Showing posts with label tiongkok. Show all posts
Showing posts with label tiongkok. Show all posts

Tuesday, October 12, 2021

Soal Pilihan Ganda materi: Apresiasi Seni Budaya Nusantara & Apresiasi Keindahan Seni Rupa Mancanegara

 1. Pernyataan yang sesuai mengenai pengertian apresiasi adalah …..

a. apresiasi dapat dimaknai sebagai upaya untuk memahami bentuk – bentuk dan hasil seni budaya secara menyeluruh, termasuk memahami nilai – nilai yang ada di dalamnya, seperti nilai estetika

b. dalam kbbi, apresiasi dimaknai”penilaian atau penghargaan untuk mengukur kualitas sesuatu”

c. dalam bahasa inggris, apresiasi dikenal dengan istilah appreciate, yang bermakna “kesadaran terhadap nilai seni dan budaya”

d. dalam kbbi, apresiasi memiliki dua pengertian, yakni “kesadaran terhadap nilai seni dan budaya” serta “ penilaian (penghargaan) terhadap sesuatu”

e. dalam artian sempit kegiatan apresiasi dapat dimaknai sebagai kegiatan mengamati, menanggapi, dan menghayati untuk menemukan kualitas dan nilai dari suatu bentuk

2. Ahli yang menyebutkan bahwa apresiasi terhadap bentuk kreasi seni merupakan suatu tindakan kreatif adalah …..

a. Basoeki abdullah

b. Soedarso

c. Rollo may

d. Brent G. Wilson

e. Edmund feldman

3. Salah satu ciri dari apresiasi pasif adalah …..

a. memerlukan proses analisis

b. menunjukkan tingginya minat seseorang terhadap karya seni

c. memerlukan penelusuran informasi lebih lanjut

d. tidak didasarkan pada cerapan pancaindra

e. berdasarkan cerapan pancaindra

4. Apresiasi estetis dapat dimaknai sebagai …..

a. upaya penilaian yang lebih kompleks dengan melibatkan beberapa kegiatan, seperti klasifikasi, deskripsi, tafsiran, analisis, evaluasi, dan kesimpuan

b. apresiasi yang ditunjukkan secara mendalam

c. upaya penilaian berdasarkan unsur – unsur cerapan / tangkapan pancaindra

d. upaya penilaian terhadap suatu bentuk karya seni melalui pengamatan dan penghayatan

e. apresiasi yang bersifat serta – merta dan tidak melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap bentuk karya seni yang diamati

5. Berikut yang tidak termasuk tujuan dari apresiasi seni budaya adalah …..

a. menumbuhkan kepekaan estetis

b. menambahkan pengalaman berkesenian

c. memahami alasan penciptaan karya seni

d. mengembangkan kreativitas

e. menyempurnakan karya seni

6. Memperhatikan penggunaan warna yang digunakan dalam suatu lukisan merupakan kegiatan yang dilakukan pada tahapan …..

a. analisis

b. interpretasi

c. penilaian

d. deskripsi

e. evaluasi

7. Kegiatan analisis mengandung makna …..

a. penangkapan makna yang terkandung dalam suatu karya seni

b. memberikan penilaian terhadap suatu karya seni setelah memahami aspek – aspek pembangunan karya seni tersebut

c. mengidentifikasi suatu bentuk karya seni atau budaya melalui hasil cerapan atau tangkapan pancaindra

d. mendeskripsikan segala kemungkinan terkait makna yang tersimpan dalam suatu karya seni

e. mengaitkan unsur – unsur pembentuk yang terlihat dalam sutu karya

8. Seni rupa yang tumbuh dari masa purbakala sampai sekarang dalam sejarah lahir dari lembah – lembah sungai adalah …..

a. seni rupa era kemerdekaan

b. seni rupa era digital

c. seni rupa modern

d. seni rupa barat

e. seni rupa timur

9.Perhatikan gambar pahatan gajah dan manusia di bawah ini !

 


Gambar pahatan gajah dan manusia di atas menunjukkan harmoni antara kehidupan manusia dan alam sekitarnya, merupakan salah satu contoh peninggalan seni rupa mancanegara …..

a. mesir

b. india

c. tiongkok

d. indonesia

e. timur tengah

10. Perhatikan gambar piramida di bawah ini !

 


Gambar piramida di atas merupakan salah satu contoh peninggalan seni rupa mancanegara ……

a. Mesir

b. India

c. Tiongkok

d. Indonesia

e. Timur tengah

11. Kehidupan yang harus senantiasa selaras dan harmonis dengan alam merupakan konsep seni rupa yang berasal dari …..

a. Tiongkok

b. India

c. Indonesia

d. Timur tengah

e. Thailand

12. Zigurat merupakan nama bangunan di mesopotamia yang dibangun dengan tujuan …..

a. menunjukkan adanya kebudayaan komunal di masyarakat mesopotamia

b. dijadikan makam bagi para raja Mesopotamia

c. memuja dewa – dewa masyarakat Mesopotamia

d. memberikan penghormatan kepada arwah para leluhur

e. menunjukkan harmonisasi antara manusia dan alam sekitarnya

13.Mempercayai bahwa segala sesuatu yang ada di dunia bersifat fana atau tidak kekal merupakan konsep dari …..

a. spiritual

b. taoisme

c. kepercayaan mesir kuno

d. ajaran hindu – budha

e. jaran Islam

14. Ahli yang menyebutkan bahwa segala sesuatu yang bentuk dan sifatnya indah akan dicintai karena keindahan membawa kesenangan dan kebahagiaan adalah …..

a. Aristoteles

b. Al – ghazali

c. Lao tzu

d. Konfusius

e. The liang gie

15. Berikut yang bukan merupakan bentuk dari ajaran tao adalah …..

a. seniman perlu menciptakan karya seni yang mengungkapkan roh, karakter, atau watak

b. ajaran tao bersumber dari nilai – nilai kehidupan yang ada di alam semesta

c. manusia harus mengikuti ajaran tao untuk dapat hidup secara seimbang

d. menurut orang Tiongkok, keindahan dalam seni rupa harus berlandaskan tao

e. kesadaran tao membuat seniman dapat menciptakan karya yang indah dan sarat makna


Kunci jawaban:
1. D
2. C
3. E
4. D
5. B
6. A
7. E
8. E
9. B
10. A
11. B
12. C
13. D
14. B
15. C


Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Monday, December 21, 2020

Konsep Keindahan Seni Rupa Tiongkok

Konsep keindahan seni rupa Timur, khususnya di wilayah Tiongkok, sangat menitik beratkan pada ajaran Tao atau Taoisme. Taosime dapat dimaknai sebagai aliran yang memercayai bahwa nilai-nilai kehidupan bersumber dari segala sesuatu yang ada di alam semesta. Pada masa Taoisme banyak berkembang dan diyakini masyarakat Tiongkok. Oleh sebab itu, perkembangan seni di Tiongkok juga banyak berlandaskan pada Taoisme. 

Penerapan Taoisme dalam bidang seni rupa Tiongkok tampak melalui sikap seniman dalam menciptakan karyanya. Berdasarkan aliran ini, seniman perlu menciptakan karya seni yang harus mengungkapkan roh, karakter, atau watak. Oleh karena itu, seniman harus banyak melakukan kontemplasi dan menyucikan diri sehingga mampu melihat, menyentuh, serta menangkap roh tersembunyi di dalam benda-benda di sekitarnya. Upaya ini dikenal sebagai upaya untuk mencapai kesadaran Tao. Jika seniman telah mencapai kesadaran Tao, ia akan mampu menghasilkan karya seni yang indah dan sarat makna. 

Panjangnya perjalanan yang harus dilalui seniman Tiongkok untuk menghasilkan karya seni yang indah dan sarat makna tentu membuat orang-orang berpikir bahwa karya seni yang dihasilkan akan mendekati kata sempurna. Namun, yang terjadi tidaklah demikian. Karya seni yang tercipta masih tidak lepas dari potensi buruk. Selain itu, keindahan merupakan hal yang sifatnya relatif dan tidak mutlak. Oleh sebab itu, banyak seniman yang menciptakan karya yang lebih mengutamakan sisi dan pengalaman spiritual yang akan diperoleh serta mengesampingkan bentuk dan warna yang semarak. Sisi spiritual yang ditonjolkan dalam karya dipercaya akan membangkitkan keindahan tersendiri bagi siapa pun yang menghayatinya. Penerapan prinsip tersebut banyak ditemukan dalam karya lukisan pada masa Tiongkok Kuno. Ciri khas lukisan tersebut adalah banyaknya ruang kosong dan kesan sunyi dari lukisan, serta berfokus pada satu objek. Tak heran jika berkembang pepatah yang menyebutkan bahwa perkembangan seni lukis di Barat adalah seni lukis mata (memanjakan mata), sedangkan seni lukis di Timur, tepatnya di Tiongkok, adalah seni lukis ide/ gagasan (memanjakan Sisi spiritual dan pemikiran). Pepatah ini jelas menunjukkan bahwa seni lukis Tiongkok Kuno mementingkan esensinya, bukan eksistensinya. Penggunaan warna dalam karya lukisan Tiongkok Kuno tidak bersifat fungsional, tetapi lebih bersifat simbolisme. Seni rupa Tiongkok menganjurkan adanya tahap perencanaan yang matang sebelum berkarya. Selain itu, karena mengutamakan esensi, karya seni Tiongkok sebaiknya direproduksi agar dapat diteruskan dan disebarluaskan. 

Gambar 7.1 Contoh lukisan Tiongkok yang mencerminkan ajaran Tao



Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Konsep Keindahan Seni Rupa Tiongkok


Konsep keindahan seni rupa Timur, khususnya di wilayah Tiongkok, sangat menitik beratkan pada ajaran Tao atau Taoisme. Taosime dapat dimaknai sebagai aliran yang memercayai bahwa nilai-nilai kehidupan bersumber dari segala sesuatu yang ada di alam semesta. Pada masa Taoisme banyak berkembang dan diyakini masyarakat Tiongkok. Oleh sebab itu, perkembangan seni di Tiongkok juga banyak berlandaskan pada Taoisme. 

Penerapan Taoisme dalam bidang seni rupa Tiongkok tampak melalui sikap seniman dalam menciptakan karyanya. Berdasarkan aliran ini, seniman perlu menciptakan karya seni yang harus mengungkapkan roh, karakter, atau watak. Oleh karena itu, seniman harus banyak melakukan kontemplasi dan menyucikan diri sehingga mampu melihat, menyentuh, serta menangkap roh tersembunyi di dalam benda-benda di sekitarnya. Upaya ini dikenal sebagai upaya untuk mencapai kesadaran Tao. Jika seniman telah mencapai kesadaran Tao, ia akan mampu menghasilkan karya seni yang indah dan sarat makna. 

Panjangnya perjalanan yang harus dilalui seniman Tiongkok untuk menghasilkan karya seni yang indah dan sarat makna tentu membuat orang-orang berpikir bahwa karya seni yang dihasilkan akan mendekati kata sempurna. Namun, yang terjadi tidaklah demikian. Karya seni yang tercipta masih tidak lepas dari potensi buruk. Selain itu, keindahan merupakan hal yang sifatnya relatif dan tidak mutlak. Oleh sebab itu, banyak seniman yang menciptakan karya yang lebih mengutamakan sisi dan pengalaman spiritual yang akan diperoleh serta mengesampingkan bentuk dan warna yang semarak. Sisi spiritual yang ditonjolkan dalam karya dipercaya akan membangkitkan keindahan tersendiri bagi siapa pun yang menghayatinya. Penerapan prinsip tersebut banyak ditemukan datam karya lukisan pada masa Tiongkok Kuno. Ciri khas lukisan tersebut adalah banyaknya ruang kosong dan kesan sunyi dari lukisan, serta berfokus pada satu objek. Tak heran jika berkembang pepatah yang menyebutkan bahwa perkembangan seni lukis di Barat adalah seni lukis mata (memanjakan mata), sedangkan seni lukis di Timur, tepatnya di Tiongkok, adalah seni lukis ide/ gagasan (memanjakan Sisi spiritual dan pemikiran). Pepatah ini jelas menunjukkan bahwa seni lukis Tiongkok Kuno mementingkan esensinya, bukan eksistensinya. Penggunaan warna dalam karya lukisan Tiongkok Kuno tidak bersifat fungsional, tetapi lebih bersifat simbolisme. Seni rupa Tiongkok menganjurkan adanya tahap perencanaan yang matang sebelurr berkarya. Selain itu, karena mengutamakan esensi, karya seni Tiongkok sebaiknya direproduksi agar dapat diteruskan dan disebarluaskan.

Gambar 7.1 Contoh lukisan Tiongkok yang mencerminkan ajaran Tao



Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Monday, December 14, 2020

Konsep Keindahan Seni Rupa secara umum

KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA TIMUR

Seni lukis memanjakan sisi spiritual dan pemikiran

Karya seni mengungkapkan hal esensial/ hal pokok

Lebih mengutamakan nilai spiritual dan religius

Keindahan berusaha diselaraskan denga kehidupan alam semensta

Ekspresi atau emosi lebih teraktualisasi lewat pembentukan

Bentuk seni dekoratif, pewarnaan tanpa pencahayaan, subjek/figure terlihat datar

Seni merupakan produk budaya masyarakat yang bersifat komunal


KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA BARAT

Seni lukis memanjakan mata




KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA TIONGKOK

Menitik beratkan pada ajaran Tao.

Menciptakan karya seni yang harus mengungkapkan roh, karakter, atau watak.

Karya yang diciptakan mengutamakan sisi dan pengalaman spiritual yang akan diperoleh.

Mengesampingkan bentuk dan warna yang semarak.

Penggunaan warna dalam lukisan tidak bersifat fugsional tetapi bersifat simbolisme.

Karya seni mengutamakan esensi.

Contoh: Lukisan Tiongkok Kuno.


KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA MESIR DAN MESOPOTAMIA

Dipengaruhi oleh hal-hal bersifat transenden atau di luar kuasa manusia.

Lukisan dibuat  dengan tujuan ritual dan keagamaan.

Lukisan dibuat bukan untuk keindahan semata.

Lukisan lebih banyak bersubjek  igure-figur manusia.

Subjek berbentuk dekoratif, warna cerah, tidak menggunakan perspektif, tidak ada gelap terang / bayangan.

Contoh: Piramida Giza, patung Anubis, Zigurat.

Contoh: lukisan dalam kertas papyrus.


KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA INDIA

Kehidupan manusia harus selaras/ berjalan secara harmoni dengan alam sekitarnya

Jenis karya seni ramah dan tidak merusak alam.

Karya seni banyak mengadaptasi  ymbol-simbol dari agama Hindu dan Buddha.

Keindahan berkaitan erat dengan konsep ketuhanan dan religi.

Mempercayai segala sesuatu yang ada di dunia adalah fana atau tidak kekal.

Karya seni bersifat sederhana atau tidak terlalu rumit.

Contoh: pahatan patung gajah menunjukkan harmoni antara kehidupan manusia dan alam sekitarnya.


KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA TIMUR TENGAH

Melarang penggambaran makhluk hidup.

Seni yang baik dan indah adalah yang sejalan dengan ajaran Islam.

Karya seni berupa ornament atau arabseka.

Sesuatu yang bentuk dan sifatnya indah akan dicintai.

Keindahan membawa kesenangan dan kebahagiaan.

Konsep keindahan adalah sesuatu yang menghasilkan kesempurnaan.

Contoh: kaligrafi,  rnament-ornamen geometris, arsitektur masjid, motif stilasi tumbuhan pada permadani.


KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA INDONESIA

Karya seni di masa lampau sarat dengan nilai spiritual dan religi.

Menitik beratkan pada hubungan antara manusia dan alam sekitarnya.

Banyak memasukkan simbol alam.

Media yang digunakan berasal dari alam seperti kayu atau batu.

Bentuk karya seni rupa bersifat komunal.

Hasil karya banyak yang mencantumkan daerah asal.

Contoh: candi, arca, wayang, dll.



Sumber rangkuman: Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.


Wednesday, March 25, 2020

Konsep Keindahan Seni Rupa (rangkuman singkat)

Pada umumnya konsep keindahan seni rupa di dunia dibagi  menjadi dua yaitu konsep keindahan seni rupa barat dan konsep keindahan seni rupa timur.
Ciri konsep keindahan seni rupa barat : seni lukis yang memanjakan mata
Ciri konsep keindahan seni rupa timur: 
Seni lukis memanjakan sisi spiritual dan pemikiran
Karya seni mengungkapkan hal esensial/ hal pokok
Lebih mengutamakan nilai spiritual dan religius
Keindahan berusaha diselaraskan denga kehidupan alam semensta
Ekspresi atau emosi lebih teraktualisasi lewat pembentukan
Bentuk seni dekoratif, pewarnaan tanpa pencahayaan, subjek/figure terlihat datar
Seni merupakan produk budaya masyarakat yang bersifat komunal

Keindahan seni rupa timur dibagi lagi menjadi beberapa konsep yaitu sebagai berikut:

KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA 
TIONGKOK, memiliki ciri:
Menitik beratkan pada ajaran Tao.
Menciptakan karya seni yang harus mengungkapkan roh, karakter, atau watak.
Karya yang diciptakan mengutamakan sisi dan pengalaman spiritual yang akan diperoleh.
Mengesampingkan bentuk dan warna yang semarak.
Penggunaan warna dalam lukisan tidak bersifat fugsional tetapi bersifat simbolisme.
Karya seni mengutamakan esensi.
Contoh: Lukisan Tiongkok Kuno.

KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA 
MESIR DAN MESOPOTAMIA, memiliki ciri:
Dipengaruhi oleh hal-hal bersifat transenden atau di luar kuasa manusia.
Lukisan dibuat  dengan tujuan ritual dan keagamaan.
Lukisan dibuat bukan untuk keindahan semata.
Lukisan lebih banyak bersubjek figur-figur manusia.
Subjek berbentuk dekoratif, warna cerah, tidak menggunakan perspektif, tidak ada gelap terang / bayangan.
Contoh: Piramida Giza, patung Anubis, Zigurat.
Contoh: lukisan dalam kertas papyrus.

KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA 
INDIA, memiliki ciri:
Kehidupan manusia harus selaras/ berjalan secara harmoni dengan alam sekitarnya
Jenis karya seni ramah dan tidak merusak alam.
Karya seni banyak mengadaptasi simbol-simbol dari agama Hindu dan Buddha.
Keindahan berkaitan erat dengan konsep ketuhanan dan religi.
Mempercayai segala sesuatu yang ada di dunia adalah fana atau tidak kekal.
Karya seni bersifat sederhana atau tidak terlalu rumit.
Contoh: pahatan patung gajah menunjukkan harmoni antara kehidupan manusia dan alam sekitarnya.

KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA 
TIMUR TENGAH, memiliki ciri:
Melarang penggambaran makhluk hidup.
Seni yang baik dan indah adalah yang sejalan dengan ajaran Islam.
Karya seni berupa ornament atau arabseka.
Sesuatu yang bentuk dan sifatnya indah akan dicintai.
Keindahan membawa kesenangan dan kebahagiaan.
Konsep keindahan adalah sesuatu yang menghasilkan kesempurnaan.
Contoh: kaligrafi, ornamen-ornamen geometris, arsitektur masjid, motif stilasi tumbuhan pada permadani.

KONSEP KEINDAHAN SENI RUPA 
INDONESIA, memiliki ciri:
Karya seni di masa lampau sarat dengan nilai spiritual dan religi.
Menitik beratkan pada hubungan antara manusia dan alam sekitarnya.
Banyak memasukkan simbol alam.
Media yang digunakan berasal dari alam seperti kayu atau batu.
Bentuk karya seni rupa bersifat komunal.
Hasil karya banyak yang mencantumkan daerah asal.
Contoh: candi, arca, wayang, dll