Showing posts with label keraton. Show all posts
Showing posts with label keraton. Show all posts

Monday, August 29, 2016

Zaman Klasik: Sejarah Seni Rupa

Zaman klasik adalah periode kerajaan-kerajaan di Nusantara. Pada masa itu di Indonesia masih terdapat banyak kerajaan, belum terjajah dan belum merdeka.

1. Zaman Hindu-Budha
Karya seni rupa yang muncul sebagian besar memiliki arti dan makna yang berkaitan dengan ajaran Hindu-Budha.
Pada zaman ini datanglah sejumlah orang-orang yang menyebarkan ajaran Hindu-Budha sehingga peninggalan-peninggalan yang ada berkaitan erat dengan ajaran ini.
Contohnya yaitu:
-Bangunan candi/biara
Bangunan candi memang digunakan oleh orang-orang beragama Hindu atau Budha sebagai tempat beribadah. Bentuknya bermacam-macam dan kadang berkelompok, terdapat ruangan kecil yang khusus yang hanya dapat diisi untuk satu orang saja. Berikut contoh gambar:
Candi di Indonesia
Peninggalan candi yang ada di Indonesia sangat banyak beberapa contohnya yaitu: candi Prambanan, candi Borobudur, candi Tikus, candi Pawon dan lain-lain. Pada bangunan candi terdapat banyak relief yang memiliki cerita-cerita tertentu. 
-Arca-arca
Arca memiliki betuk patung dewa-dewa yang terdapat pada ajaran Hindu dan Budha. Arca-arca ini juga tidak kalah banyak dengan peninggalan candi. Contoh peninggalan arca di Indonesia yaitu: Arca Siwa Mahadewa, Arca Jambala dan sebagainya.
Arca di Indonesia



2. Zaman Islam
Karya seni rupa yang muncul sebagian besar memiliki arti dan makna yang berkaitan dengan ajaran Islam. Setelah masuknya ajaran Hindu-Budha di Indonesia, masuklah ajaran agama Islam kemudian berkembanglah lagi seni rupa di Indonesia. Pada zaman ini muncul seni arsitektur yang terpengaruh oleh ajaran Islam, contohnya yaitu: masjid, makam, dan keraton.

Peninggalannya yaitu masjid Kudus, masjid Baiturrahman di Banda Aceh, makam-makam yang berbau Islam, keraton Yogyakarta, keraton Surakarta dan sebagainya. Masih banyak peninggalan arsitektur yang tidak terkenal tetapi terpengaruh oleh ajaran Islam.
Lihat: 

Seni Bangunan (Arsitektur) Islam di Indonesia

Pada ragam hias, terdapat juga perkembangan seni rupa pada seni Kaligrafi Arab berupa hiasan yang berbentuk sulur. Seni kaligrafi ini terdapat pada ukir-ukiran dan gambar pada berbagai tempat seperti pintu masuk, jendela, kusen, dinding, hiasan dinding, buku, dan masih banyak lagi.

Lihat:

Seni Hias zaman Islam di Indonesia

Seni Kerajinan yang terdapat pada masa ini digunakan untuk menyebarkan ajaran agama, kerajinan wayang yang berkembang yaitu Wayang Menak.

Lihat juga:
Zaman Islam masuk ke Indonesia

Wednesday, February 17, 2016

Karya seni rupa terapan Nusantara

Karya seni rupa terapan merupakan karya seni rupa yang sengaja dibuat untuk digunakan atau difungsikan untuk kebutuhan manusia. Maka karya seni rupa terapan selain memilik nilai estetis juga memiliki nilai pakai. Di Indonesia terdapat bermacam seni rupa terapan, seni rupa terapan ini ada yang dalam bentuk karya seni 2 dimensi dan ada yang dalam bentuk karya seni 3 dimensi.

Karya seni rupa Nusantara menurut dimensinya dibedakan atas karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi.

A. Karya seni rupa dua dimensi
Karya seni rupa dua dimensi yaitu karya seni yang dapat dilihat hanya dari satu arah seperti seni lukis, seni batik,  seni tenun, seni relief dan sebagainya. Di Nusantara terdapat beberapa seni rupa terapan yaitu:

1. Seni batik
Batik merupakan seni rupa dua dimensi yang menggunakan teknik cetak rintang, yaitu jenis cetak dari bahan sejenis lilon (Wax). Batik di Indonesia sudah ada sejak zaman Majapahit, namun motifnya sudah ada pada zaman prasejarah terbukti ditemukannya motif batik pada keramik zaman neolithikum.
Ragam hias batik berdasarkan lingkungan perkembangannya:
-Batik Keraton adalah batik yang tumbuh dan berkembang di lingkungan keraton, khususunya lingkungan keraton jawa tengah contohnya Jogjakarta dan Solo.
Batik Keraton

-Batik Pesisir adalah batik yang tumbuh dan berkembang di lingkungan pesisir, contohnya Cirebon dan Pekalongan.
Setelah masuknya bangsa luar, perkembangan motif batik makin bertambah, pewarnaannyapun bertambah menggunakan pewarnaan kimia.
Batik Pesisir

2. Seni tenun
Seni tenun merupakan wujud dari seni anyaman, yaitu menumpangtindihkan jalinan anyaman yang bersilang sehingga menjadi sebuah benda karya seni utuh. Dalam seni tenun kain, teknik pembuatannya dengan membuat pola dan warna benang terlebih dahulu, baru kemudian ditenun. Yang termasuk dalam seni ini cotohnya adalah sarung pelekat, songket, kain ikat, dan sebagainya. Beberapa daerah penghasil tenun yaitu Sulawesi, Jepara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Seni tenun di daerah Nusa Tenggara banyak yang menggunakan alat tenun tradisional dan pewarnaannya menggunakan bahan alami. Contoh produk tenunan:
Kain Tenun



3. Seni ukir
Ukiran memiliki arti pahatan, yaitu suatu hasil karya seni yang dikerjakan dengan pahat. Menurut kenyataan benda-benda yang berukir pada umumnya adalah benda terapan (benda yang dibutuhkan orang sehari-hari). Seni ukir telah ada sebelum kedatangan bangsa Hindu ke Indonesia, corak seni ukir ini masih primitif, digunakan pada upacara adat. Bahan dari seni ukir ini bisa berupa kayu, batu, bahkan bahan tembagapun bisa dibuat seni ukiran. Contoh penerapan seni ukir di Nusantara:
Seni Ukir yang terkenal adalah seni ukir Jepara. Ciri khusus motif seni ukir Jepara yaitu:
a. Gubahan dari tumbuhan yang menjalar
b. Sering dipadu dengan motif binatang
Contoh karya seni ukir Jepara:
Ukiran kayu

B. Karya seni rupa tiga dimensi
Karya seni rupa tiga dimensi yaitu karya seni yang dapat dilihat dari berbagai sisi/arah serta memiliki volume, contohnya adalah seni patung dan keramik/gerabah. Seni rupa terapan 3 dimensi yang terdapat di Nusantara diantaranya adalah seni bangunan/arsitektur dan seni keramik.
1. Seni arsitektur
Seni arsitektur merupakan seni bengunan, contohnya yaitu bangunan candi, masjid, gereja, pura, klenteng, gapura, rumah adat, dan sebagainya.
Contoh dari seni arsitektur rumah adat adalah rumah adat Tongkonan dari daerah Toraja, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan rumah adat yang khas dengan atap yang menjulang ke langit. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang masyarakatnya yang menganggap bahwa nenek moyang mereka berasal dari nirwana yang turun menggunakan tangga.
Rumah Adat Toraja

2. Seni gerabah/keramik
Seni keramik/gerabah merupakan seni kriya yang berasal dari pembakaran bahan tanah liat. Contoh dari seni keramik yaitu gentong, layah, klenting, vas bunga dan sebagainya. Daerah pengahasil seni gerabah tersebar di Jawa tengah yaitu derah Banjanegara, Semarang, Jepara dan sebagainya.
Gerabah/ Keramik