Showing posts with label visual. Show all posts
Showing posts with label visual. Show all posts

Thursday, May 18, 2023

Latihan soal materi: Merekam Pengalaman, Proses Kreatif, dan Referensi Karyanya dalam Jurnal Visual, Aplikasi Seni dan Desain Dalam Kehidupan Sehari-Hari, Membuat Maket, Prototipe atau Sketsa, dan Model Pembelajaran Seni Terpadu

Latihan soal Seni Rupa untuk Penilaian Akhir Sumatif (unit 6, 7, 8, 9)

1. Teknik daur ulang karya seni rupa dengan menggunakan potongan-potongan kertas atau bahan lain yang dapat digunting dan ditempel ke buku jurnal disebut dengan ......................

2. Melatih kepekaan dan kemampuan memahami karya seni merupakan tujuan dari ...................... karya seni rupa.

3. Proses kegiatan merekam dan menyimpan dokumen karya seni rupa dalam bentuk kegiatan mencatat, menggambar, memotret, membuat video, dan lain-lain mulai dari: proses pencarian ide, konsep karya, perencanaan karya, hasil karya, dan evaluasi karya yang diselaraskan dengan . . ....................

4. Kumpulan dokumentasi proses berkarya yang lengkap dan berurutan sesuai waktu berprosesnya disebut dengan ......................

5. Alur pengerjaan, linimasa dan kebutuhan yang dikerjakan termasuk gelang merupakan ragam informasi yang perlu dirawat, hal ini tergolong ke dalam ......................

6. Penyajian jurnal visual yang menggunakan buku khusus yang disiapkan untuk membuat dokumentasi disebut dengan ......................

7. Ragam informasi yang perlu digali dalam karya seni rupa adalah .......................

8. Ruang digital untuk membuat dan menyimpan dokumentasi dapat menggunakan ......................

9. Tahapan Design Thinking yang akan mengumpulkan informasi yang telah dibuat dan dikumpulkan selama tahap berempati disebut ......................

10. Tahapan Design Thinking yang akan menghasilkan tugas akhir versi sederhana disebut ......................

11. Pada tahap Design Thinking, siswa diajak untuk mulai menghasilkan ide dan berpikir kreatif yaitu pada tahap ......................

12. Menurut Feldman (1967) seni rupa memiliki 3 fungsi yaitu .......................

13. Menurut Feldman (1967) seni rupa memiliki fungsi sebagai ungkapan rasa atau emosi jiwa berupa perasaan, internalisasi, tanggapan hasil renungan seseorang terhadap lingkungan disebut ..................... .

14. Menurut Feldman (1967) seni rupa memiliki fungsi sebagai seni yang digunakan dengan sentuhan keindahan pada berbagai keperluan manusia, disebut ......................

15. Ketika melakukan praktek pembuatan maket/prototype/sketsa dilakukan berdasarkan .......................

16. Pendekatan membuat sketsa dapat dilihat melalui ......................

17. Gambar yang bersifat cepat yang menampilkan garis- garis besarnya saja, yang tidak dimaksudkan sebagai hasil akhir dari suatu karya disebut dengan .......................

18. Suatu sketsa gambar yang disusun secara berurutan sesuai naskah cerita merupakan pengertian dari .......................

19. Naskah yang disajikan dalam bentuk sketsa gambar yang berurutan, berguna untuk memudahkan pembuatan alur cerita maupun pengambilan gambar disebut dengan ......................

20. Yang dimaksud dengan prototype 1:1 adalah ......................

21. Prototipe dengan skala 1 banding 1 dimasukkan sebagai prototipe awal dikarenakan ......................

22. Setelah membuat sketsa dan storyboard, kita dapat membuat ......................

23. Dalam kegiatan uji publik yang akan dilakukan setelah laporan tertulis dan praktik telah diselesaikan bertujuan untuk ......................

24. Model pembelajaran terpadu dalam rumpun pendidikan seni terkait, disebut .......................

25. Model pembelajaran terpadu dalam rumpun pendidikan seni terjala, disebut ......................

26. Model pembelajaran terpadu dapat terjadi antar bidang seni dengan bidang studi lain yang ada di sekolah, yaitu ......................

27. Menggambar ilustrasi dengan rangsangan daya cipta “sunami” merupakan model pembelajaran terpadu pada bidang studi ......................

28. Mendata korban sunami dan membuat grafik korban bencana, merupakan model pembelajaran terpadu pada bidang studi ......................

29. Rumpun pendidikan seni yaitu ......................

30. Contoh karya seni terpadu dalam rumpun pendidikan seni (terjala) dalam jenis karya performance art, karya seniman Melati Suryadarmo berjudul “I AM GHOST IN MY OWN HOUSE” dengan memadukan seni ............... ........

31. Contoh karya seni terpadu dalam rumpun pendidikan seni (terjala) dalam jenis karya seni instalasi, karya seniman Jompet Kuswidananto berjudul “GRAND PARADE” dengan memadukan .................... ..

32. Seni yang menekan pada hubungan antara dua atau lebih bidang keilmuan yang berbeda melalui pendekatan tematik disebut ......................

33. Salah satu tujuan dokumentasi karya seni rupa yaitu Mengeksplorasi .......................

34. Menjadi acuan saat ingin membuat karya kembali di kemudian hari merupakan tujuan dari ......................

35. Design Thinking meliputi proses – proses seperti ......................



Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN

Monday, August 8, 2022

Merekam Pengalaman, Proses Kreatif, dan Referensi Karyanya dalam Jurnal Visual

a. Konsep Dokumentasi dan Jurnal Visual

Dokumentasi dalam seni rupa adalah sebuah proses merekam dan menyimpan dokumen (berupa sketsa, tulisan, foto, rekaman, dll) karya seni rupa dalam bentuk mencatat, menggambar, memotret, membuat video, dan lain-lain mulai dari: proses pencarian ide, konsep berkarya, perencanaan berkarya, hasil berkarya, dan evaluasi berkarya. Untuk mendapatkan jurnal visual yang baik maka harus ditunjang dengan referensi yang relevan.

Jurnal visual: adalah kumpulan dokumentasi proses berkarya yang lengkap dan sesuai dengan waktu berprosesnya.


b. Tujuan Mendokumentasi Karya Seni Rupa

Tujuan mendokumentasikan karya seni rupa antara lain:

1. Mengeksplorasi kemampuan menyampaikan ide, pemikiran dalam bentuk visual.

2. Melatih sekitar dan kemampuan reflektif terhadap perkembangan diri dan kondisi.

3. Data lengkap proses pengerjaan dan hasil (catatan ide, hasil eksperimen dan konsep, sketsa, foto proses berkarya, foto hasil karya, dll).

4. Proses berkarya untuk setelah selesai.

5. Menjadi acuan saat ingin membuat karya kembali di kemudian hari.

 

c. Teknik Dokumentasi Karya Seni Rupa

Sejalan dengan definisi dan tujuan dokumentasi karya seni rupa di atas maka teknik mendokumentasi karya seni rupa terdiri dari kegiatan berikut:

• Mencatat: kegiatan mencatat merupakan salah satu kegiatan merekam data secara manual dengan menuliskan apa yang dilihat, didengar dan dialami.

 


Gambar 6.1. Contoh halaman jurnal visual berupa pencatatan tulisan

Erudio Indonesia/Sekarayu Maryam Putri (2020)

 


Gambar 6.2. Contoh halaman jurnal visual berupa gambar

Erudio Indonesia/Ariel Marsha Luana (2020)

• Menggambar: menggambar hal-hal yang dilihat, didengar, dan dijalani.

• Gunting & tempel / kolase: menggunakan potongan-potongan kertas atau bahan lain yang dapat digunting dan ditempel ke buku jurnal. Potongan-potongan tersebut adalah kertas atau bahan -bahan yang bisa menjelaskan hal-hal yang ingin diberitahukan tentang proses pengerjaan karya. (misal: potongan gambar dari majalah yang dirasa menarik).

 


Gambar 6.3. Contoh halaman jurnal visual berupa kolase

Erudio Indonesia/Reza Amalia (2020)


• Memotret: memotret obyek atau kejadian-kejadian menarik yang diperlukan selama proses berkarya (misal: memotret saat melakukan percobaan, dll).

• Merekam suara atau video: merekam suara atau gambar pemikiran atau kejadian yang dianggap penting dalam proses pembuatan karya.


d. Ragam dan Bentuk Informasi untuk Dokumentasi

Ragam informasi yang perlu diperoleh oleh siswa sebagai berikut:

• Proses pencarian ide

• Referensi/acuan ide (teori pendukung, contoh konsep dan bentuk karya, dll)

• Perencanaan (alur pengerjaan, linimasa, kebutuhan berkarya termasuk anggaran)

• Proses dan hasil eksperimen berkarya

• Konsep karya

• Proses produksi

• Hasil karya

• Evaluasi karya

Berdasarkan aspek informasi seperti telah diuraikan di atas maka penyajiannya dapat berbentuk Jurnal visual secara manual (misalnya dalam bentuk cetak) maupun digital.

• Jurnal visual fisik/manual

Jurnal visual yang menggunakan buku khusus yang dibuat untuk membuat dokumentasi.

       



Gambar 6.4. Contoh jurnal visual fisik/manual

Erudio Indonesia/Rayzel Hanifah (2020)

• Jurnal visual digital

Jurnal visual yang menggunakan ruang digital untuk membuat dan menyimpan dokumentasi, seperti blog, website, google drive, dll.

contoh jurnal visual siswa tahap SMA:

 






Gambar 6.5. Contoh jurnal visual digital

Erudio Indonesia/Kalysta Shabira (2020)




Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN

Tuesday, November 9, 2021

Unsur dalam seni Grafis

Dalam berkarya seni grafis ada beberapa unsur yang harus diperhatikan dan kurang lebih sama dengan unsur-unsur visual pada umumnya. Unsur-unsur tersebut adalah:

1. Garis

Garis merupakan gabungan dari titik-titik yang saling terhubung dengan rapat, garis urut dan runut. Garis bekerja menjadi kontur atau aksen suatu bidang. Jenisnya bisa lurus, lengkung, diagonal, lengkung, bergelombang baik sambung maupun putus-putus.

2. Bidang.

Bidang merupakan bentuk yang dihasilkan dari pertemuannya titik awal dan Bidang dan akhir suatu garis. Bidang menjadi dua yakni geometris yakni seperti garis lingkaran, persegi, segitiga dan bidang oranis yakni bentuk tidak beraturan seperti bentuk-bentuk tak beraturan dan fleksibel.

3. Ruang

Ruang adalah dimensi dari sebuah desain grafis, merupakan tempat bertemunya semua unsur yang bergabung menjadi satu kesatuan.

4. Warna

Warna dalam desain grafis merupakan pemanis pada permukaan yang tidak diragukan lagi dan menimbulkan sensasi yang menarik perhatian.

5. Tekstur

Tekstur merupakan gambaran dari suatu permukaan sehingga kesan dapat dilihat sekaligus diraba. Seperti halnya warna tekstur yang memberikan kesan sensasi visual yang menarik dan membangkitkan perasaan.

Demikian penjelasan tentang lima unsur dalam pembuatan grafis. Kombinasi antara kelima hal tersebut dapat menghasilkan tampilan baru yang menarik jika diterapkan dan dikelola dengan tepat. Untuk pembuatan karya grafis juga harus memperhatikan prinsip komunikasi visual yang baik dan tepat.


Hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan membuat karya seni grafis, yang tujuannya adalah untuk memberi informasi tentang sesuatu kepada khalayak. Untuk menerapkan unsur unsur dalam pmbuatan seni grafis agar maksimal maka harus diperhatikan juga prinsip-prinsip pembuatan karya seni grafis yakni:

1. Komposisi

Komposisi beranti penggabungan atau penataan setiap bagian seni grafis sehingga saling mendukung dan tampil menjadi satu kesatuan visual yang utuh dan sedemikian rupa hingga saling mendukung dan tampil sebagai kesatuan visual yang utuh dan serasi

2. Keseimbangan

Keseimbangan yang dimaksudkan di sini tidak selalu ukuran yang sama persis. Keseimbangan dalam membuat karya seni grafis dapat ditempuk dengan cara bentuk, warna, tekstur. Keseimbangan dapat dilihat dari tampilan yang mantap dan tidak memberikan kesan ganjil.

3. Proporsi

Proporsi adalah perbandingan antara unsur-unsur dalam pembuatan seni grafis. Perbandingan ini bisa diwujudkan melalui ukuran, posisi,jarak, ruang biasanya menganut golden ratio yakni satuan ukuran perbandingan yang proporsional dan menjadi patokan dalam seni visual.

4. Harmoni

Harmoni berhubungan erat dengan keserasian. Setiap elemen pembentuk karya seni grafis ditampilkan dalam nuansa teratur, seimbang, dan proporsional sehingga menarik perhatian dan memberikan kesan tersendiri bagi penikmatnya.

5. Irama

Irama adalah cara untuk mnampilkan gerak yakni gambar grafis dibuat seolah bergerak menyesuaikan sisi psikologi yang memiliki respon natural tertentu.

Karya desain grafis dapat dikatakan baik apabila dapat memenuhi semua prinsip di atas. Tidak ada batasan mengenai bagaimana cara menerapkan prinsip tersebut. Asalkan semuanya muncul dengan baik, umumnya dapat dipastikan bahwa desain grafis tersebut akan menarik perhatian.


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Genap. 2020.

Jenis-jenis Desain Grafis

Jenis-jenis Desain Grafis

1. Identitas Visual (Visual Identity)

Identitas Visual adalah suatu sistem komunikasi visual yang membentuk dan dapat mengkomunikasikan identitas sebuah merek, perusahaan, lembaga, produk barang dan produk jasa. Identitas visual umumnya digunakan untuk memberikan perbedaan antara sebuah produk barang atau jasa lainnya. Contohnya sepatu Adidas dan Nike.

 

2. Periklanan dan Pemasaran

Agar dikenal oleh masyarakat luas, sebuah perusahaan wajib berupaya keras dalam periklanan dan pemasaran. Hal ini bertujuan agar masyarakat mengenal produk yang ditawarkan sehingga tertarik untuk tertarik. Desain yang menarik, ide unik akan mampu menarik minat masyarakat. Dan jangan lupa materi desain promosi dibedakan berdasarkan jenis kelamin, usia, dan demografi. Contoh desain pemasaran: brosur, poster, banner, koran, spanduk cetak, banner, media sosial (instagram, facebook dan lain-lain), katalog, company profile.


3. Desain Antar Muka (User Interface)

Desain antar muka yakni tentang bagaimana pengguna berinteraksi pada perangkat seluler, desktop atau aplikasi. Desain antar muka mencakup semua hal yang berkaitan dengan interaksi pengguna layar, keyboard, dan mouse. Khusus pada desain grafis, desain antar muka terfokus dengan pengalaman visual pengguna dan elemen desain grafis pada layar seperti: tombol, navigasi menu, tata letak, formulir kontak, pemesanan, beli, register, desain aplikasi, tema situs web (wordpres dan lain-lain).


4. Desain Publikasi

Desain publikasi mengacu pada industri desain grafis pada media seperti: koran, majalah, katalog dan lain-lain bisa juga dalam bentuk digital misalnya Pdf. Desainer grafis yang berkiprah di desain publikasi akan menampilkan editor dan penerbit dalam menciptakan tata letak desain, ilustrasi, pemilihan font, warna. Contoh desain publikasi adalah koran, majalah, buku, katalog dan lain-lain.


5. Desain Kemasan (Packaging)

Desain kemasan merupakan salah satu cara untuk mempresentasikan sebuah produk. Untuk kegiatan ini desainer akan menciptakan konsep, digitalisasi desain konsep hingga membuat file desain menjadi siap cetak.


6. Motion Grafis (Grafik Gerak)

Motion grafis adalah desain grafis yang menggabungkan antara tipografi, ilustrasi, videografi, animasi dan fotografi dengan penggunaan perangkat lunak seperti Adobe After Effects atau sejenisnya. Motion grafis digunakan dalam media televisi, film online seperti Youtube, Facebook, Instagram dan lain-lain. Popularitas motion graphic dan cepat berkembang beberapa tahun terakhir sejalan dengan perkembangannya Youtube, kemajuan teknologi dan masyarakat melek internet. Contoh motion grafis adalah: logo animasi, periklanan, video tutorial dan promosi, video game, GIFs, dan lain-lain. 


7. Desain Grafis Lingkungan (Environmental Graphic Design)

Desain grafis lingkungan secara visual menghubungkan orang-orang ke satu tempat untuk meningkatkan pengalaman mereka secara menyeluruh. Jenis desain ini dapat dilakukan dengan membuat tempat/lokasi yang indah, unik, menarik dan telah diingat Contoh desain grafis lingkungan: mural, desain interior, petunjuk jalan, branding stadion, branding kantor, dan lain-lain.


8. Seni dan Ilustrasi (Seni dan Ilustrasi untuk Desain Grafis)

Membuat komposisi yang dapat berkomunikasi dengan baik, tepat dan dapat memecahkan sumber masalah. Contohnya desain kaos, desain pola tekstil, stok gambar, sampul buku, infografis, seni konseptual, dan lain-lain.



Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Genap. 2020.


Saturday, January 30, 2016

Penggolongan gambar anak berdasarkan Tipologi

Penggolongan yang didasarkan atas corak tabiat anak disebut dengan tipologi anak. Berdasarkan tipe psikologi Lowenveld membedakan gambar anak menjadi dua yaitu 1) tipe visual yang mengutamakan indra mata dalam menanggapi lingkungannnya, dan 2) tipe haptic yang mengutamakan sentuhan, perabaan dan perasaan tubuhnya untuk menanggapi lingkungannya. Namun yang terpenting untuk pendidik, ada dua kecenderungan macam tipe kesenirupaan anak yaitu tipe visual dan tipe non-visual.
  1. Tipe visual
Dalam tipe ini anak mempunyai ketajaman menghayati sesuatu melalui indra penglihatannya. Dalam mengungkapkan seseuatu melalui bentuk, anak mementingkan kesamaan karya dengan bentuk yang dihayati. Memperhitungkan pula proporsi, perspektif, dan demikian pula dengan penggunaan warna sesuai dengan warna yang ada pada benda.
  1. Tipe non-visual

Anak tipe ini banyak menggunakan emosi daripada penglihatannya. Lukisan atau gambarnya bersifat ungkapan atau ekspresi pribadi. Pada gambarnya muncul kembali konsepsi garis dasar, menonjolkan bagian-bagian yang dianggap penting saja, sehingga ia menggunakan proporsi nilai (yang lebih penting dibuat lebih besar).