Tuesday, November 9, 2021
Alat dan Bahan Pembuatan Grafis
Sunday, November 7, 2021
Menganalisis Karakter Bahan Pembuatan Patung
Dalam seni patung merupakan media ekspresi dalam penciptaan seni patung. Bahan merupakan dasar dari sebuah karya yang belum terproses atau terolah untuk menjadi sebuah barang jadi. Bahan adalah bahan yang diolah atau diubah sehingga menjadi barang yang kemudian disebut karya seni. Bahan dalam pembuatan patung meliputi banyak hal mulai dari kayu, logam, batu, tanah, karet, plastik, fiber, gypsum, dan lain sebagainya. Setiap bahan memiliki berbagai karakteristik yang berbeda dalam penggunaannya yang berperan dalam menghasilkan karya seni berkualitas tinggi. ditentukan oleh beberapa aspek di antaranya: (1) Keindahan yang terkandung di dalam bahan. Setiap bahan memiliki keindahan tersendiri terutama pada warna.Seperti pendapat Bastomi (2003:92) bahwa setiap bahan memiliki sifat khusus yang menjadi karakteristiknya.Warna asli yang ada dalam banyak mempengaruhi keindahan hasil karya seni. (2) Tekstur atau kesan permukaan bahan. Tekstur itu sendiri dapat ditentukan oleh warna. Deretan warna bergelombang dapat memberi kesan permukaan yang tidak rata, sedangkan warna. Dalam persiapan pembuatan patung ada hal yang harus dicapai oleh calon pematung yakni pengetahuan akan bahan. Pengetahuan akan bahan yang sangat penting karena setiap bahan memiliki sifat dan karakter tertentu yang akan mempengaruhi hasil akhir karya patung yang dibuat. Bahan untuk membuat patung adalah:Dalam persiapan pembuatan patung ada hal yang harus dicapai oleh calon pematung yakni pengetahuan akan bahan. Pengetahuan akan bahan yang sangat penting karena setiap bahan memiliki sifat dan karakter tertentu yang akan mempengaruhi hasil akhir karya patung yang dibuat. Bahan untuk membuat patung adalah: Dalam persiapan pembuatan patung ada hal yang harus dicapai oleh calon pematung yakni pengetahuan akan bahan.
Pengetahuan akan bahan yang sangat penting karena setiap bahan memiliki sifat dan karakter tertentu yang akan mempengaruhi hasil akhir karya patung yang dibuat. Bahan untuk membuat patung adalah:
A.Bahan lunak: Bahan lunak adalah bahan yang empuk dan mudah dibentuk misalnya tanah liat, lilin, plastisin dan sabun. Bahan tanah liat mudah didapat namun tidaksembarang tanah liat baik mutunya untuk dibuat patung. Tanah liat yang baik untuk mematung harus memenuhi persyaratan antara lain bersih dari kerikil, dari rumput, dari akar dan benda lainnya, selain itu daya susut tanah tidak lebih dari 10% sehingga ketika patung yang di buat sudah kering maka tidak akan pecah atau hancur.Keadaan tanah liat yang plastis sehingga mudah dibentuk, jadi tidak terlalu keras maupun tidak terlalu lembek. Untuk bahan plastisin bisa dibeli di toko. Bahan sabun juga mudah didapatkan di toko toko, namun ukuran sabun yang ada dipasaran sangat kecil sehingga Anda akan kesulitan jika membuat patung ukuran besar dari bahan sabun.
B. Bahan sedang: Bahan sedang: artinya bahan tersebut tidak terlalu lunak dan tidak terlalu keras, contohnya adalah kayu Waru, kayu Mahoni, kayu Randu, kayu Sengon.
C. Bahan keras: Bahan keras terdiri dari bahan kayu dan batu. Untuk bahan dari kayu yang sifatnya keras contohnya: kayu Jati, kayu Sonokeling, kayu Ulin, sedang bahan dari batu contohnya: batu Padas, batu Granit,batu Pualam, batu Andesit.
D. Bahan cor: Bahan cor yang dipakai adalah semen, pasir, gypsum, logam, perak, dan fiber.
E. Bahan limbah: barang bekas, dan daur ulang, bahan-bahan tersebut dapat dipakai membuat patung dengan cara merakit dengan membentuk obyek yang diinginkan. Contohnya, koran bekas, jerami, besi, potongan kayu dan lain-lain.
Sumber:
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Gasal. 2020.
Menganalisis Fungsi Patung
Pada peradaban yang belum maju patung dibuat untuk kepentingan kepercayaan religi. Misalnya pada peradaban Mesir Kuno orang membuat patung untuk disembah. Patung dikenal di Indonesia sejak jaman prasejarah. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi pembuatan karya seni patung seperti misalnya pada suku Asmat dari Papua yang terkenal dengan patung primitifnya. Pada jaman Hindu dan Budha orang juga membuat patung untuk dipergunakan pada kegiatan keagamaan seperti memuja Dewa atau menghormati orang yang menjadi teladan.
Selain itu banyak pula ditemukan hasil karya seni patung terutama di candi Hindu Budha yang bercorak tradisional.Seni patung juga disebut seni plastik (plastic art). Disebut plastik atau plastis karena menggunakan bahan yang mudah dibentuk sesuka hati. Seni patung juga diartikan sebagai seni bentuk yakni bentuk-bentuk 3 dimensional yang memiliki keindahan. Patung sebagai seni plastis memiliki arti yang luas karena tidak hanya bentuk manusia saja yang dibuat patung tetapi juga bentuk binatang, bentuk tumbuhan, atau bentuk apapun yang nyata maupun tidak nyata (abstrak).
Patung-patung dibuat untuk digunakan manusia bagi berbagai keperluan. Di bidang kenegaraan, patung dibuat untuk mengenang para pahlawan agar semangat juang dan patriotismenya dapat diwarisi oleh generasi penerus. Sebagai contoh, patung Soekarno-Hatta di gerbang bandara internasional Soekarno-Hatta di kota Tangerang Banten. Patung yang ditunjukkan oleh Gambar 2a adalah patung Soekarno-Hatta yang dibuat oleh pematung Sunaryo. Patung yang diresmikan pada 29 Agustus 2008 ini menggambarkan Bung Karno berdiri dengan tangan kanan menunjuk ke depan dan tangan kiri memegang tongkat komando. Bahasa tubuh patung Bung Karno nampak ekspresif penuh semangat untuk membawa rakyatnya maju ke depan. Sementara itu Bung Hatta ditampilkan dengan busana santun bersahaja, ditangannya memegang sebuah buku. Tahukah Kamu, siapa Soekarno Hatta itu?
Untuk mengenang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dibangunlah Tugu Proklamasi. Tugu Proklamasi berdiri di komplek Taman Proklamasi di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat. Taman tersebut berlokasi di bekas kediaman Presiden Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56. Pada komplek tersebut terdapat monumen dua patung Soekarno-Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Di tengah-tengah dua patung proklamator tersebut terdapat patung naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan mirip dengan naskah ketikan aslinya.
Di bidang perkotaan, patung digunakan sebagai landmark atau penanda visual yang khas bagi kota tersebut. Di Surabaya ada patung khas penanda Surabaya yang disebut Tugu Pahlawan. Selain Monumen Nasional (Monas), di Jakarta terdapat patung berjudul ‘Selamat Datang’. Patung ‘Selamat Datang’ini juga dikenal sebagai Monumen Bundaran HI (untuk 'Bundaran Hotel Indonesia'). Patung ini dibuat atas prakarsa Presiden Soekarno, dibuat oleh Edhi Soenarso, selesai dibangun pada tahun 1962. Rancangan patung tersebut sketsanya dibuat oleh Henk Ngantung, waktu itu wakil gubernur DKI Jakarta. Trubus, penasihat dekat Presiden Soekarno di bidang seni rupa, adalah koordinator projek tersebut. Patung tersebut menggambarkan dua patung perunggu seorang pria dan seorang wanita, melambai dengan sikap menyambut. Wanita itu memegang buket bunga di tangan kirinya. Awalnya, monumen ‘Selamat Datang’ ini diberi nama "Rakyat Indonesia Menyapa Masa Depannya."
Di Surabaya terdapat patung monumental berjudul ‘Jalesveva Jayamahe’. Patung Jalesveva Jayamahe sendiri memiliki arti “di lautan Kamu jaya”. Patung ini menggambarkan prajurit TNI AL yang mengenakan baju seremonial, lengkap dengan pedang kehormatannya, menatap jauh ke laut seolah siap menantang ombak dan badai lautan. Patung yang terletak di Tanjung Perak Surabaya ini berdiri tegak di atas sebuah bangunan, yang tinggi total bangunan dan patung tersebut mencapai 60,6 meter. Monumen Jalesveva Jayamahe merepresentasikan optimisme generasi penerus bangsa untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Patung yang dirancang oleh I Nyoman Nuarta ini mengingatkan Kamu pada patung Liberty di New York, Amerika Serikat.
Kamu tahu sekarang bahwa patung memiliki beberapa fungsi. Beberapa fungsi seni patung lainnya sebagai berikut:
1. Patung dekorasi, berfungsi untuk memperindah suatu ruangan atau lingkungan eksterior.
2. Patung monumen, dibuat untuk mengenang jasa tokoh atau kelompok tertentu, seperti sosok pahlawan suatu negara atau memperingati peristiwa bersejarah.
3. Patung kerajinan, merupakan patung yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar, sehingga dapat diminati untuk dibeli berdasarkan berbagai kebutuhan umum yang tidak spesifik.
4. Patung arsitektur, dibuat untuk menunjang atau melengkapi kontruksi suatu bangunan sehingga lebih terpadu dan harmonis dengan desain arsitektur yang telah dirancang.
5. Patung seni murni (fine art) dibuat hanya untuk kepentingan estetis pribadi, demi pengungkapan ide-ide estetik sang seniman.
6. Patung religi, patung bagi beberapa agama dan kepercayaan memiliki unsur dan makna religius dan digunakan sebagai sarana untuk beribadah.
7. Patung pendidikan, patung yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan dunia Pendidikan.
Patung memiliki fungsi yang beragam, dari fungsi religius dan spiritual untuk kegiatan keagamaan dan kebudayaan tertentu, untuk mengenang atau mengenang peristiwa yang bersejarah atau jasa seorang pahlawan di masa terakhir. Untuk menunjang dalam konstruksi bangunan dan nilai estetika atau keindahan.
Sumber:
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.
Wednesday, October 20, 2021
Bahan Alam yang digunakan membuat Ragam Hias
Negeri kita Indonesia memiliki begitu banyak dan beragam hasil karya seni salah satunya adalah ragam hias. Bagi sebagian masyarakat ragam hias memiliki makna tertentu. Ragam hias biasanya digunakan pada bangunan rumah, pusaka, perhiasan, pakaian, peralatan rumah tangga serta alat alat untuk keperluan adat dan upacara. Ragam hias memiliki makna dan fungsi yang berbeda. Makna simbolik yang ada pada ragam misalnya dapat menangkal roh jahat, memberikan kebaikan dan sebagai simbol kedudukan atau pangkat pada suatu tatanan masyarakat. Namun dalam perkembangannya ragam hias di beberapa daerah hanya berfungsi sebagai hiasan saja.
Motif ragam hias dua dimensi dapat diterapkan pada benda kerajinan, anyaman, ukiran ataupun bagian dinding rumah bagi rumah adat yang menggunakan dinding kayu. Pada ragam hias tiga dimensi dapat diterapkan pada benda perabot rumah tangga dan benda kerajinan. Ragam hias ini muncul dalam bentuk dasar yang sama seperti flora, fauna, geometris, figuratif atau gabungan dari motif motif tersebut. Proses pembuatan ragam hias pada barang-barang tersebut dapat dilakukan dengan cara memahat, mengayam, melukis. Bahan yang digunakan adalah Kayu, batu, bambu, rotan, mendong, pandan. Ragam hias yang diterapkan pada kayu seperti meja, kursi, almari, tempat tidur dan benda kayu lainnya dapat dilakukan dengan cara memahat, gabungan dari keduanya.
1. Kayu
Indonesia merupakan Negara yang sangat kaya akan hasil kayunya, banyak jenis kayu yang dapat dimanfaatkan untuk membuat benda kebutuhan rumah tangga. Kayu yang biasa digunakan adalah Kayu Jati, Sono Keling, Nangka, Munggur dan lain-lain.
2. Batu
Dari berbagai macam jenis batu yang ada di wilayah kita ternyata Kalimantan merupakan wilayah yang menghasilkan banyak jenis batu. Batu yang biasa digunakan adalah batu Hitam, batu Putih, batu Andesit.
3. Bambu
Bambu yang biasa digunakan adalah bambu Wulung dan bambu Apus.Dinegara kita masyarakatnya sudah menggunakan bambu sejak lama.
4. Rotan
Rotan merupakan salah satu hasil alam Indonesia dan paling banyak dihasilkan dari pulau Kalimantan. Rotan biasa digunakan untuk meja, kursi, almari dan lain-lain.
Sumber:
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.





















