Showing posts with label analisis. Show all posts
Showing posts with label analisis. Show all posts

Tuesday, February 7, 2023

Aplikasi Seni dan Desain Dalam Kehidupan Sehari-Hari

 

A.Konsep  Desain Pemikiran

Design Thinking adalah suatu proses atau metode pola pikir untuk berempati terhadap permasalahan dan masalah yang direncanakan pada manusia. Design Thinking meliputi proses-proses seperti analisis konteks, penemuan dan pembingkaian masalah, pembuatan ide dan solusi, berpikir kreatif, membuat sketsa dan menggambar, membuat model dan membuat prototipe, menguji dan mengevaluasi.

Design Thinking sangat berguna dalam mengatasi masalah dengan melakukan reframing (menyusun ulang) masalah dengan cara-cara yang ditetapkan pada manusia, menciptakan banyak ide dalam brainstorming (bertukar pikiran) dan mengadopsi pendekatan langsung dalam pembuatan prototype (sketsa awal) dan testing (uji publik) . Design Thinking juga melibatkan eksperimen yang sedang berjalan: membuat sketsa, membuat prototype, testing, dan mencoba berbagai konsep dan ide. Berikut tahapan Design Thinking yang dapat dilakukan oleh siswa:

a.1.Berempati

Tahap pertama dari proses Design Thinking yaitu pemahaman empatik tentang masalah yang dicoba untuk diselesaikan. Siswa didorong untuk mencari tahu lebih banyak tentang bidang yang menjadi perhatian dengan melalui cara pengamatan dan keterlibatan, agar siswa memperoleh pemahaman pribadi yang lebih jelas tentang masalah yang terjadi. Empati sangat penting untuk proses desain yang direncanakan pada manusia dan empati memungkinkan pelajar untuk memikirkan desain yang berguna bagi kebutuhan pengguna.

a.2.Definisi

Pada tahapan definisi siswa akan mengumpulkan informasi yang telah dibuat dan dikumpulkan selama tahap berempati. Kemudian siswa dapat menganalisis pengamatan dan membuat sintesisnya untuk menentukan inti masalah yang telah diidentifikasi.

Tahap pendefinisian akan membantu siswa untuk mengumpulkan ide-ide hebat dalam membangun fitur, fungsi, dan elemen lain yang memungkinkan mereka untuk menyelesaikan masalah atau paling tidak, memungkinkan pengguna untuk menyelesaikan masalah sendiri dengan tingkat kesulitan yang minimal.


a.3.Ideasi

Selama tahap ketiga dari proses Design Thinking, siswa diajak siap untuk mulai menghasilkan ide. Para siswa dapat mulai diajak untuk “berpikir kreatif” (thinking out of the box) untuk mengidentifikasi solusi baru untuk pernyataan masalah yang dibuat, dan kita dapat mulai mencari cara alternatif untuk melihat masalah.

Ada ratusan teknik memberikan percikan-percikan ide seperti Brainstorm (dalam bahasa Indonesia curahan gagasan adalah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis. Kunci sukses dalam sesi brainstorming adalah suasana bebas tanpa kritik untuk menggali ide kreatif demi mendapatkan alternatif solusi tanpa batas), Brain Write (bentuk dari curahan gagasan dengan penambahan bentuk tertulis), Worst Possible Idea (salah satu bentuk pendekatan terbalik, dengan memberikan solusi-solusi yang terkesan buruk dan main-main, namun digunakan sebagai pemancing sehingga suasana lebih cair dan akhirnya dapat menemukan solusi yang baik) dan metode SCAMPER.SCAMPER merupakan singkatan dari substitute (pengganti), combine (kombinasi), adapt (beradaptasi), modifikasi (modifikasi), put to another use,

Sesi Brainstorm dan Ide Terburuk biasanya digunakan untuk merangsang pemikiran bebas dan untuk memperluas ruang masalah.

Penting untuk mendapatkan ide atau solusi masalah sebanyak mungkin. Kita harus memilih beberapa teknik Ideation lainnya pada fase akhir Ideasi untuk membantu kita menyelediki dan menguji ide-ide kita sehingga kita dapat menemukan cara terbaik untuk memecahkan masalah atau menyediakan elemen-elemen yang diperlukan untuk menghindarinya.

a.4.Prototipe

Para siswa akan menghasilkan tugas akhir versi sederhana atau disebut Prototipe. Prototipe dapat dibagikan dan diuji oleh siswa itu sendiri, dalam bentuk uji kelompok kecil, atau pada sekelompok kecil orang di luar lingkungan sekolah. Ini adalah fase eksperimental dan tujuannya adalah untuk mengidentifikasi solusi terbaik untuk setiap masalah yang diidentifikasi dalam tiga tahap sebelumnya. Solusi diimplementasikan dalam peluru dan satu per satu, mereka dikalahkan dan diterima, diperbaiki dan diperiksa ulang atau dapat diterima maupun ditolak berdasarkan pengalaman pengguna.

Pada tahap akhir ini, siswa akan memiliki gagasan yang lebih baik tentang kendala yang melekat pada tugas akhir produk dan masalah yang ada serta memiliki pandangan yang lebih jelas tentang bagaimana pengguna yang sebenarnya akan berperilaku, berpikir dan merasakan ketika berinteraksi dengan proses bagian akhir produk.

a.5.Uji Publik

Desainer menguji produk lengkap secara teliti dan menyeluruh menggunakan solusi terbaik yang diidentifikasi selama tahap pembuatan pelindung. Ini adalah tahap akhir dari desain pemikiran, tetapi dalam proses berulang, hasil yang dihasilkan selama pengujian sering digunakan untuk mendefinisikan kembali satu atau lebih masalah dan memperjelas pengertian dan pemahaman pengguna, kondisi dan situasi saat penggunaan, bagaimana orang berpikir dan berperilaku, berperilaku dan merasakan serta berempati. Bahkan pada tahap ini, perubahan dan penyempurnaan dilakukan untuk mendapatkan solusi masalah dan memperoleh pemahaman sedalam mungkin terhadap produk dan pengguna serta penggunaannya.

Melalui konsep ini, siswa akan mengenal teori berpikir kritis untuk menanggapi isu-isu yang dihadapi dalam kehidupannya. Beberapa contoh penggunaan bahan untuk diskusi kelompok dapat digunakan berbagai potongan ilustrasi dan pertanyaan pemantik berikut ini:

 


Gambar 7.1. Berpikir vs Berpikir Kritis

Materi pelatihan www.mariberbagiseni.com (2018)


B. Tahapan Berpikir Kritis Untuk Mengatasi Permasalahan

Kehadiran seni rupa menurut Feldman (1967) memiliki 3 fungsi dalam kehidupan manusia, yaitu:

1.Fungsi Individu, seni digunakan untuk kepentingan ungkapan rasa/emosi pribadi berupa tanggapan, internalisasi, tanggapan hasil renungan seseorang terhadap lingkungannya.

2.Fungsi sosial kemasyarakatan, seni digunakan untuk kepentingan masyarakat luas seperti penerangan, pendidikan, kesehatan, dan agama.

3.Fungsi fisik kebendaan, seni digunakan berkaitan dengan sentuhan keindahan pada berbagai benda keperluan manusia: arsitektur, interior bangunan, perabotan, serta benda-benda pakai lainnya.

Kehadiran seni dalam konteks kehidupan di masyarakat seharusnya membawa manfaat dan fungsi yang luas. Hal ini diperkuat pendapat Wisetrotomo (2020: 77) bahwa:

…seni seharusnya memiliki multi fungsi. Seni tidak hanya menjadi ekspresi dunia batin yang tunggal dan soliter. Seni tak melulu memuja artistik atau estetika dengan makna harfiah.

 Jika hanya itu, maka hanyalah seni produk yang dangkal dan tak berimplikasi pada nilai manfaat yang luas dan menggerakkan. 

Dimana kita meletakkan fungsi seni pada semua jalan kehidupan. Baik itu yang bersifat pragmatis, ekonomis, sosial, politis bahkan fungsi lintas iman. Fungsi lintas iman karena seharusnya karya seni mampu menembus sekat-sekat agama, keyakinan, suku kelompok dan ras.

Berdasarkan dua pendapat di atas maka dapat diartikan bahwa kehadiran seni dalam konteks kehidupan manusia dapat berfungsi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dengan design thinking. Secara skematis, tahapan design thinking disajikan pada gambar berikut:

 



Gambar 7.2. Latihan Berpikir Kritis 5 Metode 'Mengapa?”

Materi pelatihan www.mariberbagiseni.com (2018)

 

Gambar 7.3. Diagram ilustrasi latihan berpikir kritis mengenai kemacetan Jakarta

Materi pelatihan www.mariberbagiseni.com (2018)

 

Gambar 7. 4. Suasana kesulitan yang dihadapi oleh penyandang gangguan fisik untuk menuju jalan melalui tangga penyeberangan.

www.apahabar.com (2018)

permasalahan yang ada di sekitar kita, contoh di atas dapat menjadi landasan berpikir kiritis sebagai pengantar ke pokok bahasan selanjutnya tentang Design Thinking. Permasalahan dalam contoh di atas berupa kemacetan lalu lintas dan prasarana umum yang didesain tidak termasuk bagi orang-orang dengan kebutuhan khusus.



C. Implementasi Berpikir Kritis Melalui Pendekatan Design Thinking

Eksekusi kegiatan berkesenian selain sebagai ekspresi wajah, juga dapat digunakan sebagai instrumentasi dalam kehidupan. Maksudnya konsep instrumentasi menunjukkan bahwa seni sebagai alat atau media untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam konteks ini, keberadaan seni dan desain dapat difungsikan sebagai alat untuk membantu manusia dalam mengatasi berbagai masalah dalam kehidupannya. Melalui implementasi konsep ini diharapkan memiliki pengalaman belajar sekaligus refleksi diri siswa secara langsung. Hal ini perlu dilakukan dengan tujuan agar siswa memiliki wawasan dan pengalaman dalam:

•Belajar mengenali serta memahami perasaan, nilai-nilai, dan pemikiran dalam diri.

•Membuat seseorang lebih mudah menerima ekspresi yang berbeda dari dirinya sendiri.

•Dapat berempati dengan apa yang dirasakan oleh orang lain.

•Belajar mengapresiasi proses dan menghargai hasil karya orang lain.

Untuk itu, guru diharapkan juga dapat mencari berbagai bahan mengenai pendekatan seni rupa dan desain yang memudahkan hidup manusia, atau dapat menggunakan contoh-contoh dibawah ini:

 

Gambar 7.5. Perbandingan iklan tulisan dengan iklan visual.

Materi pelatihan www.mariberbagiseni.com, https://www.phonearena.com/news/Theres-iPhone-and-then-theres-everything- else-says-Apple-in-response-to-Samsung-Galaxy-S- 4-pembukaan_id40945, (2013)


Berbagai benda yang kita pakai sehari-hari mengandalkan unsur seni rupa dan desain yang sangat kental, contohnya pada uang kertas, dapat dibedakan dengan indra penglihatan, indra peraba (ukuran dan kontur permukaan) serta berbagai pengaturan lain yang dapat diamati menggunakan sensor khusus (seperti barcode , hologram dan tembus cahaya).

 

Gambar 7.6. Desain uang kertas Indonesia

https://www.infoperbankan.com/umum/mata-uang-baru-indonesia-2017-terdiri-dari-11-nominal.html (2017)

 

Gambar 7.7. Ilustrasi cara kerja otak manusia dalam memproses informasi visual

https://thenextscoop.com/effective-visual-content-marketing-plan-for-your-business/

 


Gambar 7.8. Seni Rupa sebagai alat visual yang paling mudah diterima otak manusia

Materi pelatihan www.mariberbagiseni.com (2018)


D. Mempresentasikan Isu dan Kondisi Permasalahan di Lingkungan Sekitar.

Sejalan dengan salah satu keterampilan pembelajaran abad ke 21 mengenai keterampilan komunikasi, maka pada bagian ini siswa diberi pengalaman untuk mengkomunikasikan temuannya terkait implementasi konsep Design Thinking terhadap isu dan kondisi di lingkungan sekitarnya.

 

 


Gambar 7.9. Permasalahan warga yang kurang
mampu menolak peraturan saat menikmati karya seni hingga malah merusak karya tersebut.

https://hai.grid.id/read/07673287/4-hal-yang-harus-kamu-lakukan-di-museum-seni-supaya-nggak-malu-maluin?page=all(2018)

Salah satu masalah ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya yaitu bentuk apresiasi terhadap karya seni yang sedang ditampilkan. Sebagai contoh yaitu pada peristiwa yang terjadi terhadap karya seni Yayoi Kusuma yang dipamerkan di Museum Macan.

Antusiasme berlebih dengan menyentuh karya tersebut menimbulkan kerusakan terhadap karya tersebut.


Analisis Masalah

Analisis permasalahan yang terjadi dan temukan potensi solusi dengan pendekatan seni rupa dan desainnya. Siswa dapat dipantik pemikirannya dengan melakukan berbagai alternatif kegiatan untuk memecahkan solusi. Siswa mengusulkan sebuah permasalahan yang dilihatnya dalam kehidupan sehari-hari dan membuat asumsi pendekatan seni dan desain yang akan digunakan untuk memecahkan masalah tersebut.



Sumber: buku guru Kurilulum Operasional Sekolah SMK PK KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAN PERBUKUAN PUSAT KURIKULUM DAN PERBUKUAN
https://standarku.com/mengenal-standar-metode-analisa-5-why/
https://www.kompasiana.com/anantadella3272/63388af208a8b54ce4135ef2/mengapa-kita-harus-berpikir-kritis

Sunday, November 7, 2021

Analisis lukisan psikologi dan seni

Psikologi erat dengan kejiwaan manusia, manusia itu sendiri dalam menyikapi setiap hal yang terjadi dalam kehidupaanya mengalami proses berfikir. Dalam proses berfikir itu pula terdapat proses belajar sebagai akibat dari pemikiran adanya, yaitu apa yang terjadi pada setiap manusia. Setiap individu memiliki proses berfikir yang berbeda-beda dengan psikologi seseorang yang berbeda-beda pula, begitupun bagaimana cara mereka mengungkapkan perasaannya. Jika dilihat dalam karya seni setiap orang menciptakan karya seni yang berbeda-beda, dan perbedaan-perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan psikologi tiap orang yang membuat. Maka dari itu, psikologi dalam proses berfikir berkaitan erat dengan fenomena seni yang ada dalam masyarakat.Masyarakat sebagai penonton dalam melihat keindahan seni perlu mendalami apa yang diinginkan dari karya tersebut.

1.Karya seni Realis
            Karya seni milik Basuki Abdulah ini merupakan karya seni yang mempesona dan indah namun memiliki makna yang dalam pada penyajiannya. Dengan figur dua anak kecil sebagai kakak adik yang terlihat jelas dalam lukisannya, tidak perlu melihat judil pasti setiap orang akan mengerti bahwa kedua manusia itu adalah sepasang saudara. Lukisan ini sangat indah karena ditampilkan dalam nuansa romantis dan manis, keharmonisan hubungan dari seorang kakak dan adik yang terlukis melalui kegiatan-kegiatan itu.

            Terdapat ekspresi lugu seorang anak kecil, namun tetap terdapat simbol tanggung jawab dari apa yang dimiliki. Menggendong merupakan contoh bentuk perilaku berani berani dari beban, dari buku yang saya baca hal ini termasuk membangun manusia menuju yang lebih sempurna dalam perkembangan manusia dewasa. Kesiapan mental yang matang adalah perkembangan sosial yang lebih lanjut. Di sini terdapat nilai teladan dari manusia, itulah yang ingin disamapaikan oleh Basuki Abdullah. Dengan latar belakang kosong, yaitu efektif yang menonjolkan objek.

2. Karya seni Semi Realis
        Karya seni The Laugh ini merupakan jenis karya seni semi realis, yang digambarkan dengan gambar kereta bawah tanah yang memiliki kaki. Karya seni yang di gambarkan ini merupakan bagian dari proses berfikir secara asosiatif terkontrol, yaitu satu ide tertentu yang menimbulkan ide mengenai hal lain dalam batas-batas tertentu. Yang tersinkronisasi dalam karya ini, yaitu ide kereta api bawah tanah yang mengarah kemudian pada ide lain yaitu kelabang atau lipan. Pembuat karya ini mencoba mengasosiasikan bentuk bagian dari binatang bentuk lain, inilah proses berfikir manusia secara asosiasi.

Judul : Vice2
Karya: Vergvoktre

3.Karya Seni Lukis Abstrak
Judul : Jalan Keheningan
Karya : Sulebar M.Soekarman
Karya seni abstrak memang sulit dicapai oleh pembacanya, karena karya seni tidak begitu jelas penggambarannya atau bisa dikatakan tidak ada dalam kehidupan nyata. Dalam karya seni milik Sulebar M. Soekarman ini tidak melukisakan deskrepsi bentuk dan arti yang jelas, hanya bentuk-bentuk persegi tak beraturan yang sebenarnya memiliki makna tersendiri bagi pembuatnya. Dilihat dari judul lukisan ini yaitu Jalan Keheningan menurut saya pembuatnya memeiliki konsep tersendiri dalam menarik asumsi dari jalan yang disebut dengan Jalan Keheningan itu. Menurut Erny Nuryanti, S.Kep,Ns, macam-macam berfikir asosiatif yaitu berfikir artistik merupakan proses berfikir yang sangat subjektif.Jalan pikiran sangat penting oleh pendapat dan pandangan pribadi tanpa keadaan sekitar.Inilah yang sering dilakukan para seniman dalam menciptakan karya-karyanya, terlebih lagi menciptakan karya seni abstrak seperti milik Sulebar ini. Apa yang menjadi konsep dalam pemikirannya langsung ke dalam lukisan tanpa memperhatikan keadaan sekitar yang tidak menganggap suatu itu berarti atau tidak, terlebih lagi tidak diketahui oleh masyarakat. Dalam buku Jalan Keheningan ini saya menangkap bahwa pembuat karya menemukan sesuatu dalam proses berpikirnya yang merupakan arti dari simbol-simbol bentuk persegi dan persegi panjang dalam bidang warna yang besar tersebut.Sulebar berdasarkan ingatannya yang berarti proses perilaku yang menyangkut enconding (pencatatan), storage (penyimpanan), dan retrival (mengingat kembali) ia menemukan sebuah jalan baru yang berasal dari proses berfikirnya yang panjang melalui ingatan itu.

Dalam lukisan ini ditampilkan warna-warna yang tidak muram atau berarti sedih, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hal yang dalam jiwa pembuatnya. Warna-warna dan coklat muda adalah merupakan warna, sedangkan bentuk-bentuk objek persegi saya rasa adalah bentuk kepastian yang muncul dari ketenangan, ada sesuatu yang muncul dalam pikiran Sulebar saat berada dalam ketenangan. Sebab bentuk-bentuk persegi memiliki sudut-sudut yang tajam, ini menggambarkan sesuatu yang pasti, seperti hal yang tegas. Inilah yang bertolak belakang dari bentuk-bentuk bidang yang meliuk-liuk atau tak beraturan, yang lebih dinamis dan mudah berubah. Dalam proses belajar manusia salah satu faktor yang mempengaruhinya yaitu transfer, artinya pengetahuan tentang hal-hal yang pernah dipelajari sebelumnya, kadang-kadang mempengaruhi juga proses belajar yang sedang dilakukan sekarang. Itulah yang menjadi kaitan dalam karya ini, transfer dari kehidupan oleh pembuat karya yang tertera menjadi sebuah bentuk-bentuk yang tak menentu dan hanya berarti bagi penulisnya.

Sunday, October 24, 2021

Isi Pesan Poster

Kamu dapat menulis apa pun di postermu. Tetapi itu tidak efektif kecuali khalayak pembaca postermu memahaminya, dan memberikan tanggapan yang diminta. Jika mereka tidak memahami isi pesanmu tentu sangat mengecewakan. Komunikasi yang tidak efektif tentu menghasilkan kekecewaan. Tujuan yang diharapkan tidak dapat tercapai dengan baik. Pada hal kita sudah bersusah payah membikin poster. Mengapa hal itu terjadi?


Komunikasi yang tidak efektif terjadi karena beberapa hal. Salah satu faktor yang paling kuat ialah karena isi pesan yang kurang baik. Untuk itu, kita perlu mengusut sejauh mana isi pesan poster yang kita buat itu efektif. Penting bagi kita untuk mengevaluasi keefektifan pesan poster kita. Salah satu caranya dengan menggunakan pertanyaan strategis untuk mengenali kekuatan dan kelemahannya. Isi pesan yang baik itu mestilah sederhana. Untuk memastikan bahwa pesan poster Kamu memiliki kesederhanaan, Kamu harus bertanya pada diri sendiri dua pertanyaan:

• Apakah tujuan saya jelas?

• Apakah gagasan pokok saya jelas?

Gambar 13 Pesan poster yang membingungkan pembacanya

Poster Gambar 13A bertuliskan: “Sebuah ilmu tak kan pernah ada batasan, usia, ruang, selama ia mampu ilmu itu dapat dicapai dengan kemauan yang tinggi.” Kamu dapat memahami maknanya dengan jelas? Selain kalimatnya panjang, juga bertele-tele, serta ditulis dengan ukuran font yang kecil dan besar. Keterbacaannya saja sudah sulit. Belum lagi memahami maksud isi pesannya. Membingungkan.


Poster pada Gambar 13B juga sama saja. Tulisannya terbaca dengan jelas karena ukurannya cukup besar. Tapi agak membingungkan pembacaan karena menggunakan empat warna yang berbeda. Lantas, apa pesannya? Di sana dituliskan: “Kesederhanaan paling mewah adalah kejujuran.” Apakah Kamu bisa memahami pesannya? Selanjutnya, apa hubungannya dengan tulisan di bagian bawah””Nothing Inposible.” Mungkin maksudnya ‘nothing imposible’atau tak ada yang tidak mungkin. Apa hubungannya dengan ‘kesederhanaan paling mewah adalah kejujuran.’? Pesan yang membingungkan. Pesan yang tidak jelas, tidak efektif.

 

Poster pada Gambar 13C dapat terbaca dengan jelas. Meski pun demikian maknanya belum jelas juga. Benarkah pintar itu mahal? Atau Pendidikan itu mahal? Sekolah itu mahal? Pesan yang subur makna. Pesan yang dapat ditafsirkan secara bermacam-macam. Pesan yang tidak spesifik.


Isi pesan yang baik mestinya spesifik atau khas. Tidak subur makna atau banyak tafsir. Kekhususan mengacu pada pilihan bahasa dan penggunaannya. Untuk memastikan bahasa spesifik, Kamu mesti bertanya pada diri sendiri:


• Apakah bahasa saya spesifik?

• Apakah bahasa saya konkret, bukan abstrak?

• Apakah ada makna konotatif?

• Apakah ini mudah dimengerti dan penting?

• Apakah saya menggunakan kata-kata yang memiliki arti tambahan, dan mungkin bisa disalah artikan?


Kamu perlu memastikan bahwa bahasa yang digunakan poster spesifik. Pesannya jelas, menunjuk sesuatu dengan jelas dan tidak ditafsirkan yang lainnya. Jika Kamu bermaksud mengatakan ‘mawar’ maka hindari mengatakannya dengan 'bunga.' Bahasa pilihan Kamu harus konkret. Sehingga pembaca poster kita dapat dengan jelas menggambarkan ide-ide kita, menerjemahkan kata-kata menjadi gambar yang mengesankan.


Sebaiknya Kamu menghindari sesuatu kata yang tidak jelas, abstrak. Menghindari abstraksi adalah salah satu cara untuk menghindari pesan yang tidak jelas atau membingungkan. Semakin spesifik bahasa kita, semakin besar kemungkinan pengamat poster kita akan memahami dan mengambil tindakan. Misalnya, 'makan enak' adalah gagasan yang kabur dan abstrak, sementara 'makan alpukat' adalah konkret dan spesifik.

 

Perhatikan juga. Bahwa kata-kata tertentu bisa mengandung makna emosional yang tersembunyi. Misalnya kata 'rumah' bisa berarti sesuatu bangunan, tapi bagi orang lain bisa berkonotasi kehangatan, dukungan, keluarga, dan sebagainya. Kamu mesti berhati-hati ketika memilih kata-kata. Hindari kata-kata dengan banyak makna atau tafsiran.


Contoh poster yang dibuat susah payah belum tentu efektif:

Gambar 14 Poster yang dibuat dengan susah payah belum tentu efektif


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Unsur-unsur Pesan dalam Poster

Unsur pesan suatu poster terdiri atas judul atau tema, isi pesan, dan penjelas. Judul merupakan gambaran dari isi gagasan yang disampaikan. Melalui judul Kamu dapat memahami tema atau gagasan pokok yang disampaikan oleh poster. Judul poster ditulis dengan ringkas, jelas, menarik, dan tidak lebih dari dua baris.

Sementara itu, isi pesan merupakan penjelasan tentang gagasan pokok tersebut. Isi pesan diuraikan dengan menggunakan gambar-gambar, tulisan-tulisan, warna-warna, atau gabungan dari unsur-unsur tersebut. Isi pesan utuh, bagian- bagian yang tidak perlu atau tidak sesuai sebaiknya dibuang saja. Makin mudah Hal tentu makin baik. Makin fokus pada gagasan pokok tentu lebih baik. Isi pesan yang baik itu sederhana, enak dibaca, berkesan, dan akurat.


Tidak jelas merupakan unsur tambahan yang berfungsi untuk membuat isi pesan lebih jelas. Penjelas dapat berupa gambar (misalnya tanda panah), warna (misalnya, warna hitam pada hal-hal yang terkesan sebagai benda yang berat), dan tulisan. Jika pesan yang disampaikan sudah jelas tak perlu lagi ditambahi tidak penjelas. Karena itu tidak jelas penjelas tidak selalu ada di poster. Berikut ini Kamu akan belajar mengenali unsur-unsur dari sesuatu poster. Simaklah secara seksama unsur-unsur poster pada Gambar 11.


Gambar 11 Unsur-unsur yang mudah dijangkau


Visualisasi poster dipilah dua bagian, bagian atas dan bagian bawah. Poster pada Gambar 11 Bagian atas terdapat unsur-unsur visual sebagai berikut.

A. Tulisan pada pita yang bunyi ilusi gunung es

B. Sukses itu seperti gunung es

C. Gambar bagian atas gunung es

D. Tulisan sukses di gunung es

E. Tulisan yang berbunyi: apa yang dilihat orang dengan tanda panah menunjuk gunung es


Visualisasi poster pada bagian bawah pada Gambar 11 tersebut terdapat unsur-unsur visual sebagai berikut.

A. Gambar gunung es bagian bawahnya

B. Tulisan berbunyi: apa yang tak dilihat orang dengan tanda panah ke arah gunung es

C. Gambar papan sasaran jarum darts dengan tulisan pengabdian

D. Gambar angkat beban dengan tulisan kerja keras

E. Gambar jam alarm dengan tulisan disiplin

F. Gambar hati yang kecewa dengan tulisan mengecewakan

G. Gambar tumpukan catatan dengan tulisan pengorbanan

H. Gambar papan kegagalan gagal (gagal) dengan tulisan kegagalan

I. Gambar seseorang sedang menggelindingkan sesuatu di kemiringan tajam dengan tulisan kegigihan


Sumber:
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Analisis Pembuatan Poster

Poster unsur-unsur dapat mempengaruhi ke dalam dua bagian, yaitu unsur-unsur visual dan isi pesan. Tidak ada sesuatu yang visual poster merupakan unsur yang dapat ditangkap dengan penglihatan seperti gambar-gambar, tulisan atau teks, dan warna. Gambar-gambar, tulisan-tulisan, dan warna tersebut memuat pesan tertentu. Jika pesan-pesan yang ada pada gambar-gambar dan tulisan-tulisan itu dipadukan maka kita akan memahami isi pesan utuh dari poster tersebut.

Gambar-gambar dalam poster dapat berupa foto, tabel dan grafik, dan gambar-gambar manual yang dibuat secara langsung maupun dengan menggunakan teknik digital. Gambar-gambar yang dipilih dan dibuat sedemikian rupa agar dapat mewakili atau pesan secara tepat. Gambar-gambar, tulisan-tulisan, dan warna-warna yang tidak perlu atau mengganggu harus dibuang. Unsur-unsur visual tersebut harus berfokus pada ketercapaian pesan secara tepat dan sehingga pembaca yang menjadi sasaran dapat menyimpulkan dan menyimpulkan dengan mudah. Hal-hal yang menarik, estetik, dan kreatif memang perlu tapi yang terpenting adalah pesan poster dapat ditangkap, dijangkau, dan ditanggapi dengan baik oleh khalayak sasaran.

Gambar 8 Poster-poster yang dibuat dengan teknik berbeda


Poster pada Gambar 8A dibuat dengan teknik manual, poster ini digambar dengan mengandalkan keterampilan tangan dalam menggambar. Seluruh gambar, tulisan, dan pewarnaan dibuat secara manual. Poster ini dibuat oleh seorang seniman atau desainer yang berpengalaman dan terampil dalam menggambar.


Gambar 8B dibuat dengan menggabungkan teknik manual dan digital. Gambar tangan yang sedang dicuci dibuat dengan menggunakan teknik manual, setelah diskan dan menggunakan software atau aplikasi grafis. Tulisan-tulisan dan pewarnaan dikerjakan dengan menggunakan komputer grafis. Gambar 8C dibuat dengan menggabungkan teknik fotografi dan komputer grafis. Penataan gambar, komposisi, pengubahan bentuk, pemberian efek, serta tulisan-tulisan secara keseluruhannya memanfaatkan fasilitas yang tersedia pada software, aplikasi, dan komputer grafis. Saat ini menghambat semua pembuatan poster memanfaatkan teknologi canggih ini. Dengan teknologi ini kita dapat membuat poster dengan lebih cepat, lebih mudah, lebih menarik, dan lebih leluasa untuk berkreasi.



Gambar 9 Cara pemberian menarik belum tentu efektif


Dalam merancang poster Kamu juga perlu mempertimbangkan teknik atau cara penyampaian poster yang efektif. Untuk itu, penggunaan tulisan dalam poster harus hemat. Tak perlu berpanjang-panjang, kalimat yang panjang apalagi bertele-tele tentu tidak efektif untuk sebuah poster (periksa Gambar 9A). Kamu perlu memilih kata-kata yang tepat agar menampilkan makna secara akurat dan kuat. Jenis-jenis huruf (font) yang dipilih sesuai dengan yang mudah dibaca dan menarik. Dalam satu poster disarankan hanya menggunakan 2-3 jenis huruf saja (font). Ukuran harus dipertimbangkan, keterbacaan lebih daripada kemenarikan.


Jika menggunakan warna, gunakanlah warna-warna secara selektif. Tidak perlu mengobral banyak warna karena mencengangkan juga bisa mengurangi fokus terhadap isi pesan (periksa Gambar 9B). Isi pesan pada Gambar 9B ini tidak mudah ditangkap, bukan? Apalagi untuk diingat dan diingat! Jangan mengobral warna-warni untuk tulisan poster karena itu dapat mengganggu pemahaman dan penyimpanan isi pesan dalam memori di otak kita. performlah baik-baik Ketika memilih warna untuk tulisan dalam poster. Untuk warna sebaiknya pilih warna-warna kontras jika ingin menyampaikan sesuatu yang tegas, misalnya pesan tentang peringatan atau larangan. pilih warna-warna harmoni jika pesan yang disampaikan berupa ajakan atau pemberitahuan.


Kamu dapat membuat poster dengan menggunakan teknik manual, digital, atau gabungan keduanya. Saat ini banyak beredar aplikasi untuk memudahkan kita dalam membuat poster secara digital. Namun jika Kamu senang menggambar manual maka itu pun baik untuk digunakan dalam membuat poster.

Gambar 10 Mengobservasi teknik visualisasi poster
A. Teknik gabungan manual dan digital, B. Teknik digital, C. Teknik manual


Sumber:
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Wednesday, October 20, 2021

Menganalisis pembuatan ragam hias pada tekstil,

Di bawah ini adalah beberapa bahan tekstil yang di dalamnya diterapkan ragam hias, untuk mengenal bahan tekstil pada tekstil, silahkan perhatikan dengan seksama gambar di bawah ini!


Gambar 6

Sumber:
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.

Dari keenam gambar tersebut, pembuatan ragam hias dapat dianalisis ke dalam tabel berikut:

Tabel bahan hias tekstil




Menganalisis Bahan Buatan dan Bahan Alam untuk Menerapkan Ragam Hias


Apa yang bisa kamu temukan dari berbagai macam bentuk penerapan ragam hias pada bermacam-macam barang yang berbeda. Benda atau barang tersebut dapat ditemukan di rumah Kamu sendiri atau di lingkungan tempat tinggal Kamu? Terbuat dari bahan apakah benda yang memiliki ragam hias dan dapat ditemukan di rumah Kamu? Silahkan Kamu sebutkan! Apakah benda yang Kamu temukan terbuat dari bahan buatan atau dari bahan alam? Silahkan kamu jelaskan!

Silahkan kamu mencermati/mengamati gambar 2A di bawah ini dengan cermat, untuk mengetahui bahan yang digunakan membuat benda tersebut!

 

Gambar 2A


Gambar 2B


Gambar 2C


Gambar 2D


Gambar 2E



Gambar 2F

Sumber

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas VII Semester Genap. 2020.


Tabel analisis Bahan Buatan dan Bahan Alam untuk Menembus Ragam Hias berdasarkan gambar di atas