Showing posts with label tujuan apresiasi. Show all posts
Showing posts with label tujuan apresiasi. Show all posts

Thursday, December 17, 2020

Tujuan dan Fungsi Apresiasi Seni Budaya

 Layaknya kegiatan lainnya, apresiasi seni budaya juga memiliki tujuan dan fungsi. Berikut adalah tujuan dari kegiatan apresiasi seni budaya. 

1. Memahami Atasan Penciptaan Karya Seni 

Tujuan pertama dari kegiatan apresiasi seni budaya adalah memahami alasan penciptaan dari suatu karya seni. Dengan adanya apresiasi, seseorang tidak hanya menilai karya seni dari wujud fisiknya saja, tetapi juga menilai dari segi aspekaspek pembangunnya, seperti teknik yang digunakan senimanı alasan seniman menciptakan karya, hingga pesan yang hendak disampaikan seniman dalam karya-karyanya. 

2. Mengembangkan Kreativitas 

Kegiatan apresiasi seni budaya akan mendorong seseorang untuk lebih kreatif dalam mendalami suatu bentuk karya seni. Kreativitas ini tidak hanya dialami oleh seniman, tetapi juga penikmat seni. Bagi seniman, apresiasi seni akan membuat daya kreasinya terpacu untuk menciptakan karya-karya yang lebih baik dan variatif dari waktu ke waktu. Sementara ituj bagi penikmat seni, apresiasi seni akan mendorong mereka untuk kreatif dalanı menganalisis dan mempelajari suatu bentuk karya seni. Bahkanı tidak jarang penikmat seni terjun langsung mendalami seni untuk memahami nilai-nilai dan pengalaman yang diperoleh seniman dalam menciptakan karya.

3. Menumbuhkan Kepekaan Estetis 

Kepekaan estetis atau kepekaan seseorang terhadap nilainilai keindahan akan tumbuh dengan seringnya ia melakukan apresiasi seni. Semakin sering seseorang bersinggungan dengan bentuk karya seni, semakin tinggi pula sensitivitasnya terhadap nilai-nilai keindahan yang terwujud dalam bentuk karya seni. Kepekaan estetis yang diperoleh melalui apresiasi seni tidak hanya berlaku bagi seniman, tetapi juga penikmat karya seni. Dengan adanya kepekaan estetis, pengalaman keindahan yang dirasakan ketika mengamati dan menghayati suatu bentuk karya seni akan semakin tinggi. 

4. Menyempurnakan Karya Seni 

Apresiasi seni yang ditunjukkan penikmat seni terhadap suatu karya akan mendorong seniman untuk menyempurnakan karya seni. Dengan kualitas karya yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, seniman tidak hanya memperoleh kepuasan pribadi, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi masyarakat yang menikmati karya-karya berkualitas tersebut.



Sementara itu, fungsi dari kegiatan apresiasi seni budaya adalah sebagai berikut.

1. Memahami Seni Secara Mendalam 

Melalui kegiatan apresiasi seni, seseorang akan terpacu untuk memahami suatu bentuk seni secara mendalam. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap suatu karya. Dengan memahami seni secara mendalam, pengetahuan dan wawasan seseorang atas bentuk seni tersebut akan semakin maksimal. Pada akhirnyaı hal tersebut akan semakin meningkatkan apresiasi. 

2. Mengetahui Kua!itas Suatu Karya Seni 

Kualitas karya seni akan sulit untuk diketahui tanpa adanya apresiasi. Melalui apresiasi, seseorang akan merasakan pengalaman keindahan yang ditangkap oleh pancaindra. Pengalaman tersebut akan mendorongnya untuk memahami aspek lain yang membangun karya seni tersebutı termasuk makna yang terkandung di dalamnya. Dengan pengalaman keindahan dan pengetahuan yang diperoleh, orang tersebut dapat menilai seberapa baik kualitas dari karya seni yang ia amati dan hayati tersebut. 

3. Mengembangkan Kemampuan Seniman dan Penikmat Seni 

Apresiasi seni membawa banyak manfaat bagi seniman dan Penikmat şenil termasuk mengembangkan kemampuan kedua belah pihak tersebut. Dengan kegiatan apresiasiı seniman akan terus mencari cara dan belajar untuk meningkatkan kualitas karya-karyanya. Peningkatan kualitas berkarya dapat dilakukan dengan banyak cara, seperti menggunakan teknik dan media berkarya yang belum pernah ia gunakan sebelumnya. Dengan demikianı kemampuannya akan turut meningkat.

Sementara itu, bagi penikmat seni, kegiatan apresiasi akan meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami dan menilai suatu bentuk karya seni. Apresiasi seni juga akan semakin membuka pemikiran mereka terkait ekspresi berkesenian. Selain itu, apresiasi seni juga akan mendorong penikmat seni untuk mulai mempelajari cara membuat atau melakukan bentuk seni yang ia sukai. 

4. Menambah Pengalaman Berkesenian 

Bagi seniman dan penikmat seni, apresiasi seni akan menambah pengalaman dalam berkesenian. Bagi seniman, apresiasi seni akan mendorong mereka untuk melakukan eksptorasi dalam penciptaan karya. Sementara itu, bagi penikmat seni, apresiasi seni akan mendorong mereka untuk lebih banyak Iagi mengenal dan mengeksplorasi bentuk-bentuk seni. 

5. Meningkatkan Kecintaan terhadap Karya Seni 

Apresiasi seni memiliki manfaat besar dalam menciptakan kecintaan terhadap karya seni. Apresiasi seni membawa banyak pengalaman, seperti pengalaman keindahan, hiburanı hingga edukasi bagi seniman dan penikmat seni. Pengalaman_ pengalaman yang diperoleh melalui apresiasi seni akan mendorong seseorang untuk terjun lebih dalam demi memaharni bentuk-bentuk seni, Semakin banyak pengalaman dan Wawasan yang diperoleh, senıakin meningkat pula kecintaan seseorang teıhadap bentuk dan karya seni yang ia dalami.


Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Wednesday, May 15, 2019

APRESIASI SENI BUDAYA NUSANTARA



APRESIASI SENI

Apresiasi secara umum adalah melakukan suatu pengamatan, penghayatan, penikmatan, pemahaman suatu nilai, dan memberi kritik simpati terhadap sebuah karya seni. Apresiasi akan menimbulkan rasa senang, kesadaran untuk dapat menilai, menghargai, dan menciptakan karya seni. Apresiasi berasal dari bahasa Latin appresiatus yang artinya penilaian atau penghargaan.

Seni adalah alat komunikasi yang halus karena sifat simbolis yang terkandung dalam karya seni yang bersangkutan, sehingga dalam seni dituntut lebih banyak persyaratan untuk dapat mengungkapkan misi yang akan disampaikan. Pengertian apresiasi tidak terbatas pada kemampuan mengungkap misi, baik yang menyampaikan (berupa karya) maupun yang menerima misi (pemirsa atau pemerhati seni). Pada prinsipnya, apresiasi seni merupakan aktivitas mental yang mencakup penghargaan yang bersifat subjektif, namun bagi kritikus seni penilaian sebuah karya tetap akan menjurus pada objektifitas.

Kritikus adalah orang – orang yang memiliki pengetahuan tentang seni lebih banyak sehingga dapat menilai karya lewat penalaran dan keilmuan. Untuk menikmati suatu karya seni diperlukan pemahaman yang menyeluruh tentang seluk beluk karya seni. Untuk memahami lebih jauh terlebih dahulu harus melalui tahap permulaan, yaitu definisi seni itu sendiri.

Karya budaya rupa akan dinilai kurang bermakna jika masyarakatnya tidak memiliki apresiasi dan penghargaan terhadap karya – karya itu secara baik. Banyak karya budaya rupa gemilang anak bangsa tidak terawat, lapuk dan bahkan dimusnahkan hanya karena masyarakat tidak memiliki apresiasi terhadap karya – karya itu. Bahkan tidak sedikit kaum terpelajar kurang memiliki apresiasi terhadap karya – karya yang menjadi tanda peradaban bangsa, sehingga karya – karya besar itu tidak tercatat dalam sejarah.

Apresiasi budaya rupa merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dunia kesenirupaan secara keseluruhan. Tanpa apresiasi, dunia kesenirupaan tidaklah akan berkembang. Dari apresiasi inilah kemudian berkembang ilmu – ilmu dan teori – teori kesenirupaan.

 FUNGSI DAN TUJUAN APRESIASI
Fungsi dan tujuan apresiasi : pada hakekatnya, aktivitas yang bersifat apresiatif, dengan memberikan sejumlah pengalaman estetis melalui seni, merupakan fungsi individual dan sosial. Fungsi seni ini adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik dan emosional seniman dan orang lain. Agar fungsi ini berjalan sebagaimana mestinya diperlukan perpaduan dan penghayatan antara penglihatan dan pendengaran serta pengolahan melalui intelektualitas, imajinasi, dan rasa, sehingga dapat menafsirkan karya yang disuguhkan. Tujuan apresiasi adalah mengarahkan penafsiran pada suatu karya, agar memiliki kemampuan dalam menikmati, menghargai jenis – jenis karya secara baik dan positif.

 PENDEKATAN APRESIASI
Ada beberapa pendekatan dalam mengapresiasi karya seni, antara lain : 
1. Pendekatan deskriptif yaitu mengamati dan memaparkan karya seni secara apa adanya, seperti objek gambar, penggunaan warna, komposisi warna, tema karya, judul karya, pembuatnya, dan berbagai hal yang ditampilkan pada karya tersebut.
2. Pendekatan analitis yaitu mengamati objek seni berdasar kaidah – kaidah estetika yang baku, seperti aspek tematik, teknik pengerjaan, penerapan asas kesenirupaan, dan makna yang terkandung di dalamnya.
3. Pendekatan interpretative yaitu menginterpretasi karya seni berdasar sudut pandang pengamat, baik dari kesamaan pengalaman, kesamaan sudut pandang, unsur keindahan, atau pengetahuan pengamat.
4. Pendekatan penilaian yaitu proses memberi pengukuran, baik secara objektif maupun penilaian secara subjektif. Penilaian secara objektif didasarkan kepada pertimbangan teknis pengerjaan, sedangkan penilaian subjektif berdasar pada pertimbangan apresiatif pengamat, sehingga diperoleh kesimpulan karya itu baik atau buruk.
5. Pendekatan interdisiplin yaitu suatu karya seni dilihat dari berbagai disiplin keilmuan.