Showing posts with label seni. Show all posts
Showing posts with label seni. Show all posts

Thursday, May 18, 2023

Latihan soal materi: Merekam Pengalaman, Proses Kreatif, dan Referensi Karyanya dalam Jurnal Visual, Aplikasi Seni dan Desain Dalam Kehidupan Sehari-Hari, Membuat Maket, Prototipe atau Sketsa, dan Model Pembelajaran Seni Terpadu

Latihan soal Seni Rupa untuk Penilaian Akhir Sumatif (unit 6, 7, 8, 9)

1. Teknik daur ulang karya seni rupa dengan menggunakan potongan-potongan kertas atau bahan lain yang dapat digunting dan ditempel ke buku jurnal disebut dengan ......................

2. Melatih kepekaan dan kemampuan memahami karya seni merupakan tujuan dari ...................... karya seni rupa.

3. Proses kegiatan merekam dan menyimpan dokumen karya seni rupa dalam bentuk kegiatan mencatat, menggambar, memotret, membuat video, dan lain-lain mulai dari: proses pencarian ide, konsep karya, perencanaan karya, hasil karya, dan evaluasi karya yang diselaraskan dengan . . ....................

4. Kumpulan dokumentasi proses berkarya yang lengkap dan berurutan sesuai waktu berprosesnya disebut dengan ......................

5. Alur pengerjaan, linimasa dan kebutuhan yang dikerjakan termasuk gelang merupakan ragam informasi yang perlu dirawat, hal ini tergolong ke dalam ......................

6. Penyajian jurnal visual yang menggunakan buku khusus yang disiapkan untuk membuat dokumentasi disebut dengan ......................

7. Ragam informasi yang perlu digali dalam karya seni rupa adalah .......................

8. Ruang digital untuk membuat dan menyimpan dokumentasi dapat menggunakan ......................

9. Tahapan Design Thinking yang akan mengumpulkan informasi yang telah dibuat dan dikumpulkan selama tahap berempati disebut ......................

10. Tahapan Design Thinking yang akan menghasilkan tugas akhir versi sederhana disebut ......................

11. Pada tahap Design Thinking, siswa diajak untuk mulai menghasilkan ide dan berpikir kreatif yaitu pada tahap ......................

12. Menurut Feldman (1967) seni rupa memiliki 3 fungsi yaitu .......................

13. Menurut Feldman (1967) seni rupa memiliki fungsi sebagai ungkapan rasa atau emosi jiwa berupa perasaan, internalisasi, tanggapan hasil renungan seseorang terhadap lingkungan disebut ..................... .

14. Menurut Feldman (1967) seni rupa memiliki fungsi sebagai seni yang digunakan dengan sentuhan keindahan pada berbagai keperluan manusia, disebut ......................

15. Ketika melakukan praktek pembuatan maket/prototype/sketsa dilakukan berdasarkan .......................

16. Pendekatan membuat sketsa dapat dilihat melalui ......................

17. Gambar yang bersifat cepat yang menampilkan garis- garis besarnya saja, yang tidak dimaksudkan sebagai hasil akhir dari suatu karya disebut dengan .......................

18. Suatu sketsa gambar yang disusun secara berurutan sesuai naskah cerita merupakan pengertian dari .......................

19. Naskah yang disajikan dalam bentuk sketsa gambar yang berurutan, berguna untuk memudahkan pembuatan alur cerita maupun pengambilan gambar disebut dengan ......................

20. Yang dimaksud dengan prototype 1:1 adalah ......................

21. Prototipe dengan skala 1 banding 1 dimasukkan sebagai prototipe awal dikarenakan ......................

22. Setelah membuat sketsa dan storyboard, kita dapat membuat ......................

23. Dalam kegiatan uji publik yang akan dilakukan setelah laporan tertulis dan praktik telah diselesaikan bertujuan untuk ......................

24. Model pembelajaran terpadu dalam rumpun pendidikan seni terkait, disebut .......................

25. Model pembelajaran terpadu dalam rumpun pendidikan seni terjala, disebut ......................

26. Model pembelajaran terpadu dapat terjadi antar bidang seni dengan bidang studi lain yang ada di sekolah, yaitu ......................

27. Menggambar ilustrasi dengan rangsangan daya cipta “sunami” merupakan model pembelajaran terpadu pada bidang studi ......................

28. Mendata korban sunami dan membuat grafik korban bencana, merupakan model pembelajaran terpadu pada bidang studi ......................

29. Rumpun pendidikan seni yaitu ......................

30. Contoh karya seni terpadu dalam rumpun pendidikan seni (terjala) dalam jenis karya performance art, karya seniman Melati Suryadarmo berjudul “I AM GHOST IN MY OWN HOUSE” dengan memadukan seni ............... ........

31. Contoh karya seni terpadu dalam rumpun pendidikan seni (terjala) dalam jenis karya seni instalasi, karya seniman Jompet Kuswidananto berjudul “GRAND PARADE” dengan memadukan .................... ..

32. Seni yang menekan pada hubungan antara dua atau lebih bidang keilmuan yang berbeda melalui pendekatan tematik disebut ......................

33. Salah satu tujuan dokumentasi karya seni rupa yaitu Mengeksplorasi .......................

34. Menjadi acuan saat ingin membuat karya kembali di kemudian hari merupakan tujuan dari ......................

35. Design Thinking meliputi proses – proses seperti ......................



Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN

Tuesday, May 9, 2023

Publikasi Karya Seni Rupa

A. Definisi Publikasi Karya Seni Rupa

Publikasi karya seni rupa adalah kegiatan untuk menyajikan atau menampilkan karya seni rupa untuk di uji publik dan melihat dampak dari karya. Publikasi dalam konteks seni rupa biasanya dikenal dengan istilah pemeran. Dalam konteks kegiatan publikasi berupa rancangan konsep publikasi seni, pelaksanaan dan evaluasi publikasi seni rupa.

Secara khusus istilah pameran menurut Umberto Eko (Susanto, 2010: 289) mendefinisikan: “pameran selain pengumpulan barang dan koleksi-koleksi simbolis, juga merupakan instrumen Pendidikan, termasuk memperjelas hal-hal yang ilmiah”


B. Fungsi Publikasi Karya Seni Rupa

Kegiatan publikasi seni rupa memiliki fungsi, di antaranya:

1. Sebagai media pengantar ide dan pesan karya

2. Sebagai media penyebaran pengetahuan.

3. Sebagai media penggerak sosial dan kemanusiaan.

4. Sebagai media penjualan karya (komersial).

5. Sebagai media hiburan.


C. Jenis Publikasi Karya Seni Rupa

Publikasi karya seni rupa dapat dicantumkan dalam dua format:

c.1. Format luar jaringan (luring) yang menyajikan karya seni secara langsung kepada publik di tempat dan ruang pertemuan yang sudah dikondisikan. Contoh kegiatannya:

• Pameran karya di galeri/sekolah/kantor pemerintah/Balai warga

• Bazar karya di sekolah/alun-alun/pasar

 

Gambar 10.1. Pameran karya seni rupa yang secara langsung diselenggarakan di ruang galeri.

Sumber: Galeri Nasional Indonesia/Desy Novita (2016)

 

Gambar 10.2. Pameran dan bazar yang secara langsung diselenggarakan di sekolah.

Sumber: R2B Rembang/Musa (2018)


c.2. Format di dalam jaringan (daring) yang menyajikan karya seni melalui media internet. Contoh kegiatannya:

• Mempublikasikan karya di website atau media sosial

• Menjual karya di pasar atau toko online

 


Gambar 10.3. Mempublikasikan karya di media sosial Instagram.

Sumber: Pameran Serasi/Erudio Indonesia (2020)


 

Gambar 10.4. Mempublikasikan dan menjual karya di pasar.

Sumber: Paket Teman Duduk/Erudio Indonesia (2020)


D. Merancang persiapan publikasi karya seni rupa

Untuk mengomunikasikan hasil karya siswa, maka perlu diselenggarakan kegiatan publikasi karya seni rupa kepada publik. Agar proses tersebut berjalan lancar maka perlu direncanakan dan dilaksanakan kegiatan publikasi karya seni rupa tersebut dengan baik.

Beberapa contoh kegiatan perencanaan publikasi seni rupa, antara lain:

• Menetapkan tema publikasi yang akan dilakukan

• Membentuk susunan kepanitiaan dan pekerjaannya

• Menetapkan kegiatan tujuan publikasi

• Menentukan jenis karya seni yang akan dipublikasikan

• Menentukan tempat penyelenggaraan kegiatan

• Menentukan target audiens

• Mengalokasikan biaya yang diperlukan


e. Memilih media untuk melaksanakan publikasi karya seni rupa

Pada saat ini, media publikasi seni rupa dapat dilakukan secara memikat dan berani. Silahkan guru dan siswa berdiskusi untuk memilih media yang tepat dalam melaksanakan publikasi.



Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN


Thursday, May 4, 2023

Model Pembelajaran Seni Terpadu

a. Definisi Seni Terpadu

Seni terpadu menekankan pada hubungan antara dua atau lebih bidang keilmuan yang berbeda melalui pendekatan tematik.


b. Tujuan Implementasi Seni Terpadu

• Membantu siswa untuk menghubungkan pengetahuannya dengan dunia luar.

• Membantu siswa dalam mentransfer pembelajarannya tentang seni ke banyak mata pelajaran lainnya.

• Membantu dalam mempercepat dan memfasilitasi proses pembelajaran.


c. Konsep dan Model Pembelajaran Seni Terpadu

• Model Pembelajaran Terpadu dalam Rumpun Pendidikan Seni Terkait (conected)

Model pembelajaran terkait merupakan model pembelajaran terpadu yang paling sederhana, karena hanya menekankan hubungan matra substansial yang ada dalam suatu bidang studi. Model pembelajaran seni rupa terkait adalah upaya untuk memadukan berbagai materi 

 


Konsep model pembelajaran seni rupa terkait Sumber: (Kamaril: 1999: 6.36)

Sumber: slideshare.net/Saeful_4H13 (2011)


• Model Pembelajaran Terpadu dalam Rumpun Pendidikan Seni Terjala (webbed)

Seni rupa, seni musik dan seni tari dan seni teater merupakan satu rumpun pendidikan seni. Pelaksanaan pembelajaran model terjala dapat dilaksanakan secara terpadu, dengan memadukan seluruh atau sebagian dari bidang studi yang ada dalam satu rumpun.



Model Pembelajaran Terjala Intra/Antar Bidang Seni 

Sumber: slideshare.net/Saeful_4H13 (2011)


 


Keterjalan Intra/Antar Bidang Seni (Alternatif I)

Sumber: slideshare.net/Saeful_4H13 (2011)



Keterjalan Intra/Antar Bidang Seni (Alternatif 2)

Sumber: slideshare.net/Saeful_4H13 (2011) 


• Model Pembelajaran Terpadu dalam Rumpun Pendidikan Seni Penuh (integreted)

Model pembelajaran terpadu dapat terjadi inter bidang seni dengan bidang studi lain yang ada di sekolah. Seperti keterpaduan yang terjadi antara bidang studi seni dengan bidang studi IPA. Matematika, IPS, Bahasa, Agama dan yang lainnya.



Keterjalaan Inter Bidang Studi Alternatif 1

Sumber: slideshare.net/Saeful_4H13 (2011)



Keterjalaan Inter Bidang Studi Alternatif 2

Sumber: slideshare.net/Saeful_4H13 (2011) 


a. Contoh Karya Seni Terpadu

Gambar 9.1. Contoh Karya Seni Terpadu dalam rumpun pendidikan seni (terjala) yang memadukan seni rupa, seni tari dan seni teater dalam jenis karya Performance Art, karya seniman Melati Suryadarmo berjudul “I AM A GHOST IN MY OWN HOUSE”.

Sumber: Indoartnow/Melati Suryadarmo (2012)


Gambar 9.2. Contoh Karya Seni Terpadu dalam rumpun pendidikan seni (terjala) yang memadukan seni rupa, seni musik dan seni teater dalam jenis karya Installation Art, karya seniman Jompet Kuswidananto berjudul “GRAND PARADE”.

Sumber: Indoartnow/Jompet Kuswidananto (2014)

 

Gambar 9.3. Contoh model pembelajaran terpadu penuh yang memadukan seni rupa dengan matematika berdasarkan soal alogaritma.

Sumber: Erudio School of Art/Serrum (2012)

Gambar 9.4. Contoh model pembelajaran terpadu penuh yang memadukan seni rupa dengan matematika berdasarkan rumus persamaan Linear.

Sumber: Erudio School of Art/Serrum (2012) Menganalisis karya seni rupa dengan model pembelajaran terpadu.


Sebuah proses atau produk karya seni biasanya berkaitan dengan disiplin ilmu lainnya. Dalam proses pembuatan karya seni batik misalnya, proses pewarnaan kain batik berkaitan dengan ilmu kimia. Sebagai contoh, untuk menghasilkan warna biru dengan menggunakan Napthol maka dapat diperoleh dari pencampuran Napthol AS dangan garam Biru BB. Selain itu juga dapat berkaitan dengan ilmu sosial, geografi dan sejarah karena kita perlu mempelajari dimana batik ini dibuat saat dalam proses meriset dan mendesain batik.

Silahkan cari contoh kasus lainnya mengenai keterhubungan antara bidang seni rupa dengan ilmu lainnya!

Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN

Wednesday, March 8, 2023

Latihan Soal Aplikasi Seni dan Desain Dalam Kehidupan Sehari-Hari (pilihan ganda)

1. Berikut ini tahapan Design Thinking yang dapat dilakukan oleh siswa, kecuali …..

A. Berempati

B.Definisi

C.Mediasi

D.Ideasi

E. Prototipe 

2. Tahapan Design Thinking yang akan menghasilkan tugas akhir versi sederhana disebut …..

A. Berempati

B.Definisi

C.Ideasi

D. Prototipe

E.Uji publik 

3. Tahapan Design Thinking yang akan mengumpulkan informasi yang telah dibuat dan dikumpulkan selama tahap berempati disebut …..

A. Berempati

B.Definisi

C.Ideasi

D. Prototipe

E.Uji publik

4. Pilih jawaban yang benar dari Metode SCAMPER berikut ini …..

A. Pengganti (membalikkan)

B. Menggabungkan (kombinasi)

C. Memodifikasi (memutar)

D. Eliminati (pengganti)

E. Membalikkan (menghilangkan)

5. Berikut ini Metode SCAMPER Reverse yang benar adalah …..

A.Bibir

B.Pengganti

C. Menghilangkan

D.Modifikasi

E. Memutar 

6. Pada tahap Design Thinking, siswa diajak untuk mulai menghasilkan ide dan berpikir kreatif yaitu pada tahap …..

A.Ideasi

B. Mediasi

C. Partisipasi

D.definisi

E.Uji publik

7. Menurut Feldman (1967) seni rupa memiliki 3 fungsi yaitu …..

A. Individu dan sosial

B. Individu dan fisik

C. Individu, sosial kemasyarakatan, dan fisik

D. Kebendaan individu, sosial dan fisik

E. Individu, kemasyarakatan sosial dan kebendaan fisik

8. Menurut Feldman (1967) seni rupa memiliki fungsi sebagai ungkapan rasa atau emosi jiwa berupa perasaan, internalisasi, tanggapan hasil renungan seseorang terhadap lingkungan disebut …..

A.Fungsi sosial

B.Fungsi individu

C.Fungsi Fisik

D. Fungsi sosial kemasyarakatan

E.Fungsi fisik kebendaan

9. Menurut Feldman (1967) seni rupa memiliki fungsi sebagai seni yang digunakan dengan sentuhan keindahan pada berbagai keperluan manusia, disebut …..

A.Individu

B. Sosial kemasyarakatan

C.Fisik kebendaan

D.Sosial

E.Fisik 

10. Berikut ini hal yang perlu dilakukan untuk tujuan agar siswa memiliki wawasan dan pengalaman, kecuali …..

A. Belajar mengenali serta memahami perasaan, nilai-nilai dan pemikiran dalam diri

B. Membuat seseorang lebih mudah menerima ekspresi yang berbeda dari dirinya sendiri

C. Dapat berempati dengan apa yang dirasakan oleh orang lain

D. Tidak dapat berempati dengan apa yang dirasakan oleh orang lain

E. Belajar mengapresiasi proses dan menghargai hasil karya orang lain


Monday, February 13, 2023

Contoh penerapan seni dan desain dalam produk sehari-hari






























 




Sumber:

https://www.eannovate.com/blog/amp/partnership/inspirasi-kalender-kreatif-untuk-anda/

https://www.soocadesign.com/blog/inspirasi-desain-kalender-2021/

https://www.liputan6.com/hot/read/5067691/6-desain-mangkuk-ini-anti-mainstream-kreatif-sekaligus-kocak

https://www.tokopedia.com/fridajayaa/jual-mangkok-wadah-saji-ceramic-style-jepang-desain-unik-murah

https://percetakangoprint.com/wp-content/uploads/2020/09/1.-Calendar-Sekaligus-Tempat-Pulpen.jpg

https://maxipro.co.id/macam-desain-bentuk-kalender/

https://www.eannovate.com/blog/amp/partnership/inspirasi-kalender-kreatif-untuk-anda/

https://www.grafis-media.website/2018/10/25-desain-gelas-mug-lucu-dan-unik-untuk.html

https://www.kaskus.co.id/thread/59fc3d50d9d770d5508b4572/berbagai-koleksi-mug-unik-untuk-spesial-gift/

https://indonesian.alibaba.com/product-detail/Cute-Animal-Ceramic-Mug-Milk-Coffee-1600290296294.html

https://ayuprint.co.id/24-contoh-mug-cangkir-desain-kreatif-original/

https://www.pranataprinting.com/kumpulan-desain-mug-yang-unik-dan-inspiratif/


https://inet.detik.com/fotoinet/d-4599827/kumpulan-karya-desain-produk-unik-super-kreatif

Dan berbagai sumber

Monday, August 8, 2022

Kreasi Karya Seni Rupa 2D: Kegiatan Membuat Mandala

a. Menentukan Alat, Bahan dan Teknik untuk Membuat Karya Dua Dimensi

Memilih bahan dan bahan yang terdapat di lingkungan sekitar rumah dan sekolah untuk membuat karya dua dimensi. Pemilihan bahan dan bahan dapat dilakukan oleh masing-masing siswa.


b. Merealisasikan Konsep Karya Dua Dimensi dengan Alat, Bahan dan Teknik yang Dipilih

Untuk merealisasikan konsep karya dua dimensi, sebagai alternatif pilihan siswa dapat menggunakan kegiatan membuat Mandala. Dalam bentuk paling dasar, Mandala merupakan kumpulan lingkaran dalam sebuah bujur sangkar dan mengelilingi titik pusatnya. Umumnya Mandala dibuat di atas kertas atau kain dengan cara digambar atau diukir.

Mandala mengandung makna simbol meditatif. Mandala dapat dijangkau dalam dua cara. Pertama dalam konsep eksternal sebagai perlambang visual tentang alam semesta dan ke dua dalam konsep internal sebagai panduan berbagai aktivitas kebudayaan Asia seperti meditasi.

Esensi Mandala sebagai salah satu bentuk seni yaitu untuk melatih kesabaran dan keterampilan dalam menyusun bentuk dari bidang geometri yang simetris, melatih menemukan siswa dalam memanfaatkan elemen dari benda-benda di sekitar dan memanfaatkan kerja kelompok sehingga dapat menjadi sarana melatih eksperimen proses berkarya.

 


Gambar 5.1. Mandala menggunakan bahan alam sekitar

Karya Koleksi www.ganara.art (2020)


Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN

Sunday, November 7, 2021

Analisis lukisan psikologi dan seni

Psikologi erat dengan kejiwaan manusia, manusia itu sendiri dalam menyikapi setiap hal yang terjadi dalam kehidupaanya mengalami proses berfikir. Dalam proses berfikir itu pula terdapat proses belajar sebagai akibat dari pemikiran adanya, yaitu apa yang terjadi pada setiap manusia. Setiap individu memiliki proses berfikir yang berbeda-beda dengan psikologi seseorang yang berbeda-beda pula, begitupun bagaimana cara mereka mengungkapkan perasaannya. Jika dilihat dalam karya seni setiap orang menciptakan karya seni yang berbeda-beda, dan perbedaan-perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan psikologi tiap orang yang membuat. Maka dari itu, psikologi dalam proses berfikir berkaitan erat dengan fenomena seni yang ada dalam masyarakat.Masyarakat sebagai penonton dalam melihat keindahan seni perlu mendalami apa yang diinginkan dari karya tersebut.

1.Karya seni Realis
            Karya seni milik Basuki Abdulah ini merupakan karya seni yang mempesona dan indah namun memiliki makna yang dalam pada penyajiannya. Dengan figur dua anak kecil sebagai kakak adik yang terlihat jelas dalam lukisannya, tidak perlu melihat judil pasti setiap orang akan mengerti bahwa kedua manusia itu adalah sepasang saudara. Lukisan ini sangat indah karena ditampilkan dalam nuansa romantis dan manis, keharmonisan hubungan dari seorang kakak dan adik yang terlukis melalui kegiatan-kegiatan itu.

            Terdapat ekspresi lugu seorang anak kecil, namun tetap terdapat simbol tanggung jawab dari apa yang dimiliki. Menggendong merupakan contoh bentuk perilaku berani berani dari beban, dari buku yang saya baca hal ini termasuk membangun manusia menuju yang lebih sempurna dalam perkembangan manusia dewasa. Kesiapan mental yang matang adalah perkembangan sosial yang lebih lanjut. Di sini terdapat nilai teladan dari manusia, itulah yang ingin disamapaikan oleh Basuki Abdullah. Dengan latar belakang kosong, yaitu efektif yang menonjolkan objek.

2. Karya seni Semi Realis
        Karya seni The Laugh ini merupakan jenis karya seni semi realis, yang digambarkan dengan gambar kereta bawah tanah yang memiliki kaki. Karya seni yang di gambarkan ini merupakan bagian dari proses berfikir secara asosiatif terkontrol, yaitu satu ide tertentu yang menimbulkan ide mengenai hal lain dalam batas-batas tertentu. Yang tersinkronisasi dalam karya ini, yaitu ide kereta api bawah tanah yang mengarah kemudian pada ide lain yaitu kelabang atau lipan. Pembuat karya ini mencoba mengasosiasikan bentuk bagian dari binatang bentuk lain, inilah proses berfikir manusia secara asosiasi.

Judul : Vice2
Karya: Vergvoktre

3.Karya Seni Lukis Abstrak
Judul : Jalan Keheningan
Karya : Sulebar M.Soekarman
Karya seni abstrak memang sulit dicapai oleh pembacanya, karena karya seni tidak begitu jelas penggambarannya atau bisa dikatakan tidak ada dalam kehidupan nyata. Dalam karya seni milik Sulebar M. Soekarman ini tidak melukisakan deskrepsi bentuk dan arti yang jelas, hanya bentuk-bentuk persegi tak beraturan yang sebenarnya memiliki makna tersendiri bagi pembuatnya. Dilihat dari judul lukisan ini yaitu Jalan Keheningan menurut saya pembuatnya memeiliki konsep tersendiri dalam menarik asumsi dari jalan yang disebut dengan Jalan Keheningan itu. Menurut Erny Nuryanti, S.Kep,Ns, macam-macam berfikir asosiatif yaitu berfikir artistik merupakan proses berfikir yang sangat subjektif.Jalan pikiran sangat penting oleh pendapat dan pandangan pribadi tanpa keadaan sekitar.Inilah yang sering dilakukan para seniman dalam menciptakan karya-karyanya, terlebih lagi menciptakan karya seni abstrak seperti milik Sulebar ini. Apa yang menjadi konsep dalam pemikirannya langsung ke dalam lukisan tanpa memperhatikan keadaan sekitar yang tidak menganggap suatu itu berarti atau tidak, terlebih lagi tidak diketahui oleh masyarakat. Dalam buku Jalan Keheningan ini saya menangkap bahwa pembuat karya menemukan sesuatu dalam proses berpikirnya yang merupakan arti dari simbol-simbol bentuk persegi dan persegi panjang dalam bidang warna yang besar tersebut.Sulebar berdasarkan ingatannya yang berarti proses perilaku yang menyangkut enconding (pencatatan), storage (penyimpanan), dan retrival (mengingat kembali) ia menemukan sebuah jalan baru yang berasal dari proses berfikirnya yang panjang melalui ingatan itu.

Dalam lukisan ini ditampilkan warna-warna yang tidak muram atau berarti sedih, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hal yang dalam jiwa pembuatnya. Warna-warna dan coklat muda adalah merupakan warna, sedangkan bentuk-bentuk objek persegi saya rasa adalah bentuk kepastian yang muncul dari ketenangan, ada sesuatu yang muncul dalam pikiran Sulebar saat berada dalam ketenangan. Sebab bentuk-bentuk persegi memiliki sudut-sudut yang tajam, ini menggambarkan sesuatu yang pasti, seperti hal yang tegas. Inilah yang bertolak belakang dari bentuk-bentuk bidang yang meliuk-liuk atau tak beraturan, yang lebih dinamis dan mudah berubah. Dalam proses belajar manusia salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu transfer, artinya pengetahuan tentang hal-hal yang pernah dipelajari sebelumnya, kadang-kadang mempengaruhi juga proses belajar yang sedang dilakukan sekarang. Itulah yang menjadi kaitan dalam karya ini, transfer dari kehidupan oleh pembuat karya yang tertera menjadi sebuah bentuk-bentuk yang tak menentu dan hanya berarti bagi penulisnya.