Showing posts with label identifikasi. Show all posts
Showing posts with label identifikasi. Show all posts

Wednesday, October 13, 2021

Seni Rupa 2D (dua dimensi)

Karya seni rupa ada di sekitar kita. kadang-kadang kita tidak menyadari bahwa benda-benda yang dekat dengan aktivitas kita sehari-hari adalah karya seni rupa. Karya seni rupa ini ada yang berdimensi dua dan berdimensi tiga. Tahukah kamu apa artinya dimensi dalam karya seni rupa? Karya seni rupa dua atau tiga dimensi dibedakan dari bagian karya yang dicerap oleh mata. Pada bagian inilah kamu akan melihat bentuk objek yang terdapat didalamnya. Cinta amati benda di sekitar kamu, maka kamu akan dapat membedakan benda yang berdimensi dua atau berdimensi tiga. tunjukan mana benda atau karya seni rupa yang berdimensi dua. Karya seni rupa dua dimensi (2D) ada yang memiliki fungsi pakai dan ada yang memiliki fungsi hias atau fungsi ekspresi saja. Ada berbagai aspek dalam karya seni rupa dua dimensi. Berbagai unsur rupa seperti garis, bentuk, bidang, warna disusun sedemikian rupa sehingga membentuk objek tertentu pada karya seni rupa dua dimensi tersebut. Untuk mewujudkan karya seni rupa dua dimensi ini digunakan berbagai bahan, medium dan teknik sesuai dengan objek dan fungsi yang diinginkan.

Istilah “Seni Rupa” sering kamu jumpai baik dalam bentuk tulisan maupun diperbincangkan secara lisan. Tahukah kamu apa sebenarnya Seni Rupa itu? diskusikan dengan temanmu di kelas tentang pengertian dari kata “seni rupa”. Perhatikan kembali benda-benda di sekitar kamu, tempatkan benda apa saja yang termasuk karya seni rupa?

Berbagai karya seni rupa di sekeliling kita, memiliki banyak macam ragamnya. Meskipun demikian, karya seni rupa dapat digolongkan berdasarkan jenisnya dengan mengkategorikan kesamaan karakteristik karya yang satu dengan yang lainnya. dapatkah kamu membedakan karakteristik dasar karya seni rupa yang satu dengan yang lainnya? Pada binatang, misalnya penggolongan dapat didasarkan pada jenis kelamin, ada jantan dari betina. Pada tumbuhan, misalnya dapat berdasarkan berdasarkan kegunaan. Ada juga tumbuhan yang ditanam sebagai hiasan untuk memperindah taman Ada juga tumbuhan yang ditanam untuk dikonsumsi. Demikian juga dalam hal karya seni rupa, secara sederhana, kamu dapat membedakan berdasarkan bentuk (dimensi) maupun fungsinya.

Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa dibagi dua yaitu, karya seni rupa dua dimensi memiliki dua ukuran dan karya seni rupa tiga dimensi memiliki tiga ukuran atau memiliki ruang. Tahukah kamu ukuran yang dimaksud dalam karya seni rupa dua dan tiga dimensi?

Berdasarkan fungsi, karya seni rupa ada yang dibuat dengan pertimbangan utama untuk memenuhi fungsi praktis. Karya seni rupa semacam ini dikategorikan dalam jenis karya seni rupa terapan (applied art). Pembuatan karya seni (rupa) terapan ini umumnya melalui proses perancangan (desain). Pertimbangan aspek-aspek kerupaan dalam karya seni terapan berfungsi untuk memperindah bentuk dan tampilan sebuah benda serta meningkatkan kenyamanan penggunaanya. Tahukah kamu benda-benda apa saja yang ada di sekitar kamu yang dikategorikan sebagai karya seni rupa terapan? Sebaliknya ada karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan untuk dinikmati keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertimbangkan fungsi praktisnya.

Gambar 1.7 Karya seni rupa 2D yang memiliki fungsi pakai sebagai elemen estetis ruangan

Gambar 1.8 Karya seni rupa 2 dimensi yang memiliki fungsi praktis

Selain berdasarkan bentuk (dimensi) dan fungsi, karya seni rupa juga digolongkan berdasarkan karakteristik media (alat, teknik, dan bahan) serta orientasi pembuatannya. Berdasarkan karakteristik tersebut kita mengenal berbagai jenis karya seni rupa seperti seni lukis, seni patung, seni grafis, seni kriya, dan desain.


Kesimpulan:

Karya seni rupa memiliki bentuk dan fungsi yang beraneka ragam. Berdasarkan dimensinya kita mengenal karya seni rupa dua dan tiga dimensi. Karya dua dimensi terwujud dari berbagai bahan dan medium yang beraneka ragam. Karakter unik dari masing-masing bahan dan medium ini membutuhkan berbagai alat dan teknik pengolahan serta penggarapan untuk mewujudkan karya seni rupa tersebut. Bahan dan medium yang digunakan untuk berkarya seni rupa dua dimensi dapat berupa bahan alami atau bahan sintetis.

Keindahan karya seni rupa tampak secara visual dari bentuk dan objek pada karya seni rupa tersebut. Unsur-unsur rupa (unsur fisik) disusun menggunakan prinsip-prinsip penataan (unsur nonfisik) membentuk komposisi objek gambar atau lukisan yang unik dan menarik.

Objek pada karya seni rupa dua dimensi dapat berwujud abstrak atau menyerupai kenyataan yang ada disekitar kita. Mahluk hidup dan benda mati dapat digunakan sebagai model objek berkarya seni rupa dua dimensi. Melalui serangkaian tahapan dalam proses berkarya seni rupa dua dimensi akan terwujud karya seni rupa dua dimensi yang unik dan menarik. Untuk terampil berkarya seni rupa tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi yang terutama oleh latihan dan kesungguhan dalam berkarya.


Mengidentifikasi aspek-aspek pada karya dua dimensi pada sebuah karya seni rupa.


Sumber:

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA. Seni Budaya SMA/SMK Kelas X Semester 1. 2017

Saturday, January 30, 2016

Contoh analisis gambar anak 11 tahun

                                                            Judul       : Masjit
                                                            Pembuat : Hasim
                                                            Tahun     : 2012
                                                            Media      : Pensil warna di atas kertas gambar
  1. Identifikasi
Gambar dengan tema masjid ini dibuat oleh seorang anak laki-laki bernama Sahal. Usia Sahal 11 tahun saat membuat gambar ini. Sahal merupakan anak yang terkecil dari kedua saudara laki-lakinya. Ibu Sahal juga pernah mengatakan bahwa Sahal terlahir secara prematur, Sahal lahir setelah ibunya mengandungnya selama hanya 8 bulan saja. Hal itu membuat Sahal pernah sekali tidak dapat naik peringkat kelas. Namun ibunya tidak kecewa atau marah terhadap Sahal mengingat masa kecilnya yang terlahir secara prematur. Sahal merupakan anak dari orang tua yang bekerja sebagai pemilik dan pengurus kost-kostan di Banaran.
  1. Deskripsi
Gambar yang dibuat Sahal terdiri dari sebuah gambar masjid yang terletak pada bagian kanan bidang gambar. Gambar masjid tersebut terdiri dari sebuah gambar persegi empat besar dengan sebuah bangun setengah lingkaran di atasnya. Dua bangun persegi panjang sangat kecil dan panjang yang masing-masing menempel pada sisi kanan kiri masjid adalah bentuk menara dengan puncaknya yang diberi bentuk segitiga. Pada bagian dasar masjid terdapat sebuah gambar persegi panjang dengan pembagian dua garis yang berfungsi sebagai pintu masjid, sedangkan pada puncak masjid tedapat tulisan Alloh.
Pada bagian sisi kiri bidang gambar hanya terdapat sepasang pohon yang sama kecilnya dengan penambahan semak-semak di antaranya. Pohon tersebut terlihat tampak sama satu sama lain.
Bagian atas bidang gambar Sahal melengkapi gambarnya dengan tiga buah awan yang berwarna biru. Tidak lupa terdapat tulisan “tema masjit” di bagian atas bidang gambar.
Warna yang digunakan Sahal tidak banyak, empat warna untuk mewarnai obyek-obyek gambarnya. Warna biru untuk awan dan masjid pada bagian bentuk persegi dan setengah lingkaran. Menara dan pintu masjid berwarna kuning keseluruhan. Warna pohon dan semak-semak adalah hijau dan batang pohon berwarna coklat.
  1. Analisis
Dilihat dari usia Sahal yaitu 11 tahun, Sahal tergolong ke dalam periodisasi masa Realisme semu. Dalam masa tersebut adanya keterkaitan gambar yang satu dengan yang lain. Begitu pula yang nampak pada gambar yang dibuat oleh Sahal ini, adanya gambar masjid tidak lepas dari gambar pohon dan awan yang menjadi satu kesatuan gambar, meskipun tidak terdapat adanya interaksi manusia maupun hewan.
Berdasarkan masa Reslisme semu yang dialami Sahal seharusnya gambar yang dibuat pada anak usia ini karya-karyanya tidak menampilkan garis dasar lagi. Namun dalam gambar yang dibuat Sahal ini meskipun tidak ada pembuatan garis vertikal namun Sahal menggunakan garis bawah bidang gambar sebagai garis vertikal tempat berdirinya segala obyek gambar. Pendekatan realistis tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh, nampak pada gambar masjid yang ukurannya sangat besar dibandingkan dengan pohon yang dibuat. Meskipun upaya pembuatan pintu masjid yang disetarakan dengan tinggi pohon merupakan upaya realisme namun penampakan pohon tetap terlihat sangat kecil.
Konsepsi mengenai masjid pun tidak dilakukan oleh Sahal secara mendetail. Masjid yang dibuat sederhana tidak mencerminkan adanya detail masjid. Hanya dibuat dari beberapa bentuk bangun yang tidak disertai dengan pelengkap seperti misalnya jendela, ventilasi, motif bangunan masjid maupun manusia yang sedang beraktivitas di dekat masjid. Demikian pula pada area sekitar masjid hanya digambarkan sepasang pohon dan semak. Meskipun jika pemilihan obyek yang dibuat simpel namun yang dibuat Sahal tidak banyak sehingga tidak terlalu memenuhi bidang gambar.
Selain hal-hal tersebut, pemilihan warna yang digunakan Sahal kurang bervariatif dipengaruhi oleh gambar yang dibuatnya pula. Sahal cenderung menggunakan sebuah warna untuk mengeblok sebuah bidang, sehingga warna yang muncul kurang bervariasi.
  1. Interpretasi
Sepertinya Sahal termasuk dalam golongan anak yang kurang kreatif. Sekalipun gambarnya sudah menginjak realisme semu namun terdapat beberapa hal yang kurang dalam masa tersebut. Jika dilihat dari gambar yang dibuat, Sahal tidak merasakan adanya kesenangan dalam menggambar. Nampak dari warna yang digunakan penuh hanya untuk membuat gambar terlihat sudah selesai. Selain pengaruh dari peralatan pewarna yang digunakan oleh Sahal, semangatnya pun kurang dalam melakukan pekerjaan menggambar ini. Jika dilihat dari latar belakangnya yang lahir secara prematur tidak heran jika kemampuan Sahal kurang maksimal.
  1. Evaluasi/nilai

Berdasarkan gambar yang dibuat oleh Sahal serta latar belakangnya. Gambar ini tergolong cukup.

Contoh analisis gambar Anak 5 tahun

                                                            Judul       : Rumahku
                                                            Pembuat : Hasim
                                                            Tahun     : 2012
                                                            Media      : Spidol di atas kertas gambar
  1. Identifikasi
Gambar ini dibuat oleh Hasim dengan usia 5 tahun. Hasim merupakan anak laki-laki dari seorang pedagang, orang tuanya sehari-hari bekerja sebagai pedagang makanan di depan rumahnya. Pekerjaan yang dilakukan orang tua Hasim pada malam hari menyebabkan orang tua Hasim memiliki banyak waktu luang pada siang hari. Tidak heran jika setiap hari ibunya mengantarkannya ke sekolah TK. Hasim juga memiliki seorang kakak perempuan yang kini berusia 10 tahun dan menginjak bangku Sekolah Dasar kelas 5.
  1. Deskripsi
Pada gambar yang dibuat oleh Hasim ini nampak sebuah gambar rumah yang berada di tengah bidang gambar. Di tengah rumah tersebut terdapat gambar sosok seorang manusia yang sedang berdiri. Rumah tersebut memiliki sebuah pintu yang terletak pada sebelah kanan sosok manusia dan sebuah jendela pada sisi kiri manusia. Jendela tersebut tergaris kotak-kotak sehingga membagi kotak jendela menjadi empat bagian. Bagian atap rumah nampak garis kotak-kotak pula namun sangat banyak. Di depan rumah juga terdapat jalan menuju ke bawah bidang gambar. Terdapat pula sebuah gambar yang berbentuk mirip microfon yang terdapat di samping kanan jalan tersebut.
Di sebelah kiri rumah tersebut terdapat sebuah pohon yang ukurannya tidak melenceng dari ukuran rumah yang telah dibuat Hasim. Pohon tersebut terlihat memiliki banyak garis pada bagian ujung atas batang pohon. Terdapat pula 4 buah figur manusia di bawahnya sedang berdiri.
Sedangkan disebelah kiri rumah nampak gambar lingkaran sebanyak 14 buah dengan garis-garis yang menghubungkannya. Objek tersebut berada di bawah sebuah garis yang menyatu dengan bangunan rumah di sebelahnya.
Pada bgian bawah bidang gambar terdapat sejumlah coretan meliuk-liuk banyak dan memenuhi sepanjang garis bidang gambar pada bagian bawah. Garis tersebut hampir mirip dengan coretan bentuk air laut.
Pada bagian atas bidang gambar terdapat gambar awan yang berjejer sebanyak lima buah yang memenuhi bagian atas bidang gambar. Gambar awan tersebut diikuti oleh banyak garis vertikal yang turun ke bawah, namun tidak sampai ke bawah bidang gambar, hanya sampai hampir pada pertengahan bidang gambar. Di tengah awan yang berjejer tersebut terdapat sebuah matahari dengan penampilan llingkaran dan garis yang mencuat dari permukaan lingkaran.
  1. Analisis
Menurut usianya, Hasim tergolong dalam masa Prabagan dalam periodisasi menggambar. Pada usia Hasim lazimnya gambar yang dibuat adalah gambar bentuk-bentuk obyektif yang belum terdapat hubungan antara obyek satu dengan yang lainnya. Namun dalam gambar ini Hasim sudah dapat menyatukan obyek-obyek gambar ke dalam sebuah kertas gambar dimana sudah dapat menceritakan sebuah cerita. Jika hanya dilihat dari gambarnya, gambar ini sudah tergolong dalam gambar masa realisme semu. Meskipun jika dibandingkan dengan gambar anak yang berusia sekitar 11-15 tahun gambar ini lebih jelek, namun demikian gambar ini masuk dalam masa realisme semu. Meskipun obyek-obyek yang dibuat sederhana dan belum baku namun sudah terdapat adanya sebuah cerita dalam gambar ini. Cerita dalam gambar ini nampak pada pengkomposisian obyek gambar yang ditata sedemikian rupa.
Gambar lima buah awan pada bagian atas bidang gambar merupakan bentuk ungkapan mendung disertain hujan yang dibuat Hasim berupa garis-garis memanjang yang menyertai awan tersebut. Pada bagian rumah Hasim tetap menggambar seorang manusia yang sedang berdiri di dalamnya. Berdasarkan bentuk ungkapan gambar anak, gambar ini termasuk ke dalam Ideoplastis. Suasana yang sedang hujan diluar membuat seorang figur tersebut aman dan tidak basah karena berada di dalam rumah. Sedangkan bentuk banyak lingkaran dengam banyak garis merupakan bentuk ungkapan kendaran yang terdapat di samping rumah Hasim. Garis mendatar yang menyatu di samping kanan rumah tersebut merupakan perwujudan dari bentuk teras rumah, sehingga kendaraan-kendaraan tersebut aman dari hujan. Sedangkan empat figur manusia lain yang terdapat diluar rumah nampak sedang berada di bawah pohon, hal ini mernceminkan tentang manusi-manusia yang berteduh di bawah pohon. Garis-garis meliuk di bawahnya merupakan genangan air hujan di jalan raya. Di rumah Hasim yang sebenarnya memang setiap hujan selalu ada genangan air di jalan depan rumahnya.
Berdasarkan begitu banyaknya obyek gambar yang digambar oleh Hasim, gambar ini dapat tergolong ke dalam gambar yang kreatif. Menurut Safarina (2005:27), mengukur potensi kreatif anak pada usia 4-11 tahun dapat menggunakan tugas menggambar. Semakin banyaknya detail pada gambar yang dibuat mencirikan potensi kreatif anak. Meskipun setiap obyek yang digambar tidak detail namun dalam satu bidang gambar Hasim dapat menggambarkan begitu banyak detail cerita yang luar biasa.
  1. Interpretasi
Setelah meneliti gambar yang dibuat oleh Hasim, sepertinya Hasim merupakan anak yang kreatif. Hal itu tercermin pada gambar yang dibuat dengan berbagai banyak obyek, pemilihan tema, serta cerita yang unik di dalamnya. Pada saat membuat gambar ini Hasim tidak merasakan adanya tekanan mental sama sekali bahkan kemungkinan ia sedang senang, nampak pada gambar yang dibuat adalah obyek-obyek yang aman dari hujan. Pemenuhan bidang gambarpun merupakan rasa percaya diri dari Hasim. Hasim tidak tergolong dalam anak yang pemalu. Ia mampu menceritakan apa saja yang pernah dilihatnya dalam bentuk gambar. Hal ini kemungkinan berasal pula dari dorongan orang tuanya yang kerap memberikan perhatian kepada Hasim.
  1. Evaluasi/nilai

Berdasarkan gambar yang telah dibuat oleh Hasim, gambar ini termasuk gambar yang sangat bagus jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya.