Showing posts with label ukir. Show all posts
Showing posts with label ukir. Show all posts

Wednesday, October 20, 2021

Menganalisis Alat dan Bahan untuk Membuat Ragam Hias


Dalam kehidupan sehari-hari Kamu tentu tidak terlepas dari pemanfaatan benda atau barang yang ada di sekitar Anannda. Apakah Kamu bahan apa yang digunakan untuk membuat benda pakai tersebut? Bagaimana caranya memberikan motif hiasan pada benda tersebut? Apakah dengan teknik ukir, teknik pahat, teknik batik, teknik sulam, teknik sablon ataukah teknik lain. Bahan apa yang digunakan untuk memberikan hiasan pada benda tersebut? Apakah bahan pewarna alam atau pewarna sintetis?

Di bawah ini adalah alat untuk menerapkan ragam hias,untuk mengenal alat pada gambar di bawah ini. Silahkan kamu perhatikan secara seksama gambar-gambar di bawah ini!


Gambar 5A


Di bawah ini adalah alat untuk membuat ragam hias, untuk mengenal alat pada gambar, silahkan perhatikan dengan seksama gambar di bawah ini!


Gambar 5B



Di bawah ini adalah bahan warna untuk membuat ragam hias, untuk mengenal bahan pada gambar, harap perhatikan dengan seksama gambar di bawah!


Gambar 5C




Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Thursday, September 15, 2016

Langkah Mengukir

Langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum mengukir adalah:
1. Mempersiapkan skets/desain ukiran
2. Mempersiapkan media ukiran
3. Menempelkan gambar desain pada media

Macam-macam cara saat mengukir:
1.Nggetaki/ngracapi
Yaitu memahat garis-garis gambar pola hias.
2.Malesi/nyaweni
Yaitu memperlebar gambar pola hias pada kayu.
3.Ndasari
Yaitu membuang bagian-bagian yang tidak berukir.
4.Mbukai
Yaitu membentuk global.
5.Nggrabahi
Yaitu bentuk detail.
6.Ngalusi
Yaitu menghaluskan secara bagus.
7.Matuti
Yaitu membuang garis-garis yang tidak rapi.
8.Mbenangi/mecahi
Yaitu member kesan pada pola (contoh: daun).
9.Ngelemahi
Yaitu menghaluskan dasarannya.

Thursday, August 25, 2016

Seni Hias zaman Islam di Indonesia

Seni hias islam selalu menghindari penggambaran makhluk hidup secara realis, maka untuk penyamarannya dibuatkan stilasinya (digayakan) atau diformasi (disederhanakan) dengan bentuk tumbuh – tumbuhan
      Ada beberapa jenis karya seni yang dapat digolongkan ke dalam seni hias, antara lain:
1)Seni Ukir, yaitu merupakan seni pahat atau seni relief yang menggunakan motif-motif hias. Pada masa islam motif hias yang digunakan adalah motif tumbuh-tumbuhan dan terkadang huruf atau tulisan Arab. Motif hewan dan manusia tidak digunakan sebagai motif hias karena adanya larangan dalam ajaran Islam untuk menggambarkannya.




2) Seni Kaligrafi, yaitu seni corak Islam asli yang menggunakan huruf Arab sebagai unsur utama. Seni kaligrafi atau seni khat adalah seni tulisan indah. Dalam kesenian Islam menggunakan bahasa arab. Sebagai bentuk simbolis dari rangkaian ayat–ayat suci Al–Qur’an. Berdasarkan fungsinya seni kaligrafi dibedakan menjadi, yaitu:
a.Kaligrafi terapan berfungsi sebagai dekorasi / hiasan
b.Kaligrafi piktural berfungsi sebagai pembentuk gambar
c.Kaligrafi ekspresi berfungsi sebagai media ungkapan perasaan seperti kaligrafi karya AD. Pireus dan Ahmad Sadeli
Seni ini dapat ditemukan pada bangunan masjid, batu nisan, istana/keraton raja, dsb.

2)Seni Wayang, yaitu wayang sebenarnya telah ada pada masa kerajaan Majapahit yang menggunakan bahan kulit kayu waru, dengan bentuk yang bersifat realistis. Wayang pada masa Islam telah mengalami perubahan yang disesuaikan dengan kaidah-kaidah Islam. Pada Masa Sunan Kalijaga, wayang dibuat dengan kulit binatang dan bentuknya diubah menjadi bentuk ornamentik. Bentuk ini masih berlanjut sampai sekarang di Jawa.




Wednesday, February 17, 2016

Karya seni rupa terapan Nusantara

Karya seni rupa terapan merupakan karya seni rupa yang sengaja dibuat untuk digunakan atau difungsikan untuk kebutuhan manusia. Maka karya seni rupa terapan selain memilik nilai estetis juga memiliki nilai pakai. Di Indonesia terdapat bermacam seni rupa terapan, seni rupa terapan ini ada yang dalam bentuk karya seni 2 dimensi dan ada yang dalam bentuk karya seni 3 dimensi.

Karya seni rupa Nusantara menurut dimensinya dibedakan atas karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi.

A. Karya seni rupa dua dimensi
Karya seni rupa dua dimensi yaitu karya seni yang dapat dilihat hanya dari satu arah seperti seni lukis, seni batik,  seni tenun, seni relief dan sebagainya. Di Nusantara terdapat beberapa seni rupa terapan yaitu:

1. Seni batik
Batik merupakan seni rupa dua dimensi yang menggunakan teknik cetak rintang, yaitu jenis cetak dari bahan sejenis lilon (Wax). Batik di Indonesia sudah ada sejak zaman Majapahit, namun motifnya sudah ada pada zaman prasejarah terbukti ditemukannya motif batik pada keramik zaman neolithikum.
Ragam hias batik berdasarkan lingkungan perkembangannya:
-Batik Keraton adalah batik yang tumbuh dan berkembang di lingkungan keraton, khususunya lingkungan keraton jawa tengah contohnya Jogjakarta dan Solo.
Batik Keraton

-Batik Pesisir adalah batik yang tumbuh dan berkembang di lingkungan pesisir, contohnya Cirebon dan Pekalongan.
Setelah masuknya bangsa luar, perkembangan motif batik makin bertambah, pewarnaannyapun bertambah menggunakan pewarnaan kimia.
Batik Pesisir

2. Seni tenun
Seni tenun merupakan wujud dari seni anyaman, yaitu menumpangtindihkan jalinan anyaman yang bersilang sehingga menjadi sebuah benda karya seni utuh. Dalam seni tenun kain, teknik pembuatannya dengan membuat pola dan warna benang terlebih dahulu, baru kemudian ditenun. Yang termasuk dalam seni ini cotohnya adalah sarung pelekat, songket, kain ikat, dan sebagainya. Beberapa daerah penghasil tenun yaitu Sulawesi, Jepara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Seni tenun di daerah Nusa Tenggara banyak yang menggunakan alat tenun tradisional dan pewarnaannya menggunakan bahan alami. Contoh produk tenunan:
Kain Tenun



3. Seni ukir
Ukiran memiliki arti pahatan, yaitu suatu hasil karya seni yang dikerjakan dengan pahat. Menurut kenyataan benda-benda yang berukir pada umumnya adalah benda terapan (benda yang dibutuhkan orang sehari-hari). Seni ukir telah ada sebelum kedatangan bangsa Hindu ke Indonesia, corak seni ukir ini masih primitif, digunakan pada upacara adat. Bahan dari seni ukir ini bisa berupa kayu, batu, bahkan bahan tembagapun bisa dibuat seni ukiran. Contoh penerapan seni ukir di Nusantara:
Seni Ukir yang terkenal adalah seni ukir Jepara. Ciri khusus motif seni ukir Jepara yaitu:
a. Gubahan dari tumbuhan yang menjalar
b. Sering dipadu dengan motif binatang
Contoh karya seni ukir Jepara:
Ukiran kayu

B. Karya seni rupa tiga dimensi
Karya seni rupa tiga dimensi yaitu karya seni yang dapat dilihat dari berbagai sisi/arah serta memiliki volume, contohnya adalah seni patung dan keramik/gerabah. Seni rupa terapan 3 dimensi yang terdapat di Nusantara diantaranya adalah seni bangunan/arsitektur dan seni keramik.
1. Seni arsitektur
Seni arsitektur merupakan seni bengunan, contohnya yaitu bangunan candi, masjid, gereja, pura, klenteng, gapura, rumah adat, dan sebagainya.
Contoh dari seni arsitektur rumah adat adalah rumah adat Tongkonan dari daerah Toraja, Sulawesi Selatan. Rumah adat ini merupakan rumah adat yang khas dengan atap yang menjulang ke langit. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang masyarakatnya yang menganggap bahwa nenek moyang mereka berasal dari nirwana yang turun menggunakan tangga.
Rumah Adat Toraja

2. Seni gerabah/keramik
Seni keramik/gerabah merupakan seni kriya yang berasal dari pembakaran bahan tanah liat. Contoh dari seni keramik yaitu gentong, layah, klenting, vas bunga dan sebagainya. Daerah pengahasil seni gerabah tersebar di Jawa tengah yaitu derah Banjanegara, Semarang, Jepara dan sebagainya.
Gerabah/ Keramik