Showing posts with label batu. Show all posts
Showing posts with label batu. Show all posts

Tuesday, November 9, 2021

Alat dan Bahan Pembuatan Grafis

Alat dan Bahan Pembuatan Grafis

1. Cetak Tinggi
Cetak tinggi yaitu teknik membuat referensi dengan membuat pola pada permukaan media dengan bentuk yang timbul. Teknik ini merupakan teknik yang paling mudah dan murah karena tidak butuh alat khusus dan peralatan canggih. Alat: alat lengkung kayu, alat cukil untuk logam. Bahan: kayu, logam linoleum, hardboard .
Gambar 3A


Gambar 3D

2. Cetak Datar
Cetak data merupakan salah satu teknik dalam membuat grafis. Teknik cetak data menggunakan alat untuk menggores batu karena bahan yang digunakan dalam teknik ini adalah lempengan batu. Batu kapur karena sifatnya yang bisa menyimpan minyak. Prosesnya batu kapur yang telah diberi minyak dibentuk dengan pola dan gambar yang diinginkan. Kemudian dilakukan pengasaman pada batu tersebut. Alat: paku atau alat besi yang runcing untuk membuat pola gambar pada batu, bahan: batu putih. Teknik cetak data sekarang dapat dijumpai pada sistem mesin dan teknik foto mekanik.

Gambar 3E

3. Cetak Saring
Cetak saring adalah salah satu karya seni grafis yang melalui prosesnya melalui tahapan, yakni diawali dengan pembuatan cetakan pada alat kasa yang dilapisi bahan peka cahaya. Selanjutnya layar film dan dilakukan penyinaran, kemudian ditutup layar dan terbentuklah beton berlubang (saring) sesuai dengan filmnya. Cat di atas layar kemudian diratakan dengan rakel sehingga membentuk gambar sesuai betonnya. Cetak saring menggunakan bahan: cromatine, ulano dan cat sablon dan film. Alat yang digunakan adalah screen , rakel, meja sablon, landasan.

Gambar 3C

4. Cetak Dalam
Teknik cetak dalam menggunakan bahan: aluminium, kertas, dan tinta, adapun alat yang digunakan pada teknik ini adalah paku dan besi runcing. Cetak dalam beberapa bentuk yakni: Engraving, Etsa, Mezzotint, Drypoint.

Gambar 3B


Sumber:
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Genap. 2020.

Sunday, November 7, 2021

Menganalisis Karakter Bahan Pembuatan Patung


Dalam seni patung merupakan media ekspresi dalam penciptaan seni patung. Bahan merupakan dasar dari sebuah karya yang belum terproses atau terolah untuk menjadi sebuah barang jadi. Bahan adalah bahan yang diolah atau diubah sehingga menjadi barang yang kemudian disebut karya seni. Bahan dalam pembuatan patung meliputi banyak hal mulai dari kayu, logam, batu, tanah, karet, plastik, fiber, gypsum, dan lain sebagainya. Setiap bahan memiliki berbagai karakteristik yang berbeda dalam penggunaannya yang berperan dalam menghasilkan karya seni berkualitas tinggi. ditentukan oleh beberapa aspek di antaranya: (1) Keindahan yang terkandung di dalam bahan. Setiap bahan memiliki keindahan tersendiri terutama pada warna.Seperti pendapat Bastomi (2003:92) bahwa setiap bahan memiliki sifat khusus yang menjadi karakteristiknya.Warna asli yang ada dalam banyak mempengaruhi keindahan hasil karya seni. (2) Tekstur atau kesan permukaan bahan. Tekstur itu sendiri dapat ditentukan oleh warna. Deretan warna bergelombang dapat memberi kesan permukaan yang tidak rata, sedangkan warna. Dalam persiapan pembuatan patung ada hal yang harus dicapai oleh calon pematung yakni pengetahuan akan bahan. Pengetahuan akan bahan yang sangat penting karena setiap bahan memiliki sifat dan karakter tertentu yang akan mempengaruhi hasil akhir karya patung yang dibuat. Bahan untuk membuat patung adalah:Dalam persiapan pembuatan patung ada hal yang harus dicapai oleh calon pematung yakni pengetahuan akan bahan. Pengetahuan akan bahan yang sangat penting karena setiap bahan memiliki sifat dan karakter tertentu yang akan mempengaruhi hasil akhir karya patung yang dibuat. Bahan untuk membuat patung adalah: Dalam persiapan pembuatan patung ada hal yang harus dicapai oleh calon pematung yakni pengetahuan akan bahan.

Pengetahuan akan bahan yang sangat penting karena setiap bahan memiliki sifat dan karakter tertentu yang akan mempengaruhi hasil akhir karya patung yang dibuat. Bahan untuk membuat patung adalah:

A.Bahan lunak: Bahan lunak adalah bahan yang empuk dan mudah dibentuk misalnya tanah liat, lilin, plastisin dan sabun. Bahan tanah liat mudah didapat namun tidaksembarang tanah liat baik mutunya untuk dibuat patung. Tanah liat yang baik untuk mematung harus memenuhi persyaratan antara lain bersih dari kerikil, dari rumput, dari akar dan benda lainnya, selain itu daya susut tanah tidak lebih dari 10% sehingga ketika patung yang di buat sudah kering maka tidak akan pecah atau hancur.Keadaan tanah liat yang plastis sehingga mudah dibentuk, jadi tidak terlalu keras maupun tidak terlalu lembek. Untuk bahan plastisin bisa dibeli di toko. Bahan sabun juga mudah didapatkan di toko toko, namun ukuran sabun yang ada dipasaran sangat kecil sehingga Anda akan kesulitan jika membuat patung ukuran besar dari bahan sabun.

B. Bahan sedang: Bahan sedang: artinya bahan tersebut tidak terlalu lunak dan tidak terlalu keras, contohnya adalah kayu Waru, kayu Mahoni, kayu Randu, kayu Sengon.

C. Bahan keras: Bahan keras terdiri dari bahan kayu dan batu. Untuk bahan dari kayu yang sifatnya keras contohnya: kayu Jati, kayu Sonokeling, kayu Ulin, sedang bahan dari batu contohnya: batu Padas, batu Granit,batu Pualam, batu Andesit.

D. Bahan cor: Bahan cor yang dipakai adalah semen, pasir, gypsum, logam, perak, dan fiber.

E. Bahan limbah: barang bekas, dan daur ulang, bahan-bahan tersebut dapat dipakai membuat patung dengan cara merakit dengan membentuk obyek yang diinginkan. Contohnya, koran bekas, jerami, besi, potongan kayu dan lain-lain.


Gambar 3A


Gambar 3B


Gambar 3C

Dalam proses pembuatan karya seni patung dibutuhkan beberapa jenis bahan untuk menghasilkan sebuah produk yang punya nilai estetika tinggi. Berikut bahan- bahan yang dipakai untuk membuat seni patung: Bahan lunak merupakan bahan yang empuk dan mudah dibentuk. Contohnya, tanah liat, lilin, sabun, dan plastisin. Bahan sedang adalah bahan yang kadar kelembutannya tidak lunak dan keras. Pada bahan tersebut baiasanya dipakai teknik pahat menggunakan kayu, contohnya kayu randu, sengon, dan mahoni. Bahan keras merupakan bahan yang bentuk dan meterialnya keras. Contohnya, kayu jati, kayu ulin, dan batu pualam. Bahan cor yang dipakai adalah semen, pasir gypsum, logam, perak, dan fiber. Bahan limbah, barang bekas, dan daur ulang Bahan-bahan tersebut dapat dipakai membuat seni patung dengan cara dirakit dengan membentuk obyek yang diinginkan. Contohnya, koran bekas, jerami, besi.
Tanah liat yang baik untuk mematung harus memenuhi persyaratan antara lain bersih dari kerikil,dari rumput,dari akar dan benda lainnya, selain itu daya susut tanah tidak lebih dari 10% sehingga ketika patung yang di buat sudah kering maka tidak akan pecah atau hancur.


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Gasal. 2020.

Menganalisis Fungsi Patung


Pada peradaban yang belum maju patung dibuat untuk kepentingan kepercayaan religi. Misalnya pada peradaban Mesir Kuno orang membuat patung untuk disembah. Patung dikenal di Indonesia sejak jaman prasejarah. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi pembuatan karya seni patung seperti misalnya pada suku Asmat dari Papua yang terkenal dengan patung primitifnya. Pada jaman Hindu dan Budha orang juga membuat patung untuk dipergunakan pada kegiatan keagamaan seperti memuja Dewa atau menghormati orang yang menjadi teladan.

Selain itu banyak pula ditemukan hasil karya seni patung terutama di candi Hindu Budha yang bercorak tradisional.Seni patung juga disebut seni plastik (plastic art). Disebut plastik atau plastis karena menggunakan bahan yang mudah dibentuk sesuka hati. Seni patung juga diartikan sebagai seni bentuk yakni bentuk-bentuk 3 dimensional yang memiliki keindahan. Patung sebagai seni plastis memiliki arti yang luas karena tidak hanya bentuk manusia saja yang dibuat patung tetapi juga bentuk binatang, bentuk tumbuhan, atau bentuk apapun yang nyata maupun tidak nyata (abstrak).

Patung-patung dibuat untuk digunakan manusia bagi berbagai keperluan. Di bidang kenegaraan, patung dibuat untuk mengenang para pahlawan agar semangat juang dan patriotismenya dapat diwarisi oleh generasi penerus. Sebagai contoh, patung Soekarno-Hatta di gerbang bandara internasional Soekarno-Hatta di kota Tangerang Banten. Patung yang ditunjukkan oleh Gambar 2a adalah patung Soekarno-Hatta yang dibuat oleh pematung Sunaryo. Patung yang diresmikan pada 29 Agustus 2008 ini menggambarkan Bung Karno berdiri dengan tangan kanan menunjuk ke depan dan tangan kiri memegang tongkat komando. Bahasa tubuh patung Bung Karno nampak ekspresif penuh semangat untuk membawa rakyatnya maju ke depan. Sementara itu Bung Hatta ditampilkan dengan busana santun bersahaja, ditangannya memegang sebuah buku. Tahukah Kamu, siapa Soekarno Hatta itu?


Gambar 2A  Patung Soekarno-Hatta

Untuk mengenang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dibangunlah Tugu Proklamasi. Tugu Proklamasi berdiri di komplek Taman Proklamasi di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Taman tersebut berlokasi di bekas kediaman Presiden Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56. Pada komplek tersebut terdapat monumen dua patung Soekarno-Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Di tengah-tengah dua patung proklamator tersebut terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya.


Gambar 2B Tugu Proklamasi

Di bidang perkotaan, patung digunakan sebagai landmark atau penanda visual yang khas bagi kota tersebut. Di Surabaya ada patung khas penanda Surabaya yang disebut Tugu Pahlawan. Selain Monumen Nasional (Monas), di Jakarta terdapat patung berjudul ‘Selamat Datang’. Patung ‘Selamat Datang’ini juga dikenal sebagai Monumen Bundaran HI (untuk 'Bundaran Hotel Indonesia'). Patung ini dibuat atas prakarsa Presiden Soekarno, dibuat oleh Edhi Soenarso, selesai dibangun pada tahun 1962. Rancangan patung tersebut sketsanya dibuat oleh Henk Ngantung, waktu itu wakil gubernur DKI Jakarta. Trubus, penasihat dekat Presiden Soekarno di bidang seni rupa, adalah koordinator projek tersebut. Patung tersebut menggambarkan dua patung perunggu seorang pria dan seorang wanita, melambai dengan sikap menyambut. Wanita itu memegang buket bunga di tangan kirinya. Awalnya, monumen ‘Selamat Datang’ ini diberi nama "Rakyat Indonesia Menyapa Masa Depannya."

 

Di Surabaya terdapat patung monumental berjudul ‘Jalesveva Jayamahe’. Patung Jalesveva Jayamahe sendiri memiliki arti “di lautan Kamu jaya”. Patung ini menggambarkan prajurit TNI AL yang mengenakan baju seremonial, lengkap dengan pedang kehormatannya, menatap jauh ke laut seolah siap menantang ombak dan badai lautan. Patung yang terletak di Tanjung Perak Surabaya ini berdiri tegak di atas sebuah bangunan, yang tinggi total bangunan dan patung tersebut mencapai 60,6 meter. Monumen Jalesveva Jayamahe merepresentasikan optimisme generasi penerus bangsa untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Patung yang dirancang oleh I Nyoman Nuarta ini mengingatkan Kamu pada patung Liberty di New York, Amerika Serikat.

Kamu tahu sekarang bahwa patung memiliki beberapa fungsi. Beberapa fungsi seni patung lainnya sebagai berikut:

1. Patung dekorasi, berfungsi untuk memperindah suatu ruangan atau lingkungan eksterior.

2. Patung monumen, dibuat untuk mengenang jasa tokoh atau kelompok tertentu, seperti sosok pahlawan suatu negara atau memperingati peristiwa bersejarah.

3. Patung kerajinan, merupakan patung yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar, sehingga dapat diminati untuk dibeli berdasarkan berbagai kebutuhan umum yang tidak spesifik.

4. Patung arsitektur, dibuat untuk menunjang atau melengkapi kontruksi suatu bangunan sehingga lebih terpadu dan harmonis dengan desain arsitektur yang telah dirancang.

5. Patung seni murni (fine art) dibuat hanya untuk kepentingan estetis pribadi, demi pengungkapan ide-ide estetik sang seniman.

6. Patung religi, patung bagi beberapa agama dan kepercayaan memiliki unsur dan makna religius dan digunakan sebagai sarana untuk beribadah.

7. Patung pendidikan, patung yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan dunia Pendidikan.

 


Gambar 2C Patung Buddha; Patung-patung di Gereja Santa Maria De Belem

    Patung memiliki fungsi yang beragam, dari fungsi religius dan spiritual untuk kegiatan keagamaan dan kebudayaan tertentu, untuk mengenang atau mengenang peristiwa yang bersejarah atau jasa seorang pahlawan di masa terakhir. Untuk menunjang dalam konstruksi bangunan dan nilai estetika atau keindahan.


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Wednesday, October 20, 2021

Bahan Alam yang digunakan membuat Ragam Hias

Negeri kita Indonesia memiliki begitu banyak dan beragam hasil karya seni salah satunya adalah ragam hias. Bagi sebagian masyarakat ragam hias memiliki makna tertentu. Ragam hias biasanya digunakan pada bangunan rumah, pusaka, perhiasan, pakaian, peralatan rumah tangga serta alat alat untuk keperluan adat dan upacara. Ragam hias memiliki makna dan fungsi yang berbeda. Makna simbolik yang ada pada ragam misalnya dapat menangkal roh jahat, memberikan kebaikan dan sebagai simbol kedudukan atau pangkat pada suatu tatanan masyarakat. Namun dalam perkembangannya ragam hias di beberapa daerah hanya berfungsi sebagai hiasan saja.

Motif ragam hias dua dimensi dapat diterapkan pada benda kerajinan, anyaman, ukiran ataupun bagian dinding rumah bagi rumah adat yang menggunakan dinding kayu. Pada ragam hias tiga dimensi dapat diterapkan pada benda perabot rumah tangga dan benda kerajinan. Ragam hias ini muncul dalam bentuk dasar yang sama seperti flora, fauna, geometris, figuratif atau gabungan dari motif motif tersebut. Proses pembuatan ragam hias pada barang-barang tersebut dapat dilakukan dengan cara memahat, mengayam, melukis. Bahan yang digunakan adalah Kayu, batu, bambu, rotan, mendong, pandan. Ragam hias yang diterapkan pada kayu seperti meja, kursi, almari, tempat tidur dan benda kayu lainnya dapat dilakukan dengan cara memahat, gabungan dari keduanya.

1. Kayu

Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya akan hasil kayunya, banyak jenis kayu yang dapat dimanfaatkan untuk membuat benda kebutuhan rumah tangga. Kayu yang biasa digunakan adalah Kayu Jati, Sono Keling, Nangka, Munggur dan lain-lain.

2. Batu

Dari berbagai macam jenis batu yang ada di wilayah kita ternyata Kalimantan merupakan wilayah yang menghasilkan banyak jenis batu. Batu yang biasa digunakan adalah batu Hitam, batu Putih, batu Andesit.

3. Bambu

Bambu yang biasa digunakan adalah bambu Wulung dan bambu Apus.Dinegara kita masyarakatnya sudah menggunakan bambu sejak lama.

4. Rotan

Rotan merupakan salah satu hasil alam Indonesia dan paling banyak dihasilkan dari pulau Kalimantan. Rotan biasa digunakan untuk meja, kursi, almari dan lain-lain.


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Monday, August 29, 2016

Sejarah Seni Rupa Indonesia

Seni rupa yaitu seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Jenis dari seni rupa di Indonesia banyak sekali dapat dilihat sejak zaman batu hingga zaman kemerdekaan sampai sekarang. Sejarah seni rupa di Indonesia dapat dipelajari melalui peninggalan-peninggalan sejarah kehidupan pada masa lampau hingga sekarang. Zaman ini terbagi menjadi beberapa periode yaitu:

Zaman Batu: Sejarah Seni Rupa

Zaman batu menunjuk pada suatu periode di mana alat-alat kehidupan manusia umumnya/dominan terbuat dari batu, walaupun ada juga alat-alat tertentu yang terbuat dari kayu dan tulang. Zaman batu terbagi menjadi empat zaman, berikut penjelasannya:

a. Zaman Batu Tua
(Paleolithicum)
Zaman Batu Tua merupakan masa di mana  alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan/belum diasah/diupam, sehingga bentuknya masih sederhana. Contohnya adalah kapak perimbas, alat-alat serpih, dan kapak genggam.
Kapak Perimbas
Kapak perimbas digunakan untuk memotong bahan makanan dengan potongan yang besar sehingga bentuknya lebih besar.

Alat-alat serpih
Alat-alat serpih digunakan untun memotong dengan ukuran-ukuran yang lebih kecil sehingga bentuknya kecil sekitar lima centimeter.

Kapak Genggam
Kapak genggam fungsinya hampir sama dengan kapak perimbas hanya saja bentuknya lebih pendek dan mengembang, cara memakainya dengan cara digenggam.

b. Zaman Batu Tengah
(Mesolithicum)
Merupakan masa peralihan di mana cara pembuatan alat-alat kehidupannya lebih baik dan lebih halus dari zaman batu tua.
Pada zaman ini terdapat alat baru dengan fungsi yang berbeda daripada alat-alat serpih. Contohnya yaitu:
Batu penggiling/ Pipisan
-Batu penggiling/ pipisan fungsinya untuk menggiling bahan, sehingga bahan menjadi pipih. Bentuknya terdiri dari dua bagian yaitu bagian yang digunakan sebagai alas memiliki permukaan datar dan bagian batu berbentuk silinder yang digunakan untuk memipihkan.

Pebble/Kapak Sumatera
-Pebble/kapak sumatera. Pebble merupakan bentuk dasar kapak tetapi lebih kasar, fungsinya untuk memotong akan tetapi bentuknya lebih baik dan lebih runcing daripada alat-alat serpih.

-Kapak pendek. Kapak pendek merupakan jenis lain dari Pebble tetapi bentuknya lebih pendek.

c. Zaman Batu Muda
(Neolithicum)
Merupakan suatu masa di mana alat-alat kehidupan manusia dibuat dari batu yang sudah dihaluskan, serta bentuknya lebih sempurna dari zaman sebelumnya. Pada zaman ini manusia lebih pintar, terdapat adanya kreativitas dalam membuat alat-alat menjadi lebih baik, yaitu dengan cara diperbagus bentuk dan teksturnya. Peninggalan pada zaman ini yaitu: Beliung dan Kapak lonjong.
Beliung

Kapak Lonjong
Beliung fungsinya hampir sama dengan kapak, bentuknya seperti persegi tetapi tidak beraturan. Sedangkan kapak lonjong memiliki bentuk seperti ellips dan teksturnya halus, ujungnya agak lancip tetapi tidak runcing.

d. Zaman Batu Besar
(Megalithicum)
Merupakan masa di mana banyak menghasilkan bangunan monumental yang terbuat dari batu-batu besar.
Peninggalan pada zaman ini yaitu: Sarkofagus, Menhir, Punden berundak, dan Dolmen.
Sarkofagus memiliki bentuk seperti peti mati yaitu terdiri atas tempat mayat dan penutup seperti setangkup. Sarkofagus terbuat dari batu yang sangat besar dan diberi cekungan pada kedua sisinya, seperti pada gambar di bawah ini:
Sarkofagus

Fungsi dari benda ini memang digunakan untuk menyimpan mayat, seperti peti mati.

Menhir
Menhir memiliki bentuk panjang dan tertata di atas tanah secara berdiri seperti menancap pada tanah.
Punden berundak

Punden berundak memiliki ukuran yang sangat besar dan luas hampir seperti bangunan dari batu, tidak heran karena fungsinya memang untuk upacara tertentu. Benda ini memiliki step-step atau anak tangga.

Dolmen

Dolmen merupakan lempengan batu besar yang luas, kemudian diletakkan di atas batu lain yang lebih kecil hingga seperti meja raksasa.