Showing posts with label screen. Show all posts
Showing posts with label screen. Show all posts

Wednesday, November 10, 2021

Langkah-langkah Pembuatan Grafis

Langkah-langkah dalam pembuatan karya seni grafis terdiri dari beberapa tahapan yakni sebagai berikut:

1. Gunakan bahan dan alat seperti: kertas kalkir, pensil, papan kayu/hardboard, alat cukil, tinta, kaca, rakel.

2. Membuat rancangan gambar disebut sketsa atau gambar acuan. Proses menggambar dapat dilakukan pada kertas kalkir terlebih dahulu baru dilekatkan pada plat dahulu cetak atau dapat langsung digambar diplat acuan cetak. Teknik dapat dilakukan secara manual atau dapat hasil printout komputer baru kemudian dijiplak atau langsung ditempelkan di plat cetak yang sudah menggambar.

3. Pada tahap ini adalah melaksanakan proses pencukilan. Alat yang digunakan adalah Pisau cukil. Ketika melakukan pencukilan memperhatikan serat kayu (MDF) dan juga berhati-hati ketika mencukil karena mata pisaunya sangat tajam. Mata pisau yang sangat tajam ini akan memberikan cukilan yang bersih dan jelas. Bagian yang tidak digunakan untuk menghantarkan tinta disebut bagian negatif, sedang bagian yang menghantarkan tinta atau mencetak posisi akan tetap sejajar dengan plat acuan.

4. Setelah selesai pencukilan maka plat keinginan terlihat memiliki permukaan yang dalam seperti relief. Sebelum mulai mencetak plat atau mencetak garis batas dengan menggunakan pensil, agar kemampuan proses mencetak akurat.

5. Selanjutnya proses cetak dapat dimulai, pertama tama tinta secukupnya dengan alat bantu yang ambil skrap, letakkan tinta tersebut di atas permukaan kaca yang bekerja sebagai landasan untuk mengolah tinta.

6. Kemudian ratakan tinta tersebut untuk mengelola dengan menggunakan rol raket.

7. Setelah tinta selesai dibersihkan, pindahkan tinta pada permukaan plat yang akan dicetak dengan bantuan rol raket, pastikan tinta tersebut merata pada permukaan plat.

8. Apabila tinta sudah merata ke sluruh permukaan plat yang timbul, maka proses cetak dapat mulai dikerjakan. keinginan mencetak/plat di atas selembar kertas yang bersih bekerja sebagai alas kerja. Kemudian tempelkan kertas yang akan dicetak di atas plat acuan cetak.

9. Proses cetak plat ke kertas dengan menggunakan etching machine, handpress. Jika tidak memiliki alat ini bisa digosok dengan sendok atau bahkan hanya dengan tangan saja. Pastikan penggosokan merata ke semua permukaan kertas sehingga hasil maksimal, jika tidak merata hasilnya kurang tajam dan kurang jelas.

10. Setelah mencetak agar plat atau referensi tersebut dapat digunakan kembali di lain kesempatan, maka segeralah bermain degan air dan minyak tanah untuk menghilangkan gambar-gambar grafis yang menempel pada sela-sela permukaan plat.

11. dalam proses mencetak hambatan misalnya hasil cetak lama-lama tidak jelas ada tinta kering, maka untuk memperbaiki mungkin cara menggambar.


Contoh Membuat Grafis dengan Media Hardboard/MDF dengan  proses pembuatan grafis dengan teknik cetak tinggi:

Hasil karya seni grafis dari bahan papan kayu yang dicukil atau ditoreh dengan alat lengkung kayu sehingga hasilnya menunjukkan bekas cukilan dan torehan. Sebelum melaksanakan pencukilan pada papan kayu sudah dibuat sketsa/rencana gambar terlebih dahulu. Hasil torehan mengikuti alurnya pada burung tersebut, begitu pula cukilan pada tumbuhannya.



Hasil karya seni grafis cetak tinggi dengan Media MDF dengan alat wood curving. Kegiatan dimulai dengan membuat obyek dengan bahan papan yang telah disiapkan. Setelah selesai kemudian melaksanakan proses pencukilan. Pencukilan mengikuti sketsa obyek yang telah dibuat.





Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Genap. 2020.

Tuesday, November 9, 2021

Jenis Karya Grafis berdasarkan Teknik karya Grafis

 Jenis karya seni grafis berdasarkan teknik pembuatannya adalah:

1. Cetak Tinggi (Relief Print)

Cetak tinggi merupakan proses pembuatan grafis dengan cara memanfaatkan ketinggian sebuah media untuk mencetak. Teknik ini menggunakan bahan yang mudah untuk dicukil. Setelah dicukil permukaan medianya akan memiliki perbedaan yang tinggi sehingga akan menghasilkan bagian yang tinggi dan bagian yang rendah (relief). Bagian yang memiliki permukaan tinggi akan diolesi tinta menggunakan alat rol karet untuk meratakannya, kemudian bagian kertas ditekan dengan tangan sehingga akan membentuk gambar sesuai dengan yang dibuat.

Gambar 4D

Gambar 4A


2. Cetak Dalam (Intaglio Print)

Cetak dalam salah satu teknik mencetak grafis dengan proses menggunakan plat aluminium, caranya plat dibentuk menggunakan benda tajam dan runcing, agar dapat menghasilkan goresan. Goresan pada plat alumunium tersebut diberi tinta dan disapukan pada permukaan kertas yang dibasahi.

Gambar 4C

3. Cetak Saring (Sablon)

Cetak saring merupakan salah satu teknik membuat grafis, proses pembuatannya menggunakan beton dari alat yang disebut screen. Layar dilapisi dengan bahan yang peka terhadap cahaya, selanjutnya layar ditutup dengan film (gambar) kemudian dilakukan penyinaran dengan sinar matahari atau lampu dengan suhu tertentu. Setelahnya layar dibuat dan akan terbentuk beton berlubang (saring) sesuai dengan film yang dibuat.


4. Cetak Datar (Cetak Planografi)

Cetak datar adalah salah satu teknik berkarya seni grafis yang dibuat dengan menggunakan klise data dengan prinsip saling menolak dan saling menerima antara tinta dan udara. Cetak datar mendapatkan perlakuan khusus pada bagian tertentu untuk menciptakan gambar.

Gambar 4B


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Genap. 2020.

Alat dan Bahan Pembuatan Grafis

Alat dan Bahan Pembuatan Grafis

1. Cetak Tinggi
Cetak tinggi yaitu teknik membuat referensi dengan membuat pola pada permukaan media dengan bentuk yang timbul. Teknik ini merupakan teknik yang paling mudah dan murah karena tidak butuh alat khusus dan peralatan canggih. Alat: alat lengkung kayu, alat cukil untuk logam. Bahan: kayu, logam linoleum, hardboard .
Gambar 3A


Gambar 3D

2. Cetak Datar
Cetak data merupakan salah satu teknik dalam membuat grafis. Teknik cetak data menggunakan alat untuk menggores batu karena bahan yang digunakan dalam teknik ini adalah lempengan batu. Batu kapur karena sifatnya yang bisa menyimpan minyak. Prosesnya batu kapur yang telah diberi minyak dibentuk dengan pola dan gambar yang diinginkan. Kemudian dilakukan pengasaman pada batu tersebut. Alat: paku atau alat besi yang runcing untuk membuat pola gambar pada batu, bahan: batu putih. Teknik cetak data sekarang dapat dijumpai pada sistem mesin dan teknik foto mekanik.

Gambar 3E

3. Cetak Saring
Cetak saring adalah salah satu karya seni grafis yang melalui prosesnya melalui tahapan, yakni diawali dengan pembuatan cetakan pada alat kasa yang dilapisi bahan peka cahaya. Selanjutnya layar film dan dilakukan penyinaran, kemudian ditutup layar dan terbentuklah beton berlubang (saring) sesuai dengan filmnya. Cat di atas layar kemudian diratakan dengan rakel sehingga membentuk gambar sesuai betonnya. Cetak saring menggunakan bahan: cromatine, ulano dan cat sablon dan film. Alat yang digunakan adalah screen , rakel, meja sablon, landasan.

Gambar 3C

4. Cetak Dalam
Teknik cetak dalam menggunakan bahan: aluminium, kertas, dan tinta, adapun alat yang digunakan pada teknik ini adalah paku dan besi runcing. Cetak dalam beberapa bentuk yakni: Engraving, Etsa, Mezzotint, Drypoint.

Gambar 3B


Sumber:
DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Genap. 2020.

Menganalisis Konsep Grafis

Grafis adalah karya seni rupa dua dimensi yang dibuat melalui teknik cetak. Contohnya cetak tinggi, cetak datar, cetak sablon, cetak dalam. Membuat grafis adalah membuat yang dapat digunakan untuk mentransfer gambar dari cetakan ke media karya misalnya plastik, kertas, kain. Secara etimologi grafis berasal dari bahasa Yunani graphein yang artinya menulis atau menggambar, dalam bahasa Inggris grafis berasal dari kata graph atau graphic yang berarti membuat tulisan atau gambar dengan cara digores atau ditoreh.

Grafis masih digunakan sebagai salah satu cara mencetak secara manual sampai saat ini, walaupun saat ini juga tidak sedikit yang sudah menggunakan mesin sebagai alat mencetak. Mesin cetak merupakan penemuan teknologi yang pada dasarnya mempermudah kerja manusia dan sudah banyak digunakan. Namun ada beberapa alasan mengapa sebagian orang masih mempertahankan mempertahankan grafis sebagai salah satu alat cetak manual. Alasan pertama karena pilihan estetis seniman dalam memilih teknik dan media, alasan kedua dalam mencetak jumlah sedikit metode grafis memang lebih efisien dibandingkan dengan mesin cetak, karena mesin cetak hanya efektif digunakan dalam produksi skala besar industri.

Berkarya grafis pada umumnya di atas kertas, pada teknik monotype prosesnya mampu menciptakan karya dengan hasil yang sama dan jumlah banyak, hal inilah yang disebutt proses cetak. Grafis dibuat di atas permukaan yang disebut plat. Plat yang dijadikan sebagai media ini meliputi papan kayu, lembaran logam, lembaran kaca diatasnya, lembaran linoleum atau batu litografi. Seni grafis yang lain menggunakan cetak sablon atau cetak saring yang lembaran kain berpori screen dan direntangkan pada sebuah kerangka.

Di bawah ini adalah beberapa gambar yang merupakan hasil karya seni grafis dari berbagai bahan, dengan menggunakan berbagai alat dalam pembuatannya dan menggunakan berbagai macam teknik dalam pembuatannya.

Gambar 1A

Gambar 1B

Gambar 1C

Gambar 1D

Gambar 1E

Gambar 1F


Sumber:

DIREKTORAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Kelas IX Semester Genap. 2020.