Showing posts with label barat. Show all posts
Showing posts with label barat. Show all posts

Monday, December 14, 2020

Konsep Keindahan Seni Rupa secara umum

KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA TIMUR

Seni lukis memanjakan sisi spiritual dan pemikiran

Karya seni mengungkapkan hal esensial/ hal pokok

Lebih mengutamakan nilai spiritual dan religius

Keindahan berusaha diselaraskan denga kehidupan alam semensta

Ekspresi atau emosi lebih teraktualisasi lewat pembentukan

Bentuk seni dekoratif, pewarnaan tanpa pencahayaan, subjek/figure terlihat datar

Seni merupakan produk budaya masyarakat yang bersifat komunal


KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA BARAT

Seni lukis memanjakan mata




KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA TIONGKOK

Menitik beratkan pada ajaran Tao.

Menciptakan karya seni yang harus mengungkapkan roh, karakter, atau watak.

Karya yang diciptakan mengutamakan sisi dan pengalaman spiritual yang akan diperoleh.

Mengesampingkan bentuk dan warna yang semarak.

Penggunaan warna dalam lukisan tidak bersifat fugsional tetapi bersifat simbolisme.

Karya seni mengutamakan esensi.

Contoh: Lukisan Tiongkok Kuno.


KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA MESIR DAN MESOPOTAMIA

Dipengaruhi oleh hal-hal bersifat transenden atau di luar kuasa manusia.

Lukisan dibuat  dengan tujuan ritual dan keagamaan.

Lukisan dibuat bukan untuk keindahan semata.

Lukisan lebih banyak bersubjek  igure-figur manusia.

Subjek berbentuk dekoratif, warna cerah, tidak menggunakan perspektif, tidak ada gelap terang / bayangan.

Contoh: Piramida Giza, patung Anubis, Zigurat.

Contoh: lukisan dalam kertas papyrus.


KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA INDIA

Kehidupan manusia harus selaras/ berjalan secara harmoni dengan alam sekitarnya

Jenis karya seni ramah dan tidak merusak alam.

Karya seni banyak mengadaptasi  ymbol-simbol dari agama Hindu dan Buddha.

Keindahan berkaitan erat dengan konsep ketuhanan dan religi.

Mempercayai segala sesuatu yang ada di dunia adalah fana atau tidak kekal.

Karya seni bersifat sederhana atau tidak terlalu rumit.

Contoh: pahatan patung gajah menunjukkan harmoni antara kehidupan manusia dan alam sekitarnya.


KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA TIMUR TENGAH

Melarang penggambaran makhluk hidup.

Seni yang baik dan indah adalah yang sejalan dengan ajaran Islam.

Karya seni berupa ornament atau arabseka.

Sesuatu yang bentuk dan sifatnya indah akan dicintai.

Keindahan membawa kesenangan dan kebahagiaan.

Konsep keindahan adalah sesuatu yang menghasilkan kesempurnaan.

Contoh: kaligrafi,  rnament-ornamen geometris, arsitektur masjid, motif stilasi tumbuhan pada permadani.


KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA INDONESIA

Karya seni di masa lampau sarat dengan nilai spiritual dan religi.

Menitik beratkan pada hubungan antara manusia dan alam sekitarnya.

Banyak memasukkan simbol alam.

Media yang digunakan berasal dari alam seperti kayu atau batu.

Bentuk karya seni rupa bersifat komunal.

Hasil karya banyak yang mencantumkan daerah asal.

Contoh: candi, arca, wayang, dll.



Sumber rangkuman: Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.


Monday, August 29, 2016

Zaman Kolonial: Sejarah Seni Rupa Indonesia


Pada zaman ini banyak koloni-koloni Belanda yang datang untuk menjajah Indonesia sehingga disebut dengan zaman Kolonial. Pada masa ini, seni rupa Nusantara dipengaruhi oleh kebudayaan barat, contohnya yaitu munculnya pewarna kimia.
Pewarna kimia ini digunakan dalam pewarnaan baju atau kain seperti batik. Yang semula masyarakat Indonesia hanya mengenal pewarna alami menjadi mengenal pewarna kimia dari Belanda.
Selain itu, muncul ragam hias barat dan eropa. Ragam hias inipun terdapat juga pada kain batik, karena pada masa itu kain khas Indonesia memang batik. Motif-motif lokal menjadi bertambahkan campuran motif hias barat dan eropa. Misalnya terdapat gambar-gambar orang barat, motif hias yang bergambarkan kebudayaan barat seperti pakaian, kendaraan, motif-motif hias geometris barat dan eropa, dan sebagainya.
Contoh:

Pada masa ini juga muncul pelukis yang menggunakan teknik barat. Teknik barat misalnya melukis dengan menggunakan cat minyak yang berasal dari Belanda, menggunakan metode yang berasal dari negara-negara barat, dan sebagainya. Pelukis yang menggunakan metode dari barat ini contohnya adalah Raden Saleh Bustaman, kemudian berkembang terdapat tokoh-tokoh pelukis lain yaitu Henk Ngantung, Pringadi, Abdullah, Basuki Abdullah, dan lain-lain.
Lukisan Raden Saleh 1840