Showing posts with label tema. Show all posts
Showing posts with label tema. Show all posts

Sunday, October 24, 2021

Contoh Poster berbagai tema

Poster tema Pancasila


Poster tema belajar


Poster tema kesehatan

Poster tema kesehatan

Poster tema peduli lingkungan

Poster tema Keberagaman

Poster tema Belajar

Lihat Juga:

Contoh-contoh POSTER KARYA FLS2N


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Tema Poster

Setiap poster memiliki gagasan pokok yang ingin disampaikan. Makna tersebut bisa berupa ajakan, himbauan, peringatan, larangan, motivasi, dorongan, dan sejenisnya. Tumbuhan pokok tersebut disebut tema. Tema poster dinyatakan secara jelas, ringkas, dan sederhana, serta ditampilkan agar perhatian pengamat poster dapat segera menangkap gagasan pokok tersebut.


Makna pokok atau tema tersebut ditunjukkan oleh judul poster. Judul poster ditulis dengan ukuran huruf yang lebih besar dari yang lainnya. Maksud agar perhatian pengamat poster langsung tertuju pada judul sehingga segera dapat menangkap gagasan pokoknya. Tak jarang gagasan pokok tersebut ditonjolkan melalui gambar. Untuk itu gambar-gambar gambar tersebut ditampilkan dengan lebih besar dan perhatian pada perhatian terfokus dan langsung memperhatikan dalam bentuk gambar tersebut.


Gambar 4 Tiga poster dengan tema yang berbeda

Cara menarik perhatian khalayak sasaran beracam-macam. Bisa dengan cara menonjolkan tulisan dengan ukuran yang lebih besar dibandingkan lainnya (periksa Gambar 4A). Bisa dengan cara menonjolkan gambar sebagai pusat perhatian, lebih menonjol dibandingkan dengan tulisan (periksa Gambar 4B). Bisa juga dengan cara mengamati gambar-gambar sekaligus (periksa Gambar 4C). Masih banyak cara untuk menonjolkan tema poster lainnya. Para desainer poster terus berkreasi mencari cara-cara baru untuk mencari perhatian pada tema poster tersebut.

Gambar 5 tema poster

Berikut Kamu akan belajar mengenali tema-tema poster yang berbeda. periksalah secara teliti poster-poster yang disajikan pada Gambar 5. Periksalah satu persatu poster-poster tersebut dengan teliti, kemudian temukan tema masing-masing poster. Poster pada Gambar 5A merupakan poster pendidikan. Makna pokok atau tema poster ini dapat dipahami dari tulisan yang tertera di sana, “Pendidikan Seni hidup Anda setiap hari.” Melalui Pendidikan Seni kita dapat mengaktualisasi diri, mengembangkan kepribadian berkeindahan, kreatif, serta peka pada kemanusiaan.


Poster pada Gambar 5B merupakan poster pelestarian lingkungan. Poster ini memiliki “Kurangi penggunaan sedotan plastik.” Tema dari poster ini adalah pengurangan penggunaan sedotan plastik karena sampah plastik membahayakan lingkungan kita. Berbeda dengan sampah lainnya, sampah plastik baru terurai setelah 100 tahun.


Poster pada Gambar 5C merupakan poster kesehatan. Poster ini "Jaga diri dan keluarga Anda dari Covid-19". Tema poster ini adalah pemirsanya untuk menjaga kesehatan diri dan keluarfa agar tidak terpapar Covid-19. Covid-19 telah mewabah di dunia. Lebih dari 600 ribu orang telah meninggal karenanya. Kita bersama keluarga harus menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol Covid-19 secara disiplin.


Secara visual komponen-komponen poster terdiri atas gambar, tulisan atau teks, atau gabungan keduanya. Apa saja gambarnya? Apa saja tulisannya? Apa maknanya? Kaitkan gambar-gambar dan tulisan-tulisan tersebut maka Kamu akan dapat menangkap gagasan pokok dan isi pesan dari poster tersebut.


Poster pada Gambar 5A menampilkan kanvas dengan gambar gedung-gedung seperti di suatu kota. Di belakang gedung itu muncul foto seorang anak dalam ukuran yang sangat besar. Tubuh anak tersebut keluar dari kanvas, sementara itu tangan kanannya seolah-olah sedang melukis di awang-awang. Dengan gembira anak-anak tersebut melukis di awang-awang, melukis di udara. Dan di udara muncul berbagai macam gambar yang beraneka ragam. kreativitas pokok poster ini adalah pengalaman seni seseorang dengan keterampilan, kreativitas, dan imajinasi. Dengan tema posternya “Pendidikan seni hidup Anda setiap hari” seperti setiap hari.


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.


Contoh poster berbagai tema

Monday, February 1, 2016

Pembagian Stereotipe

Stereotipe merupakan salah satu bentuk ungkapan gambar anak. Yang dimaksud dengan bentuk ungkapan gambar anak adalah gaya atau style gambar buatan anak-anak.
Ciri gambar anak adalah ditemukannya gejala umum penggambaran bentuk benda secara berulang-ulang dengan ukuran yang monoton. Gejala ini dinamakan stereotipe. Soesatyo (1994: 32 -33) mengatakan bahwa sifat lukisan (gambar) anak-anak salah satunya adalah Steorotif atau otomatisme. Misalnya figure manusia yang diulang dalam bentuk yang sama meski warnanya berbeda-beda. Atau bunga-bunga yang sama diulang-ulang. Bahkan sampai pada tema yang terus diulang-ulang.
Menurut Oho, Garha (1980) terdapat berbagai macam bentuk ungkapan dalam menggambar, diantaranya yaitu: Deminasi, Stereotipe, Penumpukan, Perebahan, Tutup menutup, Perspektif burung, dan Pengecilan. Sedangkan stereotipe sendiri dibagi menjadi 2 yaitu:
  1. Perulangan total
Perulangan ini dibuat anak dengan membuat tema yang muncul adalah sama, itupun tidak bervariasi. Contohnya gambar pemandangan yang terdapat sawah-sawah dan pepohonan yang berjajar. Yang memungkinkan terjadinya gejala ini yaitu anak merasa bangga dan puas akan keberhasilannya, kemudian gambar itu diulang-ulang. Kemungkinan yang lain anak tidak mampu membuat bentuk gambar yang lain sehingga gambar diulang-ulang.
  1. Perulangan obyek
Perulangan ini dibuat anak dengan membuat obyek gambar yang dibuat diulang-ulang pada sebuah bidang gambar. Contohnya anak yang membuat gambar obyek bunga yang diulang-ulang. Kemungkinan dibuat banyak untuk memenuhi bidang gambar atau anak tidak punya ide untuk menggambar obyek lain.

Menurut Julie (2011) Salah satu gaya atau style yakni Gambar Ungkapan Ingatan yang meliputi gambar stereotipe dan gambar ideoplastis. Gambar stereotipe meliputi pengulangan total, obyek, dan unsur dari obyek.
Gambar
streotipe meliputi :
  1. Pengulangan total
Pengulangan total ialah pengulangan menyeluruh dari obyek yang digambar tanpa variasi. Si penggambar miskin dengan daya cipta, tidak kreatif, dan cepat puas. Misalnya gambar pemandangan alam yang sesuai dengan ingatannya, yakni dua buah gunung, matahari terbit, deretan pohon, dan bentangan sawah dikiri-kanan jalan.
  1. Pengulangan obyek tertentu
Pengulangan obyek, yang digambar ulang hanya obyek tertentu dari aneka macam obyek, misalnya sebuah bidang digambari bentuk rumah model tertentu yang diulang-ulang dengan tata letak bervariasi diantara aneka gambar pohon, semak, awan, pagar, dan aneka ragam bentuk bunga.
  1. Pengulangan unsur atau bagian dari obyek
Pengulangan unsur dari obyek yang digambar, misalnya unsur mata hidung dan mulut manusia yang di gambarkan pada beberapa batang pohon dan matahari.


Contoh gambar stereotip anak
           1. Stereotipe tema
Berikut ini adalah gambar yang dibuat oleh Sahal selama menduduki kelas VI SD. Gambar pertama bertemakan suasana masjid yang disertai dengan dua buah pohon dan awah. Tema yang sama muncul kembali pada gambar kedua yaitu masih gambar masjid yang bentuk bangunannya sama, disertai dengan dua gambar dan awan. Selanjutnya pada gambar ketiga juga masih meski agak berbeda, gambar bangunan rumah tapi menggunakan pola bangunan dan pohon yang sama. Pola bangunan yang digunakan yaitu rumah besar dengan dua buah menara pada samping kanan kirinya. Selain itu pohon juga menjadi pola yang sama yaitu selalu dua buah pohon kembar yang bersebelahan.
Gambar pertama

Gambar kedua

Gambar ketiga

2. Steretipe obyek
Di bawah ini adalah gambar seorang anak berumur 5 tahun yang menggambar obyek manusia berulang-ulang. Gambar obyek manusia dibuat hingga mencapai 34 buah figur.
Contoh gambar Stereotipe obyek


Sunday, January 31, 2016

Perbedaan gambar anak Indonesia dan luar negeri

Jika kita perhatikan dengan seksama, ada beberapa perbedaan yang tampak pada gambar buatan anak Indonesia dengan luar Indonesia. Gambar memang sama-sama dibuat oleh anak, alat gambar dan media yang digunakanpun tidak jauh berbeda tetapi perhatikanlah gambar anak Indonesia dan gambar anak luar Indonesia dapat dibedakan.
Perbedaan gambar anak luar Indonesia dan gambar anak Indonesia:
  1. Gambar anak luar negeri lebih ekspresif dibandingkan dengan gambar anak Indonesia. Hai itu nampak pada bentuk figur yang diciptakan. Figur-figur yang dibuat oleh anak luar negeri lebih bebas sedangkan figur yang dibuat oleh anak Indonesia memiliki model wajah yang sama.
  2. Gambar yang dibuat oleh anak Indonesia selalu mengarah pada bentuk tiga dimensi, sedangkan gambar yang dibuat oleh anak luar negeri tidak begitu mempermasalahkan mengenai bentuk tiga dimensi yang dibuat. Yang paling ditonjolkan pada gambar anak luar negeri bukan pada terlihat tiga dimensi atau tidaknya namun lebih kepada figur atau benda apa saja yang harus ada dalam gambar yang dibuat. Oleh karena itu gambar anak luar negeri bentuk cerita yang nampak pada gambar lebih jelas.
  3. Gambar anak Indonesia lebih menonjolkan teknik dalam menggambar daripada ekspresi. Gambar di Indonesia lebih dianggap bagus jika tekniknya bagus dibandingkan dengan bentuk ekspresi pada gambar anak.
  4. Media yang digunakan oleh anak Indonesia kebanyakan adalah media crayon yang sangat akrab dan mudah di temukan di Indonesia. Terlebih lagi media crayon ini lebih populer di kalangan pelatihan menggambar anak yang dianjurkan oleh para guru atau pelatih mereka. Sedangkan gambar anak di luar negri nampak menggunakan bermacam media dalam menggambar. Hal ini mungkin dikarenakan di Indonesia kurang berani dalam memilih media, sehingga memilih media yang sudah umum digunakan karena tekniknya sudah banyak diketahui umum.
  5. Pemilihan tema pada gambar anak Indonesia selalu berkaitan dengan keadaan Nusantara, seperti keadaan alam pegunungan, pantai, bineka tunggal ika, persatuan dan kesatuan dan sebagainya. Hal ini tercipta dari pemilihan tema yang dipilihkan guru pada waktu kecil sehingga terbawa pada jiwa anak sampai pada usia atau tingkat sekolah berikutnya. Sedangkan pada gambar anak luar negeri lebih bervariasi dan lebih mengarah pada ungkapan perasaan bukan pada mencontoh alam atau gambar lain. Dapat disimpulkan bahwa gambar anak luar negeri lebih jujur atau menyentih hati karena gambar yang dibuat itu berdasar pada apa yang anak rasakan. Dalam hal ini tidak heran jika terkadang gambar disertai dengan adanya tulisan untuk memperjelas ungkapan perasaan itu.
Contoh gambar anak Indonesia:


Contoh gambar anak Luar Indonesia:






Tabel perbedaan gambar anak Indonesia dengan gambar anak luar negeri
No.
Perbedaan
Gambar anak Indonesia
Gambar anak luar negeri
1
Ekspresi
Kurang ekspresif
Lebih ekspresif sehingga karakter gambar anak terlihat
2
Teknik
Mengutamakan teknik dalam menggambar maupun mewarnai
Tidak mengutamakan teknik
3
Media
Kebanyakan crayon, pensil dan pensil warna
Bermacam-macam dari spidol, cat air, crayon hingga pensil warna
4
Bentuk gambar
Bentuk gambar terkesan rapi dan berusaha sempurna
Bentuk gambar tidak mengutamakan kerapihan, yang penting apa yang digambarkan sudah mencukupi apa yang ada di benak anak
5
Bentuk figur
Figur yang dibuat kebanyakan manusia yang berbentuk kartun
Lebih bebas dan beragam, yang penting merupakan bentuk figur manusia
6
Penggunaan garis dasar
Menggunakan garis dasar dari pensil atau alat gambar berwarna hitam. Umum digunakan outline berwarna hitam.
Tidak terpacu menggunakan satu warna garis dasar
7
Tema
Tema alam, nusantara, serta hal-hal yang berkaitan dengan keadaan yang sangat mencerminkan bangsa Indonesia
Tema kehidupan kerajaan seperti putri, istana dll, tema kasih sayang terhadap teman atau keluarga
8
Pewarnaan
Pewarnaan berlapis dan bermacam-macam warna digunakan, hampir semua warna digunakan
Pewarnaan lebih sederhana dan jika ada kombinasi warna tidak berlapis namun bertumpuk
9
Kombinasi dengan tulisan
Kebanyakan tidak disertai tulisan
Disertai tulisan guna memperjelas gambar
10
Pola gambar
Terpola, karena pengaruh sanggar atau bimbingan menggambar
Tidak terpola, lebih bermacam-macam sesuka anak