Showing posts with label karya seni rupa tiga dimensi. Show all posts
Showing posts with label karya seni rupa tiga dimensi. Show all posts

Monday, October 11, 2021

Simbol Dalam Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Simbol merupakan lambang yang mengandung makna atau arti. Secara konseptual, kata simbol ini memiliki beberapa pengertian sebagai berikut.

1.  Sesuatu yang biasanya merupakan tanda yang terlihat yang gagasan atau objek tertentu.

2. Kata; tanda-tanda, yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain: arti, kualitas, abstraksi, gagasan, objek.

3. Apa saja yang arti diberikan dengan persetujuan umum dan/ atau dengan kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya, lampu lalu lintas.

4. Tanda konvensional, yaitu sesuatu yang dibangun oleh masyarakat atau individu-individu dengan arti tertentu yang kurang lebih standar yang disepakati atau dipakai anggota masyarakat itu. Arti simbol dalam konteks ini sering dilawankan dengan tanda-tanda alam.

Dalam seni rupa, kata Simbol dijelaskan sebagai makna yang dikandung dalam karya seni rupa baik objeknya maupun unsur-unsurnya tampak. Misalnya merah adalah simbol keberanian. Patung kata sebagai simbol pemanggilan hujan. Patung kuda sebagai simbol kegagahan, dan lain sebagainya.

Dalam cerita sering digunakan beberapa jenis hewan untuk sifat-sifat tertentu. Misalnya, simbol kancil cerdik makna cerdik, cerdik dan banyak akal. Serigala yang sering digunakan untuk keserakahan dan kelicikan. Lain lagi dengan keledai yang digunakan untuk kejahatan dan kesialan.

Patung, tugu dan monumen misalnya, adalah karya seni rupa tiga dimensi yang dapat memiliki makna dan simbol tertentu. untuk membuat patung, tugu dan monumen yang memiliki sesuatu yang sudah dilakukan orang sejak dahulu. Tugu dan monumen ada yang terbuat dari batu dan logam. Biasanya berukuran besar dan dibangun untuk mengembangkan peristiwa-perisitiwa penting atau tempat-tempat bersejarah. Sebagai contoh, tugu Proklamasi di Jakarta adalah simbol dari kemerdekaan dan perjuangan rakyat Indonesia. Tugu katulistiwa di Pontianak Kalimantan Barat untuk tempat yang dilalui garis katulistiwa.

Pahlawan atau orang yang berjasa dan orang yang sering dibuatkan patungnya. Patung itu menjadi simbol kekuatan, kepahlawanan dan perjuangannya. Banyak pahlawan dan orang yang berjasa di Negara kita. Kepahlawanan dan perjuangan orang –orang tersebut dikenang hingga saat ini, dijadikan tauladan bagi masyarakat dan bangsa. Karya seni rupa tiga dimensi memiliki unsur-unsur rupa seperti warna, garis, bidang dan bentuk. Unsur-unsur rupa itu digunakan selain untuk memperindah bentuk, unsur-unsur rupa pada karya seni rupa tiga dimensi ini dapat saja memiliki makna simbolik. Garis tebal, garis tipis, garis lurus, garis lengkung memiliki makna simbolik yang berbeda-beda. Warna merah, hitam, putih dan sebagainya juga memiliki makna simbolik yang berbeda-beda. Makna-makna simbolik ini mungkin saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. 

Baca juga: Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Sumber: Ilmiyati, Raphita. Modul Ajar Seni Rupa Tiga Dimensi.  2020

Nilai Estetis Karya Seni Rupa 3 Dimensi


Pembicaraan tentang estetika tidak lagi semata-mata merujuk pada keindahan yang sedap dipandang mata. Nilai estetis pada sebuah karya seni rupa dapat bersifat obyektif dan subyektif.


1. Nilai estetis obyektif memandang keindahan karya seni rupa berada pada wujud karya seni itu sendiri artinya keindahan tampak kasat mata. Sesungguhnya keindahan sebuah karya seni rupa tersusun dari komposisi yang baik, perpaduan warna yang sesuai, penempatan obyek yang membentuk kesatuan dan sebagainya. Keselarasan dalam menata unsur-unsur visual inilah yang mewujudkan sebuah karya seni rupa.

Dalam menilai karya seni rupa secara obyektif, yang dilihat adalah karya seni rupanya, bukan berdasarkan selera seseorang atau pendapat seseorang. Sebagai contoh apabila melihat sebuah karya patung yang dilihat adalah bentuknya yang seimbang, , atau memiliki komposisi yang tidak tumpang, atau memiliki paduan warna yang selaras yang kesemua itu sesuai dengan prinsip-prinsip seni rupa. Apabila tidak sesuai dengan prinsip-prinsip seni rupa tetapi dikatakan estetis atau indah maka bukan penilaian estetis obyektif tetapi penilaian estetis subyektif karena sudah ada pendapat pribadi mengenai karya seni rupa tersebut.

2. Nilai estetis subyektif, keindahan seni rupa tidak hanya pada unsur-unsur fisik yang diserap oleh mata secara visual, tetapi ditentukan oleh selera penikmatnya atau orang yang melihatnya. Sebagai contoh ketika kita melihat sebuah karya seni lukis atau seni patung abstrak, kita dapat menemukan nilai estetis dari penataan unsur rupa pada karya tersebut. Kita merasa tertarik pada apa yang ditampilkan dalam karya tersebut dan merasa senang untuk terus melihatnya bahkan ingin memilikinya walaupun kita tidak tahu obyek apa yang ditunjukkan oleh karya tersebut. Teman kita mungkin tidak tertarik pada karya tersebut dan lebih tertarik pada karya lainnya. Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa nilai estetis sebuah karya seni rupa dapat bersifat subyektif.

Dalam menilai karya seni rupa secara subyektif, selain melihat karya seni tersebut juga di dalamnya terdapat pendapat pribadi seperti selera atau kesukaan yang sesuai dengan orang yang menilainya. Artinya telah ada campuran pendapat pribadi yang dapat menekankan mengenai pendapat tentang karya seni rupa tersebut. Dapat disimpulkan penilaian estetis subyektif yang dilakukan orang satu dan orang lain tentu saja berbeda.


Sumber:

Sumber: Ilmiyati, Raphita. Modul Ajar Seni Rupa Tiga Dimensi.  2020