Showing posts with label perasaan. Show all posts
Showing posts with label perasaan. Show all posts

Sunday, December 13, 2020

Perasaan Keindahan


Manusia memiliki kemampuan untuk merasakan dan mengindra segala sesuatu yang ada di sekitarnya, sehingga merasakan senang/gembira, takut, sedih, dan sebagainya.

1. Kontemplasi dan Ekstansi

Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dfan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Ekstansi bertujuan untuk merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Kontemplasi merupakan factor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi factor untuk merasakan, menikmati keindahan. Jika kedua unsur ini digabungkan akan tercipta penilaian yang indah. 

2. Nilai Ekstrinsik dan Nilai Intrinsik

Nilai estetika pada suatu karya seni dibedakan menjadi dua yaitu nilai subjektif dan nilai objektif. Namun penggolongannya dibedakan menjadi dua bagian yaitu:

a. Nilai ekstrinsik

Yaitu sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana pendukung untuk hal lain (instrument/contributory). Contohnya adalah bentuk puisi yang terdiri atas bahasa, diksi, dan baris yang saling mendukung satu sama lain.

b. Nilai intrinsik

Yaitu nilai yang dimiliki suatu benda dalam dirinya sendiri atau nilai yang melekat pada suatu benda atau makhluk. Contohnya pesan pada puisi yang ingin disampaikan pada pembaca melalui puisi itu sendiri.

3. Batasan tentang Keindahan

Karya seni tidak hanya terbatas pada wujud ungkapan atau ekspresi dari emosi. Meskipun tiap karya seni adalah wujud nyata dari suatu ungkapan ekspresi, tidak setiap ungkapan ekspresi pada karya seni memiliki arti keindahan. Ungkapan emosi merupakan ekspresi yang berasal dari naluri manusia, seperti berteriak marah, sedih yang berasal dari kesakitan dan luapan kegembiraan. Ungkapan emosi tersebut tidaklah termsuk dari wujud kesenian, dan bukan termasuk dalam estetika. Aktivitas kesenian adalah aktivitas yang sudah terkonsep dan disengaja berkaitan dengan mencipta, Menyusun, serta  berhubungan dengan kebudayaan.



Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.


Saturday, January 30, 2016

Penyaluran ekspresi anak melalui gambar

Pada usia awal sekolah seperti di TK, perasaan keindahan (estetika) anak belum nampak jelas kelihatan. Perasaan keindahan merupakan perasaan yang timbul ketika individu menghayati sesuatu yang ada hubungannya dengan indah atau buruk (lihat Zulkifli, 1993). Untuk menentukan hal ini diperlukan pengukur yang disebut “cita rasa”. Namun ketika belum dewasa anak hanya menirukan pendapat orang dewasa saja tentang sesuatu itu indah atau tidak. Oleh karena itu, peran orangtua sangat penting diperlukan pada masa perkembangan anak di usia TK, sebab perkembangan “perasaan keindahan” sangat dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan faktor lingkungan. Orangtua yang ingin meningkatkan potensi anak dalam menggambar perlu memberikan peluang dan dorongan kepada anak agar kemampuannya tersalurkan. Terlebih lagi pada usia perkembangan anak pada masa TK yang ingin mengungkapkan berbagai ekspresi sehari-hari sebagai penemuan hal baru, perhatian orangtua sangat penting untuk menunjang karya seni gambar anak sebagai ekspresi. Untuk meningkatkan potensi seni gambar ini, pemberikan sebanyak mungkin rangsangan dan kesempatan untuk membebaskan anak dalam berekspresi sangat diperlukan. Hal-hal yang perlu dilakukan oleh orang tua menurut Reni Akbar dan Hawadi (2006) untuk merangsang ekspresi anak melalui gambar yaitu sebagai berikut:
  1. Membawa anak ke tempat yang kaya akan pamandangan.
  2. Menyediakan peralatan seperti kertas gambar, pensil, spidol, cat, crayon, serta material lain untuk menggambar.
  3. Menyediakan tempat khusus untuk memajang hasil karya anak.
  1. Memberi komentar yang positif pada warna, komposisi, penggunaan ruang, tekstur, keseimbangan dan kontras dan menghindari komentar yang bersifat umum.
  2. Mengajak anak ke musium seni dan membiarkan anak memilih tempat yang disukai, mendorong anak untuk mengevaluasi hal-hal yang dilihat.
Pada penjelasan di atas, upaya mendorong kreativitas anak dalam berekspresi melalui seni gambar sangat ditekankan. Dengan melalui pengenalan lingkungan seni gambar, anak akan mendapatkan rangsangan yang cukup. Hal ini sejalan dengan pendapat dari Ahmad Rofiq (2008) bahwa untuk menumbuhkan kreativitas anak, orangtua atau guru dapat mengakrabkan anak dengan dunia seni. Ketika jiwa seni anak cukup tinggi, mereka bisa mengapresiasi seni, menyukai seni, dan umumnya lebih cerdas secara emosi. Mengajak anak-anak mengunjungi pameran kesenian, seperti pameran lukisan, juga dapat menambah minat anak-anak terhadap seni. Kristyn Crow menjelaskan pula bagaiamana cara merangsang anak untuk mengekspresikan diri anak melalui gambar atau lukis :
Berkesenian merupakan kegiatan yang baik untuk anak-anak non-verbal atau mereka yang memiliki kesulitan dengan bahasa tertulis. Membelikan bahan-bahan seni untuk anak, seperti bantalan sketsa dan krayon, atau cat cat air. Untuk membicarakan tentang warna dan suasana hati, dengan cara menanyakan kepada anak ketika anak merasa marah, warna apa yang ia gunakan. Ketika anak mengantuk, dengan warna apa anak mengungkapkan. Ketika anak benar-benar takut, apa jenis binatang yang ada dalam gambarannya. Kemudian meminta kepada anak untuk memilih warna yang ia rasakan sekarang. Kemudian membiarkan anak melukis gambar abstrak atau sederhana yang menunjukkan bagaimana perasaan anak. Selanjutnya, membiarkan anak berpikir tentang hal-hal yang membuat anak marah atau sedih. Jika "gila" adalah rakasa, akan terlihat seperti apa anak tersebut. Membiarkan anak memiliki kebebasan penuh untuk menggambar apapun emosinya akan membimbingnya untuk membuat membuta gambar sesuai ekspresinya.

Setelah orangtua melakukan berbagai kegiatan untuk merangsang kegiatan anak dalam bidang seni gambar, maka daya tarik anak akan timbul. Imajinasi anak yang ditransformasikan dalam coretan-coretan merupakan coretan-coretan yang penuh makna dan arti. Goresan crayon atau celupan kuas dan sapuan di atas kertas serta efeknya yang datang dalam sekejap akan menimbulkan minat anak untuk bereksperimen dengan berbagai warna. Selain itu anak juga akan melihat pengaruh dari gerakan serta perubahan kombinasi warna, kemudian anak akan mengulangi hal itu kembali (Prasetyono 2008: 107). Namun, perlu diketahui bahwa penyaluran ekspresi anak dalam seni rupa khususnya seni gambar bukan menjamin anak-anak akan menjadi seniman besar nantinya. Pada intinya ekspresi merupakan wujud dari kebebasan anak. Wahyuti mengatakan bahwa keberhasilan dari kegiatan berkesenian untuk anak TK bukanlah dilihat dari keindahan hasil karya yang dihasilkan anak-anak tetapi lebih diutamakan pada proses berkreasi yang memberikan kebebasan berekspresi dengan cara yang menyenangkan sesuai dengan karakteristik kepribadian masing-masing anak.

Seni Rupa

Seni merupakan salah satu unsur kebudayaan yang tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan budaya manusia selaku penggubah dan penikmat seni. Melalui seni manusia dapat memperoleh kenikmatan sebagai akibat dari refleksi perasaan terhadap stimulus yang diterima. Kenikmatan yang dirasakan bukanlah kenikmatan fisik, melainkan kenikmatan batiniyah yang muncul bila kita menangkap dan merasakan simbol-simbol estetika dari penggubah seni itu sendiri.
Susanto (2003: 101) menyatakan bahwa seni adalah kesanggupan akal manusia baik berupa kegiatan rohani maupun fisik untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai artistik (luar biasa), menggugah perasaan orang lain. Sedangkan Menurut Wartono (1987: 7) seni merupakan bentuk penghalusan dari perasaan yang ingin diungkapkan oleh penciptanya. Hal yang sama juga dinyatakan oleh Bastomi (2003: 34) bahwa seni adalah pernyataan batin pencipta, seni sebagai ungkapan batin yang dinyatakan dalam bentuk rupa, gerak, suara, atau bentuk-bentuk lain yang mempesonakan pencipta sendiri atau orang lain yang menerima.
Bedasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa seni adalah perwujudan perasaan manusia yang diekspresikan secara sadar dengan mempergunakan medium sebagai simbol dan melahirkan hasil karya yang bernilai estetika dan bermakna.
Seni rupa adalah salah satu bagian dari seni yang ada di masyarakat. Seni rupa merupakan seni yang dapat dinikmati dengan indera penglihatan, yang unsur-unsurnya meliputi garis, raut, warna, tekstur, volume, dan ruang (Yudoseputra, 1993: 38). Bastomi (1985: 25) menambahkan pula bahwa seni rupa merupakan cabang seni yang dalam penikmatanya melalui indera mata, sebab seni rupa adalah seni yang manifestasinya kasat mata. Selain cara penikmatanya melalui dilihat, seni rupa juga dapat dinikamati dengan cara meraba wujud dan bentuknya. Sedangkan menurut Soedarso (1976: 8) seni rupa adalah cabang seni yang mengekspresikan pengalaman artistik manusia, lewat objek-objek dua dimensi dan tiga dimensi yang memakan tempat dan tahan akan waktu.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seni rupa merupakan karya seni yang disampaikan melalui objek dua dimensi dan tiga dimensi serta cara menikmatinya melalui dilihat dan diraba, wujud dan bentuknya sehingga penikmat bisa merasakan keindahannya. Perwujudan perasaan seseorang yang diekspresikan membentuk simbol yang hanya dapat dirasakan melalui indra penglihatan. Pengungkapan perasaan atau gagasan yang estetik dan bermakna itu diwujudkan melalui unsur titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur dan gelap terang, dan sekaligus menunjukkan unsur-unsur dari seni rupa.