Showing posts with label objek. Show all posts
Showing posts with label objek. Show all posts

Wednesday, October 13, 2021

Unsur dan Objek karya Seni Rupa

Seorang perupa (seniman, desainer, kriyawan, perajin dan sebagainya) mengolah unsur-unsur seni rupa fisik dan nonfisik sesuai dengan keterampilan dan kepekaan yang dimilikinya dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Dalam sebuah karya seni rupa, unsur fisik dapat secara langsung dilihat dan atau diraba sedangkan unsur nonfisik adalah prinsip atau kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni.

Unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni rupa pada dasarnya meliputi semua unsur visual yang terdapat pada sebuah benda. Dengan demikian pengamatan terhadap unsur-unsur visual pada karya seni rupa ini tidak berbeda dengan pengamatan terhadap benda-benda yang ada di sekeliling kamu.

Cermati kembali paparan singkat tentang unsur-unsur rupa berikut ini.

1. Garis (line)

Garis adalah unsur fisik yang mendasar dan penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa. Garis memiliki dimensi memanjang dan mempunyai arah serta sifat-sifat khusus seperti: pendek, panjang, vertikal, horizontal, lurus, melengkung, berombak, dan seterusnya.

Gambar 1.9 Macam-macam bentuk Garis

Garis dapat juga kamu gunakan untuk mengkomunikasikan gagasan dan mengekspresikan diri. Garis tebal tegak lurus, misalnya, dapat memberi kesan kuat dan tegas, sedangkan garis tipis melengkung, memberi kesan lemah dan ringkih. Karakter garis yang dihasilkan oleh alat yang berbeda akan meng- hasilkan karakter yang berbeda pula. Coba bandingkan karakter garis yang dihasilkan oleh jejak spidol pada kertas dan jejak arang pada kertas. Banding- kan pula jejak garis yang dibuat dengan ballpoint dan pinsil. Buatlah berbagai bentuk garis, kemudian cobalah untuk merasakankesan dari garis-garis yang kamu buat tersebut.

Gambar 1.10 Garis maya dan garis nyata


2. Raut (Bidang dan Bentuk)

Unsur rupa lainnya adalah “raut” yang merupakan tampak, potongan atau wujud dari suatu objek. Istilah ”bidang” umumnya digunakan untuk menunjuk wujud benda yang cenderung pipih atau datar sedangkan ”bangun” atau ”bentuk” lebih menunjukkan kepada wujud benda yang memiliki volume (mass). Perhatikan gambar di samping dan di bawah ini. Tunjukkanlah mana unsur ”bidang” dan mana unsur ”bentuk” atau ”bangun”.Bagaimana kamu membedakan wujud ”bidang” dan ”bangun” atau ”bentuk” dalam sebuah karya seni rupa dua dimensi?

Gambar 1.11 Bidang dan Bentuk atau Bangun


3. Ruang

Unsur ruang dalam sebuah karya seni rupa dua dimensi menunjukan kesan dimensi dari objek yang terdapat pada karya seni rupa tersebut. Pada karya dua dimensi kesan ruang dapat dihadirkan dalam karya dengan pengolahan unsur-unsur kerupaan lainnya seperti perbedaan intensitas warna, terang- gelap, atau menggunakan teknik menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal).

(Devi Setiawan, Untitled, Cat Minyak pada kanvas, 80x60cm, 1998, sumber: Outlet, 2000) Gambar 1.12. Karya seni rupa dua dimensi dengan visualisasi yang menunjukkan kesan ruang


4. Tekstur

Tekstur atau barik adalah unsur rupa yang menunjukan kualitas taktil dari suatu permukaan atau penggambaran struktur permukaan suatu objek pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya, tekstur dapat dibedakan atas tekstur asli dan tekstur buatan. Tekstur asli adalah perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba, sedangkan tekstur buatan adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang karena pengolahan unsur garis, warna, ruang, terang-gelap, dan sebagainya.


Gambar 1.13 Contoh arsir untuk menggambarkan tekstur


Gambar 1.14 Penggunaan tekstur dalam karya SR dua dimensi


5. Warna

Warna adalah unsur rupa yang paling menarik perhatian. Menurut teori warna Brewster, semua warna yang ada berasal dari tiga warna pokok (primer) yaitu merah, kuning, dan biru. Dalam berkarya seni rupa terdapat beberapa teknik penggunaan warna, yaitu secara harmonis, heraldis, murni, monokromatik dan polikromatik. Cobalah kamu mencari informasi tentang teknik-teknik penggunaan warna tersebut.

Perhatikan gambar-gambar karya seni rupa berikut ini, gambar manakah yang menunjukkan penggunaan warna secara harmonis, heraldis, murni, monokromatik dan polikromatik. Cara penggunaan warna yang bagaimana yang paling kamu sukai? Jelaskan alasannya!

Gambar 1.15 Penggunaan warna secara heraldis (simbolik) pada karya seni rupa dua dimensi

Gambar 1.16 Penggunaan warna secara monokromatik pada karya seni rupa 2 dimensi

Gambar 1.17 Penggunaan warna secara polikromatik pada karya seni rupa 2 dimensi

Sumber: Visual Art, Des 2004 – Jan 2005

Gambar 1.18 Penggunaan warna secara murni (tidak terikat pada apa2)


6. Gelap-Terang

Unsur gelap-terang pada karya seni rupa timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Perbedaan ini menyebabkan munculnya tingkat nada warna (value) yang berbeda. Bagian yang terkena cahaya akan lebih terang dan bagian yang kurang atau terkena cahaya akan tampak lebih gelap.

Perhatikan objek gambar dua dimensi di bawah ini yang menggunakan unsur gelap-terang dan yang kurang menggunakan unsur gelap terang. Kesan apa yang kamu lihat dan rasakan pada masing-masing objek gambar tersebut.

Gambar 1.19 Gambar dua dimensi menggunakan unsur gelap-terang


Penataan unsur-unsur visual pada sebuah karya seni rupa menggunakan prinsip-prinsip dasar berupa kaidah atau aturan baku yang diyakini oleh seniman dan perupa pada umumnya, dapat membentuk sebuah karya seni yang baik dan indah. Kaidah atau aturan baku ini disebut komposisi, kata tersebut berasal dari bahasa latin compositio yang artinya menyusun atau menggabungkan menjadi satu. Komposisi dapat mencakup beberapa prinsip penataan seperti: kesatuan (unity); keseimbangan (balance) dan irama (rhythm), penekanan, serta proporsi dan keselarasan. Prinsip-prinsip dasar ini merupakan unsur non fisik dari karya seni rupa.

 

Sumber: Jano Purwanto Utoro, 2010, Dewa Ruci Kopi Laut, 100x140cm, akrilik pada kanvas Gambar 1.20 Karya dengan Keseimbangan A-simetris

 

Sumber: Jano Purwanto Utoro, 2010, Dewa Ruci Kopi Laut, 100x140cm, akrilik pada kanvas Gambar 1.21 Karya dengan Keseimbangan simetris

 Sumber: dok Galeri Nasional Indonesia

Gambar 1.22 Contoh penataan unsur rupa yang berirama pengulangan dan variasi. Fadjar Sidik, 1978, Dinamika Keruangan XV, Cat minyak pada kanvas, 95x105cm


Penataan unsur-unsur rupa ini dilakukan menggunakan berbagai teknik dan bahan pada berbagai medium membentuk objek-objek yang unik pada karya seni rupa dua dimensi. Bagaimana cara menyusun unsur-unsur tersebut? Coba perhatikan karya seni rupa dua dimensi yang ada disekitar kamu. Amati bagaimana unsur-unsur rupa tersusun dalam karya seni rupa dua dimensi tersebut.


Latihan identifikasi unsur-unsur visual pada karya seni rupa dua dimensi.


Sumber:

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA. Seni Budaya SMA/SMK Kelas X Semester 1. 2017

Latihan identifikasi unsur-unsur visual pada karya seni rupa dua dimensi

Penataan unsur-unsur rupa ini dilakukan menggunakan berbagai teknik dan bahan pada berbagai medium membentuk objek-objek yang unik pada karya seni rupa dua dimensi. Bagaimana cara menyusun unsur-unsur tersebut? Coba perhatikan karya seni rupa dua dimensi yang ada disekitar kamu. Amati bagaimana unsur-unsur rupa tersusun dalam karya seni rupa dua dimensi tersebut.

Setelah mempelajari unsur-unsur dan objek pada karya seni rupa, identifikasikanlah unsur-unsur visual pada berbagai objek dalam karya- karya seni rupa dua dimensi berikut ini.

1. 

Sumber: Arti Ed 09-Nov 2008

2. 

Sumber: dok. GNI


3. 

Sumber: Dok. penulis

4. 

Sumber: Dok. penulis

5. 

Sumber: Dok. penulis

6. 

Sumber: Dok. penulis





Sumber:

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA. Seni Budaya SMA/SMK Kelas X Semester 1. 2017

Sunday, August 14, 2016

Objek Gambar Flora Fauna dan Alam Benda

Ketika menggambar bentuk atau disebut dengan menggambar alam benda, yang sangat diperlukan adalah bentuknya. Diperlukan kejelasan bentuk agar terlihat jelas, oleh karena itu prinsip-prinsip dalam menggambar alam benda sangat diperhatikan agar gambar menjadi sempurna. Biasanya menggambar bentuk dengan objek buatan manusia menggunakan objek-objek yang sederhana seperti benda-benda kecil yang memiliki bentuk yang jelas.

Objek gambar flora fauna
Objek flora dan fauna memiliki garis-garis gambar yang dinamis sehingga lebih mudah ditorehkan atau bisa disebut lebih mudah digambar dibandingkan dengan alam benda yang memiliki garis-garis yang statis atau pasti, tidak bergerak dan memiliki kejelasan bentuk.Objek flora akan lebih mudah digambar jika dibandingkan dengan objek fauna. Tumbuh-tumbuhan memiliki gerakan yang terlalu lambat sehingga bisa disebut tidak bergerak sehingga objek seperti ini memiliki posisi yang statis. Pergerakan objek yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan maksimal hanya terjadi ketika tertiup angin, makan seniman harus pandai menangkap objek ketika tidak bergerak.
Contoh objek gambar flora:





Berikut contoh gambar-gambar flora:





Fauna memiliki pergerakan dinamis yang sangat cepat jika dibandingkan dengan flora. Hewan dapat bergerak ke sana kemari sehingga memerlukan pengamatan yang jeli bagi seorang seniman untuk menggambarnya. Terkadang keberuntungan bagi seniman ketika objek terdiam, posisi yang seperti ini bisa ditangkap dengan alat digital seperti kamera untuk memudahkan dalam menggambar objek fauna. Kamera memiliki resolusi yang tinggi dalam menangkap potret objek dan memiliki kejelasan gambar dan warna yang sangat tinggi. Menggambar objek melalui foto (tidak melihat langsung) dinamakan menggambar tidak langsung. Gambar fauna akan lebih indah jika disertai dengan gambar penunjuang seperti resumputan, batu, tanah, air dan sebagainya hanya sebagai tambahan agar gambar lebih tampak indah. Gambar tambahan ini tidak perlu digambar secara detail sebab yang menjadi objek utama adalah fauna itu sendiri.
Contoh objek-objek fauna (hewan):






Berikut contoh-contoh gambar fauna:





Ada juga jenis gambar yang memerlukan pewarnaan dengan mensket menggunakan pensil terlebih dahulu atau langsung menggunakan pensil warna.




Objek gambar alam benda
Penyusunan objek dalam menggambar bentuk seharusnya menggunakan objek-objek yang sejenis agar senada. Misalnya ketika kita menggambar peralatan minum maka objek-objek yang disajikan adalah hanya benda-benda yang berkaitan dengan peralatan minum, ketika kita menggambar perabot maka yang disusun adalah hanya perabot-perabot yang berkaitan satu dengan yang lain, jikapun tidak sejenis maka sebaiknya senada atau ada kaitan antara objek satu dengan objek yang lain agat menjadi komposisi yang indah.
Komposisi objek
Menggambar bentuk biasanya dengan cara melihat benda yang digunakan sebagai model dengan menyusun komposisinya terlebih dahulu. Cara yang paling mudah ketika menggambar bentuk dengan model adalah menggunakan benda-benda yang sewarna sehingga didapatkan gelap terang dan tekstur yang sama, hal ini tidak akan membuat si seniman (penggambar) menjadi bingung. Selain itu pencahayaan juga penting dalam menyusun model objek, misalnya tidaklah akan terlihat bagus gelap terang objek jika pencahayaan langsung dari depan seniman, atau dari belakang objek. Sebaiknya arah datangnya cahaya dari sudut miring misalnya 45 derajat dari garis datar antara seniman dan objek gambar.

Dalam penempatan objek gambar juga perlu memperhatikan penempatan objek yang akan digambar. Contohnya ketika menempatkan objek sebaiknya tidak menggunakan background yang rumit sehingga tidak mengganggu kejelasan objek gambar.