Membuat karya seni
patung itu termasuk dalam seni rupa, yang biasanya dibuat dengan cara
dipahat, dibentuk dengan tanah liat atau dicetak. Karya seni patung
itu sudah ada di seluruh dunia dan tidak hanya ada di Indonesia.
Biasanya di setiap Negara bentuk patungnya berbeda-beda dan salah
satunya karena dipengaruhi oleh agama. Contohnya saja seperti negara
kita sendiri ada Candi Borobudur dan Candi Prambanan, candi itu
dibuat karena dipengaruhi oleh agama. merika Serikat dengan patung
Liberty dan masih banyak lagi yang lain.
Patung-patung modern
dapat bercorak tradisi dari berbagai wilayah. Perkembangan seni
patung kini mengacu pada seni patung modern dan post-modern. Untuk
itu dalam penggarapan patung modern perlu memahami adanya teknik
anatomi, corak figuratif ekspresionis, transformatif, distorsif, dan
realis.
Bahan-bahan
patung modern di bedakan:
Lunak: tanah liat,
malam/plastisin, sabun, tepung, karet, kertas, coklat, gips, semen,
plastik, fiberglass, silikon dll Sedang: kayu sengon, kayu waru, kayu
randu, kayu mahoni, es batu
Keras: Jenis-jenis logam (besi, baja,
perak dll), kayu jati, batu, tulang.
Alat-alat:
Butsir
(untuk bahan tanah liat): alat membuat patung yang terbuat dari kayu
dan kawat.
Meja
Putar: Meja yang dapat di gerakkan atau dengan cara memutar,
fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai
arah.
Pahat:
Alat yang terbuat dari logam yang ujungnya tajam. Jenisnya ada 2,
yaitu: Pahat/tatah untuk kayu yang jumlahnya ada 32 buah. Pahat
tatah untuk batu yang di sebut betel, jumlahnya sedikit.
Ganden
atau palu: pelengkap dari pahat, palu kayu biasanya di sebut ”
GANDHEN”sedangkan untuk batu di sebut ”Martil” Cetakan:
biasanya di gunakan untuk bahan patung yang cair (gips, semen,
fiberglass, logam, plastik, karet)Kakak tua: pemotong kawat dalam
proses pembuatan kerangka patung konstruksi
Gergaji:
pemotong kayu
Sendok
adonan: untuk mengambil adonan pada bahan patung
dll
Tehnik
Tehnik
adalah cara yang berkaitan dengan alat dan bahan, di bedakan menjadi
4, yaitu:
Tehnik
Membutsir
Tehnik
dengan cara memijit, menambah dan mengurangi bahan yang di bentuk
dengan alat butsir (tanah liat, plastisin)
Tehnik
Memahat: tehnik dengan cara mengurangi (kayu dan batu)
Tehnik
Mencetak : ada 2 macam, yaitu: cetak tuang (cor) dan cetak tekan.
Cetak cor biasanya di gunakan untuk bahan cair atau di cairkan
(semeni, gips, logam, fiberglass)
Tehnik
Konstruksi: susunan atau bangunan, hal ini di lakukan dengan
menyusun kerangka
Fungsi
Patung Modern
Patung
Religi: patung yang di gunakan sebagai media /sarana beribadah dan
bermakna religius (bagi kepercayaan tertentu)
Patung
Monumen: patung yang di gunakan untuk sebagai memperingati jasa atau
sebuah peristiwa yang bersejarah.
Patung
arsitektur: patung yang merupakan bagian dalam susunan / konstruksi
bangunan.
Patung dekorasi: patung untuk menghias bangunan atau
memperindah lingkungan. Contohnya: taman
Patung
seni: patung yang di buat untuk di nikmati keindahan bentuknya.
Patung
kerajinan: patung di buat sebagai hasil kerajinan, di buat/ di
produksi masal. Contoh: sovenir
Corak
Patung
Corak
patung berdasar masa dan jenis:
Patung
primitif. Patung primitif cirinya: bentuk sederhana, bahannya mudah
di dapat dari alam(batu, kayu), animisme dan dinamisme, magis(tidak
berdasarkan masa). Contohnya: Patung Asmat (Papua), Patung pada
makam di Sulawesi Selatan (Toraja)
Patung
Klasik: Patung masa klasik pada masa Hindhu-Budha. Contohnya: Candi
Prambanan, Borobudur dll Patung Modern: Pada perwujudannya di bagi
3, yaitu:
Corak
Imitatif (Realis/Representatif). Corak yang dalam perwujudannya
mirip dengan yang ada di alam(manusia, binatang, tumbuhan) dan
fisioplastis atau anatomi, proporsi maupun gerak. Tokohnya ini
adalah: Hendra, Trubus, Saptoto dan Edi Sunarso. Contoh: Patung
Pahlawan Revolusi, Panglima Sudirman dll
Corak
Deformatif. Corak yang bentuknya yang di rubah dari bentuk aslinya
tetapi tidak meninggalkan bentuk aslinya. Bentuk alam di olah di
gubah menurut imajinasi, atau hayalan pematung. Perubahan itu masih
terkait masih terkait sifat-sifat fisik. Tokohnya: But Mochtar, G.
Sidharta. Contoh: Patung yang di gunakan pada film, Aliens
Abstrak
(Nonfiguratif). Corak yang tidak menampilkan sosok/ figut tertentu
tetapi lebih menekankan pada isi atau makna. Biasanya bentuknya
minimal dan di pengaruhi oleh patung konsrtuksi. Tokoh-tokohnya: G.
Sidharta, Rita Widagdo.
Contoh:
Patung peringatan Hirosima-Nagasaki
Ragam
Patung
Patung
Dada: Patung yang di buat dari kepala sampai batas dada
Patung
Torso: Patung yang di buat terdiri dari bagian-bagian tubuh (tangan,
leher ke dada, dll) biasanya di gunakan untuk pameran perhiasan,
busana
Patung
lengkap:
Free
Standing: patung yang dibuat utuh dari kepala sampai kaki dengan
posisi berdiri
Relief:
patung 3 dimensi terlihat 2 dimensi dengan ketebalan pada
permukaanya.
Contoh
sederhana cara pembuatan patung modern dengan bahan:
1.
Tanah Liat
Untuk
membuat patung dari tanah liat menyiapakan alat butsir dan air,
kemudian alas atau meja putar dan gambar rancangan yang di buat.
Tanah liat ditempatkan di alas/ meja putar
lalu dipijat-pijat
sesuai kreatifitas sampai pada bentuk global yang di inginkan.
Apabila bahan kurang maka di tambah, jika lebihpun harus di kuarangi.
Setelah itu di sempurnakan dengan alat bantu butsir dengan cara
merapikannya, lalu memberikan sentuhan akhir patung yang sudah
terbentuk dengan menghaluskan ( air atau di bersihkan sisanya dengan
kuas).
2.
Semen, Pasir, dan Gips
Untuk
membuat patung dari bahan,semen, pasir dan gips di perlukan tehnik
mencetak. Pertama menyiapkan semen dan pasir yang sudah di saring,
cetakan, ember, sendok adonan dan tali karet (ban bekas). Cetakan
kemudian di ikat dengan tali karet (ban bekas), baru menyiapkan
adonan semen, pasir dan air secukupnya, aduk, tuangkan adonan ke
dalam cetakan hingga penuh. Kemudian direndam di air selam + 2 hari,
lalu dibuka ikatan tali karet dan cetakan di buka perlahan-lahan.
Setelah itu sentuhan patung di haluskan.