Showing posts with label lukisan. Show all posts
Showing posts with label lukisan. Show all posts

Sunday, November 7, 2021

Analisis lukisan psikologi dan seni

Psikologi erat dengan kejiwaan manusia, manusia itu sendiri dalam menyikapi setiap hal yang terjadi dalam kehidupaanya mengalami proses berfikir. Dalam proses berfikir itu pula terdapat proses belajar sebagai akibat dari pemikiran adanya, yaitu apa yang terjadi pada setiap manusia. Setiap individu memiliki proses berfikir yang berbeda-beda dengan psikologi seseorang yang berbeda-beda pula, begitupun bagaimana cara mereka mengungkapkan perasaannya. Jika dilihat dalam karya seni setiap orang menciptakan karya seni yang berbeda-beda, dan perbedaan-perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan psikologi tiap orang yang membuat. Maka dari itu, psikologi dalam proses berfikir berkaitan erat dengan fenomena seni yang ada dalam masyarakat.Masyarakat sebagai penonton dalam melihat keindahan seni perlu mendalami apa yang diinginkan dari karya tersebut.

1.Karya seni Realis
            Karya seni milik Basuki Abdulah ini merupakan karya seni yang mempesona dan indah namun memiliki makna yang dalam pada penyajiannya. Dengan figur dua anak kecil sebagai kakak adik yang terlihat jelas dalam lukisannya, tidak perlu melihat judil pasti setiap orang akan mengerti bahwa kedua manusia itu adalah sepasang saudara. Lukisan ini sangat indah karena ditampilkan dalam nuansa romantis dan manis, keharmonisan hubungan dari seorang kakak dan adik yang terlukis melalui kegiatan-kegiatan itu.

            Terdapat ekspresi lugu seorang anak kecil, namun tetap terdapat simbol tanggung jawab dari apa yang dimiliki. Menggendong merupakan contoh bentuk perilaku berani berani dari beban, dari buku yang saya baca hal ini termasuk membangun manusia menuju yang lebih sempurna dalam perkembangan manusia dewasa. Kesiapan mental yang matang adalah perkembangan sosial yang lebih lanjut. Di sini terdapat nilai teladan dari manusia, itulah yang ingin disamapaikan oleh Basuki Abdullah. Dengan latar belakang kosong, yaitu efektif yang menonjolkan objek.

2. Karya seni Semi Realis
        Karya seni The Laugh ini merupakan jenis karya seni semi realis, yang digambarkan dengan gambar kereta bawah tanah yang memiliki kaki. Karya seni yang di gambarkan ini merupakan bagian dari proses berfikir secara asosiatif terkontrol, yaitu satu ide tertentu yang menimbulkan ide mengenai hal lain dalam batas-batas tertentu. Yang tersinkronisasi dalam karya ini, yaitu ide kereta api bawah tanah yang mengarah kemudian pada ide lain yaitu kelabang atau lipan. Pembuat karya ini mencoba mengasosiasikan bentuk bagian dari binatang bentuk lain, inilah proses berfikir manusia secara asosiasi.

Judul : Vice2
Karya: Vergvoktre

3.Karya Seni Lukis Abstrak
Judul : Jalan Keheningan
Karya : Sulebar M.Soekarman
Karya seni abstrak memang sulit dicapai oleh pembacanya, karena karya seni tidak begitu jelas penggambarannya atau bisa dikatakan tidak ada dalam kehidupan nyata. Dalam karya seni milik Sulebar M. Soekarman ini tidak melukisakan deskrepsi bentuk dan arti yang jelas, hanya bentuk-bentuk persegi tak beraturan yang sebenarnya memiliki makna tersendiri bagi pembuatnya. Dilihat dari judul lukisan ini yaitu Jalan Keheningan menurut saya pembuatnya memeiliki konsep tersendiri dalam menarik asumsi dari jalan yang disebut dengan Jalan Keheningan itu. Menurut Erny Nuryanti, S.Kep,Ns, macam-macam berfikir asosiatif yaitu berfikir artistik merupakan proses berfikir yang sangat subjektif.Jalan pikiran sangat penting oleh pendapat dan pandangan pribadi tanpa keadaan sekitar.Inilah yang sering dilakukan para seniman dalam menciptakan karya-karyanya, terlebih lagi menciptakan karya seni abstrak seperti milik Sulebar ini. Apa yang menjadi konsep dalam pemikirannya langsung ke dalam lukisan tanpa memperhatikan keadaan sekitar yang tidak menganggap suatu itu berarti atau tidak, terlebih lagi tidak diketahui oleh masyarakat. Dalam buku Jalan Keheningan ini saya menangkap bahwa pembuat karya menemukan sesuatu dalam proses berpikirnya yang merupakan arti dari simbol-simbol bentuk persegi dan persegi panjang dalam bidang warna yang besar tersebut.Sulebar berdasarkan ingatannya yang berarti proses perilaku yang menyangkut enconding (pencatatan), storage (penyimpanan), dan retrival (mengingat kembali) ia menemukan sebuah jalan baru yang berasal dari proses berfikirnya yang panjang melalui ingatan itu.

Dalam lukisan ini ditampilkan warna-warna yang tidak muram atau berarti sedih, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hal yang dalam jiwa pembuatnya. Warna-warna dan coklat muda adalah merupakan warna, sedangkan bentuk-bentuk objek persegi saya rasa adalah bentuk kepastian yang muncul dari ketenangan, ada sesuatu yang muncul dalam pikiran Sulebar saat berada dalam ketenangan. Sebab bentuk-bentuk persegi memiliki sudut-sudut yang tajam, ini menggambarkan sesuatu yang pasti, seperti hal yang tegas. Inilah yang bertolak belakang dari bentuk-bentuk bidang yang meliuk-liuk atau tak beraturan, yang lebih dinamis dan mudah berubah. Dalam proses belajar manusia salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu transfer, artinya pengetahuan tentang hal-hal yang pernah dipelajari sebelumnya, kadang-kadang mempengaruhi juga proses belajar yang sedang dilakukan sekarang. Itulah yang menjadi kaitan dalam karya ini, transfer dari kehidupan oleh pembuat karya yang tertera menjadi sebuah bentuk-bentuk yang tak menentu dan hanya berarti bagi penulisnya.

Monday, January 11, 2021

Contoh Resensi Sederhana pada Karya Seni Lukis


Kecenderungan pemilihan objek dalam karya-karya seni lukis Mooi Indie umumnya berupa pemandangan alamı begitu pula dengan kecenderungan pemilihan objek lukisan dalam karyakarya Wakidi yang didominasi oleh lukisan-lukisan pemandangan alam.

Lukisan karya Wakidi yang bertajuk Ngarai Sianok menggambarkan pemandangan lembah atau ngarai bernama Ngarai Sianok yang ada di Sumatra Barat. Pada lukisan inil Wakidi berupaya menggambarkan daerah persawahan yang diapit oleh barisan pegunungan yang tinggi. Terdapat pula tebing-tebing yang curam dan hutan belantara yang memagari wilayah pertanian tersebut. Penggunaan teknik gelap-terang yang terhitung rapi dan seimbang tergambar dengan jelas dalam lukisan tersebut. Teknik ini tampak melalui ruang tengah yang menjadi pusat dari gambar yang mendapatkan pencahayaan terang dan harmonisasi warna yang sesuai dengan situasi alam sesungguhnya, Hal yang berbeda diterapkan pada bagian tepi lukisan, yakni sebelah kiri dan kanan bidang lukisan cenderung digarap dengan lebih gelap. Dengan demikian, bagian tengah karya terasa mendominasi bidang gambar tersebut dan menjadi fokus utama.

 

Gambar 9.5 Lukisan Ngarai Sianok karya Wakidi

Berdasarkan segi penggarapan detail, bentuk lukisan karya Wakidi tersebut terbilang teliti. Hal tersebut terlihat melalui penggambaran bidang dari jarak yang cukup jauh. Petakan-petakan sawah pada bagian bawah kanvas, jalur aliran sungai, batang-batang pohon di ujung sebelah kanan bawah, kontur tebing yang terkena siraman cahaya dan goresan pada bagian awan yang terasa seolah-olah menggumpal. Selain itu, penggunaan teknik perspektif dalam lukisan tersebut terbilang cukup baik Hal tersebut terwakili dari kombinasi warna yang mengindikasikan kedalaman ruang dan sudut pandang yang dirasa mulai mengerucut.

Resan suram juga sedikit terasa pada karya tersebut. Pemitihan warna yang cenderung terasa senada, pewarnaan awan yang pekat seolah-olah mendung, dan proses pewarnaan kesełuruhan yang terasa agak sedikit kecokelatan menjadi tampâlan yang mengindikasikan kesan tersebut. Selain itu, metalul penggambaran sudut arah cahaya matahari dan pewatnaan yang cenderung agak cokelat kekuningan, pemilihan waktu penggambaran ini diduga adalah sore hari.


Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.


Wednesday, February 10, 2016

Kolase Jerami

Membuat lukisan dengan teknik kolase dipelopori oleh Pablo Picasso yang menempelkan potongan kertas dalam lukisannya. Kolase merupakan kegiatan menempelkan material pada bidang karya untuk dijadikan karya hiasan dua dimensi. 
Kegiatan membuat kolase dengan hasil yang artistik dapat dilakukan dengan cara sederhana untuk anak-anak. Bahan seperti jerami merupakan bahan yang murah dan mudah didapat.

Cara membuatnya yaitu:
Siapkan alat dan bahan seperti gunting, lem kayu, kuas, kardus bekas, kain Blaco, alat tulis serta jerami.
Gunting

Gunting yang digunakan bisa gunting apa saja, jika perlu cutter juga boleh digunakan untuk mengiris kardus yang ukurannya memang tebal. Gunting digunakan untuk menggunting kain Blaco dan bahan jerami yang akan ditempel.
Lem kayu

Lem yang akan digunakan adalah lem kayu putih, lem ini berwarna putih dan jika kering akan berwarna bening sehingga tidak kelihatan.
Kuas murah
Fungsi kuas disini adalah untuk mengambil lem agar tangan tidak kotor. Kuas yang digunakan kuas yang murah saja.
Kardus bekas
Kardus yang digunakan boleh dari kardus apa saja asalkan memiliki ukuran yang lebar agar bidang tempel juga lebar. Kelebihan dari bahan kardus di sini yaitu murah, mudah didapat, kaku tetapi ringan dan mudah dipotong. Potonglah kardus sesuai dengan ukuran yang diinginkan kemudian dilapisi dengan kain Blaco.
Kain Blaco 
Kain yang digunakan sebenarnya boleh kain apa saja asalkan warnanya polos dan dapat ditempelkan pada kardus. Lapisan kain ini hanya sebagai dasaran gambar dan memberi kesan artistik saja. Tempelkan kain Blaco pada kardus yang telah dipotong, jangan lupa rapihkan pada bagian tepi-tepinya dengan cara melipatnya ke belakang. Kain ini dapat ditempel ke kardus menggunakan lem kayu, tunggu hingga kering.

Sementara itu ambilah jerami kering dan pisahkan daun jerami dengan malainya. Lembaran-lembaran daun jerami juga bisa dipipihkan terlebih dahulu dengan cara disetrika. Caranya jerami diapit oleh kertas, setelah itu baru disetrika hingga gepeng. Bentuk jerami yang gepeng akan lebih mudah ditempel dibanding yang menggembung. Akan tetapi bentuk-bentuk jerami yang akan ditempel terserah dari si pembuat, bentuk bagaimana yang diinginkan agar telihat lebih artistik.
Jerami kering

Membuka Malai jerami

Memipihkan jerami dengan setrika
Menggunting jerami

Buatlah sketsa gambar pada bidang kardus yang telah dilapisi dengan kain Blaco. Sketsa ini berfungsi untuk memandu jerami yang akan ditempel. Sebaiknya sketsa dibuat menggunakan alat tulis pensil agar dapat dihapus dan goresannyapun lebih tipis.
Alat tulis
Tempelah potongan jerami pada sketsa gambar yang telah dibuat. Tunggu hingga kering.

Kegiatan ini sangat cocok diperuntukan anak sesusia sekolah dasar dan dapat dijadikan sebagai bahan ajar praktek berkarya seni rupa. Penempelan jerami sebagai karya kolase merupakan tindakan lanjutan dari sket gambar yang telah dibuat anak.

Contoh karya kolase jerami sederhana:








Saturday, January 30, 2016

Contoh Kritik karya seni Lukis


Judul : Harmonis
Pelukis : Ahmad Savic A
Tahun : 2009
Media : cat air
  1. Bentuk (form) dan tanda (symbol) yang digunakan dalam karya
Karya seni lukis milik Ahmad Savic ini merupakan lukisan yang sekiranya mengungkapkan bentuk sebuah pohon. Tak terdapat pohon lain disekitarnya sebagai background ataupun subjek figuran. Hanya sebuah tiang listrik yang menemani dan tampak berdekatan, namun subjek yang lebih ditekankan adalah pohon tersebut. Bentuk dari pohon ini tidak sederhana, banyak sekali ranting yang menjadi cabang dari bawah hingga ke atas. Tidak dapat ditebak pohon apakah ini, yang jelas bentuk cabang-cabang yang banyak ini menandakan merupakan pohon yang beranting banyak. Bukan pohon rimbun nan hijau sebab dari bentuk daun-daunnya yang ekspresif terdapat secara acak pada ranting yang banyak. Namun dapat dilihat dari bentuk pohon ini yang menjulang ke atas hingga tak terlihat ujung batangnya merupakan pohon yang besar. Bentuk ranting-ranting pohon yang meliuk-liuk ini makin terlihat jelas bahwa sedang diambil perspektifnya dari bawah.
Pohon menyimbolkan sebuah kehidupan yang utuh dan pasti, kepastian ini tergambar dari karakter pohon yang pada umumnya memiliki batang yang kuat. Sesuatu yang berhubungan dengan alam artinya hidup dan pohon merupakan salah satu bagian dari alam. Sedangkan tiang listrik adalah penyangga dari listrik sendiri seolah-olah menjadi simbol dari sesuatu yang lain, lain dari sesuatu yang hidup. Listrik merupakan sesuatu yang tidak hidup dan dapat mematikan. Apalagi listrik itu dapat mematikan sebuah pohon pada kejadian tertentu.
  1. Unsur-unsur visual dan prinsip estetik yang digunakan
Lukisan “harmonis” ini tidak mengkomposisikan subjek utama terlalu tengah, sehingga tidak terlalu statis namun tetap fokus pada subjek utama. Penyusunan pohon besar inipun dikomposisikan menjulang ke atas serong kanan sehingga lebih indah. Pengkomposisian sebuah tiang listrik yang tegak menjulang dari bawah menjadi sorotan yang estetik ketika puncaknya semakin berdekatan dengan puncak pohon. Garis-garis dari pembentukan ranting pohon seolah menjadi ciri khas tersendiri dalam karya ini, sebab menjadi perpaduan pula pada garis-garis yang terbentuk dari kabel listrik di sebelahnya. Hal ini menjadikan komposisi yang menarik. Begitu pula perulangan daun-daun abstrak seolah menjadi taburan yang membuat karya ini lebih indah.
Warna yang digunakan bukan merupakan warna asli dari sebuah pohon, Savic menggunakan warna-warna campuran seperti warna orange, kuning dan biru. Hal ini membuat lukisan yang dibuatnya menjadi estetis dan menarik. Warna pohon yang pada umumnya hijau dan coklat menjadi lebih bervariasi. Meski jika Savic menggunakan warna-warna ini sebagai background nuansa, warna-warna inipun masih menjadi unsur estetik dalam karyanya.
  1. Kesan yang anda peroleh dari hasil pengamatan
Dalam lukisan ini meskipun hanya terdapat sebuah subjek pohon dan tiang listrik namun memiliki makna yang lebih dalam. Bukan sekedar indahnya pohon yang berdiri di dekat tiang listrik namun lebih dari itu. Kesan rimbun tidak diperoleh namun dari pohon itu sendiri dapat mengesankan besar dan tinggi, begitu pula pada tiang listriknya yang menggambarkan tentang ketinggian. Hal yang berdampingan ini menggugah perasaan tertentu yang tercipta dalam hati, seperti pada unsur-unsur yang sama antara pohon dengan tiang listrik. Ada garis-garis yang menjadi perpaduan keserasian yang mengesankan keharmonisan satu sama lain. Persamaan ketinggian menjadi hal yang indah ketika dilihat dari sisi bawah, hal ini sangat terlihat pada penunjukan bahwa subjek ini berada pada posisi tinggi. Seolah-olah mengesankan pada sesuatu yang unggul dan tinggi. Selain itu seolah hanya dari perspektif bawah dapat melihat segala sesuatu yang harmonis. Seperti yang terlihat pada perpaduan garis kabel dan garis-garis yang terbentuk dari ranting pohon. Penyatuan ujung pohon dengan ujung tiang listrik menjadi penyatuan suatu hubungan yang kukuh yang terbentuk dari sesuatu yang kuat yaitu pada karakter batang pohon dengan batang tiang listrik. Bercak-bercak daun yang tidak dimiliki oleh tiang listrik menjadi penghias antara jalinan pohon dengan tiang listrik. Keseluruhan lukisan ini mencerminkan sebuah keharmonisan yang tak terduga.
  1. Penilaian anda terhadap gagasan, teknik dan media yang digunakan dalam kaitannya dengan ekspresi yang dihasilkan
Menarik sekali lukisan ini mendapatkan gagasan dari sebuah pohon yang pada dasarnya menyatu dengan alam namun Savic menampilkan dalam keadaan berada di perkotaan. Bukan menjadi sosok pohon yang paling mendominasi keadaan kering di kota namun gagasannya dalam menampilkan subjek utama adalah merupakan bentuk keharmonisan yang unik.
Teknik yang digunakan dalam lukisan ini adalah teknik aquarel, merupakan teknik yang tepat untuk lukisan pada media kertas aquarel. Cat air yang digunakanpun sesuai dengan penggambaran nuansa yang diharapkan. Teknik pelukisan wet on wet menjadikan pembentukan warna nuansa membaur dengan warna kertas. Sehingga gradasi hilang yang tercipta dalam lukisan ini berhasil menjadi background yang indah.
Media kertas memang merupakan media yang tepat ketika menggunakan cat jenis cat air. Apalagi kertas yang digunakan memiliki tekstur yang kuat sehingga menunjang pada teknik. Tekstur kertas ini memberikan peleburan warna menjadi sempurna, air yang digunakan Savic ini mampu teresap sempurna pada kertas walaupun ada beberapa detail bagian yang kurang diperhatikan.
  1. Kesimpulan atau solusi untuk perbaikan karya atau peningkatan apresiasi
Penyatuan bentuk menjadi hal yang patut diperhatikan sebab menjadi hal utama dalam lukisan ini. Meskipun Savic menggunakan ekspresi yang kuat namun perspektif perlu diperhatiakn terutama pada pendekatan antara tiang listriik dan pohon. Pemberian sedikit detail pada bagian tertentu akan menambah keindahan lukisan ini. Seperti pada tiang listrik yang kurang diperhatikan karena teralalu memperhatikan tonjolan bentuk pohon. Sedangkan pohonnya sendiri boleh juga jika ditambahkan sedikit daun-daun yang sama agar karakter pohon lebih kuat. Namun demikian lukisan ini sudah cukup baik dilihat dari segi ekspresi, hanya perlu pengembangan teknik saja jika ingin membuat karya berikutnya. Akan lebih baik lagi jika lukisan ini di kemas dalam figura yang simpel dan elegan.
Menyatakan sebuah pohon tidak perlu menunjukkan keseluruhan bentuk pohon tersebut, bentuk visualisasi hanya menjadi subjek dari inti lukisan. Makna yang terkandung dalam lukisan ini lebih ditekankan daripada perwujudan. Sedangkan perwujudan estetis yang ekspresif disini lebih ditekankan daripada bentuk utuh. Lukisan ini memperlihatkan ekspresi yang tinggi dalam pembentukannya. Keestetisan menjadi tampilan unggulan yang paling menonjol dan itulah yang merupakan sisi indah dari sebuah keharmonisan.
Keharmonisan bukan merupakan suatu yang terdiri atas segala hal yang sama, namun terdiri atas hal yang berbeda jauh. Sisi indah dari keharmonisan adalah kesamaan hal kecil yang tak terduga dan berjalan begitu saja. Seperti segala sesuatu yang alami, ada kesenjangan yang dapat terlihat dengan jelas dan gamblang namun ada jembatan lembut yang menyatukan keindahan dari sebuah jalinan. Perbedaan kecil dapat menjadi penghias yang mengkukuhkan sebuah hubungan, terkadang sesuatu yang menjadi pembeda itu adalah justru menjadi penyatu.