Showing posts with label karya. Show all posts
Showing posts with label karya. Show all posts

Tuesday, May 9, 2023

Publikasi Karya Seni Rupa

A. Definisi Publikasi Karya Seni Rupa

Publikasi karya seni rupa adalah kegiatan untuk menyajikan atau menampilkan karya seni rupa untuk di uji publik dan melihat dampak dari karya. Publikasi dalam konteks seni rupa biasanya dikenal dengan istilah pemeran. Dalam konteks kegiatan publikasi berupa rancangan konsep publikasi seni, pelaksanaan dan evaluasi publikasi seni rupa.

Secara khusus istilah pameran menurut Umberto Eko (Susanto, 2010: 289) mendefinisikan: “pameran selain pengumpulan barang dan koleksi-koleksi simbolis, juga merupakan instrumen Pendidikan, termasuk memperjelas hal-hal yang ilmiah”


B. Fungsi Publikasi Karya Seni Rupa

Kegiatan publikasi seni rupa memiliki fungsi, di antaranya:

1. Sebagai media pengantar ide dan pesan karya

2. Sebagai media penyebaran pengetahuan.

3. Sebagai media penggerak sosial dan kemanusiaan.

4. Sebagai media penjualan karya (komersial).

5. Sebagai media hiburan.


C. Jenis Publikasi Karya Seni Rupa

Publikasi karya seni rupa dapat dicantumkan dalam dua format:

c.1. Format luar jaringan (luring) yang menyajikan karya seni secara langsung kepada publik di tempat dan ruang pertemuan yang sudah dikondisikan. Contoh kegiatannya:

• Pameran karya di galeri/sekolah/kantor pemerintah/Balai warga

• Bazar karya di sekolah/alun-alun/pasar

 

Gambar 10.1. Pameran karya seni rupa yang secara langsung diselenggarakan di ruang galeri.

Sumber: Galeri Nasional Indonesia/Desy Novita (2016)

 

Gambar 10.2. Pameran dan bazar yang secara langsung diselenggarakan di sekolah.

Sumber: R2B Rembang/Musa (2018)


c.2. Format di dalam jaringan (daring) yang menyajikan karya seni melalui media internet. Contoh kegiatannya:

• Mempublikasikan karya di website atau media sosial

• Menjual karya di pasar atau toko online

 


Gambar 10.3. Mempublikasikan karya di media sosial Instagram.

Sumber: Pameran Serasi/Erudio Indonesia (2020)


 

Gambar 10.4. Mempublikasikan dan menjual karya di pasar.

Sumber: Paket Teman Duduk/Erudio Indonesia (2020)


D. Merancang persiapan publikasi karya seni rupa

Untuk mengomunikasikan hasil karya siswa, maka perlu diselenggarakan kegiatan publikasi karya seni rupa kepada publik. Agar proses tersebut berjalan lancar maka perlu direncanakan dan dilaksanakan kegiatan publikasi karya seni rupa tersebut dengan baik.

Beberapa contoh kegiatan perencanaan publikasi seni rupa, antara lain:

• Menetapkan tema publikasi yang akan dilakukan

• Membentuk susunan kepanitiaan dan pekerjaannya

• Menetapkan kegiatan tujuan publikasi

• Menentukan jenis karya seni yang akan dipublikasikan

• Menentukan tempat penyelenggaraan kegiatan

• Menentukan target audiens

• Mengalokasikan biaya yang diperlukan


e. Memilih media untuk melaksanakan publikasi karya seni rupa

Pada saat ini, media publikasi seni rupa dapat dilakukan secara memikat dan berani. Silahkan guru dan siswa berdiskusi untuk memilih media yang tepat dalam melaksanakan publikasi.



Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN


Monday, August 8, 2022

Merekam Pengalaman, Proses Kreatif, dan Referensi Karyanya dalam Jurnal Visual

a. Konsep Dokumentasi dan Jurnal Visual

Dokumentasi dalam seni rupa adalah sebuah proses merekam dan menyimpan dokumen (berupa sketsa, tulisan, foto, rekaman, dll) karya seni rupa dalam bentuk mencatat, menggambar, memotret, membuat video, dan lain-lain mulai dari: proses pencarian ide, konsep berkarya, perencanaan berkarya, hasil berkarya, dan evaluasi berkarya. Untuk mendapatkan jurnal visual yang baik maka harus ditunjang dengan referensi yang relevan.

Jurnal visual: adalah kumpulan dokumentasi proses berkarya yang lengkap dan sesuai dengan waktu berprosesnya.


b. Tujuan Mendokumentasi Karya Seni Rupa

Tujuan mendokumentasikan karya seni rupa antara lain:

1. Mengeksplorasi kemampuan menyampaikan ide, pemikiran dalam bentuk visual.

2. Melatih sekitar dan kemampuan reflektif terhadap perkembangan diri dan kondisi.

3. Data lengkap proses pengerjaan dan hasil (catatan ide, hasil eksperimen dan konsep, sketsa, foto proses berkarya, foto hasil karya, dll).

4. Proses berkarya untuk setelah selesai.

5. Menjadi acuan saat ingin membuat karya kembali di kemudian hari.

 

c. Teknik Dokumentasi Karya Seni Rupa

Sejalan dengan definisi dan tujuan dokumentasi karya seni rupa di atas maka teknik mendokumentasi karya seni rupa terdiri dari kegiatan berikut:

• Mencatat: kegiatan mencatat merupakan salah satu kegiatan merekam data secara manual dengan menuliskan apa yang dilihat, didengar dan dialami.

 


Gambar 6.1. Contoh halaman jurnal visual berupa pencatatan tulisan

Erudio Indonesia/Sekarayu Maryam Putri (2020)

 


Gambar 6.2. Contoh halaman jurnal visual berupa gambar

Erudio Indonesia/Ariel Marsha Luana (2020)

• Menggambar: menggambar hal-hal yang dilihat, didengar, dan dijalani.

• Gunting & tempel / kolase: menggunakan potongan-potongan kertas atau bahan lain yang dapat digunting dan ditempel ke buku jurnal. Potongan-potongan tersebut adalah kertas atau bahan -bahan yang bisa menjelaskan hal-hal yang ingin diberitahukan tentang proses pengerjaan karya. (misal: potongan gambar dari majalah yang dirasa menarik).

 


Gambar 6.3. Contoh halaman jurnal visual berupa kolase

Erudio Indonesia/Reza Amalia (2020)


• Memotret: memotret obyek atau kejadian-kejadian menarik yang diperlukan selama proses berkarya (misal: memotret saat melakukan percobaan, dll).

• Merekam suara atau video: merekam suara atau gambar pemikiran atau kejadian yang dianggap penting dalam proses pembuatan karya.


d. Ragam dan Bentuk Informasi untuk Dokumentasi

Ragam informasi yang perlu diperoleh oleh siswa sebagai berikut:

• Proses pencarian ide

• Referensi/acuan ide (teori pendukung, contoh konsep dan bentuk karya, dll)

• Perencanaan (alur pengerjaan, linimasa, kebutuhan berkarya termasuk anggaran)

• Proses dan hasil eksperimen berkarya

• Konsep karya

• Proses produksi

• Hasil karya

• Evaluasi karya

Berdasarkan aspek informasi seperti telah diuraikan di atas maka penyajiannya dapat berbentuk Jurnal visual secara manual (misalnya dalam bentuk cetak) maupun digital.

• Jurnal visual fisik/manual

Jurnal visual yang menggunakan buku khusus yang dibuat untuk membuat dokumentasi.

       



Gambar 6.4. Contoh jurnal visual fisik/manual

Erudio Indonesia/Rayzel Hanifah (2020)

• Jurnal visual digital

Jurnal visual yang menggunakan ruang digital untuk membuat dan menyimpan dokumentasi, seperti blog, website, google drive, dll.

contoh jurnal visual siswa tahap SMA:

 






Gambar 6.5. Contoh jurnal visual digital

Erudio Indonesia/Kalysta Shabira (2020)




Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN

Kreasi Karya Seni Rupa 2D: Kegiatan Membuat Mandala

a. Menentukan Alat, Bahan dan Teknik untuk Membuat Karya Dua Dimensi

Memilih bahan dan bahan yang terdapat di lingkungan sekitar rumah dan sekolah untuk membuat karya dua dimensi. Pemilihan bahan dan bahan dapat dilakukan oleh masing-masing siswa.


b. Merealisasikan Konsep Karya Dua Dimensi dengan Alat, Bahan dan Teknik yang Dipilih

Untuk merealisasikan konsep karya dua dimensi, sebagai alternatif pilihan siswa dapat menggunakan kegiatan membuat Mandala. Dalam bentuk paling dasar, Mandala merupakan kumpulan lingkaran dalam sebuah bujur sangkar dan mengelilingi titik pusatnya. Umumnya Mandala dibuat di atas kertas atau kain dengan cara digambar atau diukir.

Mandala mengandung makna simbol meditatif. Mandala dapat dijangkau dalam dua cara. Pertama dalam konsep eksternal sebagai perlambang visual tentang alam semesta dan ke dua dalam konsep internal sebagai panduan berbagai aktivitas kebudayaan Asia seperti meditasi.

Esensi Mandala sebagai salah satu bentuk seni yaitu untuk melatih kesabaran dan keterampilan dalam menyusun bentuk dari bidang geometri yang simetris, melatih menemukan siswa dalam memanfaatkan elemen dari benda-benda di sekitar dan memanfaatkan kerja kelompok sehingga dapat menjadi sarana melatih eksperimen proses berkarya.

 


Gambar 5.1. Mandala menggunakan bahan alam sekitar

Karya Koleksi www.ganara.art (2020)


Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN

Tuesday, August 2, 2022

Contoh Perancangan Karya Kerajinan Serat Tekstil Buatan Membuat Gantungan Pot Dari Tali Nilon

PROSES PERANCANGAN DAN PEMBUATAN KERAJINAN SERAT TEKSTIL BUATAN

Produk kerajinan yang berkualitas, dibuat dengan sebuah perancangan yang matang. Ada beberapa tahap perancangan sebuah produk kerajinan, yaitu

1. Perencanaan, meliputi:

a. Identifikasi Kebutuhan

b. Ide Gagasan

2. Pelaksanaan, meliputi:

a. Persiapan bahan

b. Persiapan alat

c. Proses pembuatan

3. Evaluasi

Lakukan evaluasi dengan menguji karya



Contoh Perancangan Karya Kerajinan Serat Tekstil Buatan Membuat Gantungan Pot Dari Tali Nilon

1. Perencanaan

a. Identifikasi Kebutuhan

Dalam memperingati ulang tahun SMP Bangsa Sejahtera, panitia menyelenggarakan lomba pembuatan kerajinan serat alam bagi para siswa didiknya. Wina ingin sekali ikut lomba tersebut guna memperoleh pengalaman mendesain tali pot gantung. Selanjutnya Wina mencoba merancangnya dengan menggunakan bahan serat alam. Wina beranggapan bahwa bahan tersebut tidak akan dicoba oleh orang lain.

Ide Gagasan

Wina akan membuat tali pot gantung. Wina terinspirasi melihat bunga yang terjuntai kalua ditanam di pot duduk. Maka Wina mencoba berkreasi dengan membuat tali pot bunga gantung.

b. Menentukan bahan dan fungsi produk kerajinan dari serat tekstil buatan

c. Menggali ide dari berbagai sumber (majalah, surat kabar, internet, survei pasar).

d. Membuat sketsa karya dan menentukan karya terbaik dari sketsa.



2. Pelaksanaan

a. Menyiapkan bahan pembuatan gantungan pot dari tali rami

Bahan-bahan dan Alat yang diperlukan yang dibutuhkan



b. Proses pembuatan kerajinan tali pot gantung

1. Potong tali sebanyak 6 helai masing- masing sepanjang 3 meter.

2. Lipat tali di tengah-tengahnya, kemudian buat tempat untuk mengaitkan tali nantinya ke paku dengan simpul persegi. Keratkan dengan melelehkan tali dengan api.


3. Sekarang sudah ada 12 helai tali, bagi tali menjadi 3 kelompok, satu kelompoknya ada 4 helai tali.



4. Buatlah simpul persegi. Dengan panjang sekitar 15-17 cm dari pangkal ikatan yang telah dibuat sebelumnya. Panjang simpul usahakan mencapai 8-10 cm. Ulangi untuk ketiga kelompok.



5. Membuat simpul spiral, namun sebelumnya kita menyilang tali antar kelompok.

Misal kelompok tali a, b, dan c. Kita menyilang 2 helai tali dari kelompok a dan 2 helai tali dari kelompok b. lakukan hal yang sama untuk 2 kelompok yang lain. Mulai buat simpul spiral dengan selisih 15-17 cm dari simpul sebelumnya. Terus mencapai panjang 8-10 cm.



6. Membuat simpul persegi kembali, dengan menyilang tali lagi. Selisih jarak dengan simpul sebelum nya 10 cm, karena tali yang sudah semakin pendek. Lakukan menyimpul tali sampai panjang simpul mencapaipanjang 8cm.



7. Mengikat sisa tali dengan melingkari sisa tali dengan tali terpanjang. Hingga dirasa cukup panjang, maka buatlah tali mati. Kemudian lelehkan tali ke api untuk merekatkan simpul.



8. Potong sisa tali agar panjangnya seragam dan terlihat lebih rapi.

Gambar 2. 33. Proses Pembuatan Pot Gantung dari Serat Nilon


Sumber:

Efrida (2020). https://yonulis.com/2020/05/05/tali-pot-gantung-solusi-taman-tanpa-makan-tempat/

Efrida (2020). https://youtu.be/mMf-u5D5nRg

Sumber: DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII 

Tuesday, November 9, 2021

Unsur dalam seni Grafis

Dalam berkarya seni grafis ada beberapa unsur yang harus diperhatikan dan kurang lebih sama dengan unsur-unsur visual pada umumnya. Unsur-unsur tersebut adalah:

1. Garis

Garis merupakan gabungan dari titik-titik yang saling terhubung dengan rapat, garis urut dan runut. Garis bekerja menjadi kontur atau aksen suatu bidang. Jenisnya bisa lurus, lengkung, diagonal, lengkung, bergelombang baik sambung maupun putus-putus.

2. Bidang.

Bidang merupakan bentuk yang dihasilkan dari pertemuannya titik awal dan Bidang dan akhir suatu garis. Bidang menjadi dua yakni geometris yakni seperti garis lingkaran, persegi, segitiga dan bidang oranis yakni bentuk tidak beraturan seperti bentuk-bentuk tak beraturan dan fleksibel.

3. Ruang

Ruang adalah dimensi dari sebuah desain grafis, merupakan tempat bertemunya semua unsur yang bergabung menjadi satu kesatuan.

4. Warna

Warna dalam desain grafis merupakan pemanis pada permukaan yang tidak diragukan lagi dan menimbulkan sensasi yang menarik perhatian.

5. Tekstur

Tekstur merupakan gambaran dari suatu permukaan sehingga kesan dapat dilihat sekaligus diraba. Seperti halnya warna tekstur yang memberikan kesan sensasi visual yang menarik dan membangkitkan perasaan.

Demikian penjelasan tentang lima unsur dalam pembuatan grafis. Kombinasi antara kelima hal tersebut dapat menghasilkan tampilan baru yang menarik jika diterapkan dan dikelola dengan tepat. Untuk pembuatan karya grafis juga harus memperhatikan prinsip komunikasi visual yang baik dan tepat.


Hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan membuat karya seni grafis, yang tujuannya adalah untuk memberi informasi tentang sesuatu kepada khalayak. Untuk menerapkan unsur unsur dalam pmbuatan seni grafis agar maksimal maka harus diperhatikan juga prinsip-prinsip pembuatan karya seni grafis yakni:

1. Komposisi

Komposisi beranti penggabungan atau penataan setiap bagian seni grafis sehingga saling mendukung dan tampil menjadi satu kesatuan visual yang utuh dan sedemikian rupa hingga saling mendukung dan tampil sebagai kesatuan visual yang utuh dan serasi

2. Keseimbangan

Keseimbangan yang dimaksudkan di sini tidak selalu ukuran yang sama persis. Keseimbangan dalam membuat karya seni grafis dapat ditempuk dengan cara bentuk, warna, tekstur. Keseimbangan dapat dilihat dari tampilan yang mantap dan tidak memberikan kesan ganjil.

3. Proporsi

Proporsi adalah perbandingan antara unsur-unsur dalam pembuatan seni grafis. Perbandingan ini bisa diwujudkan melalui ukuran, posisi,jarak, ruang biasanya menganut golden ratio yakni satuan ukuran perbandingan yang proporsional dan menjadi patokan dalam seni visual.

4. Harmoni

Harmoni berhubungan erat dengan keserasian. Setiap elemen pembentuk karya seni grafis ditampilkan dalam nuansa teratur, seimbang, dan proporsional sehingga menarik perhatian dan memberikan kesan tersendiri bagi penikmatnya.

5. Irama

Irama adalah cara untuk mnampilkan gerak yakni gambar grafis dibuat seolah bergerak menyesuaikan sisi psikologi yang memiliki respon natural tertentu.

Karya desain grafis dapat dikatakan baik apabila dapat memenuhi semua prinsip di atas. Tidak ada batasan mengenai bagaimana cara menerapkan prinsip tersebut. Asalkan semuanya muncul dengan baik, umumnya dapat dipastikan bahwa desain grafis tersebut akan menarik perhatian.


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Genap. 2020.

Sunday, November 7, 2021

Analisis lukisan psikologi dan seni

Psikologi erat dengan kejiwaan manusia, manusia itu sendiri dalam menyikapi setiap hal yang terjadi dalam kehidupaanya mengalami proses berfikir. Dalam proses berfikir itu pula terdapat proses belajar sebagai akibat dari pemikiran adanya, yaitu apa yang terjadi pada setiap manusia. Setiap individu memiliki proses berfikir yang berbeda-beda dengan psikologi seseorang yang berbeda-beda pula, begitupun bagaimana cara mereka mengungkapkan perasaannya. Jika dilihat dalam karya seni setiap orang menciptakan karya seni yang berbeda-beda, dan perbedaan-perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan psikologi tiap orang yang membuat. Maka dari itu, psikologi dalam proses berfikir berkaitan erat dengan fenomena seni yang ada dalam masyarakat.Masyarakat sebagai penonton dalam melihat keindahan seni perlu mendalami apa yang diinginkan dari karya tersebut.

1.Karya seni Realis
            Karya seni milik Basuki Abdulah ini merupakan karya seni yang mempesona dan indah namun memiliki makna yang dalam pada penyajiannya. Dengan figur dua anak kecil sebagai kakak adik yang terlihat jelas dalam lukisannya, tidak perlu melihat judil pasti setiap orang akan mengerti bahwa kedua manusia itu adalah sepasang saudara. Lukisan ini sangat indah karena ditampilkan dalam nuansa romantis dan manis, keharmonisan hubungan dari seorang kakak dan adik yang terlukis melalui kegiatan-kegiatan itu.

            Terdapat ekspresi lugu seorang anak kecil, namun tetap terdapat simbol tanggung jawab dari apa yang dimiliki. Menggendong merupakan contoh bentuk perilaku berani berani dari beban, dari buku yang saya baca hal ini termasuk membangun manusia menuju yang lebih sempurna dalam perkembangan manusia dewasa. Kesiapan mental yang matang adalah perkembangan sosial yang lebih lanjut. Di sini terdapat nilai teladan dari manusia, itulah yang ingin disamapaikan oleh Basuki Abdullah. Dengan latar belakang kosong, yaitu efektif yang menonjolkan objek.

2. Karya seni Semi Realis
        Karya seni The Laugh ini merupakan jenis karya seni semi realis, yang digambarkan dengan gambar kereta bawah tanah yang memiliki kaki. Karya seni yang di gambarkan ini merupakan bagian dari proses berfikir secara asosiatif terkontrol, yaitu satu ide tertentu yang menimbulkan ide mengenai hal lain dalam batas-batas tertentu. Yang tersinkronisasi dalam karya ini, yaitu ide kereta api bawah tanah yang mengarah kemudian pada ide lain yaitu kelabang atau lipan. Pembuat karya ini mencoba mengasosiasikan bentuk bagian dari binatang bentuk lain, inilah proses berfikir manusia secara asosiasi.

Judul : Vice2
Karya: Vergvoktre

3.Karya Seni Lukis Abstrak
Judul : Jalan Keheningan
Karya : Sulebar M.Soekarman
Karya seni abstrak memang sulit dicapai oleh pembacanya, karena karya seni tidak begitu jelas penggambarannya atau bisa dikatakan tidak ada dalam kehidupan nyata. Dalam karya seni milik Sulebar M. Soekarman ini tidak melukisakan deskrepsi bentuk dan arti yang jelas, hanya bentuk-bentuk persegi tak beraturan yang sebenarnya memiliki makna tersendiri bagi pembuatnya. Dilihat dari judul lukisan ini yaitu Jalan Keheningan menurut saya pembuatnya memeiliki konsep tersendiri dalam menarik asumsi dari jalan yang disebut dengan Jalan Keheningan itu. Menurut Erny Nuryanti, S.Kep,Ns, macam-macam berfikir asosiatif yaitu berfikir artistik merupakan proses berfikir yang sangat subjektif.Jalan pikiran sangat penting oleh pendapat dan pandangan pribadi tanpa keadaan sekitar.Inilah yang sering dilakukan para seniman dalam menciptakan karya-karyanya, terlebih lagi menciptakan karya seni abstrak seperti milik Sulebar ini. Apa yang menjadi konsep dalam pemikirannya langsung ke dalam lukisan tanpa memperhatikan keadaan sekitar yang tidak menganggap suatu itu berarti atau tidak, terlebih lagi tidak diketahui oleh masyarakat. Dalam buku Jalan Keheningan ini saya menangkap bahwa pembuat karya menemukan sesuatu dalam proses berpikirnya yang merupakan arti dari simbol-simbol bentuk persegi dan persegi panjang dalam bidang warna yang besar tersebut.Sulebar berdasarkan ingatannya yang berarti proses perilaku yang menyangkut enconding (pencatatan), storage (penyimpanan), dan retrival (mengingat kembali) ia menemukan sebuah jalan baru yang berasal dari proses berfikirnya yang panjang melalui ingatan itu.

Dalam lukisan ini ditampilkan warna-warna yang tidak muram atau berarti sedih, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hal yang dalam jiwa pembuatnya. Warna-warna dan coklat muda adalah merupakan warna, sedangkan bentuk-bentuk objek persegi saya rasa adalah bentuk kepastian yang muncul dari ketenangan, ada sesuatu yang muncul dalam pikiran Sulebar saat berada dalam ketenangan. Sebab bentuk-bentuk persegi memiliki sudut-sudut yang tajam, ini menggambarkan sesuatu yang pasti, seperti hal yang tegas. Inilah yang bertolak belakang dari bentuk-bentuk bidang yang meliuk-liuk atau tak beraturan, yang lebih dinamis dan mudah berubah. Dalam proses belajar manusia salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu transfer, artinya pengetahuan tentang hal-hal yang pernah dipelajari sebelumnya, kadang-kadang mempengaruhi juga proses belajar yang sedang dilakukan sekarang. Itulah yang menjadi kaitan dalam karya ini, transfer dari kehidupan oleh pembuat karya yang tertera menjadi sebuah bentuk-bentuk yang tak menentu dan hanya berarti bagi penulisnya.

Menganalisis Konsep Patung


Seperti Kamu tahu, manusia merupakan makhluk kreatif yang suka akan keindahan. Rasa indah yang diperoleh melalui banyak pengalaman keindahan tersebut melalui berbagai karya seni, salah satunya melalui seni patung. Patung adalah karya seni tiga dimensi (memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi) yang mengungkapkan sesuatu objek, peristiwa, atau lambang secara kreatif dan indah (estetik). Sebagai karya seni rupa rupa tiga dimensi, patung dibuat dengan metode substraktif yakni dengan mengurangi volume (dipotong, dipahat) dan juga metode aditif yakni dengan cara menambahkan volume.

Kamu melihat orang membuat patung dari bahan kayu yang dipahat? Suku Asmat di Papua sangat ahli membuat patung dengan memahat kayu seperti itu. Kamu juga dapat menemukan banyak pematung yang membuat patung dengan cara memahat batu di kita Candi Borobudur. Sementara itu di Trowulan Mojokerto (Jawa Timur), Kamu akan banyak menemukan orang membuat patung berbahan logam dengan cara mengecornya. Patung dibuat dengan menggunakan berbagai bahan dan berbagai teknik atau cara.

Seperti Kamu tahu, sebagai makhluk kreatif manusia selalu melihat hal-hal yang baru, bentuk-bentuk yang baru, cara-cara yang baru, manfaat-manfaat yang baru, gagasan-gagasan yang baru, dan seterusnya. Pengalaman manusia yang sangat beragam, khas, dan unik itu pada pemindahan manusia untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang asli. Cara-cara yang asli. Bentuk-bentuk yang asli. Juga karya- karya yang asli. Daya cipta atau kreativitas manusia tersebut memunculkan karya-karya seni yang baru.


Gambar 1A

Pengalaman berkeindahan setiap orang juga sangat beragam. Kamu mungkin bisa menggemari musik campursari, sementara kawan-kawan Kamu mungkin ada yang menggemari musik keroncong, pop, jazz, dangdut, atau yang lainnya. Kamu menggemari musik campursari yang dibawakan oleh penyanyi Didi Kempot, sementara sahabat Kamu yang juga gemar musik campursari menggemari suara penyanyi senior Waldjinah. Perbedaan-perbedaan tersebut menunjukkan adanya pengalaman keindahan yang berbeda.

Setiap orang punya kreativitas dan pengalaman keindahan yang berbeda-beda. Hal ini akan mendorong mereka untuk mengungkapkan rasa indah dan kreativitas tersebut dalam bentuk-bentuk perwujudan karya seni yang berbeda-beda. Dalam Seni Rupa akan menghasilkan bentuk-bentuk bangunan yang berbeda, menghasilkan lukisan- lukisan yang berbeda, menghasilkan patung-patung yang berbeda, dan seterusnya.

Dalam hal patung yang berbeda-beda, perbedaan tersebut bukan hanya dari segi dasar yang digunakan, teknik pembuatannya, cara pembuatannya, namun juga fitur. Meski demikian, seni patung selalu menonjolkan sosok 3 dimensi dalam perwujudan yang unik, kreatif, dan estetik serta dengan fungsi yang beragam pula.

Patung sudah dibuat orang sejak jaman primitif. Kamu mengetahui bahwa pada masa primitif, alam pikiran manusia masih tunduk pada hal-hal yang bersifat mistik atau tahayul. Maka tidak sedikit orang membuat patung untuk dipuja atau disembah. Pada peradaban berikutnya yang lebih maju, ketika manusia melepaskan diri dari kepercayaan mistik dan menggunakan akal budinya, mereka tak lagi memuja dan memuja patung. Pengalaman keindahan dan kreativitas yang mendorong manusia menghasilkan patung-patung untuk keperluan di berbagai bidang dalam kehidupan mereka sehari-hari.


Gambar 1B

Gambar 1C

    Patung merupakan karya seni rupa rupa tiga dimensi yang diciptakan dengan metode substraktif yakni dengan cara mengurangi volume dan metode aditif yakni dengan cara menambahkan volume. Metode substraktif pada batu dan kayu, metode aditif pada tanah liat, plastisin, lilin. Di Indonesia, patung-patung yang dipengaruhi agama Hindu banyak ditemui di situs Candi Prambanan dan berbagai tempat di pulau Bali. Sedangkan pengaruh agama Buddha di Situs Candi Borobudur.

Gambar 1D


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Sunday, May 6, 2018

Souvenir Rusak (Kaca Cina)

Iseng-iseng memanfaatkan barang rusak. Pernahkah kita menemui barang-barang rusak kemudian barang tersebut menjadi tidak berguna? Cobalah mengalih fungsikan barang tersebut hingga menjadi berguna lagi walaupun sudah beralih fungsi, minimal berfungsi sebagai hiasan. Berikut contohnya :D
Soufenir murah biasanya jarang digunakan karena rentan rusak. Contohya pada barang kaca cina yang sudah rusak berikut ini.
Contoh souvenir kaca cina

Pertama kita bisa melihat bagian mana yang masih bisa dipakai, misalnya bingkai.
Kedua memikirkan kira-kira dapat dikombinasikan dengan barang lain apa untuk menjadi rakitan yang pas, misalnya kertas.
Ketiga mulailah membuat ide atau gagasan tentang apa yang akan kita buat sehingga menjadi sesuatu yang lain, misalnya pigura photo.
Keempat mulailah bekerja sesuai rancangan yang telah kita buat.
Pada kaca cina di bawah ini, saya menempelkan kertas bekas dan baru berbagai motif dan warna sebagai penampang. Ditempelkan pada bagian pinggiran sekitar bingkai. Setelah itu dapat dilapisi dengan kertas tebal dibaliknya untuk mendapatkan kesan bertingkat. Agar menarik dapat dikombinasikan lagi dengan tempelan kain atau manik-manik. Jangan lupa pada bagian dalam kaca cina diberi lapisan plastik (pura-puranya kaca) untuk melindungi foto yang akan dipasang. Setelah selesai menghias semua sisi, sisipkan foto yang telah dipotong dengan ukuran menyesuaikan ukuran bingkai. Selesai.






Bisa dipajang atau ditutup dan disimpan sebagai sesuatu yang special.