Showing posts with label kain. Show all posts
Showing posts with label kain. Show all posts

Tuesday, July 26, 2022

Teknik Pengolahan Bahan Tekstil Buatan

Proses pengolahan masing-masing bahan serat menjadi bahan tekstil secara umum sama. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

1. Pemintalan benang

Dari proses pemilihan serat akan dilanjutkan pengolahan kapas menjadi benang yang disebut pemintalan.

2. Penggulungan benang

Benang yang sudah dipintal akan digulung menggunakan alat penggulung benang.

3. Pencelupan

Warna Benang diproses dengan pencelupan untuk memperoleh warna yang kuat. Selanjutnya benang dikeringkan

4. Penenunan Benang Menjadi Kain

Setelah kering, benang dapat ditindaklanjuti dengan proses penenunan menjadi kain.

Benang yang telah jadi bahan baku dapat digunakan untuk membuat makrame dan tapestri, sedangkan kain dapat digunakan untuk membuat kain ikat celup, busana, dan kerajinan lainnya, baik sebagai benda hias, pakai maupun sebagai benda simbolik.


Teknik Pembuatan Kerajinan Serat Tekstil Buatan

Selanjutnya, setelah bahan serat diolah menjadi bahan kerajinan, Ananda dapat membuat berbagai kerajinan dengan menerapkan beberapa teknik, antara lain, anyaman, rajut, simpul, jahit, rajut dan tempel.

Teknik dasar kerajinan serat tekstil adalah segala cara yang digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan serat tekstil menjadi produk kerajinan. Adapun teknik yang digunakan sangat beragam. Penggunaan teknik dasar ini disesuaikan dengan kerajinan yang akan dibuat. Dengan demikian, penggunaan teknik dasar menjadi tepat sasaran.

Teknik dasar pembuatan kerajinan serat tekstil buatan, pada umumnya terdiri dari beberapa teknik, antara lain, anyaman, rajut, simpul, jahit, rajut dan tempel. Berikut diuraikan masing-masing teknik tersebut.

1. Menenun

Teknik menenun dapat digunakan untuk pembuatan produk kerajinan tapestri. Menenun menggunakan alat spanram atau bingkai yang direntangkan benang- benang lungsi sebagai jalur jalannya benang tenunan atau pakan.

2. Menjahit

Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan (manual) atau mesin jahit. Dalam pembuatan kain ikat celup diperlukan teknik menjahit untuk merintang warna.

3. Mengikat

Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang/lebih membentuk ikatan yang diinginkan. Mengikat dapat pula diartikan menyatukan helaian kain yang satu dengan lainnya menggunakan alat pengikat untuk membentuk pola tertentu. Ikatan ini dapat berupa simpul ataupun pola warna.

4. Menganyam

Anyaman adalah teknik membuat karya seni rupa yang dilakukan dengan cara menumpang tindihkan (menyilangkan) bahan anyam yang berupa lungsi dan pakan. Bahan-bahan anyaman dapat dibuat dari tumbuh-tumbuhan yang sudah dikeringkan, seperti lidi, rotan, akar, dan dedaunan untuk dijadikan suatu rumpun yang kuat (tampar)

5. Simpul

Simpul adalah sebuah bentuk ikatan pada tali atau benang, Ikatan tersebut dapat memiliki manfaat atau dijadikan hiasan. Simpul dalam pembuatan kerajinan dikenal dengan istilah makrame. Makrame adalah salah satu produk kerajinan yang berasal dari keahlian merangkai tali. Macrame berarti kerajinan simpul tali, dimana dengan keahlian menyimpul tali baik dua buah tali, empat buah tali, dan sebagainya sehingga menghasilkan sebuah karya kerajinan yang selain berfungsi sebagai benda pakai juga mempunyai seni yang menarik.

6. Merajut

Merajut (bahasa Inggris: knitting) adalah metode membuat kain, pakaian atau perlengkapan busana dari benang rajut. Berbeda dari menenun yang menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya menggunakan sehelai benang. Merajut dapat dilakukan dengan tangan maupun mesin. Ada berbagai jenis gaya dan teknik merajut. Teknik dasar dalam merajut adalah tusuk atas dan tusuk bawah. Tusuk atas dilakukan dengan cara mengaitkan benang dari arah depan, sementara tusuk bawah adalah mengait benang dari arah belakang. Hasil rajutan memiliki pola seperti huruf v yang bersambungan.

7. Membatik

Membatik adalah membuat hiasan pada permukaan kain menggunakan motif dan warna tertentu. Tidak semua jenis kain dapat dibuat batik, kain yang biasanya digunakan adalah yang berbahan dasar kapas atau kain katun dan kain sutra. Membatik menggunakan alat khusus yang disebut canting, dengan bahan perintang warna menggunakan lilin/malam/wax. Warna yang digunakan dalam membatik naptol, indigosol, remasol, dan warna alam.

8. Menyulam

Menyulam adalah suatu teknik keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam menuangkan kreativitasnya dalam menghasilkan produk kerajinan yang berbentuk gambar atau pola yang terdapat pada kain sebagai penghias untuk memberikan suatu  kesan estetik pada sisi kain.







Sumber: DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII 

Monday, July 18, 2022

Teknik Pengolahan Bahan Serat Alam

Proses pengolahan masing-masing bahan serat alam menjadi bahan tekstil secara umum sama. Pengolahan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

1. Pemmintalan benang

Dari proses pemilihan serat akan dilanjutkan pengolahan kapas menjadi benang yang disebut pemmintalan.

2. Penggulungan benang

Benang yang sudah dipintal akan digulung menggunakan alat penggulung benang.

3. Pencelupan

Warna benang pencelupan untuk memperoleh warna yang kuat. Selanjutnya dikeringkan.

4. Penenunan Benang Menjadi Kain

Setelah kering, benang dapat ditindaklanjuti dengan proses penenunan menjadi kain.

Benang yang telah jadi bahan baku dapat digunakan untuk membuat makrame dan tapestri, sedangkan kain dapat digunakan untuk membuat kain ikat celup (pembahasannya nanti akan dibahas dalam modul 2 tentang kerajinan bahan tekstil).


Teknik Pembuatan Kerajinan Serat Alam

Selanjutnya, setelah bahan serat diolah menjadi bahan kerajinan, Ananda dapat membuat berbagai kerajinan dengan menerapkan beberapa teknik, antara lain, anyaman, rajut, simpul, jahit, rajut dan tempel.

Teknik dasar kerajinan serat alam adalah segala cara yang digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan serat alam menjadi produk kerajinan. Adapun teknik yang digunakan sangat beragam. Penggunaan teknik dasar ini disesuaikan dengan kerajinan yang akan dibuat. Dengan demikian, penggunaan teknik dasar menjadi tepat sasaran.

Teknik dasar dalam pembuatan kerajinan serat alam, pada umumnya terdiri dari teknik, antara lain, anyaman, rajut, simpul, jahit, rajut dan tempel. Berikut diuraikan masing-masing teknik tersebut.

1.Teknik Anyaman

Anyaman adalah teknik membuat karya seni rupa yang dilakukan dengan cara menumpang tumpang tindih (menyilangkan) bahan anyam yang berupa lungi dan pakan. Bahan-bahan anyaman dapat dibuat dari tumbuh-tumbuhan yang sudah dikeringkan, seperti lidi, rotan, akar, dan diperkenalkan untuk dijadikan suatu rumpun yang kuat (tampar).

2.Simpul

Simpul adalah sebuah bentuk pada tali atau benang, Ikatan tersebut dapat memiliki manfaat atau hiasan. Simpul dalam pembuatan kerajinan dikenal dengan istilah makrame. Makrame adalah salah satu produk kerajinan yang berasal dari keahlian merangkai tali. Macrame berarti kerajinan simpul tali, dimana dengan keahlian menyimpul tali baik dua buah tali, empat buah tali, dan sebagainya menghasilkan sebuah karya kerajinan yang selain bekerja sebagai benda pakai juga memiliki seni yang menarik.

3.Merajut

Merajut (bahasa Inggris: knitting) adalah metode membuat kain, pakaian atau perlengkapan busana dari benang rajut. Berbeda dari menenun yang menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya menggunakan sehelai benang. Merajut dapat dilakukan dengan tangan maupun mesin. Ada berbagai jenis gaya dan teknik merajut. Teknik dasar dalam merajut adalah tusuk atas dan tusuk bawah. Tusuk atas dilakukan dengan cara mengaitkan benang dari arah depan, sementara tusuk adalah di bawah mengait benang dari arah belakang. Hasil rajutan memiliki pola seperti huruf “V” yang bersambungan.

4. Menempel

Menempel berbeda adalah rancangan pembuatan karya seni rupa dengan cara menempelkan suatu bahan pada tempat tertentu yang diinginkan, baik dengan bahan yang sama, maupun bahan yang diinginkan.

5. Menjahit

Menjahit adalah menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan (manual) atau mesin jahit. Dalam pembuatan kain ikat celup diperlukan teknik menjahit untuk merintang warna.










Produk Hasil Pengolahan Serat Alam







Gambar 1. 5. Produk Hasil Pengolahan Serat Alam


Sumber: DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII 

Wednesday, October 20, 2021

Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan tekstil

Bahan Tekstil

Setiap bahan tekstil memiliki sifat yang berbeda hal ini bisa kita ketahui melalui perbedaan jenis benang dan teksturnya. Ada dua jenis benang atau serat yaitu benang dari bahan alam dan bahan buatan

1. Bahan Tekstil Alami

a. Kapuk

Bahan alami tekstil ini diperoleh dari tanaman Randu (Ceiba Pentandra) yang banyak berkembang di Jawa dan Sumatera. Kapuk memiliki sifat tekstur halus, lembut, serat pendek, tahan terhadap kelembaban, cepat kering.

b. Kapas

Serat alami ini biasa digunakan untuk pakaian, kekuatan bagus, elastisitas rendah nyaman, lembut, menyerap air, kekuatan serat berkurang jika dijemur pada terik matahari dalam waktu lama, biasa digunakan sebagai bahan campuran polyester.

c. Sutera

Terbuat dari serat Kepompong ulat Sutera, Sifat dari bahan ini tekstur halus, lembut, berkilau, licin, lentur, nyaman saat digunakan biasa digunakan untuk membuat kemeja, jubah, dasi, gaun formal dan lain lain.

d. Wol

Serat ini berasal dari bulu domba memiliki tekstur yang kasar dan berkerut. Biasa digunakan untuk membuat jaket, jas, selimut dan karpet. Sifat Wol tidak mudah kusut, tahan panas, lentur.

e.Goni

Berasal dari tumbuhan Rami atau Rosela, goni merupakan serat paling murah dan tahan lama, biasa dipakai untuk membuat benang pengikat.


Di bawah ini adalah bahan pembuat tekstil buatan atau sintetis yang biasa Kamu jumpai dalam kehidupan sehari hari.

Silahkan Kamu memperhatikan gambar di bawah ini secara seksama!




2.Bahan Tekstil Buatan

a.Nilon

Sifat dari bahan Nilon ini adalah elastisitas tinggi, sangat kuat dan tahan lama, mengkilap, tahan terhadap jamur dan serangga. Biasa dipakai untuk pembuatan parasut dan kantong udara.

b.Dakron

Sifat dari bahan ini adalah mudah dicuci, cepat kering, tidak mudah kusut, daya serap tinggi, ringan mengembang dengan baik.

c.Poliester

Sifat bahan ini memiliki kekuatan bagus, tidak mudah menyerap, biasa dipakai untuk membuat tenun, rajutan, jaket, kemeja.

Gambar bahan Nilon, Dakron dan Poliester

Bahan Alam


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.


Tuesday, May 8, 2018

Menggambar pada media selain kertas

Menggambar pada umumnya dikerjakan pada media kertas menggunakan peralatan yang sesuai seperti pensil, bolfoin, pensil warna, penghapus dan sebagainya. Akan tetapi peralatan ini dapat juga dikerjakan pada media lain yang menunjang, artinya dapat dikerjakan sesuai dengan tekstur dan bahan.
Contohnya ketika kita menggunakan peralatan seperti pensil, sebaiknya digunakan pada media yang berbahan keras karena bahan pensil sebagai batu tulis memiliki kepadatan bahan yang keras dan memerlukan goresan pada bahan keras. Jika menggunakan pensil pada bahan yang lebih lunak sebaiknya diberi alas atau lapisan pada bagian bawahnya agar pensil dapat tergores dengan baik. Di samping itu, menggunakan kertas pun harus menggunakan alas benda keras agar tekstur kertas lebih keras seperti tumpukan kertas, meja, lantai, kayu, backboard dan lain-lain, sehingga mudah untuk digoresi oleh pensil.

Menggambar pada media selain kertas dapat dilakukan pada bermacam-macam bahan contohnya pada kain, kayu, tembok, backboard, triplek, dan sebagainya.
1. Menggambar pada kain
Bahan kain terbuat dari anyaman benang yang begitu banyak sehingga bahannya lentur dan tidak kaku. Meskipun tidak semua kain memiliki sifat kaku tetapi kebanyakan tidak statis sehingga agak susah jika digambari. Jika bahan keras digoreskan pada permukaannya maka diperlukan penampang agar bahan kain tetap statis. Penampangan bahan kain dapat dilakukan dengan menjepit bagian-bagian tepi bahan dan memberi alas keras. Jika kita melihat proses menyulam dapat dilihat bahwa bahan kain selalu membutuhkan penampang kain yang berbentuk lingkaran agar kain terpentang dan ketika disulam mendapatkan hasil yang maksimal.
Contoh kain

2. Menggambar pada kayu
Bahan kayu merupakan bahan keras. Bahan yang terbuat dari alam ini diperoleh dari batang pohon yang dibelah. Bahan kayu biasanya berupa glondongan maupun yang sudah dipotong-potong. Untuk menggambar pada bahan kayu yang paling nyaman adalah pada bahan kayu yang berupa potongan lempengan-lempengan sehingga memiliki permukaan yang rata. Menggambar pada bahan kayu tidaklah sudah, seperti ketika menggambar pada meja atau kursi. Menggambar menggunakan pensil pada kayu juga dapat dihapus seperti halnya ketika menggambar pada bahan kertas. Perlu diperhatikan juga jenis bahan kayu yang akan digunakan. Ada beberapa bahan kayu yang tetap memiliki tekstur kasar ketika sudah dibelah menjadi bentuk penampang.
Contoh kayu

Tekstur kayu



3. Menggambar pada tembok
Tembok merupakan bahan buatan manusia yang terdiri dari susunan batu bata, semen dan cat tembok. Cat tembok lah yang memberikan tekstur halus pada permukaannya, sehingga kita hanya menggambar pada permukaan cat yang telah kering. Untuk tembok berantakan permukaannya hendaknya diratakan dulu. Tembok yang baik untuk digambari adalah yang sudah dicat, sehingga memiliki warna dasar biasanya putih. Menggambar pada tembok memerlukan peralatan besar seperti tangga, kursi, ember, kuas besar serta cat dalam jumlah banyak karena media gambar sangat luas. Membuat sket pada tembok dapat menggunakan pensil atau kapur tulis. Pewarnaanpun menggunakan cat tembok.

Contoh tembok

Tembok tidak rata

4. Menggambar pada hardboard
Hardboard merupakan salah satu media keras yang terbuat dari bahan kayu. Tekstur dari media ini juga keras hampir seperti kayu. Hardboard untuk siswa dapat dibeli ditoko bangunan dengan ketebalan yang bervariasi. Selain digambar, hardboard juga dapat dicukil dan digunakan dalam pembuatan karya grafis (cetak tinggi). Menggambar pada hardboard dapat menggunakan pensil biasa.

Contoh hardboard

Tekstur hardboard

Penggunaan hardboard pada alas menulis

Penggunaan hardboard pada cukil kayu

5. Menggambar pada triplek
Triplek dari asalnya terbuat dari kayu tipis yang berlapis-lapis dengan ketebalan yang bervariasi. Kayu triplek dapat dijumpai di toko bangunan. Menggambar pada triplek lebih sulit jika dibandingkan menggambar pada backboard karena permukaan triplek lebih bertekstur kasar, sedangkan backboard memiliki tekstur yang lebih halus. Oleh karena itu tangan harus luwes ketika menggambar pada tiplek agar goresan tidak putus-putus atau berkelok-kelok.

Contoh triplek






Monday, May 7, 2018

Menggambar pada Bahan Kain


Kain memiliki luas permukaan yang cukup lebar hampir mirip seperti kertas. Bahan kain merupakan bahan lemas sehingga mudah berpindah posisi ketika mendapat gesekan. Selain itu bahan kain terdiri dari banyak serat yang dapat menimbulkan tekstur yang sulit untuk digambari. Oleh karena itu sebaiknya menggambar pada kain menggunakan serat yang tidak terlalu kasar dan besar. Tekstur yang besar sebenarnya dapat digambari asal jenis kain kaku.

Menggambar pada kain
Sebagai bahan lemas sebaiknya kain diletakkan pada benda keras seperti meja, backboard, atau lantai yang keras, sehingga bahan kertas meskipun tipis tetap dapat digoresi oleh pensil. Selain itu agar kain tidak berubah-ubah posisi pada saat digambar sebaiknya kain dipampang dan diberi pengkait sehingga seolah-olah seperti media keras. 
Menggambar pada bahan kain dapat dilakukan dengan bermacam alat. Jika menggunakan pensil hasil gambar akan tipis, lebih baik penggunaan pensil ini hanya sebagai sket saja.
Pewarna Baju/kain

Cat tekstil

Selain dapat digambari, bahan kain juga dapat dilukis dengan cara setelah disket kain diberi warna menggunakan cat, ini dinamakan melukis di atas kain. Ada beberapa cara dalam mewarnai bahan kain dengan bermacam motif, misalnya dengan cara disablon manual, disablon printing, dicap, dibatik, diwarnai dengan teknik celup, ataupun dengan cara dilukis.



 Tas kain 

Tas kain sudah digambari dan diwarnai

Bahan kain yang baik digunakan untuk digambari adalah kain Blacu. Biasanya kain Blacu digunakan untuk membuat kanvas, tas, atau tempat pensil. Bahan kain ini tergolong murah, sangat cocok digunakan untuk siswa SD, SMP maupun SMA. Sifat dari kain jenis ini adalah kaku, kasar, mudah menyerap air, biasanya berwarna putih tulang.


Kain Blacu (gulungan)


Tekstur kain Blacu

Menggambar menggunakan pensil pada kain Blacu juga mudah dihapus menggunakan penghapus pensil biasa. Sebaiknya ketika membuat sket/gambar dengan goresan tipis saja. Pada masa sekarang banyak sekali penggunaan kain ini sebagai bermacam bahan souvenir maupun pembungkus souvenir.
Tas

Tempat pensil

Tempat tissue

Tempat tissue
Tas Blacu dan cat akrilik

Tas Blacu sudah digambari