Showing posts with label teknik. Show all posts
Showing posts with label teknik. Show all posts

Tuesday, July 26, 2022

Teknik Pengolahan Bahan Tekstil Buatan

Proses pengolahan masing-masing bahan serat menjadi bahan tekstil secara umum sama. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

1. Pemintalan benang

Dari proses pemilihan serat akan dilanjutkan pengolahan kapas menjadi benang yang disebut pemintalan.

2. Penggulungan benang

Benang yang sudah dipintal akan digulung menggunakan alat penggulung benang.

3. Pencelupan

Warna Benang diproses dengan pencelupan untuk memperoleh warna yang kuat. Selanjutnya benang dikeringkan

4. Penenunan Benang Menjadi Kain

Setelah kering, benang dapat ditindaklanjuti dengan proses penenunan menjadi kain.

Benang yang telah jadi bahan baku dapat digunakan untuk membuat makrame dan tapestri, sedangkan kain dapat digunakan untuk membuat kain ikat celup, busana, dan kerajinan lainnya, baik sebagai benda hias, pakai maupun sebagai benda simbolik.


Teknik Pembuatan Kerajinan Serat Tekstil Buatan

Selanjutnya, setelah bahan serat diolah menjadi bahan kerajinan, Ananda dapat membuat berbagai kerajinan dengan menerapkan beberapa teknik, antara lain, anyaman, rajut, simpul, jahit, rajut dan tempel.

Teknik dasar kerajinan serat tekstil adalah segala cara yang digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan serat tekstil menjadi produk kerajinan. Adapun teknik yang digunakan sangat beragam. Penggunaan teknik dasar ini disesuaikan dengan kerajinan yang akan dibuat. Dengan demikian, penggunaan teknik dasar menjadi tepat sasaran.

Teknik dasar pembuatan kerajinan serat tekstil buatan, pada umumnya terdiri dari beberapa teknik, antara lain, anyaman, rajut, simpul, jahit, rajut dan tempel. Berikut diuraikan masing-masing teknik tersebut.

1. Menenun

Teknik menenun dapat digunakan untuk pembuatan produk kerajinan tapestri. Menenun menggunakan alat spanram atau bingkai yang direntangkan benang- benang lungsi sebagai jalur jalannya benang tenunan atau pakan.

2. Menjahit

Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan (manual) atau mesin jahit. Dalam pembuatan kain ikat celup diperlukan teknik menjahit untuk merintang warna.

3. Mengikat

Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang/lebih membentuk ikatan yang diinginkan. Mengikat dapat pula diartikan menyatukan helaian kain yang satu dengan lainnya menggunakan alat pengikat untuk membentuk pola tertentu. Ikatan ini dapat berupa simpul ataupun pola warna.

4. Menganyam

Anyaman adalah teknik membuat karya seni rupa yang dilakukan dengan cara menumpang tindihkan (menyilangkan) bahan anyam yang berupa lungsi dan pakan. Bahan-bahan anyaman dapat dibuat dari tumbuh-tumbuhan yang sudah dikeringkan, seperti lidi, rotan, akar, dan dedaunan untuk dijadikan suatu rumpun yang kuat (tampar)

5. Simpul

Simpul adalah sebuah bentuk ikatan pada tali atau benang, Ikatan tersebut dapat memiliki manfaat atau dijadikan hiasan. Simpul dalam pembuatan kerajinan dikenal dengan istilah makrame. Makrame adalah salah satu produk kerajinan yang berasal dari keahlian merangkai tali. Macrame berarti kerajinan simpul tali, dimana dengan keahlian menyimpul tali baik dua buah tali, empat buah tali, dan sebagainya sehingga menghasilkan sebuah karya kerajinan yang selain berfungsi sebagai benda pakai juga mempunyai seni yang menarik.

6. Merajut

Merajut (bahasa Inggris: knitting) adalah metode membuat kain, pakaian atau perlengkapan busana dari benang rajut. Berbeda dari menenun yang menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya menggunakan sehelai benang. Merajut dapat dilakukan dengan tangan maupun mesin. Ada berbagai jenis gaya dan teknik merajut. Teknik dasar dalam merajut adalah tusuk atas dan tusuk bawah. Tusuk atas dilakukan dengan cara mengaitkan benang dari arah depan, sementara tusuk bawah adalah mengait benang dari arah belakang. Hasil rajutan memiliki pola seperti huruf v yang bersambungan.

7. Membatik

Membatik adalah membuat hiasan pada permukaan kain menggunakan motif dan warna tertentu. Tidak semua jenis kain dapat dibuat batik, kain yang biasanya digunakan adalah yang berbahan dasar kapas atau kain katun dan kain sutra. Membatik menggunakan alat khusus yang disebut canting, dengan bahan perintang warna menggunakan lilin/malam/wax. Warna yang digunakan dalam membatik naptol, indigosol, remasol, dan warna alam.

8. Menyulam

Menyulam adalah suatu teknik keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam menuangkan kreativitasnya dalam menghasilkan produk kerajinan yang berbentuk gambar atau pola yang terdapat pada kain sebagai penghias untuk memberikan suatu  kesan estetik pada sisi kain.







Sumber: DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII 

Monday, July 18, 2022

Teknik Pengolahan Bahan Serat Alam

Proses pengolahan masing-masing bahan serat alam menjadi bahan tekstil secara umum sama. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

1. Pemmintalan benang

Dari proses pemilihan serat akan dilanjutkan pengolahan kapas menjadi benang yang disebut pemmintalan.

2. Penggulungan benang

Benang yang sudah dipintal akan digulung menggunakan alat penggulung benang.

3. Pencelupan

Warna benang pencelupan untuk memperoleh warna yang kuat. Selanjutnya dikeringkan.

4. Penenunan Benang Menjadi Kain

Setelah kering, benang dapat ditindaklanjuti dengan proses penenunan menjadi kain.

Benang yang telah jadi bahan baku dapat digunakan untuk membuat makrame dan tapestri, sedangkan kain dapat digunakan untuk membuat kain ikat celup (pembahasannya nanti akan dibahas dalam modul 2 tentang kerajinan bahan tekstil).


Teknik Pembuatan Kerajinan Serat Alam

Selanjutnya, setelah bahan serat diolah menjadi bahan kerajinan, Ananda dapat membuat berbagai kerajinan dengan menerapkan beberapa teknik, antara lain, anyaman, rajut, simpul, jahit, rajut dan tempel.

Teknik dasar kerajinan serat alam adalah segala cara yang digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan serat alam menjadi produk kerajinan. Adapun teknik yang digunakan sangat beragam. Penggunaan teknik dasar ini disesuaikan dengan kerajinan yang akan dibuat. Dengan demikian, penggunaan teknik dasar menjadi tepat sasaran.

Teknik dasar dalam pembuatan kerajinan serat alam, pada umumnya terdiri dari teknik, antara lain, anyaman, rajut, simpul, jahit, rajut dan tempel. Berikut diuraikan masing-masing teknik tersebut.

1.Teknik Anyaman

Anyaman adalah teknik membuat karya seni rupa yang dilakukan dengan cara menumpang tumpang tindih (menyilangkan) bahan anyam yang berupa lungi dan pakan. Bahan-bahan anyaman dapat dibuat dari tumbuh-tumbuhan yang sudah dikeringkan, seperti lidi, rotan, akar, dan diperkenalkan untuk dijadikan suatu rumpun yang kuat (tampar).

2.Simpul

Simpul adalah sebuah bentuk pada tali atau benang, Ikatan tersebut dapat memiliki manfaat atau hiasan. Simpul dalam pembuatan kerajinan dikenal dengan istilah makrame. Makrame adalah salah satu produk kerajinan yang berasal dari keahlian merangkai tali. Macrame berarti kerajinan simpul tali, dimana dengan keahlian menyimpul tali baik dua buah tali, empat buah tali, dan sebagainya menghasilkan sebuah karya kerajinan yang selain bekerja sebagai benda pakai juga memiliki seni yang menarik.

3.Merajut

Merajut (bahasa Inggris: knitting) adalah metode membuat kain, pakaian atau perlengkapan busana dari benang rajut. Berbeda dari menenun yang menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya menggunakan sehelai benang. Merajut dapat dilakukan dengan tangan maupun mesin. Ada berbagai jenis gaya dan teknik merajut. Teknik dasar dalam merajut adalah tusuk atas dan tusuk bawah. Tusuk atas dilakukan dengan cara mengaitkan benang dari arah depan, sementara tusuk adalah di bawah mengait benang dari arah belakang. Hasil rajutan memiliki pola seperti huruf “V” yang bersambungan.

4. Menempel

Menempel berbeda adalah rancangan pembuatan karya seni rupa dengan cara menempelkan suatu bahan pada tempat tertentu yang diinginkan, baik dengan bahan yang sama, maupun bahan yang diinginkan.

5. Menjahit

Menjahit adalah menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan (manual) atau mesin jahit. Dalam pembuatan kain ikat celup diperlukan teknik menjahit untuk merintang warna.










Produk Hasil Pengolahan Serat Alam







Gambar 1. 5. Produk Hasil Pengolahan Serat Alam


Sumber: DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII 

Tuesday, November 9, 2021

Jenis Karya Grafis berdasarkan Teknik karya Grafis

 Jenis karya seni grafis berdasarkan teknik pembuatannya adalah:

1. Cetak Tinggi (Relief Print)

Cetak tinggi merupakan proses pembuatan grafis dengan cara memanfaatkan ketinggian sebuah media untuk mencetak. Teknik ini menggunakan bahan yang mudah untuk dicukil. Setelah dicukil permukaan medianya akan memiliki perbedaan yang tinggi sehingga akan menghasilkan bagian yang tinggi dan bagian yang rendah (relief). Bagian yang memiliki permukaan tinggi akan diolesi tinta menggunakan alat rol karet untuk meratakannya, kemudian bagian kertas ditekan dengan tangan sehingga akan membentuk gambar sesuai dengan yang dibuat.

Gambar 4D

Gambar 4A


2. Cetak Dalam (Intaglio Print)

Cetak dalam salah satu teknik mencetak grafis dengan proses menggunakan plat aluminium, caranya plat dibentuk menggunakan benda tajam dan runcing, agar dapat menghasilkan goresan. Goresan pada plat alumunium tersebut diberi tinta dan disapukan pada permukaan kertas yang dibasahi.

Gambar 4C

3. Cetak Saring (Sablon)

Cetak saring merupakan salah satu teknik membuat grafis, proses pembuatannya menggunakan beton dari alat yang disebut screen. Layar dilapisi dengan bahan yang peka terhadap cahaya, selanjutnya layar ditutup dengan film (gambar) kemudian dilakukan penyinaran dengan sinar matahari atau lampu dengan suhu tertentu. Setelahnya layar dibuat dan akan terbentuk beton berlubang (saring) sesuai dengan film yang dibuat.


4. Cetak Datar (Cetak Planografi)

Cetak datar adalah salah satu teknik berkarya seni grafis yang dibuat dengan menggunakan klise data dengan prinsip saling menolak dan saling menerima antara tinta dan udara. Cetak datar mendapatkan perlakuan khusus pada bagian tertentu untuk menciptakan gambar.

Gambar 4B


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Genap. 2020.

Sunday, November 7, 2021

Menentukan Alat-alat dan Teknik Pembuatan Patung

Alat Pembuatan Patung

Peralatan yang diperlukan untuk membuat patung sangat berguna pada bahan dan teknik yang akan digunakan. Alat-alat yang biasa digunakan pada pembuatan patung dapat dicermati sebagai berikut:


Gambar 4A


Gambar 4B


Gambar 4C


Berikut beberapa alat yang biasa digunakan pada proses pembuatan patung:

1. Pahat. Digunakan untuk bahan atau keras untuk memahat atau mengurangi bahan keras sehingga membentuk objek yang diinginkan. Pahat terbuat dari logam keras yang tajam, tersedia dalam berbagai mata pisau, digunakan dengan cara memalu pahat pada bahan patung.

 

2. Palu. Palu digunakan untuk memukul pahat.


alat pahat dan palu kayu untuk membuat patung


3. Bursir semacam pisau/alat sudip untuk mengukir bahan lunak. biasanya butsir terbuat dari kayu atau memiliki mata yang tumpul. Ada juga butsir yang bermatakan kawat, untuk memudahkan pembentukan bahan lunak.


Alat bursir untuk membuat seni patung dari bahan lunak

 

4. Alat Las. Sudah jelas untuk membentuk logam secara langsung (tanpa mencairkannya) diperlukan alat las agar dapat menyusun logam sesuai dengan keinginan Kamu.



5. Meja Putar. Berrupa meja bundar yang dapat berputar ke segala arah. Fungsinya untuk lebih mudah melihat dan mengontrol bentuk patung dari berbagai arah tanpa harus mengitari patung bergerak.



6. Tang. Ketika membuat patung yang memerlukan rangka, maka alat ini sangat dibutuhkan untuk membengkokan dan kawat sesuai dengan rancangan yang diinginkan

 




Teknik Pembuatan Patung

1. Teknik Pahat, merupakan teknik untuk mengurangi penggunaan alat pahat dan palu terhadap bahan patung yang diolah.

2. Teknik Membentuk adalah teknik yag membentuk bahan lunak dengan mengurangi menggunakan alat butsir dan menmbahkan bahan jika diperlukan. Butsir biasa digunakan untuk mengolah bahan lunak seperti tanah liat, lilin plastisin.

3. Teknik Las, yaitu membuat karya patung dengan cara menggabungkan bahan-bahan lain untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan. Teknik yang digunakan untuk menggabungkan bahan logam dan merakitnya menjadi bentuk tertentu.

4. Teknik Cor, membuat karya seni dengan membuat cetakan terlebih dahulu, lalu bahan cor ke dalam cetakan, sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan (sesuia dengan bentuk cetakan).

5. Teknik Cetak, seperti teknik cor, beton dibuat terlebih dahulu, namun bahan tidak harus dicor, bahan lunak atau dapat langsung dijepit menggunakan cetakan Bivalve yang memiliki dua sisi simetris seperti kerang.


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Gasal. 2020.

Menganalisis Konsep Patung


Seperti Kamu tahu, manusia merupakan makhluk kreatif yang suka akan keindahan. Rasa indah yang diperoleh melalui banyak pengalaman keindahan tersebut melalui berbagai karya seni, salah satunya melalui seni patung. Patung adalah karya seni tiga dimensi (memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi) yang mengungkapkan sesuatu objek, peristiwa, atau lambang secara kreatif dan indah (estetik). Sebagai karya seni rupa rupa tiga dimensi, patung dibuat dengan metode substraktif yakni dengan mengurangi volume (dipotong, dipahat) dan juga metode aditif yakni dengan cara menambahkan volume.

Kamu melihat orang membuat patung dari bahan kayu yang dipahat? Suku Asmat di Papua sangat ahli membuat patung dengan memahat kayu seperti itu. Kamu juga dapat menemukan banyak pematung yang membuat patung dengan cara memahat batu di kita Candi Borobudur. Sementara itu di Trowulan Mojokerto (Jawa Timur), Kamu akan banyak menemukan orang membuat patung berbahan logam dengan cara mengecornya. Patung dibuat dengan menggunakan berbagai bahan dan berbagai teknik atau cara.

Seperti Kamu tahu, sebagai makhluk kreatif manusia selalu melihat hal-hal yang baru, bentuk-bentuk yang baru, cara-cara yang baru, manfaat-manfaat yang baru, gagasan-gagasan yang baru, dan seterusnya. Pengalaman manusia yang sangat beragam, khas, dan unik itu pada pemindahan manusia untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang asli. Cara-cara yang asli. Bentuk-bentuk yang asli. Juga karya- karya yang asli. Daya cipta atau kreativitas manusia tersebut memunculkan karya-karya seni yang baru.


Gambar 1A

Pengalaman berkeindahan setiap orang juga sangat beragam. Kamu mungkin bisa menggemari musik campursari, sementara kawan-kawan Kamu mungkin ada yang menggemari musik keroncong, pop, jazz, dangdut, atau yang lainnya. Kamu menggemari musik campursari yang dibawakan oleh penyanyi Didi Kempot, sementara sahabat Kamu yang juga gemar musik campursari menggemari suara penyanyi senior Waldjinah. Perbedaan-perbedaan tersebut menunjukkan adanya pengalaman keindahan yang berbeda.

Setiap orang punya kreativitas dan pengalaman keindahan yang berbeda-beda. Hal ini akan mendorong mereka untuk mengungkapkan rasa indah dan kreativitas tersebut dalam bentuk-bentuk perwujudan karya seni yang berbeda-beda. Dalam Seni Rupa akan menghasilkan bentuk-bentuk bangunan yang berbeda, menghasilkan lukisan- lukisan yang berbeda, menghasilkan patung-patung yang berbeda, dan seterusnya.

Dalam hal patung yang berbeda-beda, perbedaan tersebut bukan hanya dari segi dasar yang digunakan, teknik pembuatannya, cara pembuatannya, namun juga fitur. Meski demikian, seni patung selalu menonjolkan sosok 3 dimensi dalam perwujudan yang unik, kreatif, dan estetik serta dengan fungsi yang beragam pula.

Patung sudah dibuat orang sejak jaman primitif. Kamu mengetahui bahwa pada masa primitif, alam pikiran manusia masih tunduk pada hal-hal yang bersifat mistik atau tahayul. Maka tidak sedikit orang membuat patung untuk dipuja atau disembah. Pada peradaban berikutnya yang lebih maju, ketika manusia melepaskan diri dari kepercayaan mistik dan menggunakan akal budinya, mereka tak lagi memuja dan memuja patung. Pengalaman keindahan dan kreativitas yang mendorong manusia menghasilkan patung-patung untuk keperluan di berbagai bidang dalam kehidupan mereka sehari-hari.


Gambar 1B

Gambar 1C

    Patung merupakan karya seni rupa rupa tiga dimensi yang diciptakan dengan metode substraktif yakni dengan cara mengurangi volume dan metode aditif yakni dengan cara menambahkan volume. Metode substraktif pada batu dan kayu, metode aditif pada tanah liat, plastisin, lilin. Di Indonesia, patung-patung yang dipengaruhi agama Hindu banyak ditemui di situs Candi Prambanan dan berbagai tempat di pulau Bali. Sedangkan pengaruh agama Buddha di Situs Candi Borobudur.

Gambar 1D


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Wednesday, November 3, 2021

Pengenalan Bahan dan Aneka Teknik Berkarya

 Definisi, Fungsi, Unsur dan Ragam Karya Dua Dimensi

1. Definisi Karya Dua Dimensi

Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni yang memiliki dua ukuran atau dua sisi. Karya seni ini hanya memiliki panjang dan lebar saja, tanpa dimensi ketiga yaitu ruang.

2. Fungsi Karya Dua Dimensi

Fungsi karya dua dimensi yaitu sebagai elemen estetik pada permukaan datar. Sebagai bentuk rupa yang mudah dibuat dari segi media dan teknis karena hanya perlu mengisi bidang panjang dan lebar saja.

3. Unsur Fisik Seni Rupa Dua Dimensi

Seni rupa dua dimensi berasal dari berbagai unsur pembentuk kesatuan yang diolah sedemikian rupa oleh perupa atau desainer. Ketidakpastian tersebut adalah:

• Garis

• Bidang

• Ruang

• Tekstur

• Gelap-Terang

• Warna

• Ragam Teknik Berkarya Dua Dimensi

Beberapa macam teknik dalam membuat karya dua dimensi diantaranya:

• Gambar teknik

• Teknik cetak/grafis

• Teknik lukis

• Teknik kolase

• Teknik fotografi

• Teknik media campuran (mixed media)

• Teknik ragam hias

Koleksi karya www.ganara.art (2020)



Koleksi karya www.ganara.art (2020)


Contoh teknik lukis (Baca buku paket Seni Budaya SMK/MAK Kelas X halaman 143 sampai dengan 146)

Teknik Opaque atau teknik plakat merupakan teknik yang menggunakan sapuan dan paduan warna yang tebal atau menutup latar belakang obyeknya.

 

Gambar 3.8. Lukisan dengan teknik Opaque

Koleksi karya www.ganara.art (2020)


Teknik Aquarel atau teknik transparan merupakan teknik yang digunakan baik dalam menggambar maupun melukis dengan sapuan dan paduan warna yang tipis, transparan, dan tembus pandang.

 

Gambar 3.9. Lukisan dengan teknik Aquarel

Koleksi karya www.ganara.art (2020)


B. Bahan dan Alat Dalam Karya Dua Dimensi

b.1. Bahan yang digunakan dalam karya dua dimensi:

Bahan terdiri dari dua kriteria yaitu bahan utama atau disebut medium, dan dua bahan penunjang yakni bahan yang mendukung medium utamanya. Sebagai contoh, dalam karya seni lukis, kanvas dan cat merupakan bahan utama pada lukisan, kemudian kayu dan paku sebagai penunjang. Kayu digunakan sebagai bingkai yang mengikat bentang kanvas atau biasa disebut dengan spanram (stretch board).

Bahan untuk berkarya menjadi dua dimensi menjadi bahan alami dan bahan sintetis:

• Bahan baku alami merupakan bahan yang berasal dari alam dan diolah tanpa proses kimiawi, contohnya adalah pewarna alami.

• Bahan sintetis adalah bahan alam yang telah diolah melalui proses industri atau pabrik tertentu sehingga menjadi bahan baru yang memiliki sifat dan karakter khusus, contohnya adalah cat.

Bahan untuk berkarya dua dimensi juga berdasarkan sifat materialnya bahan lunak, bahan cair dan bahan padat.

b.2. Peralatan Dalam Karya Dua Dimensi

yang digunakan untuk beberapa dimensi yang dikenal dengan beberapa dimensi yaitu alat untuk menggambar, menggambar, menggambar, dan sebagainya), peralatan untuk menggambar, dan kategori.


C. Membuat Karya Dua Dimensi dari Bahan Sekitar

Setelah mengenal beberapa teknik membuat karya dua dimensi, selanjutnya kamu mengamati dan mencari bahan lokal yang ada di sekitar sekolah atau tempat tinggalmu (dimungkinkan jika bahan ini merupakan limbah yang bersifat aman atau bahan baku alam) dengan tujuan mencari potensi alternatif media dan beradaptasi dengan keterbatasan dalam membuat karya dua dimensi. Dengan melakukan hal ini, penggunaan bahan dan alat tidak harus dengan membeli melainkan dengan memanfaatkan potensi bahan yang ada di sekitar.


Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN

Sunday, October 24, 2021

Teknik Menggambar Ilustrasi Manual

Perhatikan gambar di bawah ini:



Gambar 5A Teknik pointilis



Gambar 5B Teknik Blok



Gambar 5C Teknik Arsir



Gambar 5D Teknik basah cat air



Gambar 5E Teknik Dussel



Gambar 5F Teknik Pointilis


Berikut adalah teknik teknik dalam pembuatan gambar ilustrasi: Teknik Manual

1. Teknik Arsir

Yakni teknik menggambar ilustrasi dengan menggunakan garis garis sejajar atau menyilang untuk menentukan gelap terang obyek suatu gambar sehingga terlihat seperti tiga dimensi. Alat yang biasa digunakan adalah pensil, spidol, pena, rapido.

2. Teknik Dussel

Yakni teknik menggambar ilustrasi yang penentuan gelap terang obyek gambar dilakukan dengan cara menggoreskan/menggosokkan pensil pada kertas pada posisi rebah/miring. Atau pensil digosokkan dahulu pada kertas atau kapas terlebih dahulu sebelum digosokkan pada obyek gambar untuk menghasilkan kesan tiga dimensi

3. Teknik Pointilis

Yakni teknik menggambar ilustrasi dengan cara menggunakan titik-titik untuk memunculkan kesan tiga dimensi sehingga dapat membentuk suatu obyek, alat yang digunakan pensil, rapido.

4. Teknik Basah

Yakni teknik menggambar ilustrasi dengan menggunakan media basah seperti cat minyak, cat air, tinta ataupun media lain yang membutuhkan air atau minyak sebagai pengencer. Prosesnya dengan cara membuat sketsa terlebih dahulu pada bidang gambar berupa kertas atau kanvas, selanjutnya diwarnai dengan bahan warna yang telah disiapkan.

5. Teknik Kering

Yakni teknik menggambar ilustrasi yang tidak perlu bahan pengencer seperti air dan minyak. Caranya dengan membuat sketsa langsung pada bidang gambar dan dilanjutkan dengan arsiran pensil, arang atau warna seperti pastel, krayon.

6. Teknik Blok

Yakni teknik menggambar ilustrasi dengan cara menutup obyek gambar dengan satu warna hingga tampak bentuk siluet. Bahan yang digunakan adalah tinta bak.


Baca juga: Teknik Menggambar Ilustrasi Digital


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.