Showing posts with label Lowenveld. Show all posts
Showing posts with label Lowenveld. Show all posts

Saturday, January 30, 2016

Penggolongan gambar anak berdasarkan Tipologi

Penggolongan yang didasarkan atas corak tabiat anak disebut dengan tipologi anak. Berdasarkan tipe psikologi Lowenveld membedakan gambar anak menjadi dua yaitu 1) tipe visual yang mengutamakan indra mata dalam menanggapi lingkungannnya, dan 2) tipe haptic yang mengutamakan sentuhan, perabaan dan perasaan tubuhnya untuk menanggapi lingkungannya. Namun yang terpenting untuk pendidik, ada dua kecenderungan macam tipe kesenirupaan anak yaitu tipe visual dan tipe non-visual.
  1. Tipe visual
Dalam tipe ini anak mempunyai ketajaman menghayati sesuatu melalui indra penglihatannya. Dalam mengungkapkan seseuatu melalui bentuk, anak mementingkan kesamaan karya dengan bentuk yang dihayati. Memperhitungkan pula proporsi, perspektif, dan demikian pula dengan penggunaan warna sesuai dengan warna yang ada pada benda.
  1. Tipe non-visual

Anak tipe ini banyak menggunakan emosi daripada penglihatannya. Lukisan atau gambarnya bersifat ungkapan atau ekspresi pribadi. Pada gambarnya muncul kembali konsepsi garis dasar, menonjolkan bagian-bagian yang dianggap penting saja, sehingga ia menggunakan proporsi nilai (yang lebih penting dibuat lebih besar).

Ciri-ciri gambar anak berdasarkan periodisasi

Lowenveld membagi ciri-ciri gambar anak berdasarkan periodisasi sebagai berikut:
  1. Masa coreng-moreng (umur 2-4 tahun)
Karena belum dapat mengendalikan aktivitas motoriknya maka goresan yang dibuat anak tidak menentu. Mereka menyadari adanya hubungan antara gerakan tangannya dengan hasil yang diperolehnya. Pernyataan batin yang dibuatnya itu merupakan pengalaman imajinatif. Contoh:

Contoh gambar coreng moreng anak usia 2 tahun


  1. Masa Prabagan (umur 4-7 tahun)
Setelah anak dapat mengendalikan tangan dalam mewujudkan pikirannya maka mereka melihat hubungan yang dihasilkan dengan bentuk-bentuk yang obyektif. Namun bantuk yang dihasilkan berubah-ubah karena belum menemukan bentuk yang tepat. Contoh:
Contoh gambar Prabagan anak usia 4 tahun


  1. Masa Bagan (umur 7-9 tahun)
Bagan ialah konsep tentang bentuk dasar dari pengalaman obyektif. Pada masa ini pengamatan anak sudah makin teliti sehingga makin besar kemungkinan untuk berekspresi. Selain itu mereka juga makin tau siapa diirnya dalam hubungannya dengan alam sekitar. Pengalaman ruang masih sederhana dengan perwujudan garis dasar vertikal sehingga gambar yang terjadi terlihat rebah. Contoh:
Contoh gambar Bagan anak usia 9 tahun


  1. Masa Permulaan Realisme (umur 9-11 tahun)
Pada masa ini pengamatan anak terhadap alam sekitar leih cermat lagi. Konsepsi kebaganan sebelumnya makin mendetail. Karya-karyanya mulai proporsional dan rasio mulai digunakan, maka tidak menampilkan garis dasar lagi. Namun belum menggunakan perspektif. 

  1. Masa Relisme Semu (umur 11-15 tahun)
Dalam masa ini intelegensi anak makin berkembang, adanya pendekatan realistis terhadapa alam sekitar. Tingkah laku mereka gelisah dan adanya kesadaran akan kerjasama.