Sebuah karya seni diciptakan dalam latar belakang yang berkaitan dengan kehidupan seniman, seperti kondisi sosial, politik, dan kebudayaan yang melingkupinya. Sebuah karya seni juga memiliki dimensi bentuk dan sisi. Dimensi bentuk sangat variatif dari segi corak, gaya, dan perkembangannya, baik dari periode sejarah masa lampau maupun dari masa sekarang. Selain itu, dimensi isi makna yang tidak terlihat juga sulit untuk ditafsirkan.
Oleh karena itu, agar menghasilkan bobot penilaian yang baik, seseorang yang melakukan resensi harus memiliki beberapa syarat, di antaranya:
1. memahami sejarah seni rupa, kesenian, dan kebudayaan;
2. harus berpengalaman mengamati karya secara langsung
(otentik), bukan dari repro atau slide;
3. mengetahui dan memahami benar peristilahan (diksi), gaya seni, fungsi seni, opini seniman, dan pakar tentang estetika secara periodik;
4. mengetahui teknik artistik dalam berbagai media;
5. memiliki cita rasa yang terbuka, dalam artian memiliki kapasitas menghargai kreativitas artistik yang beragam;
6. dapat membedakan niat artistik dan pencapaian artistik seniman dalam berkarya;
7. harus objektif dan tidak subjektif (mampu melawan bias simpati terhadap seniman);
8. memiliki sensibilitas kritis saat menghadapi karya yang beragam; serta
9. memiliki temperamen yudisial berdasarkan data yang akurat.
Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.