Showing posts with label nilai. Show all posts
Showing posts with label nilai. Show all posts

Wednesday, March 25, 2020

Kebudayaan: Substansi Kebudayaan

Substansi Kebudayaan merupakan bentuk abstrak dari berbagai macam ide serta gagasan yang lahir dari pikiran manusia, bermunculan dalam kehidupan masyarakat yang kemudian memberi jiwa pada masyarakat tersebut.

Secara umum setiap sistem budaya memiliki substansi yang di antaranya berupa pengetahuan, nilai, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi, dan etos bekerja. 

1. Macam-Macam Substansi Kebudayaan

a. Pengetahuan
Pengetahuan dapat dikatakan sebagai dugaan-dugaan (hipotesa) yang telah teruji kebenarannya, baik melalui teori-teori tertentu maupun melalui pengalaman langsung dalam kehidupan nyata. Misalnya: air akan mendidih pada suhu 100 derajat Celsius, angin bertiup dari tekanan udara yang tinggi menuju tekanan udara yang rendah, pada musim penghujan berbagai macam tanaman akan tumbuh dengan subur, rajin pangkal pandai hemat pangkal kaya, dan lain sebagainya. Manusia sangat memerlukan pengetahuan dalam melangsungkan kehidupannya.

b. Nilai
Nilai merupakan segala sesuatu yang dianggap berharga, dianggap baik, dan dianggap benar yang telah diterima dan disepakati bersama dalam kehidupan masyarakat. Selanjutnya, nilai tersebut dijadikan pedoman oleh setiap warga masyarakat dalam melaksanakan kegiatan hidup sehari-hari. Prof. Notonegoro mengklasifikasikan nilai menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Nilai Material
Nilai material merupakan nilai yang terkandung dalam suatu benda karena memiliki kegunaan sebagai bahan pembuatan barang tertentu, seperti pasir, batu, tembaga, emas, batu bara, dan sebagainya.
2. Nilai Vital
Nilai vital adalah nilai yang terkandung di dalam suatu benda sebagai akibat dari kegunaan atau fungsi yang ditimbulkan dari benda yang bersangkutan. Misalnya: gergaji memiliki nilai untuk memotong kayu, kapak memiliki nilai untuk membelah kayu, kendaraan memiliki nilai sebagai alat transportasi, kalkulator memiliki nilai sebagai mesin hitung, dan sebagainya.
3. Nilai Spiritual
Nilai spiritual adalah nilai yang terkandung di dalam jiwa manusia. Nilai spiritual ini bersifat abstrak yang meliputi nilai religius, nilaiestetika, dan nilai moral. Nilai religius merupakan nilai-nilai kebenaran yang terkandung di dalam suatu ajaran agama atau kepercayaan tertentu. Nilai estetika merupakan nilai keindahan yang terdapat dalam suatu benda. Sedangkan nilai moral merupakan nilai mengenai baik buruknya perilaku manusia.

c. Pandangan Hidup
Pandangan hidup merupakan suatu prinsip yang dianut oleh seseorang atau sekelompok orang. Pandangan hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman hidup yang dimiliki. Sifat dari suatu pandangan hidup sangat abstrak karena hanya terdapat di dalam jiwa manusia.  Namun demikian, pandangan hidup tersebut sangat berpengaruh terhadap persepsi, sikap, dan perilaku seseorang. Pada masyarakat Indonesia, Pancasila dianggap sebagai pandangan hidup bangsa, artinya Pancasila telah tumbuh dan berkembang pada masyarakat Indonesia sehingga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

d. Kepercayaan
Kepercayaan merupakan pandangan hidup yang telah menyatu dan mendarah daging pada diri manusia, baik secara individual maupun secara kolektif, sehingga menjadi dasar dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku. Dikaitkan dengan kehidupan keagamaan, kepercayaan diimplementasikan dalam bentuk iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam konteks seperti ini, kepercayaan akan berkembang secara sistematis dengan para pengikut yang fanatis.

e. Persepsi
Persepsi merupakan pandangan seseorang terhadap sesuatu hal. Antara orang yang satu dengan orang yang lain tidak selalu memiliki persepsi yang sama terhadap suatu hal. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan sudut pandang yang dimiliki oleh masing-masing orang. Biasanya persepsi akan tampak dalam bentuk perilaku yang ditunjukkan oleh seseorang.

f. Etos Kerja
Etos kerja merupakan prinsip-prinsip yang dimiliki oleh seseorang dalam hubungannya dengan semangat kerja. Etos kerja seseorang dipengaruhi dua faktor, yaitu: (a) faktor lingkungan budaya, dan (b) faktor potensi individual.

Saturday, January 30, 2016

Contoh analisis gambar anak 11 tahun

                                                            Judul       : Masjit
                                                            Pembuat : Hasim
                                                            Tahun     : 2012
                                                            Media      : Pensil warna di atas kertas gambar
  1. Identifikasi
Gambar dengan tema masjid ini dibuat oleh seorang anak laki-laki bernama Sahal. Usia Sahal 11 tahun saat membuat gambar ini. Sahal merupakan anak yang terkecil dari kedua saudara laki-lakinya. Ibu Sahal juga pernah mengatakan bahwa Sahal terlahir secara prematur, Sahal lahir setelah ibunya mengandungnya selama hanya 8 bulan saja. Hal itu membuat Sahal pernah sekali tidak dapat naik peringkat kelas. Namun ibunya tidak kecewa atau marah terhadap Sahal mengingat masa kecilnya yang terlahir secara prematur. Sahal merupakan anak dari orang tua yang bekerja sebagai pemilik dan pengurus kost-kostan di Banaran.
  1. Deskripsi
Gambar yang dibuat Sahal terdiri dari sebuah gambar masjid yang terletak pada bagian kanan bidang gambar. Gambar masjid tersebut terdiri dari sebuah gambar persegi empat besar dengan sebuah bangun setengah lingkaran di atasnya. Dua bangun persegi panjang sangat kecil dan panjang yang masing-masing menempel pada sisi kanan kiri masjid adalah bentuk menara dengan puncaknya yang diberi bentuk segitiga. Pada bagian dasar masjid terdapat sebuah gambar persegi panjang dengan pembagian dua garis yang berfungsi sebagai pintu masjid, sedangkan pada puncak masjid tedapat tulisan Alloh.
Pada bagian sisi kiri bidang gambar hanya terdapat sepasang pohon yang sama kecilnya dengan penambahan semak-semak di antaranya. Pohon tersebut terlihat tampak sama satu sama lain.
Bagian atas bidang gambar Sahal melengkapi gambarnya dengan tiga buah awan yang berwarna biru. Tidak lupa terdapat tulisan “tema masjit” di bagian atas bidang gambar.
Warna yang digunakan Sahal tidak banyak, empat warna untuk mewarnai obyek-obyek gambarnya. Warna biru untuk awan dan masjid pada bagian bentuk persegi dan setengah lingkaran. Menara dan pintu masjid berwarna kuning keseluruhan. Warna pohon dan semak-semak adalah hijau dan batang pohon berwarna coklat.
  1. Analisis
Dilihat dari usia Sahal yaitu 11 tahun, Sahal tergolong ke dalam periodisasi masa Realisme semu. Dalam masa tersebut adanya keterkaitan gambar yang satu dengan yang lain. Begitu pula yang nampak pada gambar yang dibuat oleh Sahal ini, adanya gambar masjid tidak lepas dari gambar pohon dan awan yang menjadi satu kesatuan gambar, meskipun tidak terdapat adanya interaksi manusia maupun hewan.
Berdasarkan masa Reslisme semu yang dialami Sahal seharusnya gambar yang dibuat pada anak usia ini karya-karyanya tidak menampilkan garis dasar lagi. Namun dalam gambar yang dibuat Sahal ini meskipun tidak ada pembuatan garis vertikal namun Sahal menggunakan garis bawah bidang gambar sebagai garis vertikal tempat berdirinya segala obyek gambar. Pendekatan realistis tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, nampak pada gambar masjid yang ukurannya sangat besar dibandingkan dengan pohon yang dibuat. Meskipun upaya pembuatan pintu masjid yang disetarakan dengan tinggi pohon merupakan upaya realisme namun penampakan pohon tetap terlihat sangat kecil.
Konsepsi mengenai masjid pun tidak dilakukan oleh Sahal secara mendetail. Masjid yang dibuat sederhana tidak mencerminkan adanya detail masjid. Hanya dibuat dari beberapa bentuk bangun yang tidak disertai dengan pelengkap seperti misalnya jendela, ventilasi, motif bangunan masjid maupun manusia yang sedang beraktivitas di dekat masjid. Demikian pula pada area sekitar masjid hanya digambarkan sepasang pohon dan semak. Meskipun jika pemilihan obyek yang dibuat simpel namun yang dibuat Sahal tidak banyak sehingga tidak terlalu memenuhi bidang gambar.
Selain hal-hal tersebut, pemilihan warna yang digunakan Sahal kurang bervariatif dipengaruhi oleh gambar yang dibuatnya pula. Sahal cenderung menggunakan sebuah warna untuk mengeblok sebuah bidang, sehingga warna yang muncul kurang bervariasi.
  1. Interpretasi
Sepertinya Sahal termasuk dalam golongan anak yang kurang kreatif. Sekalipun gambarnya sudah menginjak realisme semu namun terdapat beberapa hal yang kurang dalam masa tersebut. Jika dilihat dari gambar yang dibuat, Sahal tidak merasakan adanya kesenangan dalam menggambar. Nampak dari warna yang digunakan penuh hanya untuk membuat gambar terlihat sudah selesai. Selain pengaruh dari peralatan pewarna yang digunakan oleh Sahal, semangatnya pun kurang dalam melakukan pekerjaan menggambar ini. Jika dilihat dari latar belakangnya yang lahir secara prematur tidak heran jika kemampuan Sahal kurang maksimal.
  1. Evaluasi/nilai

Berdasarkan gambar yang dibuat oleh Sahal serta latar belakangnya. Gambar ini tergolong cukup.

Contoh analisis gambar Anak 5 tahun

                                                            Judul       : Rumahku
                                                            Pembuat : Hasim
                                                            Tahun     : 2012
                                                            Media      : Spidol di atas kertas gambar
  1. Identifikasi
Gambar ini dibuat oleh Hasim dengan usia 5 tahun. Hasim merupakan anak laki-laki dari seorang pedagang, orang tuanya sehari-hari bekerja sebagai pedagang makanan di depan rumahnya. Pekerjaan yang dilakukan orang tua Hasim pada malam hari menyebabkan orang tua Hasim memiliki banyak waktu luang pada siang hari. Tidak heran jika setiap hari ibunya mengantarkannya ke sekolah TK. Hasim juga memiliki seorang kakak perempuan yang kini berusia 10 tahun dan menginjak bangku Sekolah Dasar kelas 5.
  1. Deskripsi
Pada gambar yang dibuat oleh Hasim ini nampak sebuah gambar rumah yang berada di tengah bidang gambar. Di tengah rumah tersebut terdapat gambar sosok seorang manusia yang sedang berdiri. Rumah tersebut memiliki sebuah pintu yang terletak pada sebelah kanan sosok manusia dan sebuah jendela pada sisi kiri manusia. Jendela tersebut tergaris kotak-kotak sehingga membagi kotak jendela menjadi empat bagian. Bagian atap rumah nampak garis kotak-kotak pula namun sangat banyak. Di depan rumah juga terdapat jalan menuju ke bawah bidang gambar. Terdapat pula sebuah gambar yang berbentuk mirip microfon yang terdapat di samping kanan jalan tersebut.
Di sebelah kiri rumah tersebut terdapat sebuah pohon yang ukurannya tidak melenceng dari ukuran rumah yang telah dibuat Hasim. Pohon tersebut terlihat memiliki banyak garis pada bagian ujung atas batang pohon. Terdapat pula 4 buah figur manusia di bawahnya sedang berdiri.
Sedangkan disebelah kiri rumah nampak gambar lingkaran sebanyak 14 buah dengan garis-garis yang menghubungkannya. Objek tersebut berada di bawah sebuah garis yang menyatu dengan bangunan rumah di sebelahnya.
Pada bgian bawah bidang gambar terdapat sejumlah coretan meliuk-liuk banyak dan memenuhi sepanjang garis bidang gambar pada bagian bawah. Garis tersebut hampir mirip dengan coretan bentuk air laut.
Pada bagian atas bidang gambar terdapat gambar awan yang berjejer sebanyak lima buah yang memenuhi bagian atas bidang gambar. Gambar awan tersebut diikuti oleh banyak garis vertikal yang turun ke bawah, namun tidak sampai ke bawah bidang gambar, hanya sampai hampir pada pertengahan bidang gambar. Di tengah awan yang berjejer tersebut terdapat sebuah matahari dengan penampilan llingkaran dan garis yang mencuat dari permukaan lingkaran.
  1. Analisis
Menurut usianya, Hasim tergolong dalam masa Prabagan dalam periodisasi menggambar. Pada usia Hasim lazimnya gambar yang dibuat adalah gambar bentuk-bentuk obyektif yang belum terdapat hubungan antara obyek satu dengan yang lainnya. Namun dalam gambar ini Hasim sudah dapat menyatukan obyek-obyek gambar ke dalam sebuah kertas gambar dimana sudah dapat menceritakan sebuah cerita. Jika hanya dilihat dari gambarnya, gambar ini sudah tergolong dalam gambar masa realisme semu. Meskipun jika dibandingkan dengan gambar anak yang berusia sekitar 11-15 tahun gambar ini lebih jelek, namun demikian gambar ini masuk dalam masa realisme semu. Meskipun obyek-obyek yang dibuat sederhana dan belum baku namun sudah terdapat adanya sebuah cerita dalam gambar ini. Cerita dalam gambar ini nampak pada pengkomposisian obyek gambar yang ditata sedemikian rupa.
Gambar lima buah awan pada bagian atas bidang gambar merupakan bentuk ungkapan mendung disertain hujan yang dibuat Hasim berupa garis-garis memanjang yang menyertai awan tersebut. Pada bagian rumah Hasim tetap menggambar seorang manusia yang sedang berdiri di dalamnya. Berdasarkan bentuk ungkapan gambar anak, gambar ini termasuk ke dalam Ideoplastis. Suasana yang sedang hujan diluar membuat seorang figur tersebut aman dan tidak basah karena berada di dalam rumah. Sedangkan bentuk banyak lingkaran dengam banyak garis merupakan bentuk ungkapan kendaran yang terdapat di samping rumah Hasim. Garis mendatar yang menyatu di samping kanan rumah tersebut merupakan perwujudan dari bentuk teras rumah, sehingga kendaraan-kendaraan tersebut aman dari hujan. Sedangkan empat figur manusia lain yang terdapat diluar rumah nampak sedang berada di bawah pohon, hal ini mernceminkan tentang manusi-manusia yang berteduh di bawah pohon. Garis-garis meliuk di bawahnya merupakan genangan air hujan di jalan raya. Di rumah Hasim yang sebenarnya memang setiap hujan selalu ada genangan air di jalan depan rumahnya.
Berdasarkan begitu banyaknya obyek gambar yang digambar oleh Hasim, gambar ini dapat tergolong ke dalam gambar yang kreatif. Menurut Safarina (2005:27), mengukur potensi kreatif anak pada usia 4-11 tahun dapat menggunakan tugas menggambar. Semakin banyaknya detail pada gambar yang dibuat mencirikan potensi kreatif anak. Meskipun setiap obyek yang digambar tidak detail namun dalam satu bidang gambar Hasim dapat menggambarkan begitu banyak detail cerita yang luar biasa.
  1. Interpretasi
Setelah meneliti gambar yang dibuat oleh Hasim, sepertinya Hasim merupakan anak yang kreatif. Hal itu tercermin pada gambar yang dibuat dengan berbagai banyak obyek, pemilihan tema, serta cerita yang unik di dalamnya. Pada saat membuat gambar ini Hasim tidak merasakan adanya tekanan mental sama sekali bahkan kemungkinan ia sedang senang, nampak pada gambar yang dibuat adalah obyek-obyek yang aman dari hujan. Pemenuhan bidang gambarpun merupakan rasa percaya diri dari Hasim. Hasim tidak tergolong dalam anak yang pemalu. Ia mampu menceritakan apa saja yang pernah dilihatnya dalam bentuk gambar. Hal ini kemungkinan berasal pula dari dorongan orang tuanya yang kerap memberikan perhatian kepada Hasim.
  1. Evaluasi/nilai

Berdasarkan gambar yang telah dibuat oleh Hasim, gambar ini termasuk gambar yang sangat bagus jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya.