Showing posts with label bahasa. Show all posts
Showing posts with label bahasa. Show all posts

Tuesday, July 21, 2020

Unsur-unsur Budaya

Para ahli antropologi membagi unsur kebudayaan ke dalam sepuluh unsur yakni teknologi, keluarga, system ekonomi, kekuasaan politik, system norma, alat dan lembaga pendidikan, serta organisasi kekuasaan. Sementara itu seorang ahli bernama C.Kluckhohn membagi unsur kebudayaan menjadi tujuh yaitu:

1. Sistem kepercayaan/Religi
Sebelum berkembangnya agama, system kepercayaan erat kaitannya dengan hal yang bersifat transenden atau diluar kuasa manusia seperti dewa-dewa atau roh nenek moyang. Masyarakat yang menganut suatu system kepercayaan terikat pada aturan yang ada dalam system kepercayaan tersebut. Diyakini pelanggaran terhadap aturan tersebut akan membawa kemalangan baik bagi dirinya maupun anggota masyarakat lainnya.
Semakin banyak jumlah masyarakat yang menganut suatu system kepercayaan di suatu daerah maka semakain identic pula daerah tersebut dengan system kepercayaan yang bersangkutan. Contoh mayoritas masyarakat di Bali menganut agama Hindu maka pulau Bali identik dengan agaa Hindu.

2. Sistem pengetahuan
Suatu masyarakat umumnya memiliki system pengetahuan yang disepakati dan dipahami oleh setiap anggota masyarakat. Contohnya system pengetahuan yang dikenal di berbagai belahan dunia yaitu waktu dan system kalender. Sistem kalender yang digunakan di dunia adalah kalender Masehi dan Hijriah. 

3. Sistem teknologi
Secara sederhana teknologi dapat dimaknai sebagai penemuan yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan manusia. Teknologi berkembang sesuai perkembangan zaman. Semakin canggih teknologi semakin baik pula hasil pekerjaan yang diperoleh. Pada zaman batu manusia menggunakan batu, pada zaman perunggu manusia menggunakan perunggu untuk membuat perkakas rumah tangga, pada zaman modern teknologi semakin  maju di masa Reinaisans, pada masa sekarang berubah lagi menjadi era digital. Perkembangan teknologi turut membawa perubahan bagi masyarakat. Teknologi yang semakin maju membuat manusia tidak lagi harus bekerja keras untuk mencapai suatu tujuan.

4. Sistem kemasyarakatan
Ssitem kemasyarakatan yang dianut masyarakat berkitan erat dengan system religi, latar belakang kesukuan, derajat dan tempat tinggal. Berdasarkan derajat dalam masyarakat dibedakan menggunakan system kasta. Kasta tertinggi untuk pemuka agama dan bangsawan. Kasta terendah untuk rakyat jelata. Berdasarkan profesi masyarakat dibedakan menjadi pemilik modal dan pekerja. Berdasarkan tempat tinggal dibedakan tingkatan wilayah RT, RW, kelurahan, kecamatan, kabupaten atau kotamsdya, dan provinsi.
Di Indonesia system kemayarakatan yang banyak dipakai adalah system paguyuban yang mengubungkan kesamaan lata belakang keluarga, suku bangsa dan tempat tinggal, sedangkan system patembayan mengubungan kesamaan kepentingan misalnya hubungan antara pegawai dan dan pemimpin di tempat kerja.

5. Sistem ekonomi
Sistem ekonomi yang disepakati masyarakat pada zaman dulu adalah barter atau tukar menukar barang. Setelah ada mata uang kini transaksi dapat menggunakan jasa perbankan, seperti transfer, cek dan giro. Sistem eknomi tidak hanya berkisar pada mata yang saja tetapi juga pada pasar. Dahulu jual beli harus bertatap muka, kini dapat dilakukan dengan media elektronik maupun internet.

6. Bahasa
Bahasa dapat disebut sebagai kunci kebudayaan karena menjadi alat komunikasi paling esensial bagi manusia. Bahasa yang digunakan dalam suatu komunitas harus dipahami oleh anggota komunitas tersebut. Sebelum adanya aksara, manusia berkomunikasi dengan bahasa simbol baik suara, gambar, maupun gerakan tubuh. Setiap bahasa menjadi identitas suatu masyarakat.

7. Kesenian
Bentuk-bentuk kesenian berkembang di masyarakat sangat beragam mulai dari seni rupa, seni arsitektur, seni music, seni tari, hingga seni pertunjukan. Setiap bentuk yang lahir di masyarakat mencerminkan ciri khas masyarakat dan menambah keragaman budaya di suatu tempat tertentu.

Sumber : Sugiyanto. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Wednesday, March 25, 2020

Kebudayaan: Unsur-unsur kebudayaan

Mempelajari unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah kebudayaan sangat penting untuk memahami beberapa unsur kebudayaan manusia. Kluckhon dalam bukunya yang berjudul Universal Categories of Culture membagi kebudayaan yang ditemukan pada semua bangsa di dunia dari sistem kebudayaan yang sederhana seperti masyarakat pedesaan hingga sistem kebudayaan yang kompleks seperti masyarakat perkotaan. Kluckhon membagi sistem kebudayaan menjadi tujuh unsur kebudayaan universal atau disebut dengan kultural universal.

Menurut Koentjaraningrat, istilah universal menunjukkan bahwa unsur-unsur kebudayaan bersifat universal dan dapat ditemukan di dalam kebudayaan semua bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut adalah bahasa, sistem pengetahuan, sistem organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup, sistem religi, serta kesenian.

Berikut ini akan diuraikan setiap unsur kultural universal.
1. Sistem Bahasa
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing, kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam analisa kebudayaan manusia.

2. Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Namun, yang menjadi kajian dalam antropologi adalah bagaimana pengetahuan manusia digunakan untuk mempertahankan hidupnya. Misalnya, masyarakat biasanya memiliki pengetahuan akan astronomi tradisional, yakni perhitungan hari berdasarkan atas bulan atau benda-benda langit yang dianggap memberikan tandatanda bagi kehidupan manusia.
Masyarakat pedesaan yang hidup dari bertani akan memiliki sistem kalender pertanian tradisional yang disebut sistem pranatamangsa yang sejak dahulu telah digunakan oleh nenek moyang untuk menjalankan aktivitas pertaniannya. Menurut Marsono pranatamangsa dalam masyarakat Jawa sudah digunakan sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu. Sistem pranatamangsa digunakan untuk menentukan kaitan antara tingkat curah hujan dengan kemarau. Melalui sistem ini para petani akan mengetahui kapan saat mulai mengolah tanah, saat menanam, dan saat memanen  hasil pertaniannya karena semua aktivitas pertaniannya didasarkan pada siklus peristiwa alam.

3. Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi sosial merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatan-tingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi sosial dalam kehidupannya.
Kekerabatan berkaitan dengan pengertian tentang perkawinan dalam suatu masyarakat karena perkawinan merupakan inti atau dasar pembentukan suatu komunitas atau organisasi sosial. Perkawinan diartikan sebagai penyatuan dua orang yang berbeda jenis kelamin untuk membagi sebagian besar hidup mereka bersamasama. Namun, definisi perkawinan tersebut bisa diperluas karena aktivitas tersebut mengandung berbagai unsur yang melibatkan kerabat luasnya.

4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana. Dengan demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan fisik.
Menurut Koentjaraningrat, pada masyarakat tradisional terdapat delapan macam sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik yang digunakan oleh kelompok manusia yang hidup berpindah-pindah atau masyarakat pertanian, antara lain sebagai berikut. Alat-Alat Produktif,  Senjata Wadah, Alat-Alat Menyalakan Api Makanan, Minuman, Bahan Pembangkit Gairah, dan Jamu-jamuan, Pakaian dan Tempat Perhiasan, Tempat Berlindung dan Perumahan, Alat-Alat Transportasi.

5. Sistem Ekonomi/Mata Pencaharian Hidup
Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain
a. berburu dan meramu;
b. beternak;
c. bercocok tanam di ladang;
d. menangkap ikan;
e. bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.
Lima sistem mata pencaharian tersebut merupakan jenis mata pencaharian manusia yang paling tua dan dilakukan oleh sebagian besar masyarakat pada masa lampau dan pada saat ini banyakmasyarakat yang beralih ke mata pencaharian lain. Mata pencaharian meramu pada saat ini sudah lama ditinggalkan karena terbatasnyasumber daya alam karena semakin banyaknya jumlah penduduk.

6. Sistem Religi
Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut. Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan mereka masih primitif. 
Kajian antropologi dalam memahami unsur religi sebagai kebudayaan manusia tidak dapat dipisahkan dari religious emotion atau emosi keagamaan. Emosi keagamaan adalah perasaan dalam diri manusia yang mendorongnya melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religius. Emosi keagamaan ini pula yang memunculkan konsepsi benda-benda yang dianggap sakral dan profan dalam kehidupan manusia.
Salah satu unsur religi adalah aktivitas keagamaan di mana terdapat beberapa aspek yang penting untuk dilakukan dalam aktivitas tersebut. Unsur tersebut, antara lain sebagai berikut.
a. Tempat dilakukannya upacara keagamaan, seperti candi, pura, kuil, surau, masjid, gereja, wihara atau tempat-tempat lain yang dianggap suci oleh umat beragama.
b. Waktu dilakukannya upacara keagamaan, yaitu hari-hari yang dianggap keramat atau suci atau melaksanakan hari yang memang telah ditentukan untuk melaksanakan acara religi tersebut.
c. Benda-benda dan alat-alat yang digunakan dalam upacara keagamaan, yaitu patung-patung, alat bunyi-bunyian, kalung sesaji, tasbih, dan rosario.
d. Orang yang memimpin suatu upacara keagamaan, yaitu orang yang dianggap memiliki kekuatan religi yang lebih tinggi dibandingkan anggota kelompok keagamaan lainnya.   Misalnya, ustad, pastor, dan biksu. Dalam masyarakat yang tingkatreliginya masih relatif sederhana pemimpin keagamaan adalah dukun, saman atau tetua adat.

7. Kesenian
Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknikteknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu masyarakat.
Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional adalah wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern adalah film, lagu, dan koreografi.

Friday, May 18, 2018

Menggambar Komik


Pengertian Komik
Komik merupakan kumpulan gambar-gambar yang disusun dan diberi keterangan teks sehingga membentuk jalinan cerita.
Komik biasanya dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam media cetak maupun media online.

Ciri-ciri komik
1) Komik hadir untuk menyampaikan cerita melalui gambar dan bahasa
Dalam gambar komik tentu saja ada sebuah cerita, cerita panjang maupun singkat selalu ada cerita. Bahasa yang digunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh publik. Biasanya ada komik terjemahan yang sudah dirubah bahasanya sesuai sasaran publik. Jika ada kosa kata yang tidak dimengerti akan diberi keterangan pada bawah halaman.
2) Bahasa percakapan
Meskipun misalnya ada narasi cerita dalam komik pasti ada dialog dari tokoh dimana isi dialognya adalah percakapan secara langsung yang diucapkan oleh tokoh ke tokoh lainnya dalam cerita tersebut. Jumah kata dan dialog yang ada dalam komik tidak ditentukan seberapa banyaknya.
3) Penggambaran watak
Watak dalam komik yang panjang akan sangat terlihat dari bahasa dan dialog yang digunakan, selain itu melalui penampilan yang terlihat dari penampakan wajah hingga pakaian yang dikenakan juga dapat menggambarkan watak tokoh tersebut. Mungkin setiap gambar tokoh memang berbeda-beda, tetapi di dalam gambar komik akan sangat menonjol sehingga pembaca dapat langsung menangkap karakter yang dimiliki tokoh.

Jenis-jenis komik dapat dibedakan berdasarkan beberapa hal berikut ini:

1. Komik Strip
2. Komik Buku
3. Komik Humor dan Petualangan
4. Komik Biografi dan komik Ilmiah

b) Berdasarkan jenis cerita:
1. Komik Edukasi
2. Komik Promosi
3. Komik Wayang
4. Komik Silat

Ada juga jenis komik lainnya selain berdasarkan jenis tersebut:
1. Komik Kartun/ Karikatur
2. Komik Potongan
3. Komik Tahunan
4. Komik Online (Web Online)
5. Buku Komik

Membuat komik dapat dilakukan dengan cara manual maupun menggunakan komputer.
Langkah-langkah membuat komik denan cara manual:
Sebelum memulai selalu saja mencari ide/gagasan cerita serta persiapan alat dan bahan.
1. Membuat Plot
2. Membuat Draft dengan pensil
3. Membuat Outline Gambar
4. Menghaous Draft pensil
5. Membuat Detil Gambar
6. Melakukan koreksi
7. Menambbahkan Screen tone
8. Menambahkan Dialog

Pada dasarnya membuat langkah membuat komik menggunakan komputer sama dengan membuat komik secara manual hanya saja pelaksanaannya menggunakan peralatan yang berbeda. Langkah-langkah membuat komik menggunakan komputer:
1. Membuat sket gambar
2. Men-scan gambar
3. Membuka program komputer pengolah gambar (corel draw, photoshop, dll)
4. Mewarnai gambar
5. Memberi tulisan dialog
6. Pewarnaan menggunakan komputer



Saturday, January 30, 2016

Gambar sebagai Media Ekspresi Anak TK

Masa Taman Kanak-Kanak merupakan masa dimana anak sedang dalam tahap perkembangan. Pada masa ini terjadi awal perkembangan pengamatan anak terhadap bentuk dan warna, penerimaan atas hal-hal baru mucul, serta bentuk-bentuk ekspresi anak mulai ada. Agar anak mampu dengan mudah mengungkapkan ekspresi yang bermacam-macam, maka dengan media gambarlah yang sesuai dengan usia anak. Selain itu menggambar akan membantu anak dalam berkreativitas kesenirupaan.
Perkembangan anak pada usia TK banyak dipengaruhi oleh fantasi dan imajinasi. Pada masa ini gambaran anak masih sederhana namun emosinya sudah meluap-luap, maka untuk mengekspresikan hal tersebut perlu adanya bahasa. Bahasa di sini yang sederhana adalah bahasa simbol melalui gambar menggambar. Untuk menceritakan keseharian, anak menggunakan gambar sebagai media berekspresi. Namun, orangtua perlu mensiasati agar kemampuan anak dalam bidang gambar berkembang dengan baik, yaitu dengan cara bercerita dengan gambar. Melihat banyak gambar akan merangsang anak untuk tertarik dengan gambar. Selain itu, orangtua juga perlu memberikan peluang bagaimana memberi kebebasan berekspresi terhadap anak sebagai media pengungkapan anak. Dengan membiasakan anak terhadap alat-alat gambar dan merangsang kemampuan anak untuk berkembang dalam bidang gambar, akan meningkatkan potensi anak dalam bidang menggambar.
Anak-anak pada masa prasekolah seperti TK sangat menyukai kegiatan bermain. Tidaklah benar jika orangtua terlalu memaksakan anak dalam kemampupan bidang akademik senipun tidak kalah jauh bermanfaat bagi perkembangan anak. Oleh karena itu, perhatian orangtua dalam perihal nonakademik seperti seni rupa khususnya menggambar perlu diperhatikan. Lingkungan dan keluarga sebaiknya perlu mendukung untuk perkembangan potensi anak dalam bidang menggambar. Orangtua perlu mengarahkan anak dalam media berekspresi pada seni gambar agar anak memiliki kegiatan yang positif sebagai bentuk ekspresi anak. Sebaiknya orangtua memberikan perhatian yang lebih kepada anak, ketika anak membuat karya seni gambar. Sebab, gambar anak-anak bagi anak-anak merupakan gambar yang sangat berarti. Penghargaan dan pujian serta peningkatan pengetahuan tentang seni menggambar akan meningkatkan potensi dimiliki anak.

Gambar sebagai Bahasa Ekspresi Anak

Ketika manusia belum mengenal huruf sebagai alat kebahasaan, manusia menggunakan gambar sebagai alat komunikasi tertulis. Gambar merupakan salah satu jenis karya seni yang telah diketahui dan dibuat oleh manusia semenjak jaman purba kala (http://www.anneahira.com/gambar-seni.htm). Tak jauh berbeda dengan anak, sebelum anak pandai dalam berbahasa tertulis, gambar menjadi bahasa anak yang lebih gampang dikuasai. Pada masa TK, gambar menjadi media pengungkapan anak. Dalam Wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Gambar) dijelaskan bahwa gambar adalah benda buatan manusia, biasanya dua dimensi, yang mempunyai kemiripan dengan suatu obyek, biasanya obyek-obyek fisik atau manusia.
Untuk menyatakan ekspresi, anak memerlukan bahasa, dalam hal ini simbol merupakan salah satu bentuk bahasa yang dapat dibuat dalam bentuk gambar. W.Wundt (dalam Zulkifli, 1993: 38), seorang ahli Jerman, mengatakan bahwa bahasa berfungsi sebagai alat ekspresi, sedangkan John Dewey, seorang pendidik bangsa Amerika, mengatakan bahwa bahasa berfungsi sebagai alat penghubung sosial yang sangat dibutuhkan dalam pergaulan, untuk merapatkan hubungan seseorang dengan orang lain. Sehingga bahasa ekspresi sangatlah penting untuk berkomunikasi secara tidak langsung oleh anak terhadap orang tua, maupun terhadap orang lain. Gambar dapat membantu anak dalam hal ini, gambar dapat digunakan untuk mengutarakan. Meskipun anak tidak bertujuan langsung ingin mengatakan hal pada orang lain melalui gambar namun melalui gambar tersebut anak dapat mengungkapkan apa yang ia rasakan dan apa yang sedang ia pikirkan.

Dalam bukunya “Psikologi Perkembangan Anak”, Reni Akbar dan Hawadi (2006) menjelaskan bahwa masa kanak-kanak awal merupakan masa dimana anak sudah mulai ingin menunjukkan kebebasannya sebagai individu. Perkembangan anak pada usia 5-6 tahun diharapkan bisa terampil menggunting, menggoreskan pensil atau crayon, melipat kertas, membentuk dari lilin serta mengecat gambar dalam pola tertentu. Dalam hal ini berkaitan dengan kemampuan anak yang harus dimiliki dalam bidang seni gambar, artinya pada masa kanak-kanak awal anak diharapkan sudah bisa berseni gambar. Sebab, melalui gambar paling tidak anak bisa mengkomunikasikan perasaannya selain dengan pengungkapan ekspresi bahasa tulisan atau lisan.