Showing posts with label Eksperimentasi. Show all posts
Showing posts with label Eksperimentasi. Show all posts

Monday, October 11, 2021

Tahapan Pelaksanaan Eksplorasi dan Eksperimentasi Karya Seni Rupa

 Tahapan pelaksanaan kegiatan:

1. Guru membagi siswa ke dalam 2 kelompok, setiap anggota kelompok duduk berdekatan dengan teman kelompoknya.

2. Setelah membagi kelompok, jelaskan bahwa pada kesempatan ini siswa diminta untuk membuat karya di atas kertas dengan tema “Daerahku”. Karya berupa gambar/lukisan tersebut dapat berupa motif, pola atau bentuk lainnya yang dapat menggambarkan tema tersebut.

3. Sebelum mulai, guru memanggil perwakilan kelompok satu persatu untuk mengambil kelompok undian dan kemudian membagikan kantong atau wadah berisi perlengkapan masing-masing kelompok sesuai hasil undian. Pastikan semua mengetahui seluruh perlengkapan kelompok lainnya sehingga mereka mengetahui bahwa setiap kelompok mendapatkan paket perlengkapan yang berbeda-beda. Jika ada yang menanyakan perbedaan tersebut, guru dapat menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi peraturan dari ini.

4. Jelaskan bahwa masing-masing kelompok hanya dapat menggunakan peralatan yang terdapat di wadah kelompoknya saja, tidak boleh saling pinjam-meminjam peralatan dengan kelompok lain.

5. Setelah selesai, persilahkan siswa untuk membacakan karya individu mereka masing-masing lalu bersama dengan seluruh anggota, diajak untuk hasil dari yang menggunakan peralatan berwarna dan yang berwarna.

Pertanyaan Penting:

1. Apa yang dirasakan berbeda ketika mengetahui siswa lainnya memiliki peralatan yang berbeda ?

2. Apakah peralatan yang dimiliki mempengaruhi hasil karya siswa? Jelaskan!

3. Apakah hasil karya dapat menjadi sarana yang adil dalam menilai kemampuan individu siswa?

C. Penggunaan Elemen Seni Rupa dalam Membuat Karya Seni Rupa

Siswa diajak berkegiatan singkat dengan menggunakan beberapa alternatif kegiatan yang dapat dipilih di bawah ini:

Alternatif Kegiatan I, untuk Peserta:

Latihan mencampur warna dari warna dasar dan mencari makna warna sebagai booster emosi karya “RODA WARNA”. (30 menit)

Tujuan kegiatan: Peserta diajak untuk belajar penggunaan warna untuk meningkatkan emosi dalam karya, secara sederhana mereka akan diajak membuat cakra warna, dimana detail campuran dari 3 warna dasar merah, biru dan kuning menjadi 1 buah lingkaran utuh.

 



Gambar 4.1 Roda Warna

koleksi www.ganara.art (2018)

Tahapan Pelaksanaan Kegiatan:

1. Sebelum memulai kegiatan, guru meminta siswa membuat lingkaran dengan membagi lingkaran ke dalam minimal 9 ruang. Kegiatan ini dapat dilakukan sendiri maupun sendiri.

2. Jika telah ada 9 ruang, beri warna kuning pada ruang pertama yang diisi warna (ruang ke 1), selanjutnya beri warna pada tiga kolom berikutnya setelah warna kuning (ruang ke 4), dan tiga kolom berikutnya diberi warna biru (ruang berikutnya). ke 7).

3. Ruang ke 2 diisi dengan hasil pencampuran 70% Kuning 30% Merah.

4. Ruang ke 3 diisi dengan hasil pencampuran 30% Kuning dan 70% Merah.

5. Ruang ke 5 diisi dengan hasil pencampuran 70% Merah dan 30% Biru.

6. Ruang ke 6 diisi dengan hasil pencampuran 30% Merah dan 70% Biru.

7. Ruang ke 8 diisi dengan hasil pencampuran 70% Biru dan 30% Kuning.

8. Ruang ke 9 diisi dengan hasil pencampuran 30% Biru dan 70% Kuning.


Pertanyaan Pemantik:

1. Apakah komponen warna yang menguatkan emosi sedih dan dingin?

2. Apakah komponen warna yang menguatkan semangat dan marah?

3. Keterangan mengenai warna dapat dilengkapi dari hasil pencarian bersama dalam kelompok.


Alternatif Kegiatan II untuk siswa:

Latihan membuka konsep garis dalam membentuk kesan bidang

“Nirmana Garis”. (30 menit)

Tujuan kegiatan:

Siswa diajak untuk belajar menggunakan elemen garis untuk membuat kesan dalam ruang.


 

Gambar 4.2. Nirmana Garis 01

Karya Kolektif www.ganara.art (2020)




Gambar 4.3. Nirmana Garis 02

Karya Kolektif www.ganara.art (2020)




Gambar 4.4. Nirmana Garis 03

Karya Kolektif www.ganara.art (2020)


Tahapan pelaksanaan kegiatan:

1. Sebelum memulai kegiatan, guru menyiapkan dokumen gambar berupa interior dalam ruangan. Diharapkan ruangan tersebut memiliki beberapa elemen dengan bentuk melengkung atau kurva.

2. Siswa diminta bidang ruang tersebut dengan mengambil inti dari rata dan digunakan sebagai pembatas.

3. Dengan menggunakan elemen garis, ketebalan dalam satu tarikan garis, patahan sudut garis dan kurva lengkung, siswa diajak untuk belajar mendalami elemen garis untuk memberikan kesan ruang yang lebih dramatis.

4. Latihan ringan dengan menggunakan elemen garis ini dapat dinikmati dengan diskusi lain yang dapat dinikmati oleh siswa dalam membuat karya.


Alternatif kegiatan III untuk siswa:

Latihan membuka konsep garis untuk membentuk kesan dalam bidang

“Nirmana Ruang”. (30 menit)

 


Gambar 4.5. Nirmana Garis

Karya Kolektif www.ganara.art (2020)


Tujuan kegiatan:

Peserta diajak untuk belajar menggunakan elemen garis dalam bidang untuk membuat kesan dalam ruang.

Tahapan pelaksanaan kegiatan:

1. Sebelum memulai kegiatan, guru menyiapkan contoh dokumen kerja berupa kotak dasar.

2. Siswa berlatih berlatih dengan mata untuk menciptakan ilusi menjadi ruang dan bentuk.

 




Gambar 4.6. Pola Nirmana Ruang sebelum dipotong

Karya Kolektif www.ganara.art (2020)




Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN



Konsep Eksplorasi dan Eksperimentasi Karya Seni Rupa

 

A. Konsep Eksperimentasi dan Eksplorasi dalam Membuat Karya Seni Rupa

Salah satu kendala dalam membuat karya seni rupa yaitu terbatas dan  tidak tersedianya berbagai perangkat, peralatan dan perlengkapan berkarya. Dalam unit ini, siswa diajak untuk memanfaatkan potensi di sekitar mereka untuk menjawab keterbatasan dan ketidaktersediaan berbagai perangkat, peralatan dan perlengkapan berkarya. Setelah itu siswa diajak untuk berani bereksperimen dalam berkarya.

Beberapa pertanyaan pemantik yang dapat dijadikan panduan saat memulai untuk melakukan eksperimen dalam berkarya:

• Fase Penemuan: Benda/bahan apakah ini? Barang apa yang bisa dibuat dari benda/bahan ini?

• Fase Eksplorasi: Dengan menggunakan bahan ini, benda apa saja yang dapat dihasilkan?

• Fase Ekspansi: Variasi barang apa saja yang bisa dihasilkan dengan bahan ini?

• Fase Manifestasi: Jenis barang seperti apa yang akan terlihat estetik jika dibuat menggunakan bahan ini?

• Fase Transisi: Jika bahan ini digabungkan dengan bahan lainnya, dapatkah menghasilkan barang apa?

• Fase Pencerahan: Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, akhirnya bisa diperoleh sesuatu yang paling menarik dan estetik jika dibuat dari bahan tersebut? tidak hanya indah, namun juga berfungsi dengan baik dan dapat berguna bagi masyarakat luas.

Dengan bereksperimen, dimungkinkan untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru dengan tanpa batasan, dengan bebas dan menemukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Dengan menggabungkan bahan yang tersedia di sekitar siswa, dikombinasikan dengan berbagai macam teknik yang telah dipelajari, sangat memungkinkan untuk membuat karya seni yang menarik dan kontekstual.


B. Penggunaan Alat dan Bahan dalam Membuat Karya Seni Rupa.

Agar siswa dapat memilih berbagai bahan dan teknik dalam pembuatan karya seni, Guru diharapkan mampu memantik pola pikir siswa agar secara sadar mampu memanfaatkan keunggulan potensi lokal yang ada di sekitar mereka dengan membantu beberapa kegiatan seperti di bawah ini:

b.1. pengenalan konsep

Kondisi di setiap daerah sangat beragam, karenanya masing-masing sekolah memiliki keunggulan dan tantangan sendiri-sendiri. Guru diajak untuk bijaksana mengajak siswa memperhatikan kondisi wilayah sekolahnya masing-masing dan belajar untuk memanfaatkan keunggulan yang dimiliki dan mengacuhkan tantangan yang datang karena keterbatasan.

Regulasi

Bagaimana hak siswa, dalam hal ini kelompok siswa, dijamin dan dipenuhi atau justru dihambat oleh peraturan yang berlaku di daerahnya? Adakah peraturan tertulis tidak berlaku? Faktor regulasi apakah yang membuat kegiatan belajar mengajar menjadi tidak setara dengan sekolah lain?

Akses

Bagaimana kemampuan atau ketidakmampuan siswa dalam mengakses dan menggunakan sumber daya yang diperlukan untuk menjadi siswa yang produktif ?

Beberapa hal mendasar di atas dapat dijadikan bahan pemantik diskusi oleh guru untuk membuka pola pikir siswa sehingga mereka dapat mengetahui yang ada dan dapat melihat berbagai keunggulan yang mereka miliki untuk dijadikan sebagai potensi dan kekuatan. Berbagai penjelasan tentang bahan, teknik dan keterampilan lain yang terdapat di unit sebelumnya dapat dimanfaatkan oleh siswa di unit pembelajaran ini.

b.2. Wacana Setara

Untuk menghargai kelebihan dan yang dimiliki, siswa perlu diajak untuk mengalami perbedaan itu sendiri, sehingga akhirnya dapat menilai bahwa hal itu tidak selalu objektif dan dapat menentukan penilaian masing-masing. Demikian juga siswa diajak untuk tidak selalu melihat hambatan, karena sesuatu yang tidak dimiliki dapat menjadi kesempatan untuk menghargai dan memberi arti lebih kepada apa yang dimiliki.



Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN