Showing posts with label konsep keindahan. Show all posts
Showing posts with label konsep keindahan. Show all posts

Monday, December 21, 2020

Konsep Keindahan Seni Rupa Timur Tengah

Konsep keindahan yang dianut oleh negara-negara di Timur Tengah, seperti Persia, sangat terpengaruh oleh ajaran Islam yang berkembang dan berpengaruh luas di kawasan itu. Pandangan-pandangan tentang keindahan banyak terinspirasi dari sumber agama tersebut. Sebagai contoh, ajaran Islam sangat melarang penggambaran makhluk hidup. Sementara itu, berkembang pula anggapan bahwa seni yang baik dan indah adalah seni yang sejalan dengan ajaran Islam.

 

Gambar 7.4 Pengaruh ajaran Islam yang tecermin dalam bentuk arsitektl bangunan di Timur Tengah.

Oleh karena itu, bentuk seni yang terlahir dan berkembang adalah karya berupa ornamen atau arabeska. Pembatasan diri agar jangan menciptakan gambaran makhluk hidup secara realistis akhirnya menghasilkan kreativitas dimensi estetis. Yang unik, yakni bersifat simbolik dan nonnaturalis. Contoh karya seni yang muncul dari kondisi tersebut adalah kaligrafi, ornament-ornamen geometris, arsitektur masjid, dan motif stilasi berbentuk tumbuh-tumbuhan pada permadani.

Salah satu tokoh Islam terkenalı AI-Ghazali, banyak mengemukakan pendapat terkait masalah keindahan. Menurut Al-Ghazali, segala sesuatu yang bentuk dan sifatnya indah akan dicintai karena keindahan membawa kesenangan dan kebahagiaan. Berdasarkan pendapat tersebut, tampak bahwa konsep keindahan senantiasa seiring dengan kesempurnaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konsep keindahan di Timur Tengah adalah sesuatu hal yang menghasilkan kesempurnaan. 



Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Wednesday, March 25, 2020

Konsep Keindahan Seni Rupa (rangkuman singkat)

Pada umumnya konsep keindahan seni rupa di dunia dibagi  menjadi dua yaitu konsep keindahan seni rupa barat dan konsep keindahan seni rupa timur.
Ciri konsep keindahan seni rupa barat : seni lukis yang memanjakan mata
Ciri konsep keindahan seni rupa timur: 
Seni lukis memanjakan sisi spiritual dan pemikiran
Karya seni mengungkapkan hal esensial/ hal pokok
Lebih mengutamakan nilai spiritual dan religius
Keindahan berusaha diselaraskan denga kehidupan alam semensta
Ekspresi atau emosi lebih teraktualisasi lewat pembentukan
Bentuk seni dekoratif, pewarnaan tanpa pencahayaan, subjek/figure terlihat datar
Seni merupakan produk budaya masyarakat yang bersifat komunal

Keindahan seni rupa timur dibagi lagi menjadi beberapa konsep yaitu sebagai berikut:

KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA 
TIONGKOK, memiliki ciri:
Menitik beratkan pada ajaran Tao.
Menciptakan karya seni yang harus mengungkapkan roh, karakter, atau watak.
Karya yang diciptakan mengutamakan sisi dan pengalaman spiritual yang akan diperoleh.
Mengesampingkan bentuk dan warna yang semarak.
Penggunaan warna dalam lukisan tidak bersifat fugsional tetapi bersifat simbolisme.
Karya seni mengutamakan esensi.
Contoh: Lukisan Tiongkok Kuno.

KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA 
MESIR DAN MESOPOTAMIA, memiliki ciri:
Dipengaruhi oleh hal-hal bersifat transenden atau di luar kuasa manusia.
Lukisan dibuat  dengan tujuan ritual dan keagamaan.
Lukisan dibuat bukan untuk keindahan semata.
Lukisan lebih banyak bersubjek figur-figur manusia.
Subjek berbentuk dekoratif, warna cerah, tidak menggunakan perspektif, tidak ada gelap terang / bayangan.
Contoh: Piramida Giza, patung Anubis, Zigurat.
Contoh: lukisan dalam kertas papyrus.

KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA 
INDIA, memiliki ciri:
Kehidupan manusia harus selaras/ berjalan secara harmoni dengan alam sekitarnya
Jenis karya seni ramah dan tidak merusak alam.
Karya seni banyak mengadaptasi simbol-simbol dari agama Hindu dan Buddha.
Keindahan berkaitan erat dengan konsep ketuhanan dan religi.
Mempercayai segala sesuatu yang ada di dunia adalah fana atau tidak kekal.
Karya seni bersifat sederhana atau tidak terlalu rumit.
Contoh: pahatan patung gajah menunjukkan harmoni antara kehidupan manusia dan alam sekitarnya.

KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA 
TIMUR TENGAH, memiliki ciri:
Melarang penggambaran makhluk hidup.
Seni yang baik dan indah adalah yang sejalan dengan ajaran Islam.
Karya seni berupa ornament atau arabseka.
Sesuatu yang bentuk dan sifatnya indah akan dicintai.
Keindahan membawa kesenangan dan kebahagiaan.
Konsep keindahan adalah sesuatu yang menghasilkan kesempurnaan.
Contoh: kaligrafi, ornamen-ornamen geometris, arsitektur masjid, motif stilasi tumbuhan pada permadani.

KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA 
INDONESIA, memiliki ciri:
Karya seni di masa lampau sarat dengan nilai spiritual dan religi.
Menitik beratkan pada hubungan antara manusia dan alam sekitarnya.
Banyak memasukkan simbol alam.
Media yang digunakan berasal dari alam seperti kayu atau batu.
Bentuk karya seni rupa bersifat komunal.
Hasil karya banyak yang mencantumkan daerah asal.
Contoh: candi, arca, wayang, dll

Wednesday, May 15, 2019

KEINDAHAN


Pengertian Keindahan
Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan identik dengan kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah. Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Keindahan dapat dilihat dalam arti yang luas, keindahan dalam estetis murni, dan keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan. Keindahan dalam arti luas meliputi keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral dan keindahan intelektual. Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubugannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya.  Keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan yakni berupa keindahan dari bentuk dan warna

Hubungan antara Manusia dan Keindahan
Manusia dan keindahan memang tak bisa dipisahkan sehingga kia perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya dapat menjadi bagian dari suatu kebudayaan yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.

Hakikat dari Keindahan
Keindahan adalah susunan kualitas atau pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal kulitas yang paling disebut adalah kesatuan (unity) keselarasan (harmony) kesetangkupan (symmetry) keseimbangan (balance) dan pertentangan (contrast).
Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia. Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Keindahan dalam arti luas, menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
2. Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna

 Keindahan identik dengan kebenaran, keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah yang tidak mengandung kebenaran tidak indah.
 Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :
1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal.    Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar.
2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.

 Teori estetika keindahan menurut Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1.   Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu bersifat subjektif adanya,  yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri.
2. Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan bersifat objektif adanya, yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek.
3.  Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif, artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi.




SIFAT-SIFAT KEINDAHAN

1. Keindahan itu kebenaran
Kebenaran itu artinya bukan tiruan.  Oleh karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah karena dasarnya tidak indah
2. Keindahan itu abadi
Abadi artinya tidak pernah dilupakan tidak pernah hilang.  Karya musik Bethoven tidak pernah dilupakan orang karena indah
3. Keindahan mempunyai daya tarik
Daya tarik artinya memikat perhatian orang, menyenangkan dan tidak membosankan
4. Keindahan itu wajar
Wajar itu artinya tidak berlebihan dan tidak pula kurang atau menurut apa adanya.  Misalnya foto berwarna yang dicetak lebih indah dari aslinya, justru tidak indah karena berlebihan
5. Keindahan itu kenikmatan
Kenikmatan itu artinya kesenangan yang memberikan kesenangan
6. Keindahan itu kebiasaan
Kebiasaan itu artinya dilakukan berulang-ulang.  Yang tidak biasa menjadi biasa karena dilakukan berulang-ulang

Cara untuk mengetahui keindahan
1. Renungan
Renungan berasal dari kata renungan, merenung artinya dengan diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung.
Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sarna lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.
2. Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi-serasi dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai atau kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran dan seimbang.
Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. Karena itu sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada suatuhal.
3.Kehalusan
Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-sifat yang halus.
Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang emosi, bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.
4. Kontemplasi
Suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, dan tujuan, atau niat hasil penciptaan.