Showing posts with label pengulangan. Show all posts
Showing posts with label pengulangan. Show all posts

Saturday, January 30, 2016

Pengertian Stereotipe

Stereotipe berasal dari bahasa latin yaitu stereot yang artinya kaku dan tipos yang artinya kesan. Dalam bahasa Inggris dikatakan “stereotype is image or idea of a particular type of person or thing that has become fixed through beingwidely held”, artinya stereotipe adalah suatu gambaran atau gagasan tentang suatu peribadi/suku tertentu atau barang tertentu dimana hal itu telah menjadi ketetapan/ketentuan yang dipegang/diyakini secara luas.
Menurut Wikipedia, Stereotipe adalah penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan. Sander Gilman dalam Wikipedia menekankan bahwa stereotipe secara definisi tidak pernah akurat, namun merupakan penonjolan ketakutan seseorang kepada orang lainnya, tanpa mempedulikan kenyataan yang sebenarnya.
Bayu, dkk (2009) mengatakan bahwa pengertian stereotipe adalah pandangan penilaian mengenai sifat-sifat dan watak pribadi suatu individu atau golongan lain yang bersifat subjektif, tidak tepat dan cenderung negatif karena tidak lengkapnya informasi yang didapatkan. Luciatridyana (2009) mengatakan bahwa stereotip tampaknya bersumber dari kecenderungan kita untuk melakukan kerja kognitif sedikit mungkin dalam berpikir mengenai orang lain.
Humaira (2011) menyebutkan bahwa stereotipe yaitu suatu pembenaran umum untuk menggambarankan profesi, kebangsaan, ras, dan agama dengan prasangka (penilaian tanpa melalui pengamatan). Stereotip ini sangat berpengaruh pada saat perkembangan awal anak-anak, sehingga sulit untuk di ubah apalagi dihilangkan. Menghilangkan kekreatifan berpikir bebas dengan gaya yang kita miliki dengan segala keunikannya. Setiap orang telah mempunyai cap di mata mereka dan akan berpikir sangat tidak fleksibel.
Broom dalam Silvagama (2010) menyatakan bahwa perilaku stereotipe yaitu pengulangan secara relatif kelangsungan gerakan tidak bervariasi dan tidak punya tujuan yang jelas. Santoso mengatakan bahwa Stereotype merupakan keyakinan tentang sifat-sifat pribadi yang dimilki orang dalam kelompok atau kategori sosial tertentu.
Nursalam (2007) Stereotipe kerap digunakan dalam pengertian negatif atau purba sangka dan cukup sering digunakan untuk menjustifikasi perilaku diskriminatif tertentu. Dalam bentuk yang lebih lunak, stereotipe dapat mengungkapkan kearifan masyarakat yang terkadang akurat mengenai sebuah realitas sosial. Stereotypes are ideas held about members of particular groups, based solely on membership in that group. They are often used in a negative or prejudicial sense and are frequently used to justify certain discriminatory behaviors. More benignly, they may express sometimes-accurate folk wisdom about social reality (Wikipedia, Free Encyclopaedia).

Banyak pengertian Stereotip di atas merupakan pengertian stereotip secara umum. Dalam kajian gambar seni rupa, stereotip memiliki arti lain, Menurut Oho, Garha (1980) stereotipe artinya pengulangan. Lebih sempit lagi, stereotipe disini perulangan dalam kajian gambar anak. Gambar stereotipe ialah gambar ungkapan ingatan secara berulang-ulang bentuk tertentu (Julie (2011).

Mengapa Stereotipe dalam anak kurang baik?

Stereotipe yang berarti pengulangan, dalam gambar anak dikatakan kurang baik. Pada dasarnya pengulangan gambar yang dilakukan untuk latihan melueskan gerakan tangan memang baik namun jika terlalu sering dilakukan akan berdampak tidak baik.
Gambar Stereotipe sebagai latihan
Menurut Oho, Garha (1980) yang memungkinkan terjadinya gejala stereotipe ini yaitu anak merasa bangga dan puas akan keberhasilannya, kemudian gambar itu diulang-ulang. Kemungkinan yang lain anak tidak mampu membuat bentuk gambar yang lain sehingga gambar diulang-ulang. Pada kemungkinan kedualah dampak negatif akan muncul.Ketidak mampuan untuk membuat gambar yang lain disiasati anak dengan membuat gambar yang sama.
Yangni, Stanislaus (2012) mengatakan bahwa umumnya stereotip sebagai suatu istilah berkonotasi negatif. Stereotip itu difungsikan sebagai strategi, atau mungkin, mekanisme pertahanan diri dalam menghadapi the Other. Pemunculan gambar yang sama oleh anak ini merupakan strategi dari anak yang digunakan agar gambarnya terlihat penuh dan dapat dianggap oleh orang dewasa/guru bahwa gambar miliknya sudah selesai dan benar.
Pemunculan gambar yang diulang-ulang kemungkinan karena anak tidak berani untuk mencoba membuat gambar yang dia pikir persepsi orang lain akan berbeda. Menurut Nursalam (2007) dalam definisi psikologi, stereotipe adalah citra mental yang kelewat sederhana mengenai sebuah realitas sosial, an over-simplified mental image of the social reality.Padahal sebenarnya jika anak berani untuk membuat gambar yang berbeda dari anggapan orang lain hal itu justru lebih unik dan menarik. Misalnya membuat awan tidak dengan bentuk yang terdiri atas lengkungan-lengkungan pendek yang melingkar namun berbentuk garis silinder yang meliuk-liuk. Walter Lippman dalam Bayu (2009) mengatakan stereotipe itu adalah pictures in our head. Stereotipe adalah persepsi yang dianut yang dilekatkan pada kelompok-kelompok atau orang-orang dengan gegabah yang mengabaikan keunikan-keunikan individual. Orientasinya pada gambar anak, kelompok-kelompok atau orang-orang itulah yang disebut dengan orang dewasa. Pemikiran anak tentang orang dewasa akan mencela akan selalu ada ketika anak tidak berani membuat gambar yang lain.
Keterbatasan bentuk ekspresi gambar anak yang terjadi melalui stereotipe, akan membatasi anak juga untuk berkomunikasi. Ekspresi merupakan salah satu bentuk komunikasi. Menurut Luciatridyana (2009) stereotip dapat menghambat atau mengganggu komunikasi itu sendiri. Dalam hal ini termasuk ketika anak sedang mengungkapkan bentuk komunikasinya yang terbatas. Apalagi pada usia dini yang bisa berdampak negatif nantinya. Luciatridyana juga mengatakan pada umumnya, stereotip bersifat negative. Stereotip tidak berbahaya sejauh yang disimpan di kepala, namun akan bahaya bila diaktifkan dalam hubungan manusia.
Banyaknya alasan anak dalam menggunakan gaya menggambar stereotipe dapat menghambat kreativitas anak. Apalagi pada masa pertumbuhannya. Jika stereotip ini terus menerus dilakukan maka anak tidak akan dapat berkembang dengan optimal. Yang bisa dilakukan anak hanya mengulang-ulang dan sulit untuk membuat hal baru yang inovatif.