Tuesday, December 29, 2020

Langkah membuat karya seni menggunakan metode ilmiah

Menurut SP. Gustami, langkah-langkah berkarya seni dengan menggunakan metode ilmiah umumnya terdiri atas tiga langkah, yakni eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. 

1 . Tahap eksplorasi adalah tahap penggalian ide melalui pencarian dalam berbagai sumber referensi dan informasi, mulai dari media cetak (seperti buku, koran, dan majalah) hingga media elektronik (seperti televisi dan komputer/ internet). Ide yang diperoleh dari tahap eksplorasi akan diwujudkan dalam bentuk rancangan dan sketsa. 

2. Tahap perancangan adalah tahap pembuatan rancangan sebagai perwujudan visual dari ide yang diperoleh dari tahap eksplorasi. Rancangan dibuat dalam bentuk sketsa dan terdiri atas dua jenis, yaitu sketsa kasar dan sektsa final. Sketsa kasar dibuat dalam berbagai alternatif yang akan dipilih sebagai sketsa final. Sketsa final umumnya berbentuk gambar yang mendetail dan terperinci, misalnya gambar proyeksi ataupun gambar perspektif. 

3. Tahap perwujudan adalah tahap mewujudkan sketsa final menjadi prototipe/model awal yang mewakili semua elemen dalam sketsa final. Prototipe dibuat dalam bentuk miniatur dengan Skala tertentu dan mewakili bentuk dari karya yang hendak dihasilkan.



Ketiga langkah tersebut dapat diuraikan menjadi enam langkah, yaitu sebagai berikut. 

1. Langkah pengembaraan jiwa, yaitu langkah yang dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan serta penggalian berbagai sumber referensi dan informasi. Langkah ini dilakukan untuk menemukan tema atau isu tertentu yang memerlukan solusi pemecahan masalah. 

2. Pemilihan landasan teori, sumber, referensi, dan acuan visual. Langkah ini bertujuan untuk mendapatkan data, alat dan bahan, teknik, bentuk dan unsur estetis, serta unsur ekstrinsik lainnya (misalnya aspek sosio-kultural) yang akan digunakan untuk memecahkan masalah. Tahapan ini juga dapat disebut sebagai tahap analisis. 

3. Perancangan, yaitu langkah penuangan hasil analisis dalam bentuk visual dan dua dimensi (berbentuk gambar). Hal yang dipertimbangkan dalam tahap ini meliputi aspek material, teknik, proses, metode, konstruksi, ergonomi, keamanan, kenyamanan, keselarasan, keseimbangan, bentuk, unsur'estetis, gaya, filosofi, pesan makna, nilai ekonomi, serta peluang pasar ke depan. Rancangan dibuat dalam bentuk rancangan kasar dan rancangan final.

4. Realisasi rancangan, yaitu tahap mewujudkan rancangan dalam bentuk model awal atau prototipe. Prototipe menjadi dasar dari bentuk karya nyata. 

5. Realisasi prototipe, yaitu tahap mewujudkan prototipe ke dalam bentuk karya nyata. Karya yang telah selesai selanjutnya akan memasuki tahap finishing dan pengemasan. 

6. Evaluasi, yaitu tahapan penilaian yang bertujuan mengetahui kualitas karya. Evaluasi dapat dilakukan dalam bentuk pameran yang memicu timbulnya berbagai respons dari masyarakat. Hal-hal yang dinilai dalam tahap evaluasi karya meliputi aspek fisik dan nonfisik. Aspek fisik meliputi bentuk dan fungsi karya (dalam karya seni terapan), sedangkan aspek nonfisik meliputi makna dan pesan yang tersirat dalam karya yang bersangkutan. 




Sumber : Sugiyanto, dkk. 2017. Seni Budaya untuk SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Erlangga.

1 comment:

  1. Numpang promo ya Admin^^
    ayo segera bergabung dengan kami di ionqq^^com
    dengan minimal deposit hanya 20.000 rupiah :)
    Kami Juga Menerima Deposit Via Pulsa & E-Money
    - Telkomsel
    - GOPAY
    - Link AJA
    - OVO
    - DANA
    segera DAFTAR di WWW.IONPK.ME (k)
    add Whatshapp : +85515373217 x-)

    ReplyDelete