Showing posts with label media. Show all posts
Showing posts with label media. Show all posts

Tuesday, May 9, 2023

Publikasi Karya Seni Rupa

A. Definisi Publikasi Karya Seni Rupa

Publikasi karya seni rupa adalah kegiatan untuk menyajikan atau menampilkan karya seni rupa untuk di uji publik dan melihat dampak dari karya. Publikasi dalam konteks seni rupa biasanya dikenal dengan istilah pemeran. Dalam konteks kegiatan publikasi berupa rancangan konsep publikasi seni, pelaksanaan dan evaluasi publikasi seni rupa.

Secara khusus istilah pameran menurut Umberto Eko (Susanto, 2010: 289) mendefinisikan: “pameran selain pengumpulan barang dan koleksi-koleksi simbolis, juga merupakan instrumen Pendidikan, termasuk memperjelas hal-hal yang ilmiah”


B. Fungsi Publikasi Karya Seni Rupa

Kegiatan publikasi seni rupa memiliki fungsi, di antaranya:

1. Sebagai media pengantar ide dan pesan karya

2. Sebagai media penyebaran pengetahuan.

3. Sebagai media penggerak sosial dan kemanusiaan.

4. Sebagai media penjualan karya (komersial).

5. Sebagai media hiburan.


C. Jenis Publikasi Karya Seni Rupa

Publikasi karya seni rupa dapat dicantumkan dalam dua format:

c.1. Format luar jaringan (luring) yang menyajikan karya seni secara langsung kepada publik di tempat dan ruang pertemuan yang sudah dikondisikan. Contoh kegiatannya:

• Pameran karya di galeri/sekolah/kantor pemerintah/Balai warga

• Bazar karya di sekolah/alun-alun/pasar

 

Gambar 10.1. Pameran karya seni rupa yang secara langsung diselenggarakan di ruang galeri.

Sumber: Galeri Nasional Indonesia/Desy Novita (2016)

 

Gambar 10.2. Pameran dan bazar yang secara langsung diselenggarakan di sekolah.

Sumber: R2B Rembang/Musa (2018)


c.2. Format di dalam jaringan (daring) yang menyajikan karya seni melalui media internet. Contoh kegiatannya:

• Mempublikasikan karya di website atau media sosial

• Menjual karya di pasar atau toko online

 


Gambar 10.3. Mempublikasikan karya di media sosial Instagram.

Sumber: Pameran Serasi/Erudio Indonesia (2020)


 

Gambar 10.4. Mempublikasikan dan menjual karya di pasar.

Sumber: Paket Teman Duduk/Erudio Indonesia (2020)


D. Merancang persiapan publikasi karya seni rupa

Untuk mengomunikasikan hasil karya siswa, maka perlu diselenggarakan kegiatan publikasi karya seni rupa kepada publik. Agar proses tersebut berjalan lancar maka perlu direncanakan dan dilaksanakan kegiatan publikasi karya seni rupa tersebut dengan baik.

Beberapa contoh kegiatan perencanaan publikasi seni rupa, antara lain:

• Menetapkan tema publikasi yang akan dilakukan

• Membentuk susunan kepanitiaan dan pekerjaannya

• Menetapkan kegiatan tujuan publikasi

• Menentukan jenis karya seni yang akan dipublikasikan

• Menentukan tempat penyelenggaraan kegiatan

• Menentukan target audiens

• Mengalokasikan biaya yang diperlukan


e. Memilih media untuk melaksanakan publikasi karya seni rupa

Pada saat ini, media publikasi seni rupa dapat dilakukan secara memikat dan berani. Silahkan guru dan siswa berdiskusi untuk memilih media yang tepat dalam melaksanakan publikasi.



Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN


Monday, December 14, 2020

Contoh soal dan jawaban materi Eksplorasi Karya Seni Nusantara

 Sebutkan 5 sumber ide atau gagasan seorang seniman!

Kehidupan alam, Sosial-pribadi, Moral, Politik dan Budaya


Apakah yang dimaksud dengan media?

Sarana bagi seniman dalam mengaktualisasikan ide yang masih abstrak agar terwujud dalam bentuk yang konkret melalui karya seni


Media meliputi 3 hal apa sajakah itu?

Bahan, peralatan dan Teknik


Sebutkan beberapa contoh wujud karya seni!

Seni patung, seni keramik, seni lukis, seni bangunan, seni kerajinan, seni desain, dll


Sebutkan dua unsur nilai yang perlu diperhatikan dalam membuat karya seni!

Nilai bentuk dan Nilai isi


Sebutkan 6 prinsip dalam seni rupa/visual!

Prinsip proporsi, keselarasan, keharmonisan, keseimbangan, irama, dan kesatuan


Apakah yang dimaksud dengan nilai isi?

Nilai isi (content) yaitu nilai-nilai dan makna yang luhur yang terkandung dalam karya seni


Pengembangan sebuah karya seni memperhatikan 3 unsur, apa sajakah itu?

Tema, bentuk dan isi/makna


Sebutkan beberapa contoh bahan dalam berkarya seni lukis!

Cat minyak, cat air, kanvas, kertas gambar, tinta dll


Sebutkan beberapa peralatan yang digunakan dalam seni lukis!

Kuas, palet, easel, dll


Sebutkan contoh alat dan bahan dalam seni tari dan pertunjukan!

Tata kostum, tata rias, tata panggung, tata cahaya, tata musik


Sebutkan 2 jenis teknik dalam berkarya seni!

Teknik umum (konvensional) dan teknik khusus (unkonvensional)


Apakah yang dimaksud dengan Teknik umum?

Cara yang lazim digunakan oleh banyak orang dalam menciptakan sebuah karya seni


Apakah yang dimaksud dengan Teknik khusus?

Teknik umum yang telah dikembangkan oleh seniman secara personal dalam mencipatakan suatu karya seni


Sebutkan beberapa  teknik dalam berkarya seni lukis!

Aquarel, gouache, oliveroil colour, tempera schilderen, fresco, sgraffito, frottage, grattage, decalcomania, collage, assemblage, batik, plakat, pointilis, kolase, dll.


Sebutkan beberapa teknik dalam pembuatan karya seni tiga dimensi!

Teknik anyam, menyambung/ menempel, cetak, pahat, membentuk (modelling), butsir, merakit/membangun/konstruksi.


Sebutkan beberapa contoh bahan tidak biasa yang dapat digunakan dalam berkarya seni!

Ampas kopi, tetesan air teh, kulit telur, hasil pembakaran obat nyamuk, rokok, dll


Jelaskan mengapa seniman menggunakan media dan teknik yang praktis!

Untuk menghasilkan benda berciri artistic dan bernilai guna untuk kehidupan manusia


Sebutkan dua metode pengembangan karya seni!

Metode intuitif dan metode ilmiah


Apakah yang dimaksud metode intuitif dalam pengembangan karya seni?

Metode pembuatan karya seni tanpa melalui perencanaan yang matang dan terukur.


Apakah yang dimaksud metode ilmiah dalam pengembangan karya seni?

Penciptaan karya yang dilakukan dengan perencanaan yang seksama, analitis dan sistematis


Sebutkan salah satu pelukis yang menggunakan Teknik intuitif!

Willem de Kooning


Jelaskan tentang karya buatan Willem de Kooning!

Karya berupa lukisan dengan judul Two Figures in a Landscape yang dilukis dengan mata tertutup dan tangan kiri


Sebutkan beberapa jenis karya seni yang dapat menggunakan metode ilmiah!

Desain interior,  desain mebel, desain bangunan dan arsitektur, desain komunikasi visual


Menurut SP. Gustami ada tiga langkah berkarya seni dengan metode ilmiah, sebutkan!

Tahap eksplorasi, Tahap perancangan, Tahap perwujudan


Sebutkan 6 penjabaran langkah berkarya seni dengan metode imiah!

Langkah penggambaran jiwa, Pemilihan landasan teori, sumber, referensi dan acuan visual, Perancangan, Realisasi rancangan, Realisasi prototipe, Evaluasi


Jelaskan bagaimanakah kreativitas dalam seni rupa kontemporer?

Keberanian dan kemampuan seniman dalam mendaur ulang bentuk-bentuk seni yang telah ada sebelumnya dengan bentuk-bentuk seni baru.


Apakah yang dimaksud dengan seni instalasi?

Karya seni yang menggabungkan seni patung dan seni suara.


Jelaskan salah satu contoh wujud kreativitas seniman dalam seni terapan!

1. Desain pakaian yang menggunakan pemilihan kata yang menggelitik dan warna mencolok

2. Arsitektur kafe dibangun dengan memasukkan elemen produk daur ulang pada interiornya, dll.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi?

Hal yang mendorong manusia untuk melakukan sesuatu.


Sebutkan 7 ragam motivasi berkarya seni!

Motivasi komunikasi, motivasi ekspresi, motivasi estetis. Motivasi praktis, motivasi spiritual, motivasi ekonomi dan motivasi sosial.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi komunikasi?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menyampaikan pesan dan maksud tersirat kepada masyarakat melalui karya seni yang diciptakannya.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi ekspresi?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menciptakan karya sebagai wujud ekspresi diri.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi estetis?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menciptakan karya seni yang indah secara otonom atau tidak dikaitkan dengan aspek kehidupan lainnya.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi praktis?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menciptakan karya seni yang tidak hanya indah, tetapi juga bernilai guna tinggi.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi spiritual?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menciptakan karya seni sebagai sarana menuju konsep kebahagiaan hidup sesuai anjuran keagamaan.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi ekonomi?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menciptakan karya seni yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Apakah yang dimaksud dengan motivasi sosial?

Dorongan yang muncul dalam diri seniman untuk menciptakan karya seni sebagai sarana atau alat untuk memperbaiki tatanan atau nilai-nilai yang melenceng dalam kehidupan bermasyarakat.


Sunday, December 13, 2020

Seni Nusantara di Era Digital

 Kemudahan mendapat akses informasi pada era digital, embuat apa pun menjadi tidak sulit. Segala informasi dapat ditemukan dengan mudah melalui internet, termasuk informasi mengenai seni dan budaya di Nusantara. Meskipun tidak semua informasi akurasinya 100 persen, hal tersebut sudah sangat membantu perkembangan seni dan budaya Nusantara. 

Perkembangan teknologi di era digital saat ini membawa banyak keuntungan bagi seniman. Melalui teknologi, seniman dapat memublikasikan karyanya secara langsung dengan mudah dan cepat. Seniman dan karyanya juga dapat dengan mudah dikenal Oleh masyarakat. Bahkan, seniman juga mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karyanya kepada publik mancanegara sehingga karya-karyanya semakin dikenal. Belum lagi keuntungan material yang dapat diperoleh melalui pengenalan karya tersebut. Sayangnya, kemajuan teknologi juga membawa kekurangan bagi para seniman. Internet merupakan sesuatu yang dapat dengan bebas dan mudah diakses bagi siapa saja. Oleh sebab itu, seniman juga dapat menjadi sasaran kejahatan intelektual, dalam hal ini peniruan dan penjiplakan hasil karya. Untuk menghindari hal tersebut, para seniman dianjurkan untuk melindungi karya-karyanya dengan mendaftarkannya ke Kemenkumhan (Kementerian Hukum dan Pertahanan) agar mendapat hak paten. Artinya, HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) terlindungi dan karya tersebut tidak mudah dijiplak karena sudah dipatenkan. 

Era digital juga menghasilkan kreativitas baru sesuai zamannya. Beberapa karya seni saat ini ada yang memanfaatkan kemudahan internet dan teknologi untuk menciptakan seni virtual. Contohnya adalah M. Mirotq salah seorang seniman tari Indonesia yang pernah berkolaborasi dengan seniman mancanegara untuk membuat pertunjukan berbasis internet. 

Media, alatı dan bahan seni juga berkembang amat pesat. Banyak karya seni, baik seni murni, seni terapanı maupun seni pertunjukanı yang lahir dari hal-hal tidak terduga. Pada bidang seni rupaı teknik melukis berkembang sangat pesat. Orang tidak hanya dapat melukis dengan menggunakan kuası tetapi juga menggunakan bibir bergincu untuk mewarnai kanvas. Ada pula teknik melukis dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di kehidupan sehari-harij misalnya ampas atau tumpahan kopi. Bahan lain seperti pasir juga dapat melahirkan seni lukis pasir yang dalam pembuatannya menggabungkan seni rupa dan seni Pertunjukan. Dalam bidang seni musiki banyak pemusik yang bermusik tidak dengan alat musik yang lazimı melainkan alat musik alternatif, seperti yang dilakukan oleh Djaduk Ferianto beserta grup Kua Etnika-nya.



Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Tuesday, May 8, 2018

Menggambar pada media selain kertas

Menggambar pada umumnya dikerjakan pada media kertas menggunakan peralatan yang sesuai seperti pensil, bolfoin, pensil warna, penghapus dan sebagainya. Akan tetapi peralatan ini dapat juga dikerjakan pada media lain yang menunjang, artinya dapat dikerjakan sesuai dengan tekstur dan bahan.
Contohnya ketika kita menggunakan peralatan seperti pensil, sebaiknya digunakan pada media yang berbahan keras karena bahan pensil sebagai batu tulis memiliki kepadatan bahan yang keras dan memerlukan goresan pada bahan keras. Jika menggunakan pensil pada bahan yang lebih lunak sebaiknya diberi alas atau lapisan pada bagian bawahnya agar pensil dapat tergores dengan baik. Di samping itu, menggunakan kertas pun harus menggunakan alas benda keras agar tekstur kertas lebih keras seperti tumpukan kertas, meja, lantai, kayu, backboard dan lain-lain, sehingga mudah untuk digoresi oleh pensil.

Menggambar pada media selain kertas dapat dilakukan pada bermacam-macam bahan contohnya pada kain, kayu, tembok, backboard, triplek, dan sebagainya.
1. Menggambar pada kain
Bahan kain terbuat dari anyaman benang yang begitu banyak sehingga bahannya lentur dan tidak kaku. Meskipun tidak semua kain memiliki sifat kaku tetapi kebanyakan tidak statis sehingga agak susah jika digambari. Jika bahan keras digoreskan pada permukaannya maka diperlukan penampang agar bahan kain tetap statis. Penampangan bahan kain dapat dilakukan dengan menjepit bagian-bagian tepi bahan dan memberi alas keras. Jika kita melihat proses menyulam dapat dilihat bahwa bahan kain selalu membutuhkan penampang kain yang berbentuk lingkaran agar kain terpentang dan ketika disulam mendapatkan hasil yang maksimal.
Contoh kain

2. Menggambar pada kayu
Bahan kayu merupakan bahan keras. Bahan yang terbuat dari alam ini diperoleh dari batang pohon yang dibelah. Bahan kayu biasanya berupa glondongan maupun yang sudah dipotong-potong. Untuk menggambar pada bahan kayu yang paling nyaman adalah pada bahan kayu yang berupa potongan lempengan-lempengan sehingga memiliki permukaan yang rata. Menggambar pada bahan kayu tidaklah sudah, seperti ketika menggambar pada meja atau kursi. Menggambar menggunakan pensil pada kayu juga dapat dihapus seperti halnya ketika menggambar pada bahan kertas. Perlu diperhatikan juga jenis bahan kayu yang akan digunakan. Ada beberapa bahan kayu yang tetap memiliki tekstur kasar ketika sudah dibelah menjadi bentuk penampang.
Contoh kayu

Tekstur kayu



3. Menggambar pada tembok
Tembok merupakan bahan buatan manusia yang terdiri dari susunan batu bata, semen dan cat tembok. Cat tembok lah yang memberikan tekstur halus pada permukaannya, sehingga kita hanya menggambar pada permukaan cat yang telah kering. Untuk tembok berantakan permukaannya hendaknya diratakan dulu. Tembok yang baik untuk digambari adalah yang sudah dicat, sehingga memiliki warna dasar biasanya putih. Menggambar pada tembok memerlukan peralatan besar seperti tangga, kursi, ember, kuas besar serta cat dalam jumlah banyak karena media gambar sangat luas. Membuat sket pada tembok dapat menggunakan pensil atau kapur tulis. Pewarnaanpun menggunakan cat tembok.

Contoh tembok

Tembok tidak rata

4. Menggambar pada hardboard
Hardboard merupakan salah satu media keras yang terbuat dari bahan kayu. Tekstur dari media ini juga keras hampir seperti kayu. Hardboard untuk siswa dapat dibeli ditoko bangunan dengan ketebalan yang bervariasi. Selain digambar, hardboard juga dapat dicukil dan digunakan dalam pembuatan karya grafis (cetak tinggi). Menggambar pada hardboard dapat menggunakan pensil biasa.

Contoh hardboard

Tekstur hardboard

Penggunaan hardboard pada alas menulis

Penggunaan hardboard pada cukil kayu

5. Menggambar pada triplek
Triplek dari asalnya terbuat dari kayu tipis yang berlapis-lapis dengan ketebalan yang bervariasi. Kayu triplek dapat dijumpai di toko bangunan. Menggambar pada triplek lebih sulit jika dibandingkan menggambar pada backboard karena permukaan triplek lebih bertekstur kasar, sedangkan backboard memiliki tekstur yang lebih halus. Oleh karena itu tangan harus luwes ketika menggambar pada tiplek agar goresan tidak putus-putus atau berkelok-kelok.

Contoh triplek






Sunday, August 14, 2016

Menggambar flora fauna dan alam benda (secara sederhana)

Menggambar flora fauna dan alam benda yaitu kegiatan menggambar wujud-wujud flora, fauna, dan alam benda yang ada secara nyata dalam kehidupan. Menggambar flora atau fauna adalah menggambar objek tumbuhan atau hewan yang memiliki bentuk secara nyata artinya tidak ada gubahan bentuk atau distorsi bentuk.

Pengetian flora, fauna dan alam benda

Flora artinya tumbuhan sedangkan fauna adalah hewan. Banyak sekali flora fauna yang ada di Indonesia contoh flora Indonesia yaitu: pohon Pinus, bunga Raflesia Arnoldi, Anggrek hitam Kalimantan, pohon Jati dan masih banyak lagi. 




Contoh-contoh gambar lihat:
http://abbeart.blogspot.co.id/2016/08/objek-gambar-flora-fauna-dan-alam-benda.html


Contoh fauna Indonsia yaitu: Komodo, Badak bercula satu, Harimau Sumatra, Orang hutan, burung Cendra wasih, Orang utan, Tapir hutan dan masih banyak lagi.





Alam benda merupakan benda buatan manusia yang sudah terbentuk dari alam misalnya seperti gelas, guci, vas bunga dan sebagainya.




Ada juga alam benda yang terdapat di alam contohnya adalah batu, batang kayu, air awan dan sebagainya. Menggambar alam benda disebut juga dengan menggambar bentuk.



Teknik menggambar flora fauna

Flora dan fauna merupakan objek-objek yang memiliki bentuk dinamis sehingga dalam menggunakan garis-garis yang tidak statis. Dalam menggambar flora fauna dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan pola terlebih dahulu atau langsung pada bentuk dasar.
Langkah dalam menggambar flora fauna menggunakan pola adalah:
1) membuat pola bentuk dasar objek
pola objek gambar yaitu pola-pola dasar yang digambar terlebih dahulu untuk membantu membuat bentuk dasar objek.
2) membuat bentuk dasar objek dan menghapus pola dasar
setelah mendapatkan pola gambar yang dilakukan adalah membuat garis dasar objek dengan mengkait-kaitkan susunan pola menjadi bentuk dasar objek. Setelah didapatkan bentuk dasar jangan lupa menghapus gambat pola.
3) membuat detail gambar objek.
setelah mendapatkan bentuk dasar objek hanya tinggal membuat detail gambar agar gambar menjadi lebih sempurna.


Teknik menggambar alam benda

Dalam menggambar alam benda prinsipnya sama dengan menggambar bentuk yaitu perlu memperhatikan:
1) proporsi
proporsi adalah perbandingan ukuran pada gambar. Jika terdapat sebuah objek maka harus masuk akal dengan ukuran objek gambar lain yang terdapat pada satu bidang gambar tersebut.

2) gelap terang
gelap terang adalah efek gelap dan terang sebuah objek gambar dengan memperkirakan dari mana arah datangnya cahaya. Bagian yang tidak terkena cahaya akan lebih gelap dari pada bagian yang terkena cahaya.

3) komposisi objek gambar
komposisi adalah tatanan objek gambar dalam satu bidang gambar. Seorang seniman harus mampu mengkomposisikan objek bagaimana menjadi tatanan yang indah jika dipandang.

Akan tetapi ketiga prinsip-prinsip ini juga dapat diterapkan dalam menggambar flora fauna untuk kejelasan detail.


Alat dan media yang digunakan dalam menggambar

Alat yang dimaksud adalah berbagai peralatan yang digunakan dalam proses meggambar. Ada bermacam alat dan media yang digunakan dalam menggambar  contohnya pensil, penghapus, kertas, krayon, pensil warna, arang dan sebagainya.









Sedangkan media merupakan benda yang digambari oleh alat dalam menggambar, contohnya seperti kertas, papan tulis, kayu, tembok, dan sebagainya.

Benda atau bahan yang tidak biasa digunakan dalam menggambar oleh seorang seniman juga bisa disebut media menggambar akan tetapi tidak lazim.

Sunday, January 31, 2016

Perbedaan gambar anak Indonesia dan luar negeri

Jika kita perhatikan dengan seksama, ada beberapa perbedaan yang tampak pada gambar buatan anak Indonesia dengan luar Indonesia. Gambar memang sama-sama dibuat oleh anak, alat gambar dan media yang digunakanpun tidak jauh berbeda tetapi perhatikanlah gambar anak Indonesia dan gambar anak luar Indonesia dapat dibedakan.
Perbedaan gambar anak luar Indonesia dan gambar anak Indonesia:
  1. Gambar anak luar negeri lebih ekspresif dibandingkan dengan gambar anak Indonesia. Hai itu nampak pada bentuk figur yang diciptakan. Figur-figur yang dibuat oleh anak luar negeri lebih bebas sedangkan figur yang dibuat oleh anak Indonesia memiliki model wajah yang sama.
  2. Gambar yang dibuat oleh anak Indonesia selalu mengarah pada bentuk tiga dimensi, sedangkan gambar yang dibuat oleh anak luar negeri tidak begitu mempermasalahkan mengenai bentuk tiga dimensi yang dibuat. Yang paling ditonjolkan pada gambar anak luar negeri bukan pada terlihat tiga dimensi atau tidaknya namun lebih kepada figur atau benda apa saja yang harus ada dalam gambar yang dibuat. Oleh karena itu gambar anak luar negeri bentuk cerita yang nampak pada gambar lebih jelas.
  3. Gambar anak Indonesia lebih menonjolkan teknik dalam menggambar daripada ekspresi. Gambar di Indonesia lebih dianggap bagus jika tekniknya bagus dibandingkan dengan bentuk ekspresi pada gambar anak.
  4. Media yang digunakan oleh anak Indonesia kebanyakan adalah media crayon yang sangat akrab dan mudah di temukan di Indonesia. Terlebih lagi media crayon ini lebih populer di kalangan pelatihan menggambar anak yang dianjurkan oleh para guru atau pelatih mereka. Sedangkan gambar anak di luar negri nampak menggunakan bermacam media dalam menggambar. Hal ini mungkin dikarenakan di Indonesia kurang berani dalam memilih media, sehingga memilih media yang sudah umum digunakan karena tekniknya sudah banyak diketahui umum.
  5. Pemilihan tema pada gambar anak Indonesia selalu berkaitan dengan keadaan Nusantara, seperti keadaan alam pegunungan, pantai, bineka tunggal ika, persatuan dan kesatuan dan sebagainya. Hal ini tercipta dari pemilihan tema yang dipilihkan guru pada waktu kecil sehingga terbawa pada jiwa anak sampai pada usia atau tingkat sekolah berikutnya. Sedangkan pada gambar anak luar negeri lebih bervariasi dan lebih mengarah pada ungkapan perasaan bukan pada mencontoh alam atau gambar lain. Dapat disimpulkan bahwa gambar anak luar negeri lebih jujur atau menyentih hati karena gambar yang dibuat itu berdasar pada apa yang anak rasakan. Dalam hal ini tidak heran jika terkadang gambar disertai dengan adanya tulisan untuk memperjelas ungkapan perasaan itu.
Contoh gambar anak Indonesia:


Contoh gambar anak Luar Indonesia:






Tabel perbedaan gambar anak Indonesia dengan gambar anak luar negeri
No.
Perbedaan
Gambar anak Indonesia
Gambar anak luar negeri
1
Ekspresi
Kurang ekspresif
Lebih ekspresif sehingga karakter gambar anak terlihat
2
Teknik
Mengutamakan teknik dalam menggambar maupun mewarnai
Tidak mengutamakan teknik
3
Media
Kebanyakan crayon, pensil dan pensil warna
Bermacam-macam dari spidol, cat air, crayon hingga pensil warna
4
Bentuk gambar
Bentuk gambar terkesan rapi dan berusaha sempurna
Bentuk gambar tidak mengutamakan kerapihan, yang penting apa yang digambarkan sudah mencukupi apa yang ada di benak anak
5
Bentuk figur
Figur yang dibuat kebanyakan manusia yang berbentuk kartun
Lebih bebas dan beragam, yang penting merupakan bentuk figur manusia
6
Penggunaan garis dasar
Menggunakan garis dasar dari pensil atau alat gambar berwarna hitam. Umum digunakan outline berwarna hitam.
Tidak terpacu menggunakan satu warna garis dasar
7
Tema
Tema alam, nusantara, serta hal-hal yang berkaitan dengan keadaan yang sangat mencerminkan bangsa Indonesia
Tema kehidupan kerajaan seperti putri, istana dll, tema kasih sayang terhadap teman atau keluarga
8
Pewarnaan
Pewarnaan berlapis dan bermacam-macam warna digunakan, hampir semua warna digunakan
Pewarnaan lebih sederhana dan jika ada kombinasi warna tidak berlapis namun bertumpuk
9
Kombinasi dengan tulisan
Kebanyakan tidak disertai tulisan
Disertai tulisan guna memperjelas gambar
10
Pola gambar
Terpola, karena pengaruh sanggar atau bimbingan menggambar
Tidak terpola, lebih bermacam-macam sesuka anak