Showing posts with label pewarnaan. Show all posts
Showing posts with label pewarnaan. Show all posts

Wednesday, January 12, 2022

Proses Pengolahan Limbah Lunak

Proses pengolahan bahan limbah secara umum sama. Pengolahan dapatdilakukan secara manual maupunmenggunakan mesin. Proses pengolahan sederhana yang dapatdilakukan untuk bahan limbah lunak , adalah:

1. Pemilahan bahan limbah lunak

Sebelum didaur ulang, bahan organik harus diseleksi terlebih dahulu untuk menentukan bahan yang masih dapat digunakan dan yang sudah seharusnya dibuang

 

2. Pembersihan limbah lunak

Limbah lunak yang sudah terseleksi harus dibersihkan terlebih dahulu dari sisa-sisa bahan yang digunakan sebelumnya.


3. Pengeringan

Bahan lunak lunak yang basah harus diolah dengan cara dikeringkan di bawah sinar mataharilangsung. Tujuanya agar kadar air dapat hilang dan bahan limbah dapat diolah dengan sempurna.


4. Pewarnaan bahan limbah lunak

Proses pewarnaan yang umum dilakukan pada bahan organik adalah dengan cara dicelup atau bersama dengan zat warna agar menyerap. Ada pula yang wisata dengan cara divernis/dipolitur, dapatpula dicat menggunakan cat pantai atau cat minyak.


5. Pengeringan setelah pewarnaan

Setelah diberi warna, bahan limbah harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung atau diangin-anginkan.


6. Penghalusan bahan agar siap pakai

Bahan limbah yang sudah kering dapat difinishing agar mudah menjadi karya. Proses finishing juga berbagai macam caranya, seperti dipotong, ditempa, dilem, digerinda, diamplas, dan dilapis.



Gambar jenis limbah lunak

Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Gasal. 2020


Wednesday, March 8, 2017

Menggambar pada Bahan Kayu

Kayu adalah bahan keras yang dapat memiliki bermacam tekstur dan bentuk. Kayu asli yang berasal dari pohon memiliki bentuk silinder dan kadang tidak beraturan teksturnya. 


Kayu yang digunakan untuk media gambar sebaiknya kayu yang memiliki tekstur rata agar dapat digambari. Penerapan gambar pada media kayu di Indonesia contohnya terdapat pada 
Saat ini tidak jarang terdapat kayu yang memiliki permukaan datar, dan halus serta memiliki volume ringan. Contoh kayu semacam ini bisa kita beli dari tukang kayu, kayu bahan meubel, kayu bekas, kayu asahan sendiri, ataupun kayu yang sudah menjadi barang-barang jadi contohnya talenan kayu, dingklik (tempat dudukan rendah digunakan untuk didapur), centong kayu, dan masih banyak lagi. Prinsip yang paling penting adalah kayu memiliki permukaan datar dan tidak bertekstur terlalu kasar.
Menggambar pada bahan kayu dapat dilakukan menggunakan pensil, pensil warna, bolfoin, dan sebagainya. Selain dapat digambari, bahan kayu pun selanjutnya dapat dilukis dengan bermacam alat.
Tahap membuat ragam hias pada bahan kayu:
1. Persiapan alat dan bahan
2. Sket gambar, gunakanlah pensil. Selain lunak, pensil dapat dihapus dengan mudah pada permukaan bahan keras.
3. Pewarnaan. Pewarnaan dapat menggunakan pensil warna, crayon maupun cat. Untuk pewarnaan menggunakan bahan pensil warna tidak perlu menggunakan sket juga bisa, sehingga pada saat membuat gambar langsung menggunakan warna yang diinginkan
4. Finishing. Agar hasil karya yang dibuat tetap awet dan warna tidak luntur makan perlu adanya bahan pelapis. Bahan pelapis ini dapat menggunakan acrylic bening. Dengan cara disemprotkan pada permukaan kayu secara merata berkali-kali dengan jarak semprot sekitar 30 cm. Bahan ini akan melindungi dari air dan debu.
Tahap finishing seperti ini dapat kita lihat juga pada karya seni bahan kayu ketika tidak diwarnai hanya akan dilapisi pernis untuk melindungi bahan kayu dan mendapatkan kilau warna yang bagus.

Contoh hasil karya gambar dengan menggunakan bahan kayu:
Pewarnaan menggunakan pensil warna

Pewarnaan menggunakan cat