Showing posts with label kayu. Show all posts
Showing posts with label kayu. Show all posts

Wednesday, November 10, 2021

Langkah-langkah Pembuatan Grafis

Langkah-langkah dalam pembuatan karya seni grafis terdiri dari beberapa tahapan yakni sebagai berikut:

1. Gunakan bahan dan alat seperti: kertas kalkir, pensil, papan kayu/hardboard, alat cukil, tinta, kaca, rakel.

2. Membuat rancangan gambar disebut sketsa atau gambar acuan. Proses menggambar dapat dilakukan pada kertas kalkir terlebih dahulu baru dilekatkan pada plat dahulu cetak atau dapat langsung digambar diplat acuan cetak. Teknik dapat dilakukan secara manual atau dapat hasil printout komputer baru kemudian dijiplak atau langsung ditempelkan di plat cetak yang sudah menggambar.

3. Pada tahap ini adalah melaksanakan proses pencukilan. Alat yang digunakan adalah Pisau cukil. Ketika melakukan pencukilan memperhatikan serat kayu (MDF) dan juga berhati-hati ketika mencukil karena mata pisaunya sangat tajam. Mata pisau yang sangat tajam ini akan memberikan cukilan yang bersih dan jelas. Bagian yang tidak digunakan untuk menghantarkan tinta disebut bagian negatif, sedang bagian yang menghantarkan tinta atau mencetak posisi akan tetap sejajar dengan plat acuan.

4. Setelah selesai pencukilan maka plat keinginan terlihat memiliki permukaan yang dalam seperti relief. Sebelum mulai mencetak plat atau mencetak garis batas dengan menggunakan pensil, agar kemampuan proses mencetak akurat.

5. Selanjutnya proses cetak dapat dimulai, pertama tama tinta secukupnya dengan alat bantu yang ambil skrap, letakkan tinta tersebut di atas permukaan kaca yang bekerja sebagai landasan untuk mengolah tinta.

6. Kemudian ratakan tinta tersebut untuk mengelola dengan menggunakan rol raket.

7. Setelah tinta selesai dibersihkan, pindahkan tinta pada permukaan plat yang akan dicetak dengan bantuan rol raket, pastikan tinta tersebut merata pada permukaan plat.

8. Apabila tinta sudah merata ke sluruh permukaan plat yang timbul, maka proses cetak dapat mulai dikerjakan. keinginan mencetak/plat di atas selembar kertas yang bersih bekerja sebagai alas kerja. Kemudian tempelkan kertas yang akan dicetak di atas plat acuan cetak.

9. Proses cetak plat ke kertas dengan menggunakan etching machine, handpress. Jika tidak memiliki alat ini bisa digosok dengan sendok atau bahkan hanya dengan tangan saja. Pastikan penggosokan merata ke semua permukaan kertas sehingga hasil maksimal, jika tidak merata hasilnya kurang tajam dan kurang jelas.

10. Setelah mencetak agar plat atau referensi tersebut dapat digunakan kembali di lain kesempatan, maka segeralah bermain degan air dan minyak tanah untuk menghilangkan gambar-gambar grafis yang menempel pada sela-sela permukaan plat.

11. dalam proses mencetak hambatan misalnya hasil cetak lama-lama tidak jelas ada tinta kering, maka untuk memperbaiki mungkin cara menggambar.


Contoh Membuat Grafis dengan Media Hardboard/MDF dengan  proses pembuatan grafis dengan teknik cetak tinggi:

Hasil karya seni grafis dari bahan papan kayu yang dicukil atau ditoreh dengan alat lengkung kayu sehingga hasilnya menunjukkan bekas cukilan dan torehan. Sebelum melaksanakan pencukilan pada papan kayu sudah dibuat sketsa/rencana gambar terlebih dahulu. Hasil torehan mengikuti alurnya pada burung tersebut, begitu pula cukilan pada tumbuhannya.



Hasil karya seni grafis cetak tinggi dengan Media MDF dengan alat wood curving. Kegiatan dimulai dengan membuat obyek dengan bahan papan yang telah disiapkan. Setelah selesai kemudian melaksanakan proses pencukilan. Pencukilan mengikuti sketsa obyek yang telah dibuat.





Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Genap. 2020.

Sunday, November 7, 2021

Menganalisis Karakter Bahan Pembuatan Patung


Dalam seni patung merupakan media ekspresi dalam penciptaan seni patung. Bahan merupakan dasar dari sebuah karya yang belum terproses atau terolah untuk menjadi sebuah barang jadi. Bahan adalah bahan yang diolah atau diubah sehingga menjadi barang yang kemudian disebut karya seni. Bahan dalam pembuatan patung meliputi banyak hal mulai dari kayu, logam, batu, tanah, karet, plastik, fiber, gypsum, dan lain sebagainya. Setiap bahan memiliki berbagai karakteristik yang berbeda dalam penggunaannya yang berperan dalam menghasilkan karya seni berkualitas tinggi. ditentukan oleh beberapa aspek di antaranya: (1) Keindahan yang terkandung di dalam bahan. Setiap bahan memiliki keindahan tersendiri terutama pada warna.Seperti pendapat Bastomi (2003:92) bahwa setiap bahan memiliki sifat khusus yang menjadi karakteristiknya.Warna asli yang ada dalam banyak mempengaruhi keindahan hasil karya seni. (2) Tekstur atau kesan permukaan bahan. Tekstur itu sendiri dapat ditentukan oleh warna. Deretan warna bergelombang dapat memberi kesan permukaan yang tidak rata, sedangkan warna. Dalam persiapan pembuatan patung ada hal yang harus dicapai oleh calon pematung yakni pengetahuan akan bahan. Pengetahuan akan bahan yang sangat penting karena setiap bahan memiliki sifat dan karakter tertentu yang akan mempengaruhi hasil akhir karya patung yang dibuat. Bahan untuk membuat patung adalah:Dalam persiapan pembuatan patung ada hal yang harus dicapai oleh calon pematung yakni pengetahuan akan bahan. Pengetahuan akan bahan yang sangat penting karena setiap bahan memiliki sifat dan karakter tertentu yang akan mempengaruhi hasil akhir karya patung yang dibuat. Bahan untuk membuat patung adalah: Dalam persiapan pembuatan patung ada hal yang harus dicapai oleh calon pematung yakni pengetahuan akan bahan.

Pengetahuan akan bahan yang sangat penting karena setiap bahan memiliki sifat dan karakter tertentu yang akan mempengaruhi hasil akhir karya patung yang dibuat. Bahan untuk membuat patung adalah:

A.Bahan lunak: Bahan lunak adalah bahan yang empuk dan mudah dibentuk misalnya tanah liat, lilin, plastisin dan sabun. Bahan tanah liat mudah didapat namun tidaksembarang tanah liat baik mutunya untuk dibuat patung. Tanah liat yang baik untuk mematung harus memenuhi persyaratan antara lain bersih dari kerikil, dari rumput, dari akar dan benda lainnya, selain itu daya susut tanah tidak lebih dari 10% sehingga ketika patung yang di buat sudah kering maka tidak akan pecah atau hancur.Keadaan tanah liat yang plastis sehingga mudah dibentuk, jadi tidak terlalu keras maupun tidak terlalu lembek. Untuk bahan plastisin bisa dibeli di toko. Bahan sabun juga mudah didapatkan di toko toko, namun ukuran sabun yang ada dipasaran sangat kecil sehingga Anda akan kesulitan jika membuat patung ukuran besar dari bahan sabun.

B. Bahan sedang: Bahan sedang: artinya bahan tersebut tidak terlalu lunak dan tidak terlalu keras, contohnya adalah kayu Waru, kayu Mahoni, kayu Randu, kayu Sengon.

C. Bahan keras: Bahan keras terdiri dari bahan kayu dan batu. Untuk bahan dari kayu yang sifatnya keras contohnya: kayu Jati, kayu Sonokeling, kayu Ulin, sedang bahan dari batu contohnya: batu Padas, batu Granit,batu Pualam, batu Andesit.

D. Bahan cor: Bahan cor yang dipakai adalah semen, pasir, gypsum, logam, perak, dan fiber.

E. Bahan limbah: barang bekas, dan daur ulang, bahan-bahan tersebut dapat dipakai membuat patung dengan cara merakit dengan membentuk obyek yang diinginkan. Contohnya, koran bekas, jerami, besi, potongan kayu dan lain-lain.


Gambar 3A


Gambar 3B


Gambar 3C

Dalam proses pembuatan karya seni patung dibutuhkan beberapa jenis bahan untuk menghasilkan sebuah produk yang punya nilai estetika tinggi. Berikut bahan- bahan yang dipakai untuk membuat seni patung: Bahan lunak merupakan bahan yang empuk dan mudah dibentuk. Contohnya, tanah liat, lilin, sabun, dan plastisin. Bahan sedang adalah bahan yang kadar kelembutannya tidak lunak dan keras. Pada bahan tersebut baiasanya dipakai teknik pahat menggunakan kayu, contohnya kayu randu, sengon, dan mahoni. Bahan keras merupakan bahan yang bentuk dan meterialnya keras. Contohnya, kayu jati, kayu ulin, dan batu pualam. Bahan cor yang dipakai adalah semen, pasir gypsum, logam, perak, dan fiber. Bahan limbah, barang bekas, dan daur ulang Bahan-bahan tersebut dapat dipakai membuat seni patung dengan cara dirakit dengan membentuk obyek yang diinginkan. Contohnya, koran bekas, jerami, besi.
Tanah liat yang baik untuk mematung harus memenuhi persyaratan antara lain bersih dari kerikil,dari rumput,dari akar dan benda lainnya, selain itu daya susut tanah tidak lebih dari 10% sehingga ketika patung yang di buat sudah kering maka tidak akan pecah atau hancur.


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Gasal. 2020.

Menganalisis Konsep Patung


Seperti Kamu tahu, manusia merupakan makhluk kreatif yang suka akan keindahan. Rasa indah yang diperoleh melalui banyak pengalaman keindahan tersebut melalui berbagai karya seni, salah satunya melalui seni patung. Patung adalah karya seni tiga dimensi (memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi) yang mengungkapkan sesuatu objek, peristiwa, atau lambang secara kreatif dan indah (estetik). Sebagai karya seni rupa rupa tiga dimensi, patung dibuat dengan metode substraktif yakni dengan mengurangi volume (dipotong, dipahat) dan juga metode aditif yakni dengan cara menambahkan volume.

Kamu melihat orang membuat patung dari bahan kayu yang dipahat? Suku Asmat di Papua sangat ahli membuat patung dengan memahat kayu seperti itu. Kamu juga dapat menemukan banyak pematung yang membuat patung dengan cara memahat batu di kita Candi Borobudur. Sementara itu di Trowulan Mojokerto (Jawa Timur), Kamu akan banyak menemukan orang membuat patung berbahan logam dengan cara mengecornya. Patung dibuat dengan menggunakan berbagai bahan dan berbagai teknik atau cara.

Seperti Kamu tahu, sebagai makhluk kreatif manusia selalu melihat hal-hal yang baru, bentuk-bentuk yang baru, cara-cara yang baru, manfaat-manfaat yang baru, gagasan-gagasan yang baru, dan seterusnya. Pengalaman manusia yang sangat beragam, khas, dan unik itu pada pemindahan manusia untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang asli. Cara-cara yang asli. Bentuk-bentuk yang asli. Juga karya- karya yang asli. Daya cipta atau kreativitas manusia tersebut memunculkan karya-karya seni yang baru.


Gambar 1A

Pengalaman berkeindahan setiap orang juga sangat beragam. Kamu mungkin bisa menggemari musik campursari, sementara kawan-kawan Kamu mungkin ada yang menggemari musik keroncong, pop, jazz, dangdut, atau yang lainnya. Kamu menggemari musik campursari yang dibawakan oleh penyanyi Didi Kempot, sementara sahabat Kamu yang juga gemar musik campursari menggemari suara penyanyi senior Waldjinah. Perbedaan-perbedaan tersebut menunjukkan adanya pengalaman keindahan yang berbeda.

Setiap orang punya kreativitas dan pengalaman keindahan yang berbeda-beda. Hal ini akan mendorong mereka untuk mengungkapkan rasa indah dan kreativitas tersebut dalam bentuk-bentuk perwujudan karya seni yang berbeda-beda. Dalam Seni Rupa akan menghasilkan bentuk-bentuk bangunan yang berbeda, menghasilkan lukisan- lukisan yang berbeda, menghasilkan patung-patung yang berbeda, dan seterusnya.

Dalam hal patung yang berbeda-beda, perbedaan tersebut bukan hanya dari segi dasar yang digunakan, teknik pembuatannya, cara pembuatannya, namun juga fitur. Meski demikian, seni patung selalu menonjolkan sosok 3 dimensi dalam perwujudan yang unik, kreatif, dan estetik serta dengan fungsi yang beragam pula.

Patung sudah dibuat orang sejak jaman primitif. Kamu mengetahui bahwa pada masa primitif, alam pikiran manusia masih tunduk pada hal-hal yang bersifat mistik atau tahayul. Maka tidak sedikit orang membuat patung untuk dipuja atau disembah. Pada peradaban berikutnya yang lebih maju, ketika manusia melepaskan diri dari kepercayaan mistik dan menggunakan akal budinya, mereka tak lagi memuja dan memuja patung. Pengalaman keindahan dan kreativitas yang mendorong manusia menghasilkan patung-patung untuk keperluan di berbagai bidang dalam kehidupan mereka sehari-hari.


Gambar 1B

Gambar 1C

    Patung merupakan karya seni rupa rupa tiga dimensi yang diciptakan dengan metode substraktif yakni dengan cara mengurangi volume dan metode aditif yakni dengan cara menambahkan volume. Metode substraktif pada batu dan kayu, metode aditif pada tanah liat, plastisin, lilin. Di Indonesia, patung-patung yang dipengaruhi agama Hindu banyak ditemui di situs Candi Prambanan dan berbagai tempat di pulau Bali. Sedangkan pengaruh agama Buddha di Situs Candi Borobudur.

Gambar 1D


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Wednesday, October 20, 2021

Penerapan ragam hias pada bahan kayu

Menyusun langkah-langkah penerapan ragam hias pada bahan kayu

Langkah yang akan ditempuh untuk membuat ragam hias di atas kayu dengan bahan cat akrilik. Kegiatan menggambar ragam hias pada papan kayu dilaksanakan setelah kayu yang akan digambari terbentuk. Kayu pada dasarnya dapat diwarnai dengan berbagai macam cat misanya cat kayu dan besi, cat akrilik, dan lain-lain. Oleh karena itu produk barang kerajinan dan hiasan dari kayu dapat dihiasi dengan teknik menggambar dan melukis. Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut:

1. Menyiapkan bahan dan alat untuk melukis (cat tembok, cat kayu, cat akrilik, kuas, palet, pensil, kertas kalkir)

2. Menyiapkan bahan kayu (papan kayu)

3. Membuat rancangan gambar ragam hias pada kertas kalkir

4. Memindahkan gambar rancangan tersebut pada permukaan papan kayu

5. Setelah selesai membuat gambar pada papan kayu kemudian mewarnai gambar dengan bahan cat yang sudah disiapkan.


Gambar 11

Pada Gambar 11 adalah contoh sederhana penerapan ragam hias pada bahan kayu dengan teknik lukis.


Membuat ragam hias pada bahan kayu

Gambar 12

Gambar 12 adalah motif ragam hias yang diterapkan pada kayu dengan teknik lukis. Silahkan Kamu mengamati dan mencermati secara seksama gambar tersebut di atas untuk mendapatkan gambaran tentang praktek penerapan hias pada kayu dengan teknik lukis!


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu dan Tanah Liat

Di bawah ini adalah proses penerapan ragam hias, silahkan teliti secara seksama! Apa yang dapat Anda pahami tentang proses yang dilakukan pada gambar tersebut?


Gambar 10A



Gambar 10B



Gambar 10C


Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

1. Memahat

Proses memahat/mengukir kayu diawali dengan menempelkan pola gambar pada papan kayu, selanjutnya kayu dipahat sesuai dengan bentuk pola yang ditempelkan. Pada bagian lengkung dipahat dengan pahat yang lengkung, pada bagian yang lurus dipahat dengan pahat yang lurus. Dalam proses memahat juga harus memperhatikan alur serat kayu.

2. Melukis

Proses ini dimulai dengan membuat pola hias pada papan kayu dengan menggunakan pensil. Selanjutnya proses gambar pola dengan bahan warna yang telah disiapkan. Kucing yang digunakan biasanya kucing di atas atau kucing kayu dan besi.


Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tanah liat

1.Membentuk

Proses membuat tanah liat menjadi sesuatu bentuk yang diinginkan.

2. Mencetak

Membuat tanah liat menjadi bentuk tertentu dengan bantuan alat cetak.

Lihat lengkap: 

Media dan Teknik membuat karya seni rupa tiga dimensi



Sumber:
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Latihan Soal Konsep Penerapan Ragam Hias

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan penjelasan yang rinci dan tepat!

1. Mengapa motif tumbuhan bunga Tertatai sudah digunakan dalam ragam hias sejak dahulu?

Jelaskan menurut pendapat Kamu!


2. Jelaskan salah satu motif ragam hias yang dikembangkan di daerah Kamu? Mengapa motif tersebut dipilih untuk dikembangkan di daerah Kamu? Apakah memiliki makna simbolis?


3. Jelaskan pengembangan ragam hias dengan bahan kayu? Yaitu dengan proses memahat dan melukis.


4. Mengapa bahan sandang sutera harganya lebih mahal dibanding bahan sandang lainnya? Apa kelebihan bahan sutera? Terbuat dari apa bahan tersebut?


5. Bahan alam untuk penerapan ragamnya, silahkan sebutkan yang Kamu ketahui! di kamu melihat prosesnya? Silahkan Kamu ceritakan secara singkat proses penerapan ragam hias tersebut!


6. Pengembangan motif ragam hias dengan menggunakan bahan baku bambu sekarang banyak dikembangkan di beberapa daerah di Indonesia. Dalam bentuk apa sajakah bambu bisa dibuat benda yang memiliki unsur ragam hias? Bagaimana proses pembuatan ragam hias dari bambu?


Jika belum memperlajari silahkan baca:

Menganalisis Konsep Penerapan Ragam Hias

Contoh analisis ragam hias





Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.


Bahan Alam yang digunakan membuat Ragam Hias

Negeri kita Indonesia memiliki begitu banyak dan beragam hasil karya seni salah satunya adalah ragam hias. Bagi sebagian masyarakat ragam hias memiliki makna tertentu. Ragam hias biasanya digunakan pada bangunan rumah, pusaka, perhiasan, pakaian, peralatan rumah tangga serta alat alat untuk keperluan adat dan upacara. Ragam hias memiliki makna dan fungsi yang berbeda. Makna simbolik yang ada pada ragam misalnya dapat menangkal roh jahat, memberikan kebaikan dan sebagai simbol kedudukan atau pangkat pada suatu tatanan masyarakat. Namun dalam perkembangannya ragam hias di beberapa daerah hanya berfungsi sebagai hiasan saja.

Motif ragam hias dua dimensi dapat diterapkan pada benda kerajinan, anyaman, ukiran ataupun bagian dinding rumah bagi rumah adat yang menggunakan dinding kayu. Pada ragam hias tiga dimensi dapat diterapkan pada benda perabot rumah tangga dan benda kerajinan. Ragam hias ini muncul dalam bentuk dasar yang sama seperti flora, fauna, geometris, figuratif atau gabungan dari motif motif tersebut. Proses pembuatan ragam hias pada barang-barang tersebut dapat dilakukan dengan cara memahat, mengayam, melukis. Bahan yang digunakan adalah Kayu, batu, bambu, rotan, mendong, pandan. Ragam hias yang diterapkan pada kayu seperti meja, kursi, almari, tempat tidur dan benda kayu lainnya dapat dilakukan dengan cara memahat, gabungan dari keduanya.

1. Kayu

Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya akan hasil kayunya, banyak jenis kayu yang dapat dimanfaatkan untuk membuat benda kebutuhan rumah tangga. Kayu yang biasa digunakan adalah Kayu Jati, Sono Keling, Nangka, Munggur dan lain-lain.

2. Batu

Dari berbagai macam jenis batu yang ada di wilayah kita ternyata Kalimantan merupakan wilayah yang menghasilkan banyak jenis batu. Batu yang biasa digunakan adalah batu Hitam, batu Putih, batu Andesit.

3. Bambu

Bambu yang biasa digunakan adalah bambu Wulung dan bambu Apus.Dinegara kita masyarakatnya sudah menggunakan bambu sejak lama.

4. Rotan

Rotan merupakan salah satu hasil alam Indonesia dan paling banyak dihasilkan dari pulau Kalimantan. Rotan biasa digunakan untuk meja, kursi, almari dan lain-lain.


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Menganalisis Konsep Penerapan Ragam Hias


Ragam hias sudah dibuat sejak lama, namun tidak semua motif ragam hias dapat berkembang bersama. Pada jaman prasejarah motif ragam hias tumbuhan atau motif flora belum dapat berkembang dengan baik. Motif ragam hias flora berkembang setelah adanya pengaruh Hindu yang datang dari India. Sejak adanya pengaruh Hindu motif flora menjadi sangat umum dan bahkan menjadi bagian yang sangat penting dalam ragam hias di Indonesia. Motif tumbuh tumbuh semakin berkembang dan mendapatkan tempat yang istimewa setelah datangnya pengaruh Islam seperti pada abad ke 15. Sebaliknya sebaliknya motif binatang dan manusia semakin berkembang bahkan di beberapa daerah mulai ditinggalkan. Dalam perkembangannya motif tumbuh tumbuhan berpadu dengan benda benda alam seperti bebatuan, gunung, awan.

Dalam kehidupan sehari-hari apakah kamu sering bertemu dengan ragam hias? Ragam hias apa yang sering Kamu lihat dan temukan baik di rumah, lingkungan sekitar rumah atau tempat lain pada saat ini? Coba Kamu mengingat kembali dan sebutkan ragam hias yang sering ditemukan! Tentu banyak sekali ragam hias yang bisa kamu temukan. Ragam hias yang Kamu temukan terdiri dari berbagai bahan untuk membuanya, beragam motif untuk diterapkan pada benda tersebut dan juga berbagai teknik dalam pembuatan benda tersebut.

Motif ragam hias tumbuh-tumbuhan secara luas diterapkan pada ornamen yang dipahatkan misalnya pada batu untuk hiasan candi, dipahatkan pada kayu untuk menghias perabot rumah tangga, diterapkan pada benda benda produk seperti keramik, kain sulam, bordir, tenun dan batik. Selain itu ragam hias tumbuh tumbuhan juga diterapkan pada bahan dari logam. Hampir semua daerah yang ada di Indonesia mengembangkan motif ragam hias tumbuh tumbuhan sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing.

Dari berbagai motif tumbuh tumbuhan, motif bunga paling banyak dipilih untuk dibuat ragam hias. Di antara banyak pilihan bunga, bunga Teratai adalah bunga yang sering dijadikan obyek ragam hias. Sejak jaman Hindu bunga Teratai memiliki peran penting, kuntum bunga merah disebut Padma, yang biru disebut Utpala dan yang putih disebut Kumuda. Dalam kepercayaan Budha teratai juga merupakan simbol kemurnian karena muncul tidak tercela meskipun dari dalam lumpur.

Di tempat lain motif ragam hias bunga Teratai yang diukirkan pada batu dan kayu dapat dijumpai pada ornamen masjid yang ada di Mantingan Jepara dan Kasultanan Cirebon. Ragam hias Teratai banyak digunakan dan mempunyai lambang lima buah tanda pengenal perwujudan yakni pikiran, perasaan, penglihatan, kebijaksanaan dan kesadaran. Di komplek keraton Yogyakarta motif ragam hias Teratai dipadu dengan motif ragam hias Naga dan juga dengan Tawon dan Tangan di bangsal Sitinggil. Keduanya merupakan ornamen sekaligus sengkalan Memet yang menandai titimangsa berkaitan dengan pembangunan Sitinggil. Pada relief Candi Kalasan motif hias sulur yang berpola dasar pilin tegar yang sangat indah bentuknya dan merupakan stilasi dari tumbuhan Teratai.

Penerapan ragam hias adalah membuat salah satu atau gabungan dari motif flora, fauna, geometris dan figuratif pada suatu barang atau benda sehingga barang atau benda tersebut menjadi indah dan menarik. Proses pembuatan ragam hias pada suatu barang atau benda dapat dilaksanakan dengan berbagai teknik misalnya pahat, batik, sulam, lukis, dan lain-lain.

Di daerah Sumatera khususnya Minangkabau ragam hias motif tumbuh tumbuhan diterapkan pada pahatan dinding kayu untuk menghiasi rumah adat. Selain di Sumatera motif ragam hias juga berkembang di Bali, Madura, Jawa dan tempat tempat lain di Indonesia. Di Jawa dikenal beberapa gaya motif ragam hias yang diterapkan pada ukiran misalnya: gaya Majapahit, gaya Cirebon, gaya Mataram, gaya Pajajaran.

Pada dasarnya motif ragam hias yang mengambil gubahan bentuk tumbuh-tumbuhan itu memiliki unsur-unsur sebagai berikut: daun pokok, ikal daun yang disebut Ulir, tunas daun yang disebut Trubus, kelopak daun yang disebut Angkup, Bunga dan Kuncup. Bagian tanaman yang menjulur disebut Lung atau Sulur. Bentuk, ukuran dan unsur-unsur dasar ragam hias tersebut menentukan gaya ukiran di samping ada penambahan unsur yang menunjukkan ciri khas daerah tersebut.

Contoh analisis ragam hias


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.


Tuesday, May 8, 2018

Menggambar pada media selain kertas

Menggambar pada umumnya dikerjakan pada media kertas menggunakan peralatan yang sesuai seperti pensil, bolfoin, pensil warna, penghapus dan sebagainya. Akan tetapi peralatan ini dapat juga dikerjakan pada media lain yang menunjang, artinya dapat dikerjakan sesuai dengan tekstur dan bahan.
Contohnya ketika kita menggunakan peralatan seperti pensil, sebaiknya digunakan pada media yang berbahan keras karena bahan pensil sebagai batu tulis memiliki kepadatan bahan yang keras dan memerlukan goresan pada bahan keras. Jika menggunakan pensil pada bahan yang lebih lunak sebaiknya diberi alas atau lapisan pada bagian bawahnya agar pensil dapat tergores dengan baik. Di samping itu, menggunakan kertas pun harus menggunakan alas benda keras agar tekstur kertas lebih keras seperti tumpukan kertas, meja, lantai, kayu, backboard dan lain-lain, sehingga mudah untuk digoresi oleh pensil.

Menggambar pada media selain kertas dapat dilakukan pada bermacam-macam bahan contohnya pada kain, kayu, tembok, backboard, triplek, dan sebagainya.
1. Menggambar pada kain
Bahan kain terbuat dari anyaman benang yang begitu banyak sehingga bahannya lentur dan tidak kaku. Meskipun tidak semua kain memiliki sifat kaku tetapi kebanyakan tidak statis sehingga agak susah jika digambari. Jika bahan keras digoreskan pada permukaannya maka diperlukan penampang agar bahan kain tetap statis. Penampangan bahan kain dapat dilakukan dengan menjepit bagian-bagian tepi bahan dan memberi alas keras. Jika kita melihat proses menyulam dapat dilihat bahwa bahan kain selalu membutuhkan penampang kain yang berbentuk lingkaran agar kain terpentang dan ketika disulam mendapatkan hasil yang maksimal.
Contoh kain

2. Menggambar pada kayu
Bahan kayu merupakan bahan keras. Bahan yang terbuat dari alam ini diperoleh dari batang pohon yang dibelah. Bahan kayu biasanya berupa glondongan maupun yang sudah dipotong-potong. Untuk menggambar pada bahan kayu yang paling nyaman adalah pada bahan kayu yang berupa potongan lempengan-lempengan sehingga memiliki permukaan yang rata. Menggambar pada bahan kayu tidaklah sudah, seperti ketika menggambar pada meja atau kursi. Menggambar menggunakan pensil pada kayu juga dapat dihapus seperti halnya ketika menggambar pada bahan kertas. Perlu diperhatikan juga jenis bahan kayu yang akan digunakan. Ada beberapa bahan kayu yang tetap memiliki tekstur kasar ketika sudah dibelah menjadi bentuk penampang.
Contoh kayu

Tekstur kayu



3. Menggambar pada tembok
Tembok merupakan bahan buatan manusia yang terdiri dari susunan batu bata, semen dan cat tembok. Cat tembok lah yang memberikan tekstur halus pada permukaannya, sehingga kita hanya menggambar pada permukaan cat yang telah kering. Untuk tembok berantakan permukaannya hendaknya diratakan dulu. Tembok yang baik untuk digambari adalah yang sudah dicat, sehingga memiliki warna dasar biasanya putih. Menggambar pada tembok memerlukan peralatan besar seperti tangga, kursi, ember, kuas besar serta cat dalam jumlah banyak karena media gambar sangat luas. Membuat sket pada tembok dapat menggunakan pensil atau kapur tulis. Pewarnaanpun menggunakan cat tembok.

Contoh tembok

Tembok tidak rata

4. Menggambar pada hardboard
Hardboard merupakan salah satu media keras yang terbuat dari bahan kayu. Tekstur dari media ini juga keras hampir seperti kayu. Hardboard untuk siswa dapat dibeli ditoko bangunan dengan ketebalan yang bervariasi. Selain digambar, hardboard juga dapat dicukil dan digunakan dalam pembuatan karya grafis (cetak tinggi). Menggambar pada hardboard dapat menggunakan pensil biasa.

Contoh hardboard

Tekstur hardboard

Penggunaan hardboard pada alas menulis

Penggunaan hardboard pada cukil kayu

5. Menggambar pada triplek
Triplek dari asalnya terbuat dari kayu tipis yang berlapis-lapis dengan ketebalan yang bervariasi. Kayu triplek dapat dijumpai di toko bangunan. Menggambar pada triplek lebih sulit jika dibandingkan menggambar pada backboard karena permukaan triplek lebih bertekstur kasar, sedangkan backboard memiliki tekstur yang lebih halus. Oleh karena itu tangan harus luwes ketika menggambar pada tiplek agar goresan tidak putus-putus atau berkelok-kelok.

Contoh triplek






Wednesday, March 8, 2017

Menggambar pada Bahan Kayu

Kayu adalah bahan keras yang dapat memiliki bermacam tekstur dan bentuk. Kayu asli yang berasal dari pohon memiliki bentuk silinder dan kadang tidak beraturan teksturnya. 


Kayu yang digunakan untuk media gambar sebaiknya kayu yang memiliki tekstur rata agar dapat digambari. Penerapan gambar pada media kayu di Indonesia contohnya terdapat pada 
Saat ini tidak jarang terdapat kayu yang memiliki permukaan datar, dan halus serta memiliki volume ringan. Contoh kayu semacam ini bisa kita beli dari tukang kayu, kayu bahan meubel, kayu bekas, kayu asahan sendiri, ataupun kayu yang sudah menjadi barang-barang jadi contohnya talenan kayu, dingklik (tempat dudukan rendah digunakan untuk didapur), centong kayu, dan masih banyak lagi. Prinsip yang paling penting adalah kayu memiliki permukaan datar dan tidak bertekstur terlalu kasar.
Menggambar pada bahan kayu dapat dilakukan menggunakan pensil, pensil warna, bolfoin, dan sebagainya. Selain dapat digambari, bahan kayu pun selanjutnya dapat dilukis dengan bermacam alat.
Tahap membuat ragam hias pada bahan kayu:
1. Persiapan alat dan bahan
2. Sket gambar, gunakanlah pensil. Selain lunak, pensil dapat dihapus dengan mudah pada permukaan bahan keras.
3. Pewarnaan. Pewarnaan dapat menggunakan pensil warna, crayon maupun cat. Untuk pewarnaan menggunakan bahan pensil warna tidak perlu menggunakan sket juga bisa, sehingga pada saat membuat gambar langsung menggunakan warna yang diinginkan
4. Finishing. Agar hasil karya yang dibuat tetap awet dan warna tidak luntur makan perlu adanya bahan pelapis. Bahan pelapis ini dapat menggunakan acrylic bening. Dengan cara disemprotkan pada permukaan kayu secara merata berkali-kali dengan jarak semprot sekitar 30 cm. Bahan ini akan melindungi dari air dan debu.
Tahap finishing seperti ini dapat kita lihat juga pada karya seni bahan kayu ketika tidak diwarnai hanya akan dilapisi pernis untuk melindungi bahan kayu dan mendapatkan kilau warna yang bagus.

Contoh hasil karya gambar dengan menggunakan bahan kayu:
Pewarnaan menggunakan pensil warna

Pewarnaan menggunakan cat