian yang harus ditampilkan saat acara tertentu. Selain itu, ada tradisi begalan dari Banyumas yang sering ditampilkan dalam acara pernikahan, sama halnya dengan tradisi palang Pintu di budaya Betawi. Bentuk seni juga dapat dilakukan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur karena panen melimpah, atau untuk meminta kesuburan kepada Sang Pencipta ketika musim bercocok tanam tiba. 

4. Sebagai Sarana Komunikasi antara Seniman dan Penikmat Seni 

Sebuah pementasan dan pameran dapat diselenggarakan bersamaan, seperti acara ArtJog di Yogyakarta yang tidak hanya menampilkan pameran, tetapi juga pertunjukan tari dan musik. Ada pula pementasan teater yang terselenggara untuk membangun komunikasi antarpelaku seni, seperti lakon Jurang karya Agus Leylor yang dimainkan pemain teater lintas generasi dan dari beberapa kelompok teater. Kedua contoh tersebut menunjukkan bagaimana seni menghubungkan seniman, penikmat seni, dan pelaku seni lainnya. Pada acara-acara seperti ini, seniman diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para penikmat karya-karyanya, atau dengan sesama pelaku seni lainnya. Komunikasi yang terbangun antara seniman dan penikmat karya merupakan keuntungan bagi kedua belah pihak dan memicu peningkatan kualitas berkarya. 

Sumber: www.flickr.com Gambar 4.9 Dekorasi latar depan ArtJog di Yogyakarta tahun 2013.

5. Sebagai Persembahan yang Didedikasikan kepada Seseorang atau Lembaga 

Sebuah karya seni kadang diciptakan seniman untuk dipersembahkan kepada negara, raja, atau lembaga tertentu. Pada ranah tari, sebuah tarian yang dipersembahkan kepada raja akan menjadi yasan dalem, atau milik raja. Karya seni rupa, seperti lukisan atau patung, biasanya diserahkan seniman untuk dijadikan koleksi museum, lembaga negara, yayasan, atau koleksi pribadi. Sementara itu, dalam seni musik, terdapat jenis lagu seperti himne atau ode yang dibuat untuk menunjukkan penghargaan kepada seseorang. 

6. Sebagai Sarana Pemenuhan Kebutuhan Pokok (Bernilai Ekonomis) 

Seni dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti seni kriya. Karya seni kriya, seperti kain dan perabot rumah tangga, merupakan benda-benda yang memiliki kegunaan praktis bagi kehidupan manusia. Karena memiliki nilai guna, karya seni kriya bernilai ekonomis, atau dapat membawa keuntungan material bagi seniman penciptanya. 

Gambar 4.10 Para pengrajin batik di daerah Ketelan, Jawa tengah.

Seni sebagai sarana pemenuhan kebutuhan pokok tidak hanya berlaku pada seni terapan seperti seni kriya. Pada bentuk seni Iainnya, seperti seni pertunjukan, seni juga dapat membawa dampak ekonomis. Bagi pelaku seni pertunjukan, semakin banyak pentas, semakin banyak pula harga tiket yang terjual. Artinya, semakin besar pula keuntungan material yang diperoleh dari pertunjukan tersebut. 

7. Sarana Aktualisasi Diri Kreator dan Peraganya 

Kadang seniman berpentas atau berkarya untuk proyek pribadi nonprofit, untuk aktualisasi diri, dan sebagai eksistensi diri mereka di dunia kesenian. Contohnya, para seniman yang berkontribusi pada festival-festival seni dan pameran-pameran kolektif yang tidak berfokus pada keuntungan komersial. 

8. Sarana Pembentukan Karakter dan Belajar Tata Krama 

Biasanya, dengan mempelajari seni, secara otomatis seseorang akan ikut mempelajari tradisi yang menjadi latar belakang lahirnya seni tersebut. Dengan mempelajari tradisi, ia akan ikut mempelajari tata krama dan aturan yang berlaku pada tradisi tersebut. Contohnya adalah seseorang yang belajar memainkan instrumen gamelan akan mempelajari aturan-aturan dan pakem yang harus diikuti dalam memainkan instrumen tersebut. Begitu pula jika seseorang berperan dalam pertunjukan wayang orang: ia harus mempelajari jalan cerita, mempelajari pakem wayang orang, serta mempelajari cara berbicara dan cara bertingkah laku sesuai karakter yang ia perankan.

Sumber: www.flickr.cocn Gambar 4.1 1 Pertunjukan wayang yang dipimpin Oleh seorang dalang

9. Sarana Terapi untuk Kesehatan Mental 

Beberapa anak penderita gangguan mental diminta dokter untuk melakukan aktivitas seni, seperti menari, bermain musik, berteater, atau melukis. Anak tunarungu dapat belajar menari atau melukis. Anak tunanetra dapat belajar musik dan

Dengan mempelajari seni, mereka akan semakin percaya diri, senang, dan dihargai. Bahkan, untuk mereka yang tidak berkebutuhan khusus, mengikuti pementasan atau pameran juga akan menimbulkan sensasi bahagia tersendiri. Melalui contoh-contoh tersebut, terlihat bahwa seni membawa dampak yang sangat baik bagi perkembangan dan kesehatan mental seseorang. 

10. Sebagai Pengisi Acara 

Banyak acara yang menjadikan seni musik atau tari sebagai pengisi selingan. Ada pula yang menjadikan drama tari dan teater tradisional (misalnya wayang kulit, lenong, atau ketoprak) sebagai puncak sebuah acara.

11. Sebagai Hiburan 

Pada hakikatnya, seni memiliki fungsi untuk memberikan perasaan senang dan puas bagi siapa pun yang menghayatinya. Bagi masyarakat yang penat dengan aktivitas rutin sehari-hari, seni dapat menjadi sarana pelepas stres. Bentuk seni sebagai pelepas stres bervariasi sesuai hobi dan selera tiap-tiap individu. Ada yang merasa bahagia setelah menyanyi dan bermain musik, ada pula yang melepaskan stres dengan menari atau menonton pertunjukan seni. 

12. Sebagai Pertunjukan Khusus atau Pameran 

Beberapa seniman sering mengadakan pameran seni rupa atau foto di galeri-galeri seni rupa, bahkan terkadang di mal, dengan tujuan mendekatkan karya sang seniman kepada masyarakat pencinta seni. Ada pula beberapa seniman yang membuat pagelaran tunggal atau sanggarnya. Sementara itu, grup teater seperti Teater Koma dan Teater Gandrik juga termasuk rajin berkarya dan mementaskan karya mereka secara komersial.



Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.



Wednesday, May 15, 2019

Pameran Seni


1.Pengertian Pameran
Pameran adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap pelaku seni. Kegiatan ini dapat menguji kemampuan seorang seniman. Tujuan dari sebuah pameran sebagai media komunikasi bagi para pelaku seni untuk dapat memerhatikan atau menunjukkan hasil-hasil karya seninya kepada orang banyak sebagai apresiator. 

Secara umum, tujuan pameran adalah untuk keperluan edukatif, komunikatif, kompetitif, dan sosial. Pameran merupakan kegiatan untuk memperkenalkan atau menunjukan hasil karya seni rupa atau hasil produksi kepada masyarakat luas. Pameran adalah cara untuk melakukan komunikasi antara pencipta karya dan penikmat karya seni rupa. Pameran bersifat Statis/diam  :  Pameran lukisan, pameran patung, pameran bunga. 

Kegiatan pameran dan pergelaran memiliki manfaat atau fungsi yang dapat di rasakan langsung maupun tidak langsung. 
a. Sebagai media untuk berekpresi diri, berkomunikasi, pengembangan bakat, dan apresiasi. 
b. Mengembangkan kepekaan terhadap alam sekitar dan menambah kehalusan budi pekerti.
c. Sebagai media ekspresi diri bagi pembuat karya seni.
d. Sebagai media pengembang bakat.Makin banyak kesempatan untuk pameran, makin banyak latihan untuk mengasah bakat seniman dan makin banyak yang dihasilkan.
e. Media komunikasi antara pencipta karya seni dengan penikmatnya. Seniman menyampaikan sesuatu ide dan pesan lewat karyanya dan kemudian di tangkap oleh penikmat seni yang melihat pameran. 
f. Media apresiasi seni. Apresiasi merupakan kegiatan yang meliputi pengamatan, penghayatan, penilaian, dan penghargaan terhadap sesuatu. 

Pameran karya merupakan akhir dari sebuah proses berkarya agar karya – karya yang dibuat dapat di apresiasi oleh orang lain secara lebi luas. Selama beberapa pelajaran yang telah dilaksanakan, tentulah telah cukup karya yang dihasilkan, baik karya – karya seri rupa dua dimensi maupun karya seni rupa tiga dimensi, baik karya seni kriya maupun karya seni murni.

Meskipun bentuk bentuk karya nasih terbatas, mungkin saja ditemukan penumuan – penumuan menarik yang telah dilakukan oleh para siswa lainnya sehingga sepantasnya pameran karya ini dilakukan.

Tujuan manfaat yang dapat dicapai melalui sebuah pameran karya seni rupa di lingkungan pendidikan meliputi hal – hal sebagi berikut : 
a. Menumbuhkan rasa percaya diri untuk menampilkan karyanya di hadapan publik secara luas.
b. Membiasakan diri untuk bersikap sportif, dalam arti dituntut untuk bersikap jujur dan bertanggung jawab atas hasil kerja dan kemampuan kita sendiri. 
c. Mengembangkan sikap apresiasi serta kreasi seni dikalangan para siswa. 
d. Memperluas wawasan dan pengtahuan berorganisasi melalui pameran 
e. Kita memiliki kesempan untuk memperkenalkan diri sebagai perupa atau perkriya ( Pencipta karya seni rupa dan seni kriya ). 

Pameran seni merupakan komunikasi estetis, yaitu wahana komunikasi antara pencipta ( kreator) dan khayalak sebagai apresiator. Pada kesempatan ini kita belajar komunikasi dengan cara khayalak pengunjung pameran melalui media seni rupa. 




2. Jenis Pameran karya seni rupa 
Beberapa jenis Pameran meliputi sebagai berikut : 
a. Pameran tunggal yaitu pameran yang dilakukan oleh perorangan dan biasanya hanya menampilkan satu jenis karya seni. 
b. Pameran kelompok yaitu menyebut pameran yang dilakukan oleh sekelompok seniman.
c. Pameran restospeksi yaitu pameran sejaran perjalanan seorang seniman dalam berkarya dan dilakukan oleh perorangan. Pameran restospeksi dapat berisi karya seni lukis, seni patung, kramik, grafis, atau karya seni lainnya atas nama perorangan.
d. Pameran desain yaitu pameran desain atau pameran produk kerajinan seperti arsitektur, pameran hasil riset produk, pameran kriya, pameran furnitur, pameran produk elektonik, pameran otomotif, pameran perhiasan, pameran produk pelengkap rumah sakit, dan sebagainya. 



3. Merencanakan Pameran 
Rencana sebuah pameran perlu dirancang secara sistematis dan logis agar pada waktu pelaksanaannya berjalan lancer. Tanpa perencanaan sistematis sebuah pameran tidak dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. 

Pelajari tahapan umum dalam perencanaan penyelenggaraan pameranseni rupa berikut : 
1.Menentukan Tujuan 
Langkah awal yang harus di perhatikan dalam menyusun program pameran adalah menetapkan dulu tujuan pameran tersebut. Penyelenggaraan pameran dapat saja bertujuan untuk menggalang dana yang bersifat komersial, social atau kemanusiaan. 
2.Menentukan Tema Pameran 
Tema pameran ditentukan setelah tujuan pameran di rumuskan. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai, dengan adanya tema akan memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan. Setelah rumusan pameran dan tema telah ditetapkan, langkah berikutnya adalah menyusun kepanitian pameran. 
3.Menetapkan Kepanitian 
Susunan panitia dalam suatu pameran selengkapnya sebenarnya dapat bervariasi, tetapi yang penting staf panitia initi biasanya terdiri dari susunan sebagai berikut : 
a. Ketua panitia, merupakan coordinator kegiatan, yang bertanggung jawab atas segala hal yang menyangkut kelancaran pameran. 
b. Sekretaris, bertugas membantu ketua dalam masalah administrasi 
c. Bendahara, mengatur keuangan pameran, mencatat pemasukan dan pengeluaran uang.
d. Seksi – seksi yang terdiri atas: 
1. Seksi publikasi membertahu pada khalayak umum dalam bentuk poster, spanduk atau surat pemberitahuan kepada orang tua siswa. 
2. Seksi pelengkapan mengusahakan peralatan yang diperlukan.
3. Seksi dekorasi mengatur ruangan,tata letak hasil karya yang di pamerkan.
4. Seksi konsumsi mengatur penyedian konsumsi bagi para petugas pameran selama berlangsungnya kegiatan. 
5. Seksi P3K menyiapkan obat – obatan dan sarana kesehatan lainnya selama pameran.
6. Seksi dokumentasi membuat foto – foto ( Mengabdikan ) peristiwa pameran, membuat cacatan penting untuk di simpan sebagai arsip sekolah. 
7. Seksi keamanan menjaga ketertiban waktu pameran,menjaga dan mengamankan hasil karya. 
4.Menetapkan waktu 
Pada lingkungan pendidikan, waktu pelaksanaan pameran karya siswa akan berkaitan langsung dengan rangkaian proses pembelajaran. Oleh karena itu, penetapan pameran karya siswa ini akan di tentukan oleh pihak sekolah melalui guru mata pelajaran. 
5.Menetapkan tempat pameran 
Tempat pameran yang di pilih hendaknya merupakan tempat yang srategis. Tempat tersebut harus mudah dilalui pengunjung, memilikki sirkulasi udara yang cukup baik, seta sedapat mungkin mendapat keprcayaan yang cukup ( sebaiknya cayaha matahari ). Untuk ini kita dapat menggunakan aula sekolah atau ruang kelas yang di tata sedemikian rupa. 
6.Menyusun Agenda Kegiatan 
Penyusunan agenda kegiatan dimaksudkan untuk memberikan kejelasan waktu pelaksanaan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran. Agenda kegiatan di susun dalam table dengan mencantukan komponen jenis kegiatan dan waktu ( Biasanya dalam bulan, minggu, dan tanggal ). 



4. Menyusun Proposal Pameran Karya Seni Rupa 
Setelah seluruh kepanitian terbentuk, tugas berikutnya menyusun proposal kegiatan. Komponen – komponen yang harus anda rumuskan dalam proposal adalah sebagai mana terurai dibawah ini. 
Anda dapat menuliskan rumusan yang dimaksud pada lembaran kertas lain secara bersama-sama. 
1. Pendahuluan, yang membuat gambaran umum mengenai rencana kegiatan secara keseluruhan. Pada bagian pendahuluan ini pula di jelaskan latar belakang masalah serta dasar pemikiran secara umum yang merupakan intisari yang akan diselenggarakan.
2. Landasan dan dasar pemikiran yang dikaitkan dengan salah satu peristiwa tertentu dan program induk kegiatan OSIS atau di sekolah. 
3. Tujuan penyelenggaraan perglearan yang meliputi tujuan umum yang dikaitkan dengan kepentingan sekolah, serta tujuan khusus yang dikaitkan dengan kepentingan siswa pada umumnya.
4. Tema yang mendasari kegiatan. 
5. Bentuk – bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan. Di sini tercakup rincian seluruh kegiatan yang direcanakan. Misalnya, pameran karya lukisan, karya patung, karya seni kriya, dan sebagainya. 
6. Sasaran kegiatan yakni kepada siapa pameran itu di peruntukan. Misalnya untuk siswa dan warga sekolah lainnya, orang tua dan pihak lainya. 
7. Peserta yang terlibat dalam kegiatan, termasuk penjelasan tentang jumlah panitia, jumlah pendukung, dan perkiraan jumlah pengunjung. 
8. Susunan kepanitian. Susunan kepanitian sebaiknya dipisahkan sebagai lampiran yang memuat sejumlah nama. 
9. Waktu dan tempat pergelaran. Disebutkan dengan jelas hari, tanggal, bulan, tahun, dan waktunya. Misalnya dari puku 09.00 s/d 12.30. Mengenai tempat dijelaskan secara lengkap, termasuk alamatnya.
10. Rencana pembiayaan yang memuat rincian pengeluaran dan perkiraan sumber dana. Rencana anggaran pembiyayaan tersebut sebaiknya disusun sebagai lampiran, yang ditanda tangani oleh bendahara, ketua panitia,dan diketahui oleh Pembina atau kepala sekolah. 
11. Jadwal kegiatan yang ( Terutama ) memuat jadwal kegiatan kepanitian sejak tahap persiapan hingga pelaksaan. Jadwal kegiatan ini di buat dalam bentuk matriks agar mudah dilihat dan diperiksa oleh pihak – pihak terkait. 
12. Proposal ini kemudian diajukan kepada kepala sekolah dan dijadikan pedoman bagi penyelenggaraan kegiatan. Pada proposal ini pula tercantum rencana kerja dan sistematika keja seluruh kegiatan 



5. Persiapan Pameran 
1. Menyiapkan dan memilih karya 
a. Langkah pengumpulan karya dilakukan dengan cara berikut. 
- Mencatat secara teliti setiap karya yang diserahkan, lalu mencantumkan:
- Judul karya ; 
- Nama pencipta atau pembuat karya ; 
- Jenis karya ; 
- Bentuk karya ;
- Bahan yang digunakan ; 
- Teknik pembuatan ; dan 
- Tanggal penyerahan. 
b. Menandai atau me nomori karya yang diterimanya sesuai nomor urut catatannya.
c. Apabila karya yang diterimanya itu sangat baik, tanyakanlah kedapa pembuatnya apakah   karya itu dijual atau tidak. Kalau dijual, beri tanda khusus pada tanda itu dan pada catatan nya ( Misalnya member tanda berupa kertas hijau ).
d. Sediakan tempat khusus untuk menyimpan seluruh karya. Tempat itu sebaiknya tidak lembab sehingga karya – karya yang disimpan di sana tidak rusak. 
e. Simpanlah semua karya itu dengan hati – hati agar tidak rusak dan tergores. 
f. Apabila seluruh karya telah terkumpul, salinla catatan yang telah dibuat itu ke dalam format lain untuk di perbanyak menjadi bentuk catalog pameran atau booxlate. Catalog atau booklate ini nanti dibagikan kepada pengunjung, sebagai pedoman dalam meningmati pameran karya seni rupa. 
g. Agar pameran dapat berlangsung dengan tepat dan sukses buat lah publikasi yang cukup dengan pembuat poster, plakat, dan sejenisnya. Jika diperlukan, lakukan pendekatan kepada perusahaan – perusahaan tertentu sebagai sponsor kegiatan. Jika ada, jangan lupa untuk menerakan logo perusahaan yang menjadi sponsor pameran pada poster dan catalog pameran. 

2. Menyiapkan Perlengkapan Pameran 
a. Ruang pameran Ruangan yang dapat digunakan dalam kegiatan pameran seni rupa di sekolah bias menggunakan aula atu ruangan kelas. Penataan ruang dapat dilakukan dengan menggunakan meja, panel, kursi. 
b. Meja Meja dapat digunakan untuk meja penerima tamu dan dapat juga pula digunakan sebagai dasar penyimpanan tiga karya domensial seperti patung atau barang kerajinan lainnya.
c. Buku Tamu Bukti tamu ( berisi: no,nama,alamat,/asal kelas/asal sekolah, dan tanda  tangan).dapat digunakan untuk mengetahui berapa orang yang mengunjungi pameran.
d. Buku Kesan dan Pesan Buku kesan dan pesan ( berisi : tanggal, tanggapan pribadi pengunjung, identitas seperlunya ) berguna sebagai masukan terhadap penyelenggaraan pameran.
e. Panel Berfungsi menempelkan karya seni dua dimensi seperti: lukisan, gambar, dan sebaginya. Panel juga dapat digunakan sebagai penyekat ruangan. 
f. Poster atau Brosur Media ini digunakan untuk menginfomasikan kegiatan pameran yang akan dilaksanakan. Dengan demikian sebelum pelaksanaan pameran dilakukan, poster dan brosur sudah digunakan sebagai media informasi. 
g. Katalog Berisi identitas seniman dan karya serta koratorial penyelenggaraan pameran, berfungsi sebagi penjelasan mengenai hal ikhwal seniman dan karya seni yang dipamerkannya.
h. Folder Berisi judul lukisan dan harga lukisan jika dijual membantu guide untuk menjelaskan kepada pengunjung pameran. 
i. Lampu Penerangan Lampu ini digunakan untuk memperjelas karya yang dipamerkan. Lampu ini dipasang di setiap papan pamer ( Panel ) atau plafon. Pemasangan lampu dan pemilihan jenis lampu untuk memperjelas karya sehingga lampu dan penetapannya harus diatur dan dipili sedimikian rupa agar tidak menyilaukan. 
j. Sound System Sound system digunakan dalam acar pembukaan, dan untuk diperdegarkan music insrumentalia berirama lembut selama pameran berlangsung yang berfungsi untuk mendukung suasana pameran sehingga pengunjung merasa lebih nyaman ketika mengapresiasi kaya yang dipamerkan.