Showing posts with label konsep. Show all posts
Showing posts with label konsep. Show all posts

Sunday, November 7, 2021

Menganalisis Konsep Patung


Seperti Kamu tahu, manusia merupakan makhluk kreatif yang suka akan keindahan. Rasa indah yang diperoleh melalui banyak pengalaman keindahan tersebut melalui berbagai karya seni, salah satunya melalui seni patung. Patung adalah karya seni tiga dimensi (memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi) yang mengungkapkan sesuatu objek, peristiwa, atau lambang secara kreatif dan indah (estetik). Sebagai karya seni rupa rupa tiga dimensi, patung dibuat dengan metode substraktif yakni dengan mengurangi volume (dipotong, dipahat) dan juga metode aditif yakni dengan cara menambahkan volume.

Kamu melihat orang membuat patung dari bahan kayu yang dipahat? Suku Asmat di Papua sangat ahli membuat patung dengan memahat kayu seperti itu. Kamu juga dapat menemukan banyak pematung yang membuat patung dengan cara memahat batu di kita Candi Borobudur. Sementara itu di Trowulan Mojokerto (Jawa Timur), Kamu akan banyak menemukan orang membuat patung berbahan logam dengan cara mengecornya. Patung dibuat dengan menggunakan berbagai bahan dan berbagai teknik atau cara.

Seperti Kamu tahu, sebagai makhluk kreatif manusia selalu melihat hal-hal yang baru, bentuk-bentuk yang baru, cara-cara yang baru, manfaat-manfaat yang baru, gagasan-gagasan yang baru, dan seterusnya. Pengalaman manusia yang sangat beragam, khas, dan unik itu pada pemindahan manusia untuk menghasilkan gagasan-gagasan yang asli. Cara-cara yang asli. Bentuk-bentuk yang asli. Juga karya- karya yang asli. Daya cipta atau kreativitas manusia tersebut memunculkan karya-karya seni yang baru.


Gambar 1A

Pengalaman berkeindahan setiap orang juga sangat beragam. Kamu mungkin bisa menggemari musik campursari, sementara kawan-kawan Kamu mungkin ada yang menggemari musik keroncong, pop, jazz, dangdut, atau yang lainnya. Kamu menggemari musik campursari yang dibawakan oleh penyanyi Didi Kempot, sementara sahabat Kamu yang juga gemar musik campursari menggemari suara penyanyi senior Waldjinah. Perbedaan-perbedaan tersebut menunjukkan adanya pengalaman keindahan yang berbeda.

Setiap orang punya kreativitas dan pengalaman keindahan yang berbeda-beda. Hal ini akan mendorong mereka untuk mengungkapkan rasa indah dan kreativitas tersebut dalam bentuk-bentuk perwujudan karya seni yang berbeda-beda. Dalam Seni Rupa akan menghasilkan bentuk-bentuk bangunan yang berbeda, menghasilkan lukisan- lukisan yang berbeda, menghasilkan patung-patung yang berbeda, dan seterusnya.

Dalam hal patung yang berbeda-beda, perbedaan tersebut bukan hanya dari segi dasar yang digunakan, teknik pembuatannya, cara pembuatannya, namun juga fitur. Meski demikian, seni patung selalu menonjolkan sosok 3 dimensi dalam perwujudan yang unik, kreatif, dan estetik serta dengan fungsi yang beragam pula.

Patung sudah dibuat orang sejak jaman primitif. Kamu mengetahui bahwa pada masa primitif, alam pikiran manusia masih tunduk pada hal-hal yang bersifat mistik atau tahayul. Maka tidak sedikit orang membuat patung untuk dipuja atau disembah. Pada peradaban berikutnya yang lebih maju, ketika manusia melepaskan diri dari kepercayaan mistik dan menggunakan akal budinya, mereka tak lagi memuja dan memuja patung. Pengalaman keindahan dan kreativitas yang mendorong manusia menghasilkan patung-patung untuk keperluan di berbagai bidang dalam kehidupan mereka sehari-hari.


Gambar 1B

Gambar 1C

    Patung merupakan karya seni rupa rupa tiga dimensi yang diciptakan dengan metode substraktif yakni dengan cara mengurangi volume dan metode aditif yakni dengan cara menambahkan volume. Metode substraktif pada batu dan kayu, metode aditif pada tanah liat, plastisin, lilin. Di Indonesia, patung-patung yang dipengaruhi agama Hindu banyak ditemui di situs Candi Prambanan dan berbagai tempat di pulau Bali. Sedangkan pengaruh agama Buddha di Situs Candi Borobudur.

Gambar 1D


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Tuesday, October 26, 2021

Mengenali Konsep-Konsep Komik

Sebagai sebuah media, komik memiliki banyak fungsi dan digunakan dalam berbagai bidang kehidupan antara lain bidang hiburan, pendidikan, bisnis, perdagangan, sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, keamanan, dan masih banyak lagi. Di dunia modern, profesi ahli membuat komik (disebut komikus) sangat menjanjikan.

Membuat komik itu mudah. Jika Kamu banyak berlatih, lama-lama pasti bisa menjadi komikus yang profesional. Komikus profesional merupakan salah satu profesi yang banyak dibutuhkan oleh dunia hiburan, bisnis, media, pendidikan, produksi film, dan sebagainya. Komik sebagai sebuah produksi yang dibisniskan dibuat oleh sesuatu perusahaan yang dibuat oleh tim yang terdiri atas beberapa keahlian. Mereka itu antara lain komikus atau ilustrator, pembuat sketsa pensil, penulis teks, juru tinta, dan pewarna. Masing-masing profesi dengan keahliannya mengerjakan bidangnya secara profesional.


Gambar 1 Komik Petualangan, Komik Pendidikan, dan Komik Bisnis

Sebelum kita menghasilkan sebuah komik, mari kita bermain lebih dahulu. Permainan pertama membuat 'kalimat semangat' berdasarkan kata yang telah disediakan. Tujuannya untuk membangkitkan semangat kita dalam belajar. Misalnya disediakan kata 'hebat' maka Kamu bisa menulis:

• Saya bisa menjadi orang hebat!

• Siswa yang hebat menemukan siswa yang pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan!

• Belajar dengan hebat agar kelak jadi orang hebat! Dan seterusnya.

Kalimat semangat adalah kalimat-kalimat yang dapat menyemangati kita (bahkan orang lain) untuk melakukan perilaku-perilaku positif. Perilaku-perilaku positif itu akan membentuk karakter kita menjadi positif. Dalam melakukan sesuatu kegiatan, misalnya belajar, alangkah baik jika dimulai dengan semangat dan berpikir positif.

Belajar tentang komik banyak manfaat bagi Kamu antara lain

• Dapat menajamkan kemampuan kreatif;

• Dapat mengasah kemampuan berpikir kritis;

• Dapat mengembangkan kemampuan imajinatif;

• Dapat memupuk keindahan atau keindahan;

• Dapat melatih keterampilan berekspresi atau menggambar. 


Komik merupakan suatu media untuk menyampaikan pesan. Apa isi pesannya? Macam-macam, isi pesannya bisa berupa sebuah cerita. Misalnya komik tentang kisah Kejayaan Kerajaan Majapahit. Bisa juga berupa pesan-pesan pendidikan, misalnya komik Doraemon: Belajar Operasi Perkalian. Bisa juga berupa promosi. Misalny komik yang mempromosikan penggunaan produk-produk buatan dalam negeri. Untuk kampanye, misalnya komik tentang kampanye pemerintah tentang pentingnya penggunaan masker di masa pandemi. Dan masih banyak isi pesan lainnya. Isi utama pesan biasanya dapat dibaca dari judul komik.

Perhatikan komik pada Gambar 4. 


Gambar 4 Cover Komik dengan Isi Pesan Berbeda


Isi pesan komik disampaikan dalam bentuk cerita. Dalam cerita tersebut terdapat tokoh-tokoh cerita dengan kepribadian yang khas untuk membawakan peran tertentu. Tokoh-tokoh tersebut disebut karakter. Karakter adalah tokoh, orang, atau makhluk lain dengan peran tertentu dalam komik. Nobita merupakan karakter dalam komik seri Doraemon. Superman merupakan karakter pada komik seri Superman. Gatutkaca merupakan salah satu karakter pada komik wayang Bharata Yudha.

Karakter atau tokoh-tokoh utama harus ditampilkan secara khas. Kekhasannya yang menggambarkan kepribadiannya. Kekhasan itu yang membedakannya dengan karakter lainnya. karya Doraemon, ia seekor kucing. Tapi kucing dengan penampilan yang khas, beda dengan kucing lainnya. Kekhasan itu tampak dari wajahnya, bentuk tubuhnya, pakaian yang dikenakannya, kalung khas di lehernya, kantong ajaibnya yang semuanya dimiliki oleh Doraemon. Selain itu, Doraemon memiliki tabiat yang khas, atau kemampuan yang khas. Misalnya dapat mengeluarkan apa saja dari saku ajaibnya. Atau terbang dengan baling-baling bambunya.


Gambar 5 Karakter Doraemon dengan Berbagai Aksi


Cerita tersebut bisa panjang, bisa juga pendek. Komik yang panjang bisa berwujud sebuah buku komik yang terdiri atas puluhan halaman. Bahkan ada komik yang sangat panjang, terdiri atas kumpulan buku-buku komik yang berseri. Contoh, komik pewayangan Maha Bharata. Komik ini terdiri atas banyak seri. Masing-masing seri berwujud buku komik yang cukup tebal. Komik remaja, Detektif Conan, juga terdiri atas banyak seri.


Gambar 6 Komik Strip Timun dari Koran Kompas yang Terbit Mingguan

Ada juga komik yang sangat pendek. Ia hanya terdiri atas beberapa panel buah, biasanya dua sampai empat atau enam panel. Komik yang demikian disebut komik strip. Komik strip banyak ditemukan di koran maupun majalah. Gambar yang digunakan biasanya bergaya atau bukan gambar yang realistik. Menurut Kamu, komik strip pada Gambar 6 gambarnya bergaya apa?

Amatilah komik strip pada Gambar 7 secara seksama. Menurut Kamu, mengapa komik strip tersebut berjudul kisah sedih?



Gambar 7 Komik Strip Berjudul 'Kisah Sedih

Panel-panel pada komik berisi paduan antara gambar dan teks. Jenis gambar- gambar tersebut terdiri atas karakter, latar, dan properti. Karakter gambar berupa orang atau makhluk lain yang berperan dalam cerita komik tersebut. Latar terdiri atas gambar yang melatari suatu kejadian atau peristiwa, misalnya pemandangan kota, suasana pasar, suasana di kelas, dan sebagainya. Properti adalah gambar-gambar tentang alat atau benda yang digunakan sebagai pelengkap keberadaan karakter dan latar belakang misalnya sepeda yang dikendarai, meja kursi yang digunakan di ruang belajar, atau model topi yang digunakan karakter.

Amatilah Gambar 7 secara seksama. Komik tersebut terdiri atas berapa panel?

Menurut Kamu, apa latar pada gambar tersebut. Mengapa Kamu berpendapat demikian?

Menurut Kamu apa saja properti yang digunakan pada Gambar 7 tersebut?

Adakah balon kata pada gambar tersebut?

Kamu telah mengetahui bahwa panel-panel berisi gambar dan teks. Percakapan- percakapan dalam panel ditandai oleh balon kata. Balon kata adalah gelembung yang berisi kata-kata atau pikiran karakter pada komik. Keterangan (caption) berisi teks yang berfungsi untuk memberikan penjelasan secukupnya. Kamu dapat melihat balon kata pada Gambar 8 sebagai berikut.


Gambar 8 Beberapa Konsep Pokok Komik


 Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Sunday, October 24, 2021

Konsep Gambar Ilustrasi

Dalam kehidupan sehari-hari apakah Kamu sering menemukan gambar ilustrasi? Pada benda apa Kamu bisa menemukan gambar ilustrasi tersebut? Apakah ada di buku, majalah atau benda lainnya. Mengapa gambar ilustrasi itu perlu dibuat pada benda yang Kamu temukan? Jelaskan sesuai dengan pendapatmu!


Gambar ilustrasi termasuk dalam kelompok karya seni rupa dua dimensi. Gambar ilustrasi dibuat dengan tujuan untuk memperkuat, memperjelas, memperindah, mempertegas, memperkaya ceritera atau narasi ataupun media untuk menghidupkan cerita khususnya untuk anak-anak yang belum dapat membaca yakni dengan menggambarkan suatu adegan dalam sebuah ceritera sehingga gambar tersebut dapat membantu menerangkan karakter tokoh atau isi cerita. Dengan adanya gambar ilustrasi yang bagus akan dapat menarik perhatian anak anak untuk mmpelajari sebuah buku.

Gambar ilustrasi dapat berbentuk manusia, binatang tumbuh tumbuhan atau benda lain yang ada disekitar kita. Gambar ilustrasi bisa dikatakan bagus dan berhasil jika gambar ilustrasi tersebut dapat membantu pembaca untuk dapat berimajinasi dan memahami cerita yang disampaikan. Seringkali ketika kita membaca buku, majalah, koran, novel, komik dan buku ceritera lainnya kita sering menemukan gambar sebagai pelengkap cerita. Gambar tersebut dinamakan gambar ilustrasi. Namun tahukah Kamu apa yang dimaksud dengan gambar ilustrasi? Gambar ilustrasi berasal dari bahasa Latin ilustrare yang artinya menjelaskan atau menerangkan, ilustrasi berupa gambar yang mempunyai sifat dan fungsi untuk menerangkan atau menjelaskan suatu tujuan dan narasi yang ingin disampaikan.

Dalam bahasa Belanda ilustrasi berasal dari kata ilustratie yang artinya hiasan dengan sebuah gambar atau pembuatan sesuatu sehingga menjadi lebih jelas. Dengan demikian gambar ilustrasi menjadi pengantar sekaligus penjelas dari suatu tujuan, sehingga gambar ilustrasi yang dibuat dapat membantu seseorang supaya lebih cepat dan lebih mudah memahami dan mengerti sesuatu yang disampaikan.

Ilustrasi tidak hanya berupa gambar saja melainkan juga bisa berupa media media lainnya. Ilustrasi dalam arti luas dapat berbentuk :

a) Gambar hasil ciptaan secara manual atau digital atau kombinasi dari keduanya,

b) Suara atau bunyi bunyian yang dapat digunakan untuk mengiringi sebuah pertunjukan seperti drama, ketoprak, film, dan lain-lain,

c) Gerakan misalnya pantomim, penari latar, dan lain- lain.


Untuk selanjutnya silahkan Kamu memperhatikan secara seksama beberapa gambar di bawah ini, untuk mengetahui apakah gambar tersebut termasuk gambar ilustrasi atau jenis karya seni rupa yang lain.


Gambar 1A



Gambar 1B



Gambar 1C



Gambar 1D



Gambar 1E



Gambar 1F

Semua gambar tersebut merupakan gambar ilustrasi.


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Konsep Poster

Apa saja unsur-unsur yang ada dalam konsep poster? Konsep poster terdiri atas 4 hal yaitu (a) tujuan poster, (b) tema dan isi pesan, (c) dukungan terhadap isi pesan, dan (d) cara atau teknik menyampaikan isi pesan.

Apakah tujuan poster itu? Tujuan poster adalah sasaran yang ingin dicapai. Jika dilihat dari tipenya, tujuan poster itu antara lain untuk, menghimbau, mengingatkan, mengajak, mengkampanyekan, melakukan propaganda, memotivasi, mengajar, menginspirasi, dan sejenisnya.


Kepada siapa tujuan tersebut disampaikan? Tentu saja kepada khalayak tertentu yang menjadi sasarannya. Poster bertema “membayar pajak untuk pembangunan” tentu ditujukan kepada masyarakat pembayar pajak. Poster bertema “jadilah pelajar Pancasila yang menghargai keragaman” yang tentu ditujukan untuk para pelajar. Dan seterusnya.


Tujuan dari sebuah poster adalah sasaran yang ingin dicapai oleh poster tersebut. Oleh karena itu pembuatan poster harus mempertimbangkan tujuan dan sasaran dari poster. Berikut ini contoh-contoh tujuan poster.

A. Masyarakat pembayar pajak menyadari pentingnya membayar pajak untuk pembangunan bangsa dan negara.

B. Para pelajar dapat terinspirasi oleh perjuangan seluruh lapisan masyarakat Indonesia pada masa sebelum kemerdekaan.

C. Keluarga dapat berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan hidup utamanya dengan mengurangi penggunaan plastik dalam sehari-hari.

D. Masyarakat kota peduli dengan masalah maraknya gelandangan dan pengemis yang memenuhi lampu merah di jalan-jalan raya.

E. Orangtua tergerak untuk berpartisipasi aktif selama kegiatan belajar di rumah pada masa pandemi Covid-19.

F. Para pelajar tergerak untuk berpartisipasi dalam mencegah terjadinya bullying di lingkungan sekolah.

G. Para ibu hamil tergerak untuk mengkonsumsi makanan bergizi serta aktif memeriksa kondisi bayi dalam kandungannya.

H. Para guru tergerak untuk melakukan inovasi-inovasi baru dalam pengembangan pembelajaran dan asesmen yang memandirikan siswa pada pembelajaran berani.

Saya. Warga sekolah profesional untuk menjaga lingkungan sekolah adiwiyata yang sehat, segar, sehat, dan asri.

J. Para pedagang dan pengunjung pasar menyadari pentingnya mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan mengenakan masker agar tidak terpapar Covid-19.

K. Para siswa memahami dan dapat melakukan cuci tangan dengan cara yang benar.

L. Pengguna jalan dapat mematuhi rambu-rambu lalu lintas dengan benar saat berkendara di jalan raya.



Gambar 17 Tujuan poster mudah dikenal


Isi pesan poster sangat bermanfaat pada rumusan tujuan poster. Isi pesan poster menggambarkan apa dan bagaimana tujuan tersebut dinyatakan dalam bentuk gambar-gambar dan tulisan-tulisan sehingga terbangun sebuah isi pesan yang utuh. Isi pesan tersebut harus menarik perhatian, mudah dijangkau, mudah diingat, dan mengesankan.

•  Menarik perhatian karena isi pesannya sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan khalayak sasaran.

•  Mudah dijangkau karena isi pesannya ditata secara sistematik, jelas, dan sederhana.

•  Mudah diingat karena isi pesannya lain dari yang lain, baru, unik, berbeda, dan asli.

• Mengesankan karena isi pesannya dapat menggerakkan rasa suka, merasa cocok, memberikan rasa kekaguman atau kepuasan.

Isi pesan suatu poster bertolak dari tujuan yang dirumuskan. Rumusan tujuan bertolak dari masalah yang hendak memecahkan. Berikut ini disajikan sebuah masalah yang akan dipecahkan secara komunikasi visual dengan menggunakan poster.


Masalah/Latar Belakang

Sangat berbahaya jika seorang pelajar memiliki pikiran yang tertutup. Pikiran yang menutup kegiatan belajar menjadi lambat berkembang. Jika ingin maju maka kita harus memfungsikan pikiran secara penuh. Pikiran kita hanya bekerja jika terbuka. Dengan membuka pikiran, kita beroleh kemajuan-kemajuan. Ketika pikiran tertutup terhadap ide-ide baru, pertumbuhan kepribadian dan mental bisa terganggu. Dengan pikiran yang terbuka kita bisa banyak belajar, mengembangkan kepribadian, dan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan.


Tujuan Poster

Bertolak dari masalah tersebut rumusan tujuan poster adalah 'menginspirasi pelajar bahwa pikiran kita hanya bekerja jika terbuka'.

Berdasarkan tujuan tersebut maka dirumuskan isi pesan poster sebagai berikut:

Isi Pesan Poster

Kita bisa menggunakan payung terjun (parasut) sebagai perumpamaan. Pikiran kita diumpamakan seperti parasut. Apa fungsi parasut? Untuk terjun payung. Kapan parasut tersebut berguna atau berfungsi? Ketika digunakan terjun parasut tersebut terbuka sesuai dengan fungsinya. Jadi, sebagus apa pun bagi penerjun parasut berfungsi jika terbuka saat digunakan. Demikian juga dengan pikiran kita. Sehebat apa pun potensi pikiran kita hanya bermanfaat Ketika terbuka. Maka isi pesan poster akan berupa gambar parasut yang terbuka dengan tulisan “Pikiran kita seperti parasut, hanya bekerja jika terbuka”.


Dukungan terhadap Isi Pesan

Agar isi pesan kuat dan fokus pada gagasan pokok maka gambar parasut dibuat tiga buah masing-masing dengan tanpa penerjun. Selain itu tulisan “pikiran kita seperti parasut, hanya bekerja jika terbuka” ditulis di bagian kanan bawah untuk memberikan kesan kuat pada parasut yang turun dari atas.


Pesan Teknik Penyampaian

Isi pesan yang disampaikan memakai teknik potret dengan menghilangkan penerjun pada parasut. Hanya menggunakan warna hitam putih agar tidak terjadi penyimpangan perhatian pada gagasan pokok.


Hasil Penerapan Konsep Poster


Gambar 18 Hasil penerapan konsep poster


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Thursday, August 25, 2016

Konsep Seni dalam Islam

•Islam tidak menggariskan aturan seni dan tidak segala bentuk seni tidak dikharamkan, selama tidak bertentangan dengan ajaran/ nilai-nilai Islam.

•Hadist melarang peniruan / penggambaran makhluk hidup (bentuk antropomorfis/naturalis), karna dikhawatirkan merusak iman.

•Seni Islam bukan seni Arab atau seni etnik tertentu.

•Seni Islam adalah seni dari berbagai kawasan yang memiliki ciri-ciri atau gaya yang islami.

•Setiap wilayah islam memiliki bentuk seni yang khas sesuai dengan corak dan gaya masing masing wilayah. 

Sunday, January 31, 2016

Evaluasi Kurikulum

Kurikulum mengarahkan pendidikan menuju kegiatan pembelajaran secara menyeluruh. Kurikulum merupakan perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut. Kurikulum adalah rancangan pendidikan bagi pelajar dan atau sebagai upaya untuk mengidentifikasi bidang keilmuan (Zais, 1976).
Konsep kurikulum
Konsep kurikulum berkaitan dengan pemahaman kurikulum, ruang lingkup kurikulum, termasuk ruang lingkup evaluasi kurikulum. Evaluasi merupakan pengukuran atau penilaian terhadap pelaksanaan rencana pelajaran dan penggunaan sumber-sumber pendidikan. Evaluasi kurikulum merupakan evaluasi pencapaian tujuan. Yang terdiri dari 4 dimensi yaitu : konsep, rencana, proses, dan hasil. Semua dimensi secara simultandapat berupa dimensi gagasan yaitu konsep, rencana, proses, dan hasil belajar (Hasan: 1988)
Fungsi evaluasi kurikulum
Evaluasi kurikulum pada fungsinya digunakan untuk memperbaiki atau mengembangkan kurikulum. Menurut Tyler dan Provus (dalam Hasan 1988) berpendapat bahwa hasil evaluasi kurikulum merupakan bahan pertimbangan perbaikan kurikulum. Menurut Cronbach kurikulum juga sebagai pertimbangan pemberian penghargaan. Sedangkan Scriven membedakan fungsi kurium menjadi dua yaitu fungsi formatif dan fungsi sumatif.
  1. Fungsi formatif
Fungsi formatif digunakan untuk memperbaiki dan mengembangkan kurikulum dan bukan digunakan untuk mengganti kurikulum. Fungsi formatif ini di laksanakan pada saat berlangsungnya suatu program, tujuan utama memperbaiki beberapa kelemahan sesegera mungkin tanpa menunggu program tersebut selesai terlaksanakan. Misalnya pelaksanaan pengajaran, pelaksanaan bimbingan administrasi, penggunaan buku pelajaran da lain-lain.
  1. Fungsi sumatif
Fungsi sumatif diarahkan terhadap hasil suatu kurikulum, untuk menuntaskan pengembangan kurikulum. Fungsi sumatif di laksanakan harus menunggu selesainya suatu program, misalnya setelah satu tahun program berjalan, atau setelah lembaga pendidikan menghasilkan lulusannya.
Jenis kurikulum
Tidak lepas dari fungsi evaluasi kurikulum dan tujuan kurikulum , jenis evaluasi kurikulum menunjuk pada dimensi kurikulum yang akan dievaluasi dan masing-masing dapat dievaluasi menggunakan formatif maupaun sumatif. Ada empat jenis evaluasi kurikulum yaitu:
  1. Evaluasi Reflektif
  2. Evaluasi Rencana
  3. Evaluasi Proses
  4. Evaluasi Hasil
Model Evaluasi Kurikulum
Model evaluasi kurikulum secara garis besar ada dua yaitu Model evaluasi kuantitatif dan model evaluasi kualitatif.
  1. Model Evaluasi Kuantitatif
Model evaluasi kuantitatif diwarnai oleh paradigma positivisme, sehingga menonjolkan penggunaan data kuantitatif dan menunjukkan pentingnya pengukuran dalam proses evaluasi. Dalam model ini melihat kurikulum sebagai hasil belajar dan menjadikan hasil belajar sebagai kriteria pokok dalam proses evaluasi. Model evaluasi kuantitatif terbagi menjadi:
  1. Model Tyler (Model Blackbox)
Model ini dipaparkan oleh Ralph Tyler, ia mengemukakan dua dasar pemikiran yaitu untuk mengevaluasi tingkah laku anak dan evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kurikulum dilaksanakan.
  1. Model Teoretik Taylor dan Marguirer
Model evaluasi ini mendasarkan pertimbangan teoritik suatu model evaluasi kurikulum. Model in agaknya terpengaruh Tyler terutama dari unsurnya yaitu yang dikembangkan dengan pendekatan tingkah laku, strategi dan pendekatan psikomotorik.
  1. Model Pendekatan Sistem Alkin
Model Alkin dekenal dengan pendekatan sistem, yang disebut sebagai pendekatan ekonomi mikro. Model Alkin dipengaruhi oleh psikometrik dan atau ekonometrik. Pengukuran dan kontrol terhadap variabel merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh seoran evaluator. Besar kecinya setiap unit harus benar-benar diperhatikan dalam pengaruh dan harus di kontrol.
  1. Model Countenance Stake
Model ini menekankan betapa pentingnya evaluator mampu mengembangkan tujuan kurikulum memnjadi tujuan-tujuan yang terukur, memperhatikan keadaan sebelum kegiatan berlangsung (antecenden) ketika kegiatan berlangsung (transaction) dan mampu mengkaitkannya dengan berbagai bentuk hasil belajar (outcomes).
  1. Model CIPP (Context, Input, Process, Product)
Sebagaimana namanya, model ini komponen utamnnya terdiri dari context, input, proces, dan product. Sasaran evaluasinyapun sama dengan namnya dan merupakan suatu rangkaian yang menyeluruh-utu, sekalipun acapkali para evaluator hanya menilai satu, dua, atau mengevaluasi keterkaitan antar jenis evaluasi tersebut.
  1. Model Evaluasi Kualitatif
Model evaluasi kualitatif memberikan sumbangan yang berarti dalam evaluasi kurikulm karena sifatnya yang komunikatif dengan para pemakai hasil evaluasi dan penggambarannya terhadapa pelaksanaan kurikulum baik. Model evaluasi kualitatif yaitu:
  1. Model Studi kasus
Pusat perhatian dalam model evaluasi ini pada pelaksanaan kurikulum dalam unit kegiatan pendidikan, namun unit tersebut hanya terdiri dari satu kelas atau satu sekolah atau bahkan satu guru sehingga hasil evaluasinya ridak dapat digenerelasiskan. Model studi kasus mengakui adanya multiple-realities.
  1. Model Iluminatif
Model evaluasi Iluminatif ditegakkan oleh dua konsep yaitu sistem instruksional dan lingkungan belajar. Secara metodologis model evaluasi Iluminatif bukanlah model evaluasi yang standar, namun bersifat adaptif dan eklektik. Sehingga dalam model evaluasi ini dapat digunakan metode apapun, namun yang sesuai dengan permasalahan dan datanya dapat bersifat kualitatif dan kuantitatif.
  1. Model Responsif
Model evaluasi responsif kegiatan evaluasinya terbatas pada kurikulum dimensi proses.
Dalam model evaluasi ini perbedaan pandangan orang-orang yang terblibat dalam
pelaksanaan kurikulum dapat dijadikan sumber pengembangan kriteria evaluasi,
sehingga model responsif instrumennya kurang standar.

Hakikat Kurikulum Seni Rupa

Pengertian kurikulum
Telah banyak kosepsi kurikulum yang berkembang dan pada umumnya berkaitan dengan dunia pendidikan yaitu merupakan rencana pelajaran. Namun perlu dilihat asal katanya terlebih dahulu yang berasal dari bahasa Yunani kuno agar mengetahui makna dasarnya. Curriculum berasal dari kata Curir artinya pelari, dan curere artinya tempat berpacu. Curriculum diartikan “jarak” yang harus di tempuh oleh pelari. Dari arti sesungguhnya tersebut dapat diambil makna bahwa kurikulum merupakan jarak yang harus diselesaikan dalam proses mencapaian tujuan. Pelari harus menggunakan jarak tersebut (curriculum) untuk mencapai tujuan (garis finish), lebih luasnya lagi dapat berupa cara pada kegiatan sehari-hari dalam melakukan sesuatu agar tujuan dari apa yang dilakukan itu terlaksana/berhasil. Lebih jelasnya lagi apabila diaplikasikan dalam dunia pendidikan maka kurikulum merupakan cara tentang bagaimana tujuan pendidikan itu dapat diselesaikan, oleh karena itu kurikulum juga dapat disebut sebagai proses, dalam dimensinyapun kurikulum bisa menjadi gagasan atau kosep, rencana, kegiatan, maupun hasil belajar.

Kurikulum dalam pendidikan
Dalam setiap negara tentunya ada suatu sistem yang penting yang disebut dengan pendidikan, pendidikan dalam setiap negara memiliki tujuan tersendiri yang berbeda-beda. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, melalui proses yang panjang dan berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan tersebut terlaksana melalui program pemerintah seperti pendidikan sekolah dasar, pendidikan SMP, SMA, dan perguruan tinggi. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapakan maka perlu menggunakan cara, cara inilah yang disebut dengan kurikulum. Sedangkan di dalam pembelajaran sekolah itu selain tujuan tentunya ada bahan ajar, metode pengajaran bagaimana cara mengajar yang tepat, serta penentuan nilai atau evaluasi terhadap peserta didik. Sehingga dapat diperoleh kurikulum dalam pendidikan memiliki arti yaitu cara untuk mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan pembelajaran, yang terdiri dari komponen-komponen tujuan, bahan ajar, metode dan evaluasi yang disusun oleh lembaga pendidikan maupun anggotanya, agar dapat berperan dalam kehidupan masyarakat yang produktif sesuai dengan tujuan, kebutuhan, tuntutan dan perkembangan zaman dan IPTEKS.

Kurikulum pendidikan seni rupa

Setiap bidang pendidikan memiliki tujuan sendiri yang berbeda-beda, tidak terkecuali pendidikan seni rupa yang memiliki tujuan tersendiri. Pendidikan seni rupa merupakan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik dalam bidang seni rupa yang memiliki tujuan tersendiri dalam bidang kesenirupaan. Setiap bidang pendidikanpun memiliki cara tersendiri dalam pembelajarannya dan hal itu tidak terlepas dari kurikulum yang berisi komponen-komponen penting. Kurikulum pada hakikatnya adalah arah perubahan untuk pencapaian tujuan, sehingga bentuk dari kurikulum adalah sebuah rancangan atau sistem yang saling berhubungan subsistem di dalamnya. Sehingga dapat dimengerti hakikat kurikulum pendidikan seni rupa adalah sebuah sistem pembelajaran yang terancang dengan baik oleh komponen-komponen tujuan, bahan ajar, metode dan evaluasi pendidikan seni rupa yang digunakan untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memerankan dirinya dalam kehidupan masyarakat dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan, tuntutan dan perubahan serta perkembangan seni rupa sesuai dengan perguliran zaman.