Showing posts with label kegiatan. Show all posts
Showing posts with label kegiatan. Show all posts

Wednesday, May 15, 2019

Pameran Seni


1.Pengertian Pameran
Pameran adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap pelaku seni. Kegiatan ini dapat menguji kemampuan seorang seniman. Tujuan dari sebuah pameran sebagai media komunikasi bagi para pelaku seni untuk dapat memerhatikan atau menunjukkan hasil-hasil karya seninya kepada orang banyak sebagai apresiator. 

Secara umum, tujuan pameran adalah untuk keperluan edukatif, komunikatif, kompetitif, dan sosial. Pameran merupakan kegiatan untuk memperkenalkan atau menunjukan hasil karya seni rupa atau hasil produksi kepada masyarakat luas. Pameran adalah cara untuk melakukan komunikasi antara pencipta karya dan penikmat karya seni rupa. Pameran bersifat Statis/diam  :  Pameran lukisan, pameran patung, pameran bunga. 

Kegiatan pameran dan pergelaran memiliki manfaat atau fungsi yang dapat di rasakan langsung maupun tidak langsung. 
a. Sebagai media untuk berekpresi diri, berkomunikasi, pengembangan bakat, dan apresiasi. 
b. Mengembangkan kepekaan terhadap alam sekitar dan menambah kehalusan budi pekerti.
c. Sebagai media ekspresi diri bagi pembuat karya seni.
d. Sebagai media pengembang bakat.Makin banyak kesempatan untuk pameran, makin banyak latihan untuk mengasah bakat seniman dan makin banyak yang dihasilkan.
e. Media komunikasi antara pencipta karya seni dengan penikmatnya. Seniman menyampaikan sesuatu ide dan pesan lewat karyanya dan kemudian di tangkap oleh penikmat seni yang melihat pameran. 
f. Media apresiasi seni. Apresiasi merupakan kegiatan yang meliputi pengamatan, penghayatan, penilaian, dan penghargaan terhadap sesuatu. 

Pameran karya merupakan akhir dari sebuah proses berkarya agar karya – karya yang dibuat dapat di apresiasi oleh orang lain secara lebi luas. Selama beberapa pelajaran yang telah dilaksanakan, tentulah telah cukup karya yang dihasilkan, baik karya – karya seri rupa dua dimensi maupun karya seni rupa tiga dimensi, baik karya seni kriya maupun karya seni murni.

Meskipun bentuk bentuk karya nasih terbatas, mungkin saja ditemukan penumuan – penumuan menarik yang telah dilakukan oleh para siswa lainnya sehingga sepantasnya pameran karya ini dilakukan.

Tujuan manfaat yang dapat dicapai melalui sebuah pameran karya seni rupa di lingkungan pendidikan meliputi hal – hal sebagi berikut : 
a. Menumbuhkan rasa percaya diri untuk menampilkan karyanya di hadapan publik secara luas.
b. Membiasakan diri untuk bersikap sportif, dalam arti dituntut untuk bersikap jujur dan bertanggung jawab atas hasil kerja dan kemampuan kita sendiri. 
c. Mengembangkan sikap apresiasi serta kreasi seni dikalangan para siswa. 
d. Memperluas wawasan dan pengtahuan berorganisasi melalui pameran 
e. Kita memiliki kesempan untuk memperkenalkan diri sebagai perupa atau perkriya ( Pencipta karya seni rupa dan seni kriya ). 

Pameran seni merupakan komunikasi estetis, yaitu wahana komunikasi antara pencipta ( kreator) dan khayalak sebagai apresiator. Pada kesempatan ini kita belajar komunikasi dengan cara khayalak pengunjung pameran melalui media seni rupa. 




2. Jenis Pameran karya seni rupa 
Beberapa jenis Pameran meliputi sebagai berikut : 
a. Pameran tunggal yaitu pameran yang dilakukan oleh perorangan dan biasanya hanya menampilkan satu jenis karya seni. 
b. Pameran kelompok yaitu menyebut pameran yang dilakukan oleh sekelompok seniman.
c. Pameran restospeksi yaitu pameran sejaran perjalanan seorang seniman dalam berkarya dan dilakukan oleh perorangan. Pameran restospeksi dapat berisi karya seni lukis, seni patung, kramik, grafis, atau karya seni lainnya atas nama perorangan.
d. Pameran desain yaitu pameran desain atau pameran produk kerajinan seperti arsitektur, pameran hasil riset produk, pameran kriya, pameran furnitur, pameran produk elektonik, pameran otomotif, pameran perhiasan, pameran produk pelengkap rumah sakit, dan sebagainya. 



3. Merencanakan Pameran 
Rencana sebuah pameran perlu dirancang secara sistematis dan logis agar pada waktu pelaksanaannya berjalan lancer. Tanpa perencanaan sistematis sebuah pameran tidak dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. 

Pelajari tahapan umum dalam perencanaan penyelenggaraan pameranseni rupa berikut : 
1.Menentukan Tujuan 
Langkah awal yang harus di perhatikan dalam menyusun program pameran adalah menetapkan dulu tujuan pameran tersebut. Penyelenggaraan pameran dapat saja bertujuan untuk menggalang dana yang bersifat komersial, social atau kemanusiaan. 
2.Menentukan Tema Pameran 
Tema pameran ditentukan setelah tujuan pameran di rumuskan. Penentuan tema berfungsi untuk memperjelas tujuan yang akan dicapai, dengan adanya tema akan memperjelas misi pameran yang akan dilaksanakan. Setelah rumusan pameran dan tema telah ditetapkan, langkah berikutnya adalah menyusun kepanitian pameran. 
3.Menetapkan Kepanitian 
Susunan panitia dalam suatu pameran selengkapnya sebenarnya dapat bervariasi, tetapi yang penting staf panitia initi biasanya terdiri dari susunan sebagai berikut : 
a. Ketua panitia, merupakan coordinator kegiatan, yang bertanggung jawab atas segala hal yang menyangkut kelancaran pameran. 
b. Sekretaris, bertugas membantu ketua dalam masalah administrasi 
c. Bendahara, mengatur keuangan pameran, mencatat pemasukan dan pengeluaran uang.
d. Seksi – seksi yang terdiri atas: 
1. Seksi publikasi membertahu pada khalayak umum dalam bentuk poster, spanduk atau surat pemberitahuan kepada orang tua siswa. 
2. Seksi pelengkapan mengusahakan peralatan yang diperlukan.
3. Seksi dekorasi mengatur ruangan,tata letak hasil karya yang di pamerkan.
4. Seksi konsumsi mengatur penyedian konsumsi bagi para petugas pameran selama berlangsungnya kegiatan. 
5. Seksi P3K menyiapkan obat – obatan dan sarana kesehatan lainnya selama pameran.
6. Seksi dokumentasi membuat foto – foto ( Mengabdikan ) peristiwa pameran, membuat cacatan penting untuk di simpan sebagai arsip sekolah. 
7. Seksi keamanan menjaga ketertiban waktu pameran,menjaga dan mengamankan hasil karya. 
4.Menetapkan waktu 
Pada lingkungan pendidikan, waktu pelaksanaan pameran karya siswa akan berkaitan langsung dengan rangkaian proses pembelajaran. Oleh karena itu, penetapan pameran karya siswa ini akan di tentukan oleh pihak sekolah melalui guru mata pelajaran. 
5.Menetapkan tempat pameran 
Tempat pameran yang di pilih hendaknya merupakan tempat yang srategis. Tempat tersebut harus mudah dilalui pengunjung, memilikki sirkulasi udara yang cukup baik, seta sedapat mungkin mendapat keprcayaan yang cukup ( sebaiknya cayaha matahari ). Untuk ini kita dapat menggunakan aula sekolah atau ruang kelas yang di tata sedemikian rupa. 
6.Menyusun Agenda Kegiatan 
Penyusunan agenda kegiatan dimaksudkan untuk memberikan kejelasan waktu pelaksanaan kepada semua pihak yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pameran. Agenda kegiatan di susun dalam table dengan mencantukan komponen jenis kegiatan dan waktu ( Biasanya dalam bulan, minggu, dan tanggal ). 



4. Menyusun Proposal Pameran Karya Seni Rupa 
Setelah seluruh kepanitian terbentuk, tugas berikutnya menyusun proposal kegiatan. Komponen – komponen yang harus anda rumuskan dalam proposal adalah sebagai mana terurai dibawah ini. 
Anda dapat menuliskan rumusan yang dimaksud pada lembaran kertas lain secara bersama-sama. 
1. Pendahuluan, yang membuat gambaran umum mengenai rencana kegiatan secara keseluruhan. Pada bagian pendahuluan ini pula di jelaskan latar belakang masalah serta dasar pemikiran secara umum yang merupakan intisari yang akan diselenggarakan.
2. Landasan dan dasar pemikiran yang dikaitkan dengan salah satu peristiwa tertentu dan program induk kegiatan OSIS atau di sekolah. 
3. Tujuan penyelenggaraan perglearan yang meliputi tujuan umum yang dikaitkan dengan kepentingan sekolah, serta tujuan khusus yang dikaitkan dengan kepentingan siswa pada umumnya.
4. Tema yang mendasari kegiatan. 
5. Bentuk – bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan. Di sini tercakup rincian seluruh kegiatan yang direcanakan. Misalnya, pameran karya lukisan, karya patung, karya seni kriya, dan sebagainya. 
6. Sasaran kegiatan yakni kepada siapa pameran itu di peruntukan. Misalnya untuk siswa dan warga sekolah lainnya, orang tua dan pihak lainya. 
7. Peserta yang terlibat dalam kegiatan, termasuk penjelasan tentang jumlah panitia, jumlah pendukung, dan perkiraan jumlah pengunjung. 
8. Susunan kepanitian. Susunan kepanitian sebaiknya dipisahkan sebagai lampiran yang memuat sejumlah nama. 
9. Waktu dan tempat pergelaran. Disebutkan dengan jelas hari, tanggal, bulan, tahun, dan waktunya. Misalnya dari puku 09.00 s/d 12.30. Mengenai tempat dijelaskan secara lengkap, termasuk alamatnya.
10. Rencana pembiayaan yang memuat rincian pengeluaran dan perkiraan sumber dana. Rencana anggaran pembiyayaan tersebut sebaiknya disusun sebagai lampiran, yang ditanda tangani oleh bendahara, ketua panitia,dan diketahui oleh Pembina atau kepala sekolah. 
11. Jadwal kegiatan yang ( Terutama ) memuat jadwal kegiatan kepanitian sejak tahap persiapan hingga pelaksaan. Jadwal kegiatan ini di buat dalam bentuk matriks agar mudah dilihat dan diperiksa oleh pihak – pihak terkait. 
12. Proposal ini kemudian diajukan kepada kepala sekolah dan dijadikan pedoman bagi penyelenggaraan kegiatan. Pada proposal ini pula tercantum rencana kerja dan sistematika keja seluruh kegiatan 



5. Persiapan Pameran 
1. Menyiapkan dan memilih karya 
a. Langkah pengumpulan karya dilakukan dengan cara berikut. 
- Mencatat secara teliti setiap karya yang diserahkan, lalu mencantumkan:
- Judul karya ; 
- Nama pencipta atau pembuat karya ; 
- Jenis karya ; 
- Bentuk karya ;
- Bahan yang digunakan ; 
- Teknik pembuatan ; dan 
- Tanggal penyerahan. 
b. Menandai atau me nomori karya yang diterimanya sesuai nomor urut catatannya.
c. Apabila karya yang diterimanya itu sangat baik, tanyakanlah kedapa pembuatnya apakah   karya itu dijual atau tidak. Kalau dijual, beri tanda khusus pada tanda itu dan pada catatan nya ( Misalnya member tanda berupa kertas hijau ).
d. Sediakan tempat khusus untuk menyimpan seluruh karya. Tempat itu sebaiknya tidak lembab sehingga karya – karya yang disimpan di sana tidak rusak. 
e. Simpanlah semua karya itu dengan hati – hati agar tidak rusak dan tergores. 
f. Apabila seluruh karya telah terkumpul, salinla catatan yang telah dibuat itu ke dalam format lain untuk di perbanyak menjadi bentuk catalog pameran atau booxlate. Catalog atau booklate ini nanti dibagikan kepada pengunjung, sebagai pedoman dalam meningmati pameran karya seni rupa. 
g. Agar pameran dapat berlangsung dengan tepat dan sukses buat lah publikasi yang cukup dengan pembuat poster, plakat, dan sejenisnya. Jika diperlukan, lakukan pendekatan kepada perusahaan – perusahaan tertentu sebagai sponsor kegiatan. Jika ada, jangan lupa untuk menerakan logo perusahaan yang menjadi sponsor pameran pada poster dan catalog pameran. 

2. Menyiapkan Perlengkapan Pameran 
a. Ruang pameran Ruangan yang dapat digunakan dalam kegiatan pameran seni rupa di sekolah bias menggunakan aula atu ruangan kelas. Penataan ruang dapat dilakukan dengan menggunakan meja, panel, kursi. 
b. Meja Meja dapat digunakan untuk meja penerima tamu dan dapat juga pula digunakan sebagai dasar penyimpanan tiga karya domensial seperti patung atau barang kerajinan lainnya.
c. Buku Tamu Bukti tamu ( berisi: no,nama,alamat,/asal kelas/asal sekolah, dan tanda  tangan).dapat digunakan untuk mengetahui berapa orang yang mengunjungi pameran.
d. Buku Kesan dan Pesan Buku kesan dan pesan ( berisi : tanggal, tanggapan pribadi pengunjung, identitas seperlunya ) berguna sebagai masukan terhadap penyelenggaraan pameran.
e. Panel Berfungsi menempelkan karya seni dua dimensi seperti: lukisan, gambar, dan sebaginya. Panel juga dapat digunakan sebagai penyekat ruangan. 
f. Poster atau Brosur Media ini digunakan untuk menginfomasikan kegiatan pameran yang akan dilaksanakan. Dengan demikian sebelum pelaksanaan pameran dilakukan, poster dan brosur sudah digunakan sebagai media informasi. 
g. Katalog Berisi identitas seniman dan karya serta koratorial penyelenggaraan pameran, berfungsi sebagi penjelasan mengenai hal ikhwal seniman dan karya seni yang dipamerkannya.
h. Folder Berisi judul lukisan dan harga lukisan jika dijual membantu guide untuk menjelaskan kepada pengunjung pameran. 
i. Lampu Penerangan Lampu ini digunakan untuk memperjelas karya yang dipamerkan. Lampu ini dipasang di setiap papan pamer ( Panel ) atau plafon. Pemasangan lampu dan pemilihan jenis lampu untuk memperjelas karya sehingga lampu dan penetapannya harus diatur dan dipili sedimikian rupa agar tidak menyilaukan. 
j. Sound System Sound system digunakan dalam acar pembukaan, dan untuk diperdegarkan music insrumentalia berirama lembut selama pameran berlangsung yang berfungsi untuk mendukung suasana pameran sehingga pengunjung merasa lebih nyaman ketika mengapresiasi kaya yang dipamerkan.





Wednesday, August 10, 2016

Boneka dengan berbagai atribut

Boneka dengan bentuk makhluk hidup seperti manusia, tidak lepas dari atribut yang dikenakan. Tidak hanya baju tetapi juga aksesoris yang dikenakan. Atribut yang dikenakan mencerminkan informasi dari boneka tersebut misalnya dari mana asalnya, apa yang akan dia lakukan atau apa profesinya. Berikut adalah contoh-contoh boneka yang mengenakan berbagai atribut:
1. Boneka dengan atribut negara
Meksiko
Negara ini memiliki ciri khas topi berbentuk lingkaran dan memiliki kerucut pada bagian tengahnya. Biasanya warna khas yang sering tampak adalah warna cerah kuning, merah dan coklat. Perempuan menggunakan model baju sabrina menjadi ciri yang khas, pakaian dengan rok mengembang dan berlipat serta memiliki rambut ombak panjang dan diperlihatkan sebagai mahkota yang indah. Rambut ini biasanya diberi pengikat sesedikit mungkin untuk menunjukkan betapa indah rambut yang dimiliki. Boneka dengan ciri khas atribut tersebut sudah dapat dikenali bahwa sebagai identitas Meksiko.
India
Negara India memiliki pakaian khas tersendiri yaitu kain panjang yang dibalut-baut mengitari pinggang hingga kaki kemudian menjadi selempang pada pundak menjuntai ke bawah. Pakaian ini dipakai wanita, disebut dengan sari. Atribut yang dipakai orang India selain pakaian tradisional tersebut adalah aksesoris perhiasan seperti gelang tangan dan kaki, anting, dan hiasan rambut. Atribut yang paling menonjol pada boneka berstatus India adalah titik merah pada tengah antara kedua mata.
Belanda
Blanda merupakan negara Eropa yang sebagian besar menggunakan pakaian model rok mengembang, akan tetapi ada ciri khas yang berbeda yaitu yang menonjol pada topi segitiga yang digunakan oleh perempuan. Model rambut yang banyak terlihat adalah model kepang dua. Sesuai dengan warna benderanya, pakaian khas bernuansa biru laut.
China
Boneka dengan identitas China mudah dikenali dengan bentuk mata yang sipit dan warna kulit yang putih, tidak lupa juga dengan rambut yang berwarna hitam. Pada dasarnya bentuk fisik orang Cina memang seperti itu, akan tetapi atribut yang digunakan tidak begitu mencolok jika tidak menggunakan pakaian tradisional. Pakaian yang khas jaman dulu dari negara Chinapun sudah tidak digunakan lagi, yang ada adalah pakaian yang banyak digunakan pada masa peralihan modern. Model baju untuk wanita adalah baju terusan tidak memiliki lengan dan selalu memiliki belahan pada bagian bawahnya. Pada masa kini baju seperti ini masih banyak digunakan oleh orang-orang berkebangsaan China. Ciri khas lain adalah warna hoki yang digunakan adalah merah.


Hawai
Hawai sudah menjadi tempat terkenal untuk berlibur pantai, sehingga banyak orang tau bagaimana ciri khas Hawai. Boneka beratribut Hawai juga sudah ada dimana-mana berbagai negara. Boneka ini beratribut rok dengan bahan alami seperti rok orang pedalaman dengan bra dan tidak lupa gelang dan kalung bunga. Bunga seolah-olah menjadi atribut yang khas pada boneka Hawai.
Indonesia
Indonesia memiliki banyak sekali pakaian adat, sehingga tidak ada pakaian adat yang paling khas. Tidak banyak orang mengetahui bagaimana ciri khas orang dari negara ini karena Indonesia terdiri dari banyak kepulauan yang masing-masing memiliki baju adat yang berbeda-beda, sehingga boneka yang dapat dibuat untuk menunjukkan identitas dari negara ini hanyalah dari pakaian adatnya saja, itu pun tidak mencolok. Ini merupakan contoh pakaian adat dari Sumatera.
Jepang
Jepang, Kora dan China memiliki baju tradisional dengan bentuk kerah yang sama yaitu belahan V bertumpuk. Untuk negara Jepang, pakaian tradisionalnya memiliki pengikat pinggang yang lebih lebar dan besar. Pada bagian bawah juga memiliki ruang gerak kaki yang lebih sempit. Baju Kimono merupakan baju khas Jepang, sedangkan bunga sakura adalah bunga yang cukup populer di negara Jepang. Khasnya lagi adalah ketika boneka ini menggunakan sandal bakiak khas Jepang. Tidak hanya itu, atribut kipas dan bentuk sanggul khas Jepang juga menjadi atribut cukup mencolok. Macam-macam atribut tersebut pada masih banyak digunakan oleh masyarakat Jepang hingga masa kini dalam festival maupun acara-acara tertentu.
Skotlandia
Ciri khas dari Skotlandia adalah bajunya yang kotak-kotak ketika membawa alat musik bernama Bagpipe, dilengkapi juga dengan topi seniman di kepala. Orang dari negara ini juga biasa dengan rambut yang berwarna merah. Motif baju kotak-kotak adalah motif yang paling mencolok untuk menunjukkan identitas boneka dari Skotlandia.


2. Boneka dengan atribut kegiatan
Atribut boneka dengan pakaian yang dipakai saat kegiatan akan menunjukkan sedang apa boneka tersebut, apa yang sedang dilakukan. Boneka yang memiliki atribut kegiatan semacam ini biasanya digunakan dalam kegiatan mainan tertentu, akan tetapi tidak sedikit juga yang memaksakan untuk menggunakan boneka dengan atribut khusus pada permainan drama yang lain.
Atribut baju tidur
Atribut baju menari

Boneka dengan atribut kegiatan bisa juga menunjukkan profesi yang digeluti sehari-hari seperti boneka yang memakai baju dokter, guru, pegawa atau karyawan tertentu, dan lain sebagainya.
Atribut dokter
3. Boneka dengan atribut agama
Ada bermacam boneka yang memang bertema keagamaan atau hanya sekedar sebagai identitas agama saja. Boneka dengan atribut agama terdapat pada aksesoris maupun baju yang dikenakan.
Atribut kalung salib


Atribut baju muslim (jilbab)



Atribut baju muslim dengan cadar