Showing posts with label pendekatan apresiasi. Show all posts
Showing posts with label pendekatan apresiasi. Show all posts

Wednesday, May 15, 2019

Apresiasi

PENGERTIAN APRESIASI
Secara teoretik menurut Brent G. Wilson dalam bukunya Evaluation of Learning in Art Education; apresiasi seni memiliki tiga domain, yakni perasaan (feeling), dalam konteks ini terkait dengan perasaan keindahan, penilaian (valuing) terkait dengan nilai seni, dan empati (emphatizing), terkait dengan sikap hormat kepada dunia seni rupa, termasuk kepada profesi perupa (pelukis, pepatung, pegrafis, pekeramik, pedesain, pekria, dan lain-lain). karena menyadari peran dan kontribusi para seniman tersebut bagi masyarakat, bangsa dan negara, atau bagi nilai-nilai kemanusiaan pada umumnya.
Mengapresiasi suatu karya seni rupa perlu memperhatikan unsur-unsur seperti tema, gaya, teknik, dan komposisi. Untuk mengapresiasi seni juga tidak dengan hanya menilai suatu karya seni saja, tapi dapat mengapresiasi sesuatu yang ada di sekitar kita. Misalnya saja, ketika kita ingin membeli baju di sebuah toko baju, tentu kita memilih salah satu baju untuk dibeli dari sekian banyak pilihan baju yang disodorkan oleh penjual. Itu artinya kita juga telah melakukan suatu apresiasi.
  JENIS APRESIASI
Apresiasi terhadap karya seni sendiri dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Apresiasi empatik, yaitu menilai atau menghargai suatu karya seni yang dapat ditangkap dengan sebatas indrawi saja.
2. Apresiasi estetis, yaitu menilai atau menghargai suatu karya seni dengan melibatkan pengamatan dan penghayatan yang mendalam.
3. Apresiasi kritik, yaitu menilai atau menghargai suatu karya seni dengan melibatkan klasifikasi, deskripsi, analisis, tafsiran, dan evaluasi serta menyimpulkan hasil penilaian atau penghargaannya. Apresiasi yang satu ini dapat dilakukan dengan mengamati suatu benda secara langsung dan nyata.
Menurut Brent G. Wilson dalam bukunya yang berjudul Evaluation of Learning in Art Education, apresiasi sendiri memiliki 3 konteks utama, yakni:
a. Feeling (Perasaan) : Berkaitan dengan perasaan mengenai suatu keindahan.
b. Valuing (Penilaian) : Sangat erat kaitannya dengan penilaian suatu karya seni.
c. Emphatizing (Empati) : Berkaitan dengan penghormatan atau penghargaian terhadap dunia seni dan profesi seperti pelukis, pepatung, pemahat, pegrafis, pedesain, pekria, dan lain-lain.
Siapa saja dapat melakukan apresiasi terhadap karya seni rupa. Apresiasi juga dibedakan menjadi dua tipe, yakni:
a. Apresiasi pasif; pelaku dari apresiasi ini adalah orang yang masih awam terhadap seni, namun memiliki minat yang baik terhadap suatu karya seni.
b. Apresiasi aktif; apresiasi yang dilakukan muncul setelah seseorang menilai suatu karya seni.
  MANFAAT APRESIASI
Manfaat yang dapat kita peroleh jika kita melakukan apresiasi terhadap suatu karya seni rupa, beberapa di antaranya adalah:
1. Agar kita dapat mengenal suatu bentuk karya seni. Artinya, kita tidak hanya tahu bahwa itu adalah karya seni, tapi kita memahami karya seni tersebut dari segala sisi.
2. Agar kita dapat meningkatkan serta memupuk kecintaan kita terhadap suatu karya seni, baik itu karya seni dari bangsa sendiri maupun dari luar. Serta, juga dapat meningkatkan dan memupuk kecintaan kepada sesama manusia.
3. Juga sebagai sarana untuk melakukan penilaian, penikmatan, empati, hiburan, serta edukasi.
4. Apresiasi juga mampu menimbulkan hubungan timbal-balik yang positif antara penikmat karya seni dan pencipta.
5. Selain itu, agar kita juga dapat memperoleh suatu pengalaman dan ilmu baru ketika menikmati karya seni rupa dan sebagai suatu bekal untuk menciptakan serta mengembangkan suatu karya seni yang lebih baik dan berkualitas di kemudian hari.

  PENDEKATAN APRESIASI
Ada beberapa pendekatan dalam mengapresiasi karya seni, antara lain : 
1. Pendekatan deskriptif yaitu mengamati dan memaparkan karya seni secara apa adanya.
2. Pendekatan analitis yaitu mengamati objek seni berdasar kaidah – kaidah estetika yang baku, seperti teknik pengerjaan dan makna yang terkandung di dalamnya.
3. Pendekatan interpretative yaitu menginterpretasi karya seni berdasar sudut pandang pengamat, unsur keindahan, atau pengetahuan pengamat.
4. Pendekatan penilaian yaitu proses memberi pengukuran, baik secara objektif maupun penilaian secara subjektif, sehingga diperoleh kesimpulan karya itu baik atau buruk.
5. Pendekatan interdisiplin yaitu suatu karya seni dilihat dari berbagai disiplin keilmuan.

APRESIASI SENI BUDAYA NUSANTARA



APRESIASI SENI

Apresiasi secara umum adalah melakukan suatu pengamatan, penghayatan, penikmatan, pemahaman suatu nilai, dan memberi kritik simpati terhadap sebuah karya seni. Apresiasi akan menimbulkan rasa senang, kesadaran untuk dapat menilai, menghargai, dan menciptakan karya seni. Apresiasi berasal dari bahasa Latin appresiatus yang artinya penilaian atau penghargaan.

Seni adalah alat komunikasi yang halus karena sifat simbolis yang terkandung dalam karya seni yang bersangkutan, sehingga dalam seni dituntut lebih banyak persyaratan untuk dapat mengungkapkan misi yang akan disampaikan. Pengertian apresiasi tidak terbatas pada kemampuan mengungkap misi, baik yang menyampaikan (berupa karya) maupun yang menerima misi (pemirsa atau pemerhati seni). Pada prinsipnya, apresiasi seni merupakan aktivitas mental yang mencakup penghargaan yang bersifat subjektif, namun bagi kritikus seni penilaian sebuah karya tetap akan menjurus pada objektifitas.

Kritikus adalah orang – orang yang memiliki pengetahuan tentang seni lebih banyak sehingga dapat menilai karya lewat penalaran dan keilmuan. Untuk menikmati suatu karya seni diperlukan pemahaman yang menyeluruh tentang seluk beluk karya seni. Untuk memahami lebih jauh terlebih dahulu harus melalui tahap permulaan, yaitu definisi seni itu sendiri.

Karya budaya rupa akan dinilai kurang bermakna jika masyarakatnya tidak memiliki apresiasi dan penghargaan terhadap karya – karya itu secara baik. Banyak karya budaya rupa gemilang anak bangsa tidak terawat, lapuk dan bahkan dimusnahkan hanya karena masyarakat tidak memiliki apresiasi terhadap karya – karya itu. Bahkan tidak sedikit kaum terpelajar kurang memiliki apresiasi terhadap karya – karya yang menjadi tanda peradaban bangsa, sehingga karya – karya besar itu tidak tercatat dalam sejarah.

Apresiasi budaya rupa merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dunia kesenirupaan secara keseluruhan. Tanpa apresiasi, dunia kesenirupaan tidaklah akan berkembang. Dari apresiasi inilah kemudian berkembang ilmu – ilmu dan teori – teori kesenirupaan.

 FUNGSI DAN TUJUAN APRESIASI
Fungsi dan tujuan apresiasi : pada hakekatnya, aktivitas yang bersifat apresiatif, dengan memberikan sejumlah pengalaman estetis melalui seni, merupakan fungsi individual dan sosial. Fungsi seni ini adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik dan emosional seniman dan orang lain. Agar fungsi ini berjalan sebagaimana mestinya diperlukan perpaduan dan penghayatan antara penglihatan dan pendengaran serta pengolahan melalui intelektualitas, imajinasi, dan rasa, sehingga dapat menafsirkan karya yang disuguhkan. Tujuan apresiasi adalah mengarahkan penafsiran pada suatu karya, agar memiliki kemampuan dalam menikmati, menghargai jenis – jenis karya secara baik dan positif.

 PENDEKATAN APRESIASI
Ada beberapa pendekatan dalam mengapresiasi karya seni, antara lain : 
1. Pendekatan deskriptif yaitu mengamati dan memaparkan karya seni secara apa adanya, seperti objek gambar, penggunaan warna, komposisi warna, tema karya, judul karya, pembuatnya, dan berbagai hal yang ditampilkan pada karya tersebut.
2. Pendekatan analitis yaitu mengamati objek seni berdasar kaidah – kaidah estetika yang baku, seperti aspek tematik, teknik pengerjaan, penerapan asas kesenirupaan, dan makna yang terkandung di dalamnya.
3. Pendekatan interpretative yaitu menginterpretasi karya seni berdasar sudut pandang pengamat, baik dari kesamaan pengalaman, kesamaan sudut pandang, unsur keindahan, atau pengetahuan pengamat.
4. Pendekatan penilaian yaitu proses memberi pengukuran, baik secara objektif maupun penilaian secara subjektif. Penilaian secara objektif didasarkan kepada pertimbangan teknis pengerjaan, sedangkan penilaian subjektif berdasar pada pertimbangan apresiatif pengamat, sehingga diperoleh kesimpulan karya itu baik atau buruk.
5. Pendekatan interdisiplin yaitu suatu karya seni dilihat dari berbagai disiplin keilmuan.