Showing posts with label konvensional. Show all posts
Showing posts with label konvensional. Show all posts

Tuesday, October 12, 2021

Latihan Soal Pilihan Ganda materi: Eksplorasi Seni Budaya Nusantara & Resensi Karya Seni Nusantara

 1. Sebuah cara yang lazim digunakan oleh banyak orang dalam menciptakan suatu karya merupakan pengertian dari teknik…

a. kovensional

b. kontemporer

c. personal

d. terapan

e. khusus

2. Contoh teknik berkarya yang digunakan dalam bidang seni lukis adalah…

a. pahat, butsir, aquarellen

b. modeling, ukir, decalcomania

c. tempera, plakat, butsir

d. aquarellen, palat, tempera

e. modeling, merakit, butsir

3. Contoh penggunaan metode ilmiah dapat ditemukan dalam penciptaan…

a. kerajinan

b. lukisan

c. patung

d. tarian

e. lagu

4. Pencarian ide dengan menelusuri berbagai sumber, seperti media cetak dan internet, dilakukan pada tahap…

a. inovasi

b. proyeksi

c.eksplorasi

d. perwujudan

e. perancangan

5. Tujuan dari adanya langkah realisasi rancangan adalah…

a. mendapatkan data, alat, dan bahan, teknik, bentuk dan unsur estetis serta unsur ekstrinsik lainnya

b. menuangkan hasil analisis dalam bentuk visual dan dua dimensi (berbentuk gambar)

c. mewujudkan perancangan dalam bentuk model awal atau prototipe

d. mewujudkan prototipe ke dalam bentuk karya nyata

e. menggali berbagai sumber referensi dan informasi

6. Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menyampaikan pesan dan maksud tersirat kepada masyarakat melalui karya seni yang diciptakannya dikenal dengan istilah motivasi…

a. estetis

b. ekewspresi

c. spiritual

d. ekonomi

e. komunikasi

7. Candi Borobudur merupakan karya seni yang tercipta berkat motivasi…

a. estetis

b. ekspresi

c. spiritual

d. ekonomi

e. komunikasi

8. Contoh karya yang tercipta sebagai penggabungan antara motivasi ekonomi dan motivasi praktis adalah…

a. perhiasan perak

b. lukisan abstrak

c. tugu peringatan

d. rumah ibadah

e. syair lagu

9. Kata resensi memiliki arti…

a. menghargai

b. menilai

c. menyadari

d. mengerti

e. memahami

10. Bentuk jalinan komunikasi antara seniman dan penikmat seni adalah…

a. esesnsi

b. kritik

c. resensi

d. dimensi

e. apresiasi

11. Hal-hal yang sangat penting dalam melakukan resensi seni meliputi…

a. ilmu pengetahuan, sifat terbuka dan kepekaan estetis

b. kecermatan, ilmu pengetahuan, dan kepekaan estetis

c. kecermatan, ilmu pengetahuan dan empati

d. empati, sifat terbuka, dan kepekaan estetis

e. sensitivitas, objektivitas, dan empati

12. Resensi pedagogik dapat dimaknai sebagai…

a. resensi yang ilmiah dan mendalam, serta dilengkapi dengan data-data dan hasilnya dapat dipertanggung jawabkan

b. resensi yang menggunakan media masa, seperti media cetak dan elektronik sebagai cara untuk meresensi

c. resensi yang kurang mendalam, bersifat spontan, dan tergantung sudut pandang orang yang melakukannya

d. resensi yang bersifat mendidik dengan tujuan meningkatkan kematangan dan estetis

e. resensi yang memperhatikan norma-norma yang berlaku di masyarakat

13. Resensi yang dilakukan secara spontan oleh para kritikus, pengamat, bahkan masyarakat setelah melihat sebuah karya seni tanpa sistematika tertentu merupakan pengertian dari resensi…

a. pedagogik

b. jurnalistik

c. popular

d. ilmiah

e. seni

14. Berikut yang bukan manfaat resensi karya seni adalah…

a. membantuk penikmat seni dalam memahamai makna tersirat dari suatu karya

b. menjadi wahana jembatan antara seniman dan publik

c. membuat nilai estetik karya seni berubah-ubah

d. refleksi seniman berkarya lebih baik

e. mendorong seniman lebih kreatif

15. Berikut yang bukan tahapan dalam resensi atau kritik seni adalah…

a. evaluasi

b. deskripsi

c. apresiasi

d. interpretasi

e. analisis formal


Kunci Jaawaban:

1. A

2. D

3. A

4. C

5. C

6. E

7. C

8. A

9. B

10. E

11. A

12. D

13. C

14. C

15. C



Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Wednesday, January 27, 2021

Merancang karya seni budaya nusantara: Rancangan Karya Seni Lukis

Kreasi seni budaya Nusantara dihasilkan oleh serangkaian proses yang cukup panjang. Kreasi seni budaya Nusantara juga harus melalui proses perancangan sebelum terwujud dalam bentuk seni yang konkret. Untuk menghasilkan suatu kreasi dan karya seni, berikut adalah beberapa bentuk rancangan karya yang dapat ditempuh.

Dalam merancang kreasi karya seni lukis, terdapat beberapa hal yang patut diperhatikan, yakni sebagai berikut.

a. Memilih alat dan bahan

Pembuatan karya seni Illkis dimulai dengan pemilihan matevial berupa alat dan bahan. Umumnya karya seni lukis dibııat menggunakan dua elemen, yakni cat dan media seperti kertas atau gambar. Jenis cat yang banyak digunakan untuk nıelukis di antaranya cat air cat minyak dan cat akrilik. Cat air adalah jenis cat dengan pigmen sangat lembut yang cocok untuk digunakan melukis pada bidang berupa kertas. Cat air memiliki sifat transparan. Cat minyak adalah jenis cat yang pigmen warnanya dapat diencerkan dengan terpenting. Cat minyak sangat cocok digunakan untuk pembuatan lukisan yang mengutamakan detail serta jangkauan gradasi warna yang lebih lebar dan awet. Ciri khas dari cat minyak adalah memiliki aroma yang menyengat dan membutuhkan waktu lama untuk kering. Sementara itu, cat akrilik adalah jenis cat yang pigmen warnanya lebih beşar dari cat air memiliki daya tutup permukaan yang cukup luas, dan bersifat transparan. Ciri khas dari cat akrilik adalah memiliki aroma yang tidak menyengat, cepat kering, dan membutuhkan benda-benda pendukung, seperti gel pengilap dan varnish pengilap untuk menampilkan kesan kilap.

Pada umumnyaı media gambar yang banyak digunakan oleh pelukis adalah kanvas, yakni kain tenunan dengan daya cengkeram dan daya serap yang kuat, serta bersifat antiretak. Kain tenun yang digunakan sebagai kanvas umumnya telah dilapisi dengan plamir atau cat dinding antibocor. Pelapisan cairan antibocor pada kanvas disesuaikan dengan jenis kanvasnya. Semakin halus tekstur kanvas, semakin sedikit pula pelapisan yang dilakukan. Kanvas merupakan media yang tepat untuk melukis menggunakan cat minyak dan cat akrilik.

Sementara itu, media gambar Iain yang seiring digunakan adalah kertas. Kertas yang digunakan untuk melukis tentu memiliki ketebalan berbeda dengan kertas yang digunakan untuk menulis. Pemilihan kertas untuk melukis juga didasarkan pada gaya melukis yang hendak diterapkan. Contohnya, jika ingin membuat lukisan bergaya realis, jenis kertas yang cocok digunakan adalah kertas bertekstur halus. Sementara itu, kertas bertekstur kasar sangat cocok untuk digunakan dalam pembuatan lukisan bergaya abstrak. Jenis cat yang sangat cocok digunakan untuk media kertas adalah cat air.

Selain cat dan media gambar, terdapat beberapa alat pendukung Iainnya dalam penciptaan karya lukis, seperti palet, kuas, pisau palet, ember, dan alat tulis.

1) Kuas merupakan alat yang digunakan untuk menyapukan cat ke atas permukaan media gambar.

Bentuk kuas cat air cenderung lebih halus dibandingkan kuas cat minyak ataupun akrilik. Bagian ujung bulu kuas ada yang datar, bundar, ataupun meruncing. Biasanya, bulu pada kuas menggunakan serat buatan dan rambut hewan musang.

2) Palet merupakan alat untuk mencampurkan aneka warna cat yang akan digunakan untuk melukis. Palet cat minyak memilikj permukaan datar dan luas, sedangkan permukaan palet cat air memiliki lubang-lubang yang cekung.

3) Pisau palet merupakan alat yang berfungsi sama dengan kuas, yakni menempelkan cat pada permukaan kanvas. Bedanya, pisau palet lebih sering digunakan untuk menempelkan cat yang lebih tebal.

4) Ember berisi air digunakan untuk mencuci dan membersihkan ujung kuas yang digunakan untuk melukis.

5) Alat tulis, seperti pensil, penggaris, dan penghapus, digunakan untuk membuat sketsa lukisan sebelum dituangkan ke dałam kanvas.

 

 

Sumber: a. www.pxhere.com, b. www.maxpixel.net

Gambar 1 0.3 (a) cat minyak dan (b) cat akrilik biasa digunakan untuk melukis di kanvas

Gambar 10.4 Contoh alat pendukung dalam pembuatan lukisan, seperti (a) palet, (b) kuas, serta (c) cat dan ember.

Kreativitas dalam menciptakan karya seni lukis juga dapat diterapkan dalam pemilihan alat dan bahan yang tidak biasa. Contohnya, selain kanvas dan kertas, masih banyak media lain yang dapat digunakan untuk melukis, seperti papan, keramik, hingga tembok bangunan. Alat yang dipergunakan pun bervariasi, seperti cat semprot (pylox), air brush, hingga kosmetik seperti lipstik. Pemilihan alat dan bahan tergantung pada jenis lukisan apa yang hendak dihasilkan oleh seniman.


b. Memilih teknik melukis

Meskipun setiap pelukis memiliki gaya tersendiri dalam menciptakan suatu karya, umumnya teknik yang digunakan tetap sama. Dalam penciptaan karya lukis, terdapat beberapa teknik melukis yang sering digunakan dan bergantung pada jenis cat yang digunakan. Berikut adalah teknik yang sering digunakan pada pembuatan lukisan cat air.

1) Teknik flat washes, yakni teknik menyapukan kuas cat ke kertas agar memperoleh hasil sapuan yang rata.

2) Teknik graded washes, yakni teknik membuat tingkatan warna pada kanvas untuk menggambarkan kesan jauh dan dekat.


3) Teknik variegated washes, yakni teknik menyapukan kuas untuk menghasilkan warna-warna yang berbeda dan akan menyatu ketika disapukan pada kertas.

4) Teknik broken wash, yakni teknik sapuan kuas yang bertujuan untuk menghasilkan jejak warna dan sapuan kasar.

5) Teknik sapuan kuas kering, yakni teknik menyapukan kuas ke media gambar dengan sapuan yang mendetail.

6) Teknik blocking in, yakni teknik mengeblok sebuah bidang secara merata menggunakan kuas.

7) Teknik overlajd glazing, yakni teknik untuk menghasilkan kesan warna yang saling bertumpuk.

8) Teknik spattering, yakni teknik mengetuk-ngetukkan kuas yang penuh dengan cat pada jari sehingga butiran dan bercak çat jatuh pada media gambar.


Sementara itu, teknik yang sering digunakan pada pembuatan lukisan cat minyak ataupun cat akrilik adalah sebagai berikut.

1) Teknik konvensional, atau teknik umum, yakni menggoreskan warna cat ke atas permukaan media gambar menggunakan kuas.

2) Teknik impasto, yakni teknik membubuhkan cat pada kanvas secara tebal. Pencampuran warna pada teknik ini dapat dilakukan di atas palet ataupun kanvas. Teknik ini akan menciptakan tekstur sangat kuat ketika cat mengering. Teknik ini sangat cocok untuk melukis dengan gaya impresionistik atau ekspresionistik.

3) Teknik spontan, yakni teknik menyapukan kuas ke atas kanvas secara cepat dan tidak menggunakan perhitungan tertentu. Teknik ini banyak digunakan pada pembuatan lukisan abstrak dan ekspresionistik. Teknik ini bersifat intuitif sehingga menghasilkan efek dramatik, dinamis, dan ekspresif.

4) Teknik plakat, yakni teknik yang digunakan untuk menghasilkan jejak-jejak goresan kuat pada kanvas.

5) Teknik transparan, yakni teknik yang dilakukan dengan menggunakan cat yang teksturnya lebih cair agar menghasilkan kesan tipis saat disapukan pada kanvas.

 

Sumber: dokumentasi penulis

Gambar 10.5 Pembuatan lukisan cat minyak dengan teknik spontan.


c. Membuat lukisan

Pada pembahasan-pembahasan sebelumnya, telah disebutkan bahwa tahap perancangan karya seni meliputi tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Tahapantahapan tersebut juga dilakukan pada pembuatan lukisan. Meskipun demikian, ada beberapa jenis lukisan yang tidak melalui tahap-tahap tersebut, misalnya lukisan bergaya abstrak dan ekspresionistik Yang ticlak melalui tahap perancangan. Perhatikan skema berikut,

 

Gambar 10.6 Gambar Skema Proses Melukis

Dalam pembuatan lukisan, seniman harus melakukan eksplorasi terlebih dahulu untuk menentukan ide, gagasan, dan tema yang akan diangkat dalam bentuk lukisan, Tahap selanjutnya adalah menentukan gaya lukisan yang hendak diterapkan: apakah bergaya abstrak, realistik, impresionistik, atau gaya lainnya? Selanjutnya, tentukan jenis media yang akan digunakan untuk membuat lukisan. Setelah itu, buatlah sketsa atau rancangan kasar dari lukisan yang hendak dibuat. Jika lukisan yang akan dibuat bergaya abstrak atau ekspresionistik, pembuatan sketsa atau rancangan tidak diperlukan.

Untuk lebih memahami tentang langkah pembuatan lukisan, simaklah contoh pembuatan lukisan bergaya realistik dengan media kanvas dan cat minyak berikut.

1) Buatlah sebuah sketsa pemandangan dengan memperhatikan perspektif.

2) Ambillah beberapa tube cat dan tuangkan pada palet. Jangan mengambil terlalu banyak warna. Warna yang terbatas akan menghasilkan efek keserasian.

3) Sapukan warna-warna terang pada bidang-bidang sketsa secara tipis dan merata dengan terpentin yang cukup dan kuas agak leban

4) Sapukan warna-warna yang lebih tua pada subjek gambar untuk mendapatkan karakteristik, volume, tekstur, dan efek pencahayaan yang tepat.

5) Sapukan warna-warna pada detail lukisan agar subjek pemandangan menjadi lebih realistik. Kuas yang digunakan harus lebih kering, sedangkan cat yang digunakan agak tebal untuk menimbulkan jejak yang jelas dan kuat.

6) Lakukan tahap finishing atau penyelesaian dengan memberikan varnish pada lukisan. Pemberian varnish akan menjadikan lukisan lebih tahan lama dan tidak mudah terkena debu.




Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Tuesday, December 29, 2020

Eksplorasi Seni Budaya Nusantara (Pengembangan Karya Seni)

Pengembangan karya seni lebih identik dengan istilah berkarya seni. Dalam mengembangkan karya seni, seniman dapat menggali sumber ide atau gagasan dari kehidupan alam, sosial-pribadi, religi, moral, politik, dan budaya. Ide adalah gagasan pokok yang ingin disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai bentuk karya seni. Untuk mewujudkan ide yang telah muncul, seniman perlu memilih media yang tepat untuk mengembangkan karya seni yang hendak diciptakan. Media meliputi bahan, peralatan, dan teknik. Media merupakan sarana bagi seniman dalam mengaktualisasikan ide yang masih abstrak agar terwujud dalam bentuk yang konkret melalui karya seni. Karya seni yang terwujud dapat berupa seni patung, seni keramik, seni lukis, seni bangunan, seni kerajinan, seni desain, dan lain sebagainya. Jadi, dapat dikatakan bahwa kegiatan berkarya seni merupakan kegiatan untuk mewujudkan ide dan gagasan dengan bantuan pemilihan media yang tepat dalam bentuk karya seni. 

Sebuah karya seni haruslah indah atau estetis. Keindahan karya seni tersebutlah yang membuat seseorang memperoleh Pengalaman dan kenikmatan estetis sehingga dapat membuatnya lebih bahagia dan senang. Karya seni dapat dikatakan sebagai karya seni yang indah jiksn telah mengandung nilai bentuk dan nilai isi.

Nilai bentuk visual yang indah harus mengandung prinsip proporsi, keselarasam, keharmonisan, keseimbangan, irama, dan prinsip kesatuan sehingga tercipta susunan atau organisasi elemen-elemen seni dan mengandung keunikan yang tidak pernah didapatkan pada benda lainnya. Karya seni yang indah juga harus memiliki nilai isi (content). Nilai isi dapat ditemukan apabila sebuah karya seni mengandung nilai-nilai dan makna yang luhur. Seni murni dan seni terapan memiliki kriteria nilai yang berbeda. Seni murni lebih berfokus pada keindahan semata, sedangkan seni terapan tidak hanya berfokus pada nilai keindahan, tetapi juga nilai kegunaan. 

Selain harus indah, pengembangan sebuah karya seni juga harus memperhatikan unsur tema, bentuk, dan isi atau makna. Tema merupakan pokok permasalahan yang dipakai sebagai dasar penciptaan karya. Tanpa tema, pengembangan karya seni yang dilakukan akan tidak fokus dan karya tidak memiliki orientasi keindahan yang jelas. Bentuk yang merupakan wujud visual pada sebuah karya seni rupa meliputi unsur-unsur rupa yang disusun untuk mengungkapkan makna tertentu. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa bentuk merupakan struktur karya seni yang perlu diolah secara matang agar mampu menampilkan kesan, simbol, dan ekspresi yang kuat. Terakhir, pengembangan karya seni juga harus memperhatikan isi atau makna. Tanpa ada muatan makna yang ingin disampaikan, bentuk akan terkesan kosong, hampa, dan menjadi tidak indah.

Gambar 8.1 Proses hubungan antara ide, seniman, dan media dalam berkarya seni.

Dalam melakukan pengembangan karya seni, khususnya penciptaan karya, seniman akan mengolah bahan dengan menggunakan peralatan yang dimiliki agar bahan dapat berubah menjadi karya seni. Menurut Rondhi (2002), bahan dalam berkarya seni lukis yang umum digunakan, antara lain cat minyak, cat air, kanvas, kertas gambar, tinta, dan lain sebagainya. Selain menyiapkan bahan, seni lukis juga memerlukan peralatan, di antaranya kuas, palet, dan easel. Untuk bentuk seni lainnya, tentunya alat dan bahan yang digunakan menyesuaikan dengan jenis seni yang dibawakan. Untuk seni patung, ukir, dan pahatan, alat serta bahan yang digunakan adalah alat-alat memahat. Untuk seni musik, alat dan bahan yang digunakan adalah alat-alat musik. Sementara itu, untuk jenis seni yang lebih kompleks, seperti seni tari dan pertunjukan, alat dan bahan yang dibutuhkan meliputi tata kostum, tata rias, tata panggung, tata cahaya, hingga tata musik. 

Sementara itu, teknik adalah cara seniman dalam memanipulasi bahan dengan menggunakan alat tertentu. Setiap seniman memiliki teknik masing-masing yang disesuaikan dengan sifat bahan dan peralatan yang digunakan. Dengan demikian, teknik akan menjadi karakteristik atau ciri khas yang membedakan satu seniman dengan seniman yang lain. 

Secara umum, terdapat dua teknik dalam berkarya seni, yaitu teknik umum dan teknik khusus. Teknik umum (konvensional) merujuk pada sebuah cara yang lazim digunakan oleh banyak orang dalam menciptakan suatu karya. Sementara itu, teknik khusus adalah teknik umum yang telah dikembangkan oleh seniman secara personal dalam menciptakan suatu karya dalam menciptakan suatu karya. Teknik umum dan teknik Ahusus diterapkan dalam berbagai bidang seni, mulai dari seni murni hingga seni terapan. 

Dalam bidang seni lukis, terdapat beberapa teknik berkarya yang umum digunakan seniman, di antaranya aquarelleren, gouache dan plakat, oliverfoil colour, tempera schilderen, fresco sgraffıto, frottage, grattage, decalcomania, collage assemblage, teknik batik, dan lain sebagainya. Dalam pembuatan karya seni tiga dimensi, teknik yang sering digunakan adalah teknik anyaman, menyambung atau menempel, cetak. pahat, membentuk (modeling), butsir, dan merakit atau membangun. 

Dalam penciptaan suatu karya seni, tidak jarang seniman melakukan terobosan-terobosan yang dilakukan untuk berbagai tujuan, mulai dari tujuan artistik hingga tujuan fungsional. Untuk mencapai tujuan artistik, seniman sering kali mencampurkan alat dan bahan dengan teknik pembuatan yang tidak biasa. Contohnya pada masa kini, dapat ditemukan berbagai lukisan yang dibuat dengan bahan yang tidak biasa, mulai dari ampas kopil tetesan air tehi kulit telur, hingga hasil pembakaran obat nyamuk bakar dan rokok. Karena menggunakan alat dan bahan yang tidak biasa, tentunya diperlukan teknik yang berbeda dalam proses penciptaan karya seni. Contohnya, lukisan yang dibuat menggunakan hasil pembakaran obat nyamuk bakar dan rokok memerlukan teknik berupa teknik pembakaran demi menghasilkan warna yang diinginkan. Pada akhirnya, hasil karya yang dihasilkan tidak hanya kuat dengan nuansa artistik dan indah, tetapi juga unik dan tidak biasa. 

Gambar 8.2 Dalam pembuatan kerajinan perak, seorang seniman memerlukan (a) alat dan bahan, serta (b) teknik, di antaranya teknik konvensional dengan cara membakar perak agar mudah dibentuk. 

Gambar 8.2 Penggabungan antara alat dan bahan yang tidak biasa, yakni (a) obat nyamuk bakar dan (b) rokok dengan teknik pembakaran (c) dan (d) untuk menciptakan karya lukisan yang unik dan indah.

Sementara itu, untuk tujuan fungsional, umumnya- seniman menggunakan media dan teknik yang lebih praktis. Hal ini dilakukan karena tujuan utama penciptaan adalah untuk menghasilkan benda berciri artistikdan bernilai guna untuk kehidupan manusia. Contohnya dapat ditemukan dalam pembuatan spanduk atau gambar pada pakaian menggunakan teknik şablon. Selain lebih cepat dan mudah, teknik şablon juga memungkinkan proses duplikasi karya seni serupa dalam jumlah lebih banyak. 

Gambar 8.4 Teknik şablon adalah teknik pengembangan karya seni yang efektif dalam rangka untuk menduplikasi karya dalam jumlah banyak.

Dalam proses penciptaan karya seni, seniman harus memiliki inspirasi, rasat dan ide. Seniman juga harus memiliki kemampuan persepsi, komposisi, serta pemahaman unsur rupa dan prinsip komposisi sehingga dapat mengolah material dengan menggunakan alat dan teknik agar dihasilkan sebuah karya seni. Berikut adalah skema dari hubungan tersebut.

Gambar 2. Skema proses dalam penciptaan sebuah karya seni. Seniman harus memiliki ide, imajinasi dan pengetahuan untuk mengolah bahan agar menjadi karya seni murni ataupun terapan.



Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.


Monday, December 14, 2020

Contoh soal dan jawaban materi Eksplorasi Karya Seni Nusantara

 Sebutkan 5 sumber ide atau gagasan seorang seniman!

Kehidupan alam, Sosial-pribadi, Moral, Politik dan Budaya


Apakah yang dimaksud dengan media?

Sarana bagi seniman dalam mengaktualisasikan ide yang masih abstrak agar terwujud dalam bentuk yang konkret melalui karya seni


Media meliputi 3 hal apa sajakah itu?

Bahan, peralatan dan Teknik


Sebutkan beberapa contoh wujud karya seni!

Seni patung, seni keramik, seni lukis, seni bangunan, seni kerajinan, seni desain, dll


Sebutkan dua unsur nilai yang perlu diperhatikan dalam membuat karya seni!

Nilai bentuk dan Nilai isi


Sebutkan 6 prinsip dalam seni rupa/visual!

Prinsip proporsi, keselarasan, keharmonisan, keseimbangan, irama, dan kesatuan


Apakah yang dimaksud dengan nilai isi?

Nilai isi (content) yaitu nilai-nilai dan makna yang luhur yang terkandung dalam karya seni


Pengembangan sebuah karya seni memperhatikan 3 unsur, apa sajakah itu?

Tema, bentuk dan isi/makna


Sebutkan beberapa contoh bahan dalam berkarya seni lukis!

Cat minyak, cat air, kanvas, kertas gambar, tinta dll


Sebutkan beberapa peralatan yang digunakan dalam seni lukis!

Kuas, palet, easel, dll


Sebutkan contoh alat dan bahan dalam seni tari dan pertunjukan!

Tata kostum, tata rias, tata panggung, tata cahaya, tata musik


Sebutkan 2 jenis teknik dalam berkarya seni!

Teknik umum (konvensional) dan teknik khusus (unkonvensional)


Apakah yang dimaksud dengan Teknik umum?

Cara yang lazim digunakan oleh banyak orang dalam menciptakan sebuah karya seni


Apakah yang dimaksud dengan Teknik khusus?

Teknik umum yang telah dikembangkan oleh seniman secara personal dalam mencipatakan suatu karya seni


Sebutkan beberapa  teknik dalam berkarya seni lukis!

Aquarel, gouache, oliveroil colour, tempera schilderen, fresco, sgraffito, frottage, grattage, decalcomania, collage, assemblage, batik, plakat, pointilis, kolase, dll.


Sebutkan beberapa teknik dalam pembuatan karya seni tiga dimensi!

Teknik anyam, menyambung/ menempel, cetak, pahat, membentuk (modelling), butsir, merakit/membangun/konstruksi.


Sebutkan beberapa contoh bahan tidak biasa yang dapat digunakan dalam berkarya seni!

Ampas kopi, tetesan air teh, kulit telur, hasil pembakaran obat nyamuk, rokok, dll


Jelaskan mengapa seniman menggunakan media dan teknik yang praktis!

Untuk menghasilkan benda berciri artistic dan bernilai guna untuk kehidupan manusia


Sebutkan dua metode pengembangan karya seni!

Metode intuitif dan metode ilmiah


Apakah yang dimaksud metode intuitif dalam pengembangan karya seni?

Metode pembuatan karya seni tanpa melalui perencanaan yang matang dan terukur.


Apakah yang dimaksud metode ilmiah dalam pengembangan karya seni?

Penciptaan karya yang dilakukan dengan perencanaan yang seksama, analitis dan sistematis


Sebutkan salah satu pelukis yang menggunakan Teknik intuitif!

Willem de Kooning


Jelaskan tentang karya buatan Willem de Kooning!

Karya berupa lukisan dengan judul Two Figures in a Landscape yang dilukis dengan mata tertutup dan tangan kiri


Sebutkan beberapa jenis karya seni yang dapat menggunakan metode ilmiah!

Desain interior,  desain mebel, desain bangunan dan arsitektur, desain komunikasi visual


Menurut SP. Gustami ada tiga langkah berkarya seni dengan metode ilmiah, sebutkan!

Tahap eksplorasi, Tahap perancangan, Tahap perwujudan


Sebutkan 6 penjabaran langkah berkarya seni dengan metode imiah!

Langkah penggambaran jiwa, Pemilihan landasan teori, sumber, referensi dan acuan visual, Perancangan, Realisasi rancangan, Realisasi prototipe, Evaluasi


Jelaskan bagaimanakah kreativitas dalam seni rupa kontemporer?

Keberanian dan kemampuan seniman dalam mendaur ulang bentuk-bentuk seni yang telah ada sebelumnya dengan bentuk-bentuk seni baru.


Apakah yang dimaksud dengan seni instalasi?

Karya seni yang menggabungkan seni patung dan seni suara.


Jelaskan salah satu contoh wujud kreativitas seniman dalam seni terapan!

1. Desain pakaian yang menggunakan pemilihan kata yang menggelitik dan warna mencolok

2. Arsitektur kafe dibangun dengan memasukkan elemen produk daur ulang pada interiornya, dll.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi?

Hal yang mendorong manusia untuk melakukan sesuatu.


Sebutkan 7 ragam motivasi berkarya seni!

Motivasi komunikasi, motivasi ekspresi, motivasi estetis. Motivasi praktis, motivasi spiritual, motivasi ekonomi dan motivasi sosial.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi komunikasi?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menyampaikan pesan dan maksud tersirat kepada masyarakat melalui karya seni yang diciptakannya.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi ekspresi?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menciptakan karya sebagai wujud ekspresi diri.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi estetis?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menciptakan karya seni yang indah secara otonom atau tidak dikaitkan dengan aspek kehidupan lainnya.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi praktis?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menciptakan karya seni yang tidak hanya indah, tetapi juga bernilai guna tinggi.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi spiritual?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menciptakan karya seni sebagai sarana menuju konsep kebahagiaan hidup sesuai anjuran keagamaan.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi ekonomi?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menciptakan karya seni yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi sosial?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menciptakan karya seni sebagai sarana atau alat untuk memperbaiki tatanan atau nilai-nilai yang melenceng dalam kehidupan bermasyarakat.