Showing posts with label aktivitas seni. Show all posts
Showing posts with label aktivitas seni. Show all posts

Saturday, January 30, 2016

Kreativitas Anak dalam Seni Rupa

Kreativitas mempunyai peran yang sangat penting dalam hidup manusia, manusia kreatif dapat memberi kontribusi terhadap pembangunan, untuk meningkatkan kwalitas hidup baik secara individu, masyarakat atau bangsa pada umumnya. De Francesco, 1958 (dalam Tocharman, Maman, et al. 2006) menyatakan bahwa
"Pendidikan seni mempunyai kontribusi terhadap pengembangan individu antara membantu pengembangan mental, emosional, kreativitas, estetika, social dan fisik. Aspek kreativitas mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Apalagi di masa pembangunan ini, orang yang berdaya kreatif sangat dibutuhkan guna mengembangkan ide-ide yang konstruktif yang akan membantu pemerintah dan masyarakat dalam memajukan kehidupan dan berkebudayaan".
Pembinaan kreativitas perlu diberikan pada siswa sedini mungkin, dengan membekali berbagai kemampuan (skill) sebagai bekal kecakapan hidup untuk mampu dikembangkan pada saat mereka membutuhkan penghidupan. Pendidikan seni rupa di sekolah dengan tuntutan ranah apresiasi dan kreasi merupakan wahana dalam memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kreativitas dirinya. Kreativitas dalam seni ditinjau dari unsur nilai ekstrinsik dan instrinsik seni, karena wujud seni mencakup dua aspek tersebut.
Seberapa besar kreativitas anak dalam berkarya seni rupa dapat dilihat melalui sebuah indikator. Berikut merupakan indikator-indikator yang ditulis oleh Affandi (2004: 35), indikator dalam penilaian seni rupa anak meliputi:
  1. Indikator tingkat kreativitas, meliputi:
    1. Keanekaragaman unsur-unsur motif, objek, figur, dan warna
    2. Kebaharuan dan keaslian tampilan
    3. Kemampuan penataan komposisi unsur-unsur.
  2. Indikator tingkat kebebasan berekspresi, meliputi:
    1. Ketegasan dalam garis dan warna
    2. keberanian dalam mengorganisasi unsur-unsur
  3. Indikator tingkat keterampilan teknik, meliputi
    1. Keindahan/ kebagusan hasil karya sesuai dengan media yang digunakan
    2. Kecermatan dalam penyelesaian.


Pengembangan Potensi Anak dalam Aktivitas Seni

Anak pada usia dini adalah masa yang paling tepat untuk mengembangkan potensi, salah satunya adalah melalui aktivitas seni. Pendidikan seni pada anak bertumpu pada pokok-pokok pikiran sebagai berikut:
1. Seni dalam pendidikan seyogyanya menggunakan pendekatan multidisiplin (mengekspresikan diri dengan berbagai medium), multidimensional (kesenian terkait dengan banyak aspek dalam kehidupan) dan multikultural (kemampuan mengapresiasi).
2. Pendidikan seni berperan dalam pembentukan pribadi yang harmonis.
3. Pendidikan seni berperan mengaktifkan kemampuan dan fungsi otak kanan secara seimbang.

Bagi anak, kesenian difungsikan sebagai media ungkapan perasaan, ide, gagasan dan pikiran anak. Karyanya sebagai alat bermain imajinasi, mengutarakan ide dan juga media komunikasi.
Kreativitas merupakan salah satu potensi dasar pada anak yang perlu dikembangkan sejak dini. Untuk itu, kemampuan guru dalam mengembangkan kreativitas anak perlu diperhatikan sebab berpengaruh pada metode pembinaan maupun penilaian karya anak-anak.

Karya anak memiliki karakteristik yang berbeda-beda, hal ini disebabkan karena adanya perbedaan tingkatan usia dan tipe pada setiap anak.
1. Pendidikan Seni Rupa Usia Dini
Melalui pendidikan seni rupa dapat ditanamkan prilaku siswa yang kreatif, terampil dan memiliki kepekaan estetis yang tinggi. Pada jenjang TK bidang pengembangan yang memiliki muatan ajaran pendidikan seni rupa adalah pengembangan daya cipta. Pengembangan ini menggunakan pendekatan belajar sambil bermain.
2. Kegiatan Menggambar Bagi Anak
Herbert Read mengemukakan gambar sebagai hasil aktivitas berkerya dianggap media yang paling besar peluangnya bagi pengembangan potensi anak, terutama yang berkaitan dengan pengembangan kreativitasnya. Bagi anak menggambar merupakan suatu bentuk permainan yang menyenangkan. Dengan adanya aktivitas menggambar maka fantasi anak mudah timbul, fantasi inilah yang menjadi penggerak daya cipta (kreativitas).
3. Karakteristik Gambar Anak
Gambar-gambar anak memiliki keenekaragaman serta keunikan sesuai dengan perkembangannya. Oleh karena itu diperlukan kesesuaian metode bimbingan, pengajaran dan penilaian dengan materi pengajaran dan karakteristik anak yang akan diajar. Untuk memahami karakteristik gambar anak yang perlu diperhatikan adalah motivasi dan stimulasi yang tepat.yaitu: periodisasi dalam jiwa anak dan tipologi anak.
Periodisasi lihat: http://abbeart.blogspot.co.id/2016/01/ciri-ciri-gambar-anak-berdasarkan.html
Tipologi anak lihat: http://abbeart.blogspot.co.id/2016/01/penggolongan-gambar-anak-berdasarkan.html