Showing posts with label tujuan. Show all posts
Showing posts with label tujuan. Show all posts

Sunday, October 24, 2021

Konsep Poster

Apa saja unsur-unsur yang ada dalam konsep poster? Konsep poster terdiri atas 4 hal yaitu (a) tujuan poster, (b) tema dan isi pesan, (c) dukungan terhadap isi pesan, dan (d) cara atau teknik menyampaikan isi pesan.

Apakah tujuan poster itu? Tujuan poster adalah sasaran yang ingin dicapai. Jika dilihat dari tipenya, tujuan poster itu antara lain untuk, menghimbau, mengingatkan, mengajak, mengkampanyekan, melakukan propaganda, memotivasi, mengajar, menginspirasi, dan sejenisnya.


Kepada siapa tujuan tersebut disampaikan? Tentu saja kepada khalayak tertentu yang menjadi sasarannya. Poster bertema “membayar pajak untuk pembangunan” tentu ditujukan kepada masyarakat pembayar pajak. Poster bertema “jadilah pelajar Pancasila yang menghargai keragaman” yang tentu ditujukan untuk para pelajar. Dan seterusnya.


Tujuan dari sebuah poster adalah sasaran yang ingin dicapai oleh poster tersebut. Oleh karena itu pembuatan poster harus mempertimbangkan tujuan dan sasaran dari poster. Berikut ini contoh-contoh tujuan poster.

A. Masyarakat pembayar pajak menyadari pentingnya membayar pajak untuk pembangunan bangsa dan negara.

B. Para pelajar dapat terinspirasi oleh perjuangan seluruh lapisan masyarakat Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan.

C. Keluarga dapat berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan hidup utamanya dengan mengurangi penggunaan plastik dalam sehari-hari.

D. Masyarakat kota peduli dengan masalah maraknya gelandangan dan pengemis yang memenuhi lampu merah di jalan-jalan raya.

E. Orangtua tergerak untuk berpartisipasi aktif selama kegiatan belajar di rumah pada masa pandemi Covid-19.

F. Para pelajar tergerak untuk berpartisipasi dalam mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah.

G. Para ibu hamil tergerak untuk mengkonsumsi makanan bergizi serta aktif memeriksa kondisi bayi dalam kandungannya.

H. Para guru tergerak untuk melakukan inovasi-inovasi baru dalam pengembangan pembelajaran dan asesmen yang memandirikan siswa pada pembelajaran berani.

Saya. Warga sekolah profesional untuk menjaga lingkungan sekolah adiwiyata yang sehat, segar, sehat, dan asri.

J. Para pedagang dan pengunjung pasar menyadari pentingnya mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan mengenakan masker agar tidak terpapar Covid-19.

K. Para siswa memahami dan dapat melakukan cuci tangan dengan cara yang benar.

L. Pengguna jalan dapat mematuhi rambu-rambu lalu lintas dengan benar saat berkendara di jalan raya.



Gambar 17 Tujuan poster mudah dikenal


Isi pesan poster sangat bermanfaat pada rumusan tujuan poster. Isi pesan poster menggambarkan apa dan bagaimana tujuan tersebut dinyatakan dalam bentuk gambar-gambar dan tulisan-tulisan sehingga terbangun sebuah isi pesan yang utuh. Isi pesan tersebut harus menarik perhatian, mudah dijangkau, mudah diingat, dan mengesankan.

•  Menarik perhatian karena isi pesannya sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan khalayak sasaran.

•  Mudah dijangkau karena isi pesannya ditata secara sistematik, jelas, dan sederhana.

•  Mudah diingat karena isi pesannya lain dari yang lain, baru, unik, berbeda, dan asli.

• Mengesankan karena isi pesannya dapat menggerakkan rasa suka, merasa cocok, memberikan rasa kekaguman atau kepuasan.

Isi pesan suatu poster bertolak dari tujuan yang dirumuskan. Rumusan tujuan bertolak dari masalah yang hendak memecahkan. Berikut ini disajikan sebuah masalah yang akan dipecahkan secara komunikasi visual dengan menggunakan poster.


Masalah/Latar Belakang

Sangat berbahaya jika seorang pelajar memiliki pikiran yang tertutup. Pikiran yang menutup kegiatan belajar menjadi lambat berkembang. Jika ingin maju maka kita harus memfungsikan pikiran secara penuh. Pikiran kita hanya bekerja jika terbuka. Dengan membuka pikiran, kita beroleh kemajuan-kemajuan. Ketika pikiran tertutup terhadap ide-ide baru, pertumbuhan kepribadian dan mental bisa terganggu. Dengan pikiran yang terbuka kita bisa banyak belajar, mengembangkan kepribadian, dan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan.


Tujuan Poster

Bertolak dari masalah tersebut rumusan tujuan poster adalah 'menginspirasi pelajar bahwa pikiran kita hanya bekerja jika terbuka'.

Berdasarkan tujuan tersebut maka dirumuskan isi pesan poster sebagai berikut:

Isi Pesan Poster

Kita bisa menggunakan payung terjun (parasut) sebagai perumpamaan. Pikiran kita diumpamakan seperti parasut. Apa fungsi parasut? Untuk terjun payung. Kapan parasut tersebut berguna atau berfungsi? Ketika digunakan terjun parasut tersebut terbuka sesuai dengan fungsinya. Jadi, sebagus apa pun bagi penerjun parasut berfungsi jika terbuka saat digunakan. Demikian juga dengan pikiran kita. Sehebat apa pun potensi pikiran kita hanya bermanfaat Ketika terbuka. Maka isi pesan poster akan berupa gambar parasut yang terbuka dengan tulisan “Pikiran kita seperti parasut, hanya bekerja jika terbuka”.


Dukungan terhadap Isi Pesan

Agar isi pesan kuat dan fokus pada gagasan pokok maka gambar parasut dibuat tiga buah masing-masing dengan tanpa penerjun. Selain itu tulisan “pikiran kita seperti parasut, hanya bekerja jika terbuka” ditulis di bagian kanan bawah untuk memberikan kesan kuat pada parasut yang turun dari atas.


Pesan Teknik Penyampaian

Isi pesan yang disampaikan memakai teknik potret dengan menghilangkan penerjun pada parasut. Hanya menggunakan warna hitam putih agar tidak terjadi penyimpangan perhatian pada gagasan pokok.


Hasil Penerapan Konsep Poster


Gambar 18 Hasil penerapan konsep poster


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Isi Pesan Poster

Kamu dapat menulis apa pun di postermu. Tetapi itu tidak efektif kecuali khalayak pembaca postermu memahaminya, dan memberikan tanggapan yang diminta. Jika mereka tidak memahami isi pesanmu tentu sangat mengecewakan. Komunikasi yang tidak efektif tentu menghasilkan kekecewaan. Tujuan yang diharapkan tidak dapat tercapai dengan baik. Pada hal kita sudah bersusah payah membikin poster. Mengapa hal itu terjadi?


Komunikasi yang tidak efektif terjadi karena beberapa hal. Salah satu faktor yang paling kuat ialah karena isi pesan yang kurang baik. Untuk itu, kita perlu mengusut sejauh mana isi pesan poster yang kita buat itu efektif. Penting bagi kita untuk mengevaluasi keefektifan pesan poster kita. Salah satu caranya dengan menggunakan pertanyaan strategis untuk mengenali kekuatan dan kelemahannya. Isi pesan yang baik itu mestilah sederhana. Untuk memastikan bahwa pesan poster Kamu memiliki kesederhanaan, Kamu harus bertanya pada diri sendiri dua pertanyaan:

• Apakah tujuan saya jelas?

• Apakah gagasan pokok saya jelas?

Gambar 13 Pesan poster yang membingungkan pembacanya

Poster Gambar 13A bertuliskan: “Sebuah ilmu tak kan pernah ada batasan, usia, ruang, selama ia mampu ilmu itu dapat dicapai dengan kemauan yang tinggi.” Kamu dapat memahami maknanya dengan jelas? Selain kalimatnya panjang, juga bertele-tele, serta ditulis dengan ukuran font yang kecil dan besar. Keterbacaannya saja sudah sulit. Belum lagi memahami maksud isi pesannya. Membingungkan.


Poster pada Gambar 13B juga sama saja. Tulisannya terbaca dengan jelas karena ukurannya cukup besar. Tapi agak membingungkan pembacaan karena menggunakan empat warna yang berbeda. Lantas, apa pesannya? Di sana dituliskan: “Kesederhanaan paling mewah adalah kejujuran.” Apakah Kamu bisa memahami pesannya? Selanjutnya, apa hubungannya dengan tulisan di bagian bawah””Nothing Inposible.” Mungkin maksudnya ‘nothing imposible’atau tak ada yang tidak mungkin. Apa hubungannya dengan ‘kesederhanaan paling mewah adalah kejujuran.’? Pesan yang membingungkan. Pesan yang tidak jelas, tidak efektif.

 

Poster pada Gambar 13C dapat terbaca dengan jelas. Meski pun demikian maknanya belum jelas juga. Benarkah pintar itu mahal? Atau Pendidikan itu mahal? Sekolah itu mahal? Pesan yang subur makna. Pesan yang dapat ditafsirkan secara bermacam-macam. Pesan yang tidak spesifik.


Isi pesan yang baik mestinya spesifik atau khas. Tidak subur makna atau banyak tafsir. Kekhususan mengacu pada pilihan bahasa dan penggunaannya. Untuk memastikan bahasa spesifik, Kamu mesti bertanya pada diri sendiri:


• Apakah bahasa saya spesifik?

• Apakah bahasa saya konkret, bukan abstrak?

• Apakah ada makna konotatif?

• Apakah ini mudah dimengerti dan penting?

• Apakah saya menggunakan kata-kata yang memiliki arti tambahan, dan mungkin bisa disalah artikan?


Kamu perlu memastikan bahwa bahasa yang digunakan poster spesifik. Pesannya jelas, menunjuk sesuatu dengan jelas dan tidak ditafsirkan yang lainnya. Jika Kamu bermaksud mengatakan ‘mawar’ maka hindari mengatakannya dengan 'bunga.' Bahasa pilihan Kamu harus konkret. Sehingga pembaca poster kita dapat dengan jelas menggambarkan ide-ide kita, menerjemahkan kata-kata menjadi gambar yang mengesankan.


Sebaiknya Kamu menghindari sesuatu kata yang tidak jelas, abstrak. Menghindari abstraksi adalah salah satu cara untuk menghindari pesan yang tidak jelas atau membingungkan. Semakin spesifik bahasa kita, semakin besar kemungkinan pengamat poster kita akan memahami dan mengambil tindakan. Misalnya, 'makan enak' adalah gagasan yang kabur dan abstrak, sementara 'makan alpukat' adalah konkret dan spesifik.

 

Perhatikan juga. Bahwa kata-kata tertentu bisa mengandung makna emosional yang tersembunyi. Misalnya kata 'rumah' bisa berarti sesuatu bangunan, tapi bagi orang lain bisa berkonotasi kehangatan, dukungan, keluarga, dan sebagainya. Kamu mesti berhati-hati ketika memilih kata-kata. Hindari kata-kata dengan banyak makna atau tafsiran.


Contoh poster yang dibuat susah payah belum tentu efektif:

Gambar 14 Poster yang dibuat dengan susah payah belum tentu efektif


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Sunday, January 31, 2016

Setiap komponen kurikulum seni rupa merupakan subsistem kurikulum seni rupa

Kurikulum seni rupa memiliki komponen-komponen yang terdiri dari tujuan, bahan ajar,metode dan evaluasi. Keempat komponen ini merupakan subsistem dari kurikulum seni rupa, karena tersusun struktural menjadi sebuah sistem yaitu sistem kurikulum seni rupa. Sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Dalam kurikulum seni rupa ini tidak dapat dipisahkan antara komponen satu dengan komponen yang lainnya, apabila ada tujuan, bahan ajar, dan metode tetapi tidak ada hasil maka tidak akan berjalan begitu pula dengan komponen yang lainnya, apabila ada satu komponen saja yang bermasalah maka komponen lain akan ikut bermasalah. Inilah kenapa komponen kurikulum seni rupa merupakan subsistem dari kurikulum seni rupa.

Sebagai ilustrasi yaitu misalnya dalam kurikulum terdapat bahan ajar menggambar bentuk dengan tujuan siswa dapat menggambar bentuk tiga dimensi, kemudian bahan ajar adalah materi menggambar bentuk dengan teknik arsir, metode yang digunakan adalah metode ceramah dan evaluasi yang digunakan adalah pertanyaan tertulis. Dapat dilihat bahwa metode dalam kurikulum ini kurang sesuai dengan bahan ajarnya karena tidak cocok materi menggambar bentuk jika hanya digunakan dengan metode ceramah saja maka anak tidak akan bisa mendapatkan hasil yang maksimal karena kurang mengerti. Inilah yang kemudian tidak akan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, demikian pula dengan komponen yang lain apabila tidak ada sinkronansi satu dengan yang lainnya maka sistem kurikulum seni rupa itu tidak akan berjalan dengan lancar. Oleh karena itu masing-masing komponen harus saling berkaitan agar sistem kurikulum seni rupa tidak rusak/kacau, keterkaitan inilah yang merupakan ciri dari subsistem kurikulum seni rupa.

Sumber:
-(Nana Sudjana: Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah)

-(PC. S. Ismiyanto: GBPP-Silabus, RPP, dan Handout MATA KULIAH KURIKULUM & BUKU TEKS PENDIDIKAN SENI RUPA)