Showing posts with label kreatif. Show all posts
Showing posts with label kreatif. Show all posts

Monday, February 13, 2023

Contoh penerapan seni dan desain dalam produk sehari-hari






























 




Sumber:

https://www.eannovate.com/blog/amp/partnership/inspirasi-kalender-kreatif-untuk-anda/

https://www.soocadesign.com/blog/inspirasi-desain-kalender-2021/

https://www.liputan6.com/hot/read/5067691/6-desain-mangkuk-ini-anti-mainstream-kreatif-sekaligus-kocak

https://www.tokopedia.com/fridajayaa/jual-mangkok-wadah-saji-ceramic-style-jepang-desain-unik-murah

https://percetakangoprint.com/wp-content/uploads/2020/09/1.-Calendar-Sekaligus-Tempat-Pulpen.jpg

https://maxipro.co.id/macam-desain-bentuk-kalender/

https://www.eannovate.com/blog/amp/partnership/inspirasi-kalender-kreatif-untuk-anda/

https://www.grafis-media.website/2018/10/25-desain-gelas-mug-lucu-dan-unik-untuk.html

https://www.kaskus.co.id/thread/59fc3d50d9d770d5508b4572/berbagai-koleksi-mug-unik-untuk-spesial-gift/

https://indonesian.alibaba.com/product-detail/Cute-Animal-Ceramic-Mug-Milk-Coffee-1600290296294.html

https://ayuprint.co.id/24-contoh-mug-cangkir-desain-kreatif-original/

https://www.pranataprinting.com/kumpulan-desain-mug-yang-unik-dan-inspiratif/


https://inet.detik.com/fotoinet/d-4599827/kumpulan-karya-desain-produk-unik-super-kreatif

Dan berbagai sumber

Monday, August 8, 2022

Merekam Pengalaman, Proses Kreatif, dan Referensi Karyanya dalam Jurnal Visual

a. Konsep Dokumentasi dan Jurnal Visual

Dokumentasi dalam seni rupa adalah sebuah proses merekam dan menyimpan dokumen (berupa sketsa, tulisan, foto, rekaman, dll) karya seni rupa dalam bentuk mencatat, menggambar, memotret, membuat video, dan lain-lain mulai dari: proses pencarian ide, konsep berkarya, perencanaan berkarya, hasil berkarya, dan evaluasi berkarya. Untuk mendapatkan jurnal visual yang baik maka harus ditunjang dengan referensi yang relevan.

Jurnal visual: adalah kumpulan dokumentasi proses berkarya yang lengkap dan sesuai dengan waktu berprosesnya.


b. Tujuan Mendokumentasi Karya Seni Rupa

Tujuan mendokumentasikan karya seni rupa antara lain:

1. Mengeksplorasi kemampuan menyampaikan ide, pemikiran dalam bentuk visual.

2. Melatih sekitar dan kemampuan reflektif terhadap perkembangan diri dan kondisi.

3. Data lengkap proses pengerjaan dan hasil (catatan ide, hasil eksperimen dan konsep, sketsa, foto proses berkarya, foto hasil karya, dll).

4. Proses berkarya untuk setelah selesai.

5. Menjadi acuan saat ingin membuat karya kembali di kemudian hari.

 

c. Teknik Dokumentasi Karya Seni Rupa

Sejalan dengan definisi dan tujuan dokumentasi karya seni rupa di atas maka teknik mendokumentasi karya seni rupa terdiri dari kegiatan berikut:

• Mencatat: kegiatan mencatat merupakan salah satu kegiatan merekam data secara manual dengan menuliskan apa yang dilihat, didengar dan dialami.

 


Gambar 6.1. Contoh halaman jurnal visual berupa pencatatan tulisan

Erudio Indonesia/Sekarayu Maryam Putri (2020)

 


Gambar 6.2. Contoh halaman jurnal visual berupa gambar

Erudio Indonesia/Ariel Marsha Luana (2020)

• Menggambar: menggambar hal-hal yang dilihat, didengar, dan dijalani.

• Gunting & tempel / kolase: menggunakan potongan-potongan kertas atau bahan lain yang dapat digunting dan ditempel ke buku jurnal. Potongan-potongan tersebut adalah kertas atau bahan -bahan yang bisa menjelaskan hal-hal yang ingin diberitahukan tentang proses pengerjaan karya. (misal: potongan gambar dari majalah yang dirasa menarik).

 


Gambar 6.3. Contoh halaman jurnal visual berupa kolase

Erudio Indonesia/Reza Amalia (2020)


• Memotret: memotret obyek atau kejadian-kejadian menarik yang diperlukan selama proses berkarya (misal: memotret saat melakukan percobaan, dll).

• Merekam suara atau video: merekam suara atau gambar pemikiran atau kejadian yang dianggap penting dalam proses pembuatan karya.


d. Ragam dan Bentuk Informasi untuk Dokumentasi

Ragam informasi yang perlu diperoleh oleh siswa sebagai berikut:

• Proses pencarian ide

• Referensi/acuan ide (teori pendukung, contoh konsep dan bentuk karya, dll)

• Perencanaan (alur pengerjaan, linimasa, kebutuhan berkarya termasuk anggaran)

• Proses dan hasil eksperimen berkarya

• Konsep karya

• Proses produksi

• Hasil karya

• Evaluasi karya

Berdasarkan aspek informasi seperti telah diuraikan di atas maka penyajiannya dapat berbentuk Jurnal visual secara manual (misalnya dalam bentuk cetak) maupun digital.

• Jurnal visual fisik/manual

Jurnal visual yang menggunakan buku khusus yang dibuat untuk membuat dokumentasi.

       



Gambar 6.4. Contoh jurnal visual fisik/manual

Erudio Indonesia/Rayzel Hanifah (2020)

• Jurnal visual digital

Jurnal visual yang menggunakan ruang digital untuk membuat dan menyimpan dokumentasi, seperti blog, website, google drive, dll.

contoh jurnal visual siswa tahap SMA:

 






Gambar 6.5. Contoh jurnal visual digital

Erudio Indonesia/Kalysta Shabira (2020)




Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN

Wednesday, March 25, 2020

Sifat Dasar Seni

1. Kreatif, seni merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yg selalu mencipta realitas baru, sesuatu yang sebelumnya tidak ada atau belum pernah muncul dalam ide atau gagasan seseorang. Misalnya, campur sari, yang memadukan gamelan dengan musik modern, atau seorang pelukis yang menggunakan kulit telur sebagai medianya.

2. Individualitas, karya seni yang diciptakan seorang seniman merupakan ciri yang bersifat personal, subyektif dan individual. Seniman berperan sebagai konseptor karya dan sekaligus berperan sebagai pembuat karya atau pelaku. Dalam perkembangannya karya seni juga dapat pula merupakan karya bersama atau kolaborasi yang merefleksikan  gagasan bersama. Contoh, lagu-lagu ciptaan Iwan Fals terdengar berbeda dengan lagu-lagu ciptaan Ebiet G Ade.

3. Ekspresif, dalam mengapresiasi  dan menilai suatu karya seni harus memakai kriteria atau ukuran perasaan estetis. Seniman mengekspresikan perasaan estetisnya melalui karyanya, sedangkan penikmat seni menghayati , memahami, dan mengapresiasi karya tersebut dengan perasaannya. Contoh, lagu Indonesia Menangis, lagu yang dinyanyikan Sherina pada saat terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh beberapa tahun yang lalu, mampu membangkitkan emosi, simpati dan  empati yang sangat mendalam pada diri penikmat seni dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

4. Keabadian, karya seni dapat hidup sepanjang masa, melampaui usia seniman itu sendiri. Contoh, lagu-lagu koes plus sampai saat masih di gemari oleh berbagai kalangan dari berbagai tingkatan usia.

5. Universal, seni berkembang di seluruh dunia dan sepanjang waktu, seni tidak terpisah dari kehidupan masyarakat. Sejak jamanpra sejarah sampai saat ini, seniman terus membuat karya seni dengan beragam fungsi sesuai kebutuhan pada jamannya.

Sunday, January 31, 2016

Pembinaan orang tua/ guru terhadap kegiatan apresiasi anak

Para orang tua/guru perlu juga mengapresiasi kesenian, setelah itu dapat menurun pada anak didik. Jedila Edu (2009) mengemukakan bahwa dalam mengapresiasi, orangtua terlebih dahulu harus bisa menghargai kesenian, baru kemudian bisa menularkannya pada anak. Anak hanya akan menikmati dan menghargai apa saja yang tersedia di depannya dan relevan dengan zamannya.
Anak hanya akan mengapresiasi apa yang bisa dinikmati dalam keseharian anak, semua tergantung stimulasi yang diberikan pendidik. Jika keseharian anak dibiasakan dengan kesenian, maka orang tua jangan langsung mengharapkan anak-anak bisa mengapresiasi kesenian dan budaya yang memang kurang dikenal. Sebab dalam mengapresiasi seni, anak memerlukan pembinaan berupa rangsangan daya tarik. Hal ini dapat diberikan berupa cerita-cerita mengenai obyek yang baru dikenal oleh anak.
Menurut Soedarso (1987), pendekatan dalam melakukan apresiasi ada tiga yaitu:
  1. Pendekatan aplikatif, yaitu pendekatan dengan cara melakukan sendiri macam-macam kegiatan seni.
  2. Pendekatan kesejarahan, yaitu dengan cara menganalisis dari sisi periodisasi dan asal usulnya.
  3. Pendekatan problematik, yaitu dengan cara memahami permasalahan di dalam seni.
Melalui pendapat tersebut, pendekatan dengan cata melakukan sendiri kegiatan seni adalah dengan mengajak anak untuk berkegiatan seni seperti membuat karya seni. Sedangkan pendekatan kesejarahan dapat dilakukan hanya dengan menceritakan asal usul karya seni dengan sederhana. Untuk pendekatan problematik dapat dilakukan dengan mengajak anak memahami karya seni yang dilihat, bagaimana bentuknya, warna, dan sebagainya.
Ida Siti Herawati dan Iraji (1999: 123) menjelaskan juga bahwa melalui kegiatan seni anak-anak sebelumnya diajak mengunjungi berbagai obyek alam atau obyek seni, atau juga bisa anak-anak melakukan kegiatan berolah seni diluar sekolah bersama-sama. Pada saat itulah guru bisa membina dan meningkatkan kepekaan citarasa keindahan anak-anak melalui hubungan cerita-cerita obyek seni tersebut, misalnya tentang keharmonisan warna, keselarasan bentuk, kesatuan unsur-unsur, ritme atau cerita tentang latar belakang seniaman dan sebagainya.
Mengunjungi berbagai obyek seni merupakan salah satu bentuk karya wisata yang juga dapat digunakan sebagai sumber belajar. Anggaini Sudono (2000) menyebutkan bahwa pada kegiatan tersebut peserta didik dapat meneliti suatu obyek yang nantinya dapat menambah pengetahuan dan menggugah daya tarik. Karya wisata merupakan salah satu sumber inspirasi diperkenalkan oleh Marjorie J. Kostelnik pada tahun 1993.
Sebaiknya orangtua sejak kecil mulai membiasakan anak-anak mengenal seni dan budaya tradisional daerah masing-masing. Misalnya, penggunaan bahasa, mendengarkan musik tradisional di rumah, dalam bidang seni rupa menonton pertunjukkan seni tradisional, dan sebagainya. Cara untuk mengenalkan anak pada dunia seni rupa dilakukan dengan cara yang lebih menyenangkan dan menarik bagi anak, seperti pada saat liburan, melakukan perjalanan/travel budaya, atau menyaksikan festival seni di daerah asal.
Dalam melaksanakan apresiasi seni rupa anak, guru/orang tua dapat memberikan beberapa kegiatan untuk anak, antara lain :

  1. kegiatan apresiasi langsung, yaitu mengamati atau melihat karya seni rupa ketika dipamerkan atau diperlihatkan;
  2. kegiatan apresiasi tidak langsung, melalui dokumentasi karya seni rupa
  3. melatih kegiatan kreatif mencipta seni rupa atau rekreatif

Saturday, January 30, 2016

Ciri Anak Kreatif

Menurut Yusuf, Syamsu dan Nurihsan (2010: 246) kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mencipta suatu produk baru, atau kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Abu (2010: 7) mengartikan kreativitas dalam definisi yang lebih sederhana adalah aktivitas individu atau kelompok yang menghasilkan produk yang memiliki sifat original, bernilai, dan berguna bagi masyarakat. Abu menjelaskan bahwa kreativitas harus mencangkup salah satu poin penting di antaranya, (1) menyampaikan pemikiran baru yang belum pernah ada sebelumnya, (2) menciptakan fungsi baru bagi sesuatu yang sudah ada.
Hakikat dari kreativitas adalah dapat menemukan sesuatu yang baru atau menemukan hubungan-hubungan yang baru dari sesuatu yang telah ada. Orang yang mampu melahirkan sikap yang baru dan menemukan sesuatu yang baru maka itu yang dimaksud dengan kreatif.
Selanjutnya menurut Alvino (dalam Cotton, 1991), kreatif adalah melakukan suatu kegiatan yang ditandai oleh empat komponen, yaitu : fluency (menurunkan banyak ide), flexibility (mengubah perspektif dengan mudah), originality (menyusun sesuatu yang baru), dan elaboration (mengembangkan ide lain dari suatu ide).
Menurut Maxim (Solehuddib, 1998: 6) anak kreatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Secara konstan memperlihatkan rasa ingin tau terhadap banyak hal
2. Senang bertanya
3. Memberikan banyak ide dalam penyelesaian masalah
4. Memberikan respon yang cekatan, unik atau tidak biasa terhadap pertanyaan atau permintaan yang diajukan.
5. Menanyakan pendapat-pendapat pribadi secara terbuka
6. Memperlihatkan rasa humor yang menonjol
7. Senang berbeda dengan orang lain.
8. Menyukai kesempatan bertualang atau mengambil resiko
9. Berfantasi, menghayal dan senang bermain peran
10. Mengarang cerita-cerita atau ide yang unik
11. Suka terhadap seni, musik, gerakan atau bermain daripada kegiatan-kegiatan akademik
Munandar (1992: 53), menjelaskan ciri-ciri kreativitas antara lain, sebagai berikut:
1. Ciri-ciri yang berhubungan dengan kemampuan berpikir kreatif atau kognitif (aptitude ) antara lain :
  • Keterampilan berpikir lancar, yaitu mencetuskan banyak gagasan, jawaban, penyelesaian masalah, pertanyaan, memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal serta selalu memikirkan lebih dari satu jawaban.
  • Keterampilan berpikir luwes atau fleksibel, yaitu menghasilkan gagasan, jawaban atau pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari banyak alternatif atau arah yang berbeda-beda, serta mampu mengubah cara pendekatan atau cara pemikiran.
  • Keterampilan berpikir orisional, yaitu mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik, memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri, serta mampu membuat kombinasikombinasi yang lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.
  • Keterampilan memerinci atau mengelaborasi, yaitu mampu memperkaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk, dan menambahkan atau memerinci secara detail dari suatu obyek gagasan, atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.
  • Keterampilan menilai, yaitu menentukan patokan penilaian sendiri dan penentuan apakah suatu pertanyaan benar, suatu rencana sehat, atau suatu tindakan bijaksana, mampu mengambil keputusan terhadap situasi yang terbuka, serta tidak hanya mencetuskan gagasan tetapi juga melaksanakannya. suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari banyak alternatif atau arah yang berbeda-beda, serta mampu mengubah cara pendekatan atau cara pemikiran.
  • Keterampilan berpikir orisional, yaitu mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik, memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri, serta mampu membuat kombinasikombinasi yang lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.
  • Keterampilan memerinci atau mengelaborasi, yaitu mampu dan mengembangkan suatu gagasan atau produk, dan menambahkan atau memerinci secara detail dari suatu obyek gagasan, atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.
  • Keterampilan menilai, yaitu menentukan patokan penilaian sendiri dan penentuan apakah suatu pertanyaan benar, suatu rencana sehat, suatu tindakan bijaksana, mampu mengambil keputusan situasi yang terbuka, serta tidak hanya mencetuskan gagasan tetapi juga melaksanakannya.

2. Ciri-ciri yang menyangkut sikap dan perasaan seseorang atau afektif (non aptitude) antara lain adalah :

  1. Rasa ingin tahu, meliputi suatu dorongan untuk mengetahui lebih banyak, mengajukan banyak pertanyaan, selalu memperhatikan lain, obyek dan situasi serta peka dalam pengamatan dan mengetahui atau meneliti.
  2. Bersifat imajinatif, meliputi kemampuan untuk memperagakan atau membayangkan hal-hal yang tidak atau belum pernah terjadi, dan menggunakan khayalan tetapi mengetahui perbedaan antara khayalan dan kenyataan.
  3. Merasa tertantang oleh kemajemukan, meliputi dorongan untuk mengatasi masalah-masalah yang sulit, merasa tertantang oleh situasi-situasi yang rumit, serta lebih tertarik pada tugas-tugas yang sulit.
  4. Sikap berani mengambil resiko, meliputi keberanian memberikan jawaban meskipun belum tentu benar, tidak takut gagal atau mendapat kritik, serta tidak menjadi ragu-ragu karena ketidakjelasan hal-hal yang tidak konvensional, atau yang kurang berstruktur.
  5. Sikap menghargai, meliputi tindakan dapat menghargai bimbingan dan pengarahan dalam hidup, serta menghargai kemampuan dan bakat-bakat sendiri yang sedang berkembang.